Home / Romansa / Suami Dinginku Galak Tapi Manis! / 202. Sah Punya Kakak Ipar

Share

202. Sah Punya Kakak Ipar

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-07-19 23:57:54

"Apa maksudmu?!" Mata Harbi melotot, kaget campur marah mendengar perkataan Raigen, "Inggita, jelakan apa yang telah terjadi antara kamu dengan pria asing ini!" marah Harbi kemudian pada keponakannya.

Inggita menoleh pada pamannya, menatap sang paman dengan ekspresi wajah gugup campur takut.

Melakukan hubungan suami istri sebelum menikah adalah hal yang salah—tidak benar di mata budaya dan agama. Inggita setuju dengan hal itu dan dia sama sekali tidak membenarkan. Namun, masalahnya, di desa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Mending aku main sama kerbau daripada punya teman kayak dia." Raigen menaikkan sebelah alis, cukup kaget menatap istrinya yang berbicara panjang lebar dan cepat. Sudut bibir Raigen terangkat, membentangkan senyuman lebar yang geli karena lucu pada Inggita. Ah, lagi-lagi Raigen menemukan keanehan di dalam diri perempuan ini. Saat Inggita Inggita menggunakan kacamata, perempuan ini berbicara sangat berhati-hati dan sopan. Nada dan cara bicaranya terkesan formal. Namun, ketika kacamata perempuan ini dilepas, cara bicaranya sangat cepat. "Humm." Raigen berdehem rendah, tiba-tiba mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh Inggita. Anehnya saat dia mendekat ke arah perempuan ini, Inggita biasa saja. Biasanya, saat Raigen mencoba mendekatinya Inggita selalu menunjukkan respon waspada, gugup, dan grogi. Tetapi tanpa kacamata, perempuan ini tidak menunjukkan gestur waspada. Smirk tipis seketika muncul di bibir Raigen. Dia ingin mencoba sesuatu! "Malam ini kau sangat cantik, Gita," ucap

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Aluna, aku boleh bergabung dengan kalian tidak? Kebetulan ke-dua temanku ingin berkenalan dengan istrinya Kak Raigen," ucap Seana, menatap Aluna dengan senyum tipis dan ekspresi yang ia jaga supaya tetap anggun. Aluna menatap Seana secara datar, setelah itu beralih menatap ke-dua teman perempuan itu. "Silahkan," jawab Aluna. Seana kembali senyum manis pada Aluna. Dia dan teman-temannya duduk lalu segera menatap fokus ke arah Inggita. "Hai, Inggita," sapa Seana, manis dan ceria. Inggita senyum kaku, balik menyapa perempuan tersebut. "Hai," sapanya. "Kupikir Kak Raigen tak akan membawamu ke pesta sepertinya ini soalnya ini pesta orang-orang berkelas. Ternyata Kak Raigen cukup nekat membawamu yah," ucapnya, lagi-lagi dengan nada manis sambil senyum lembut pada Inggita. "Apaan dah kamu ngomong gitu?" Sza yang memang kesabarannya cukup tipis, langsung menunjukkan ketidak sukaan pada Seana. Alisnya menekuk dan ekspresinya tampak kesal. "Maaf kalau aku salah bicara," ucap Sea

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Ada apa, Gita?" tanya Raigen, mengamati wajah istrinya yang tampak cemas dan gelisah. Inggita mendongak pada Raigen, senyum kaku lalu menggelengkan kepala. "Kurasa Aluna sudah sering membawamu untuk menghadiri acara seperti ini, jadi seharusnya kau sudah biasa karena ini tidak jauh berbeda dengan acara yang sering kau hadiri bersama Aluna, Sweetheart," ucap Raigen, mencoba menenangkan istrinya yang tampak gugup dan cemas. Inggita lagi-lagi mendongak pada Raigen, dia mengerjap beberapa kali lalu berkata, "tapi ini berbeda, Mas. Soalnya aku datang sebagai istri Mas Raigen. Aku … aku takut pada pandangan orang-orang terhadapku," jujurnya. Raigen menaikkan sebelah alis, diam untuk mengamati sejenak raut muka istrinya yang masih gelisah dan gugup. Entah kenapa Raigen tiba-tiba teringat dengan mantan istrinya yang juga mudah sekali insecure, seperti Inggita saat ini. Bedanya, Shela lebih dulu merasa hebat, berbangga diri, dan mengklaim dirinya lebih wah dari pada lain. Namun, ke

