Home / Zaman Kuno / Perjalanan Sang Batara / 209.Rara Gendis Prameswari

Share

209.Rara Gendis Prameswari

Author: Gibran
last update publish date: 2025-10-17 10:03:13

Tubuh Mahadewi tiba-tiba oleng dan hampir jatuh saat bayangan hijau itu hampir saja menyambar tubuhnya. Namun entah kenapa, wanita itu tidak jadi melakukannya.

Di depan Jaka Geni dan Mahadewi berdiri satu sosok wanita cantik jelita yang tak kalah cantik dengan Mahadewi.

Matanya menatap dengan sayu membuat siapapun akan terbawa oleh perasaan si wanita tersebut. Hidungnya yang bangir dan bibirnya yang merah basah dan sedikit terbuka membuat para lelaki tidak akan bisa menahan untuk tidak menciu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Sang Batara   333. Kisah Tabib Dewa

    "Jaka Geni, sebenarnya ini tidak layak untuk aku tanyakan. Tapi aku penasaran, apakah kamu titisan seorang Dewa?" tanya Bayu Seta.Jaka Geni tak langsung menjawab. Ada sedikit rasa bimbang, namun dia ingin bercerita kepada orang lain. Mungkin yang paling tepat adalah kepada Tabib Dewa ini, karena dia adalah orang yang bisa menjaga rahasia orang lain. "Aku mempunyai kisah panjang Ki, bahkan aku tidak percaya dengan kisah hidupku sendiri. Aku merasakan hidup sebagai manusia normal. Makan minum dan punya kekasih. Meski kekasih ku berada dimana-mana." ucap Jaka mengawali cerita. "Kekasihmu ada dimana saja? Sepertinya kau hebat dalam menaklukkan hati wanita, hahaha" kata Bayu Seta. Dia merasa senang setelah kedatangan pemuda itu. Karena kesepian yang selama ini dia rasakan di bawah tanah akhirnya hilang. "Aku tidak bisa menceritakan satu-satu siapa saja kekasih ku Ki, yang jelas mereka adalah orang-orang berpengaruh di dunia persilatan dan rakyat jelata. Salah satunya adalah Raja Rara A

  • Perjalanan Sang Batara   332. Nadi Dewa

    Jaka Geni mengepalkan tinjunya saat jari Tabib Dewa menekan beberapa titik di tubuh bagian belakangnya. "Rasa sakitnya,sungguh luar biasa!" ucap Jaka dalam hati sambil menahan rasa sakit yang benar-benar sangat menyiksa. Dia merasakan sesuatu seperti benda tajam bergerak di pembuluh darahnya. Wajah Jaka merah padam menahan rasa sakit yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Bahkan saat bertarung dengan musuh dan tubuhnya hancur sekalipun, sakitnya tidak sesakit yang saat ini dia rasakan. "Bertahan lah nak, ini cukup memakan waktu." kata Bayu Seta. Jaka Geni tidak menjawab. Wajahnya merah menahan sakit. Bahkan air matanya menetes dari matanya. Keringat membasahi sekujur tubuhnya. Jari Tabib Dewa mulai bergerak perlahan menyusuri beberapa titik nadi di sekitar punggung dan leher. "Ini yang terakhir," ucap Bayu Seta. Jaka Geni merasa tubuhnya akan meledak saat nadi yang selama ini tertutup telah terbuka. Kekuatan petir miliknya tanpa terkendali keluar dari tubuh pemuda itu. Bayu

  • Perjalanan Sang Batara   331. Pertemuan Tak Terduga

    Jaka Geni di masukkan kedalam sel besi bawah tanah. Dia tergeletak tak berdaya. Namun dia masih sadar. Hanya saja dia pura-pura tak sadarkan diri. "Jaga ketat tempat ini. Jangan sampai tahanan kabur sampai Ketua Serikat Teratai Biru datang." ucap Hong Lie kepada para pasukan penjaga. Semua di perketat. Jaka membuka matanya. Di dalam ruangan itu dia tak sendirian. Dia menatap orang tersebut. Melihat wajah orang itu Jaka menebak dia bukan orang Zhuo Guo. "Kisanak, apakah anda berasal dari selatan juga?" tanya Jaka. Lelaki berjenggot putih tebal itu menatap Jaka Geni sesaat. Lalu dia batuk beberapa kali. "Bagaimana kamu bisa masuk ke penjara mengerikan ini?" tanya lelaki itu dengan suara parau. Jaka tersenyum lega. Benar ternyata lelaki berjenggot itu orang dari selatan. "Panjang itu kisahnya ki,yang jelas aku sudah membuat masalah dengan Kerajaan ini." kata Jaka. "Masalah apa yang membuat mereka sampai menangkap mu?" tanya lelaki itu. Jaka merebahkan tubuhnya. Luka bekas pertar