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Benar, Sweetheart?" tanya Raigen sambil menatap Inggita dengan ekspresi wajah tegas. Suaranya memang lembut tetapi tatapannya mengintimidasi. Inggita yang duduk di samping Raigen yang sedang mengemudi, menatap pria itu dengan gugup. Ekspresi Inggita tampak kaget, tak menduga jika Aluna akan mengadukan hal tadi pada Raigen. "U'um." Inggita menganggukkan kepala secara pelan, "tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan kok, Mas. Soalnya staf barunya masih anak-anak."Raigen menatap sejenak pada Inggita. "Anak-anak?" "Iya. Masih 23 tahun. Untuk di zaman sekarang sih, itu masih tergolong remaja. Masih belum dewasa dan labil itu," jelas Inggita, benar-benar tak ingin memperpanjang masalah tadi. Untuk masalah tadi, Inggita menganggapnya sebagai masalah salah paham saja. Mungkin si staff baru sedang lelah campur ada masalah pribadi, makanya dia melampiaskan kekesalannya pada orang lain. "Usiamu dengannya hanya beda 3 tahun, Sweetheart." Raigen berkata pelan, "kau juga masih anak-anak, jadi

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Jujur iya," ucap Inggita sambil menatap kesal pada staf baru tersebut. Dia meneguk saliva susah payah, bukan karena takut tetapi sebagai bukti betapa jengkelnya dia pada sosok perempuan yang saat ini sudah di depannya. "Ouh, berarti yang kuomongin barusan benar dong, Kak?" Perempuan itu menaikkan alis, semakin menatap remeh pada Inggita, "ternyata Kakak juga merasa yah kalau Kakak ini semena-mena setelah mendapat gelar sebagai CEO dari Des'Art?" "Nggak juga." Inggita berkata cukup tenang, mencoba menahan emosi karena masih mengingat posisinya. Yah, dia asisten Aluna yang sudah banyak menghadapi masalah yang menguji emosi. Dia tidak boleh terpancing begitu saja pada anak ingusan ini, "aku hanya tak suka pada sikapmu yang menjuruh ke arah keributan dan perselisihan." Dinda—staff baru tersebut bersedekap angkuh, menatap Inggita dari atas hingga bawah lalu senyum sinis pada Inggita. "Kalau kamu nggak suka, yah, itu urusan kamu, Kak. Ahahaha … sepertinya Kakak benar-benar merasa tingg

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Kau mau kemana, Sweetheart?" tanya Raigen, menatap istrinya dengan sebelah alis yang terangkat. Di tangannya ada nampan, berisi semangkuk bubur, buah potong, dan segelas air putih. Inggita tak langsung menjawab karena dia tertegun menatap Raigen yang sedang membawa nampan. U-untuk siapa bubur yang Raigen bawa? "Kerja, Mas," jawab Inggita pelan dan gugup, kembali menatap nampan di tangan suaminya. "Kembali ke kamar, Sweetheart," ucap Raigen, menatap penuh isyarat supaya Inggita masuk ke kamar. Inggita menetap ke pergelangan tangan, memeriksa jam apakah dia masih sempat. Sebenarnya percuma karena dia sudah sangat terlambat. Akan tetapi, … gaya biar terlihat sibuk! Setelah itu Inggita kembali ke dalam kamar, menuruti perkataan suaminya. Raigen juga ikut masuk, ke jalan ke arah sofa—meletakkan nampan di atas meja. "Gita, kemari," titah Raigen. Nadanya lembut dan hangat. Inggita menganggukkan kepala lalu segera berjalan mendekat ke arah Raigen. "Sarapan," ujar Raige

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   5. Paksaan Menikah

    "Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status