  • Perjalanan Sang Batara   330.Tertangkap

    Bersamaan dengan tumbangnya Ye Zhu, Xian Hui pun memenangkan pertarungan melawan Zhu Guan. Siang Yu menatap Jaka Geni lalu dia menjatuhkan pedangnya di tanah hingga menancap. "Aku menyerah. Kekuatanku sudah mencapai batasnya. Dan makhluk-makhluk tak berguna ini mengacaukan segalanya. Harusnya makhluk lain, tapi malah babi sialan yang keluar." kata Siang Yu kesal. Jaka Geni menghampiri Siang Yu. "Sebenarnya aku masih penasaran, kamu ini Yang Sian Kan atau Siang Yu? Jika benar kau Yang Sian Kan, dimana kekasihku Utari Dewi?" tanya Jaka. Dia mengira sedari awal Siang Yu hanyalah drama yang di lakukan Yang Sian Kan. "Aku benar-benar Siang Yu. Apakah kamu pernah mendengar yang namanya reinkarnasi?" tanya Siang Yu. Jaka diam sejenak. Sejak kecil dia hanya tahu tentang bertarung. Gurunya sama sekali tidak mengajarkan ilmu lain selain silat dan kanuragan. "Sepertinya kamu ini orang bodoh. Tapi pada dasarnya aku tidak ada perselisihan denganmu. Aku anggap pertarungan ini sebagai latiha

  • Perjalanan Sang Batara   329.Siluman Ye Shu

    Blarrrrrr! Ledakan keras kembali mengguncang makam besar yang kini telah menjadi arena pertarungan dahsyat. Tanah melambung tinggi setelah ledakan terjadi. Siang Yu mendengus kesal. Matanya yang membara menatap ke arah Jaka Geni yang melongo tak percaya. "Pedang ku menyerang sendiri?" ucap Jaka tak percaya. "Sepertinya ada daya tarik tersendiri dari tubuh Siang Yu atau pedang merah itu. Kita coba untuk mengetes lagi."Jaka menghunus kan pedangnya ke arah lain. Tangannya sedikit berat seolah pedang itu tidak mau ke arah yang lain. Namun ketika dia menghunus pedangnya ke arah Siang Yu, seketika petir ungu melesat lagi ke arah Siang Yu! "Gila! Dia benar-benar tertarik untuk melawan Siang Yu!" ucap Jaka dalam hati. Siang Yu yang sudah murka langsung membabat petir tersebut dengan pedangnya. Namun dia terpental keras karena ledakan yang ditimbulkan petir tersebut. "Setan sialan,bantu aku wahai pedang Segel Neraka!"Siang Yu menancapkan pedang ke dalam tanah. Kali ini muncul tiga ma

  • Perjalanan Sang Batara   328.Pertarungan Dua Pedang Dewa

    Jaka Geni tertawa membuat Siang Yu berang. Dengan penuh amarah dia berteriak. "Bunuh dia!" Jaka kembali serius saat melihat makhluk besar yang keluar dari dalam tanah makam. Makhluk itu adalah sesosok babi hutan dengan tubuh manusia. Tubuhnya sangat besar, hampir lima kali lipat tubuh orang dewasa. Dengan pedang Guntur Jaka menyerang makhluk tersebut. Xian Hui turut membantu dalam wujud ular raksasa. Melihat ular putih raksasa yang memotong serangan babi hutan siluman tersebut, Siang Yu segera mencabut pedangnya dan melawan Jaka Geni. Pertarungan dua pedang Dewa pun terjadi. Pedang Segel Neraka milik Siang Yu sejatinya adalah milik Dewa Penjaga Neraka,Wuchang. Siang Yu mendapatkan pedang itu sebagai hadiah karena masa reinkarnasi nya yang seharusnya dua puluh tahun setelah kematian, menjadi delapan ratus tahun lamanya. Karena kesabaran itulah, yang membuat Wuchang mau memberikan salah satu pedang nya. Yaitu pedang Segel Neraka. Jaka Geni sangat bersemangat saat bertarung. Entah

  • Perjalanan Sang Batara   110. Benteng Sigaluh

    Serangan Bayan Taka sangat cepat saat tepat dihadapan Jaka Geni. Tebasan pedangnya penuh dengan tenaga dalam. Itu menunjukan betapa murkanya Bayan Taka terhadap Jaka Geni. Namun Jaka Geni dengan mudah mampu menangkis semua serangan. Bahkan sesekali kakinya mengait kaki orang terseb

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Perjalanan Sang Batara   116. Bertemu Ki Damar

    Raksa Panjalu dan tiga ribu pasukannya berlari menuju barisan pertahanan Kerajaan. Langkah dan gemuruh teriakan para prajurit musuh itu terasa menggetarkan tanah.Bara Yuda mengangkat pedangnya. "Panah!" teriaknya keras. Pasukan Bara Yuda dan pasukan pertahanan melepaskan

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Perjalanan Sang Batara   109. Kemunculan Pedang Guntur

    Jaka Geni berkelit dengan berguling kesamping kiri saat tendangan Bayan Taka menerjang kearahnya. Melihat tendangan nya mengenai tempat kosong, tubuh Bayan Taka berputar di udara satu kali, dan tangannya melepas pukulan tangan kosong ke arah Jaka Geni. Gelombang kekuatan

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Perjalanan Sang Batara   115. Serangan Di Gerbang Selatan

    Patih Sela Amarta membuka kain putih yang berisi denah gambar kerajaan Sigaluh. Sang patih melingkari posisi barisan bertahan yang berada di tengah. Lalu dia mengarahkan garis dari Gerbang Barat ke arah gerbang selatan, dan dari barisan bertahan ke arah selatan juga. Lalu memberi garis kepad

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status