Share

292. (G) Saingan Xavier

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-08-11 23:48:10

"Ser, kamu tahu nggak kalau bentar lagi Kak Xavier bakalan ulang tahun?" tanya Kaina, di mana saat ini dia dan Sera sedang makan siang di sebuah restoran cepat saji terdekat.

Sera menganggukkan kepala sambil senyum cerah. "Tahu dong! Kan suamiku, ya kali ulang tahunnya nggak aku tahu."

"Semangat banget," ucap Kaina sambil melirik curiga pada Sera, "hadiah udah kamu siapain?"

"Udah." Sera menganggukkan kepala secara antusias. "Awalnya aku mau kasih satu hadiah, udah aku pesan ke Ayah. Soaln
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   323. (G) Memanggil Mommy

    "Cepat cek ke sana. Sekarang juga!" titah Xyron, berkata dingin dan tak terbantahkan. Gavin meneguk saliva secara kasar lalu segera pergi, patuh pada perintah Xyron. "Caper lagi." Lily berkata pelan, melirik ke arah suaminya—ingin memastikan apakah suaminya akan menyusul Gabby atau tidak. "Dia kayaknya sengaja supaya dapat perhatian dari …- yah, yang tahu-tahu saja," ucap Nakilla, tiba-tiba ikut julit pada Gabby yang mendadak belum pulang ke Villa. Jelas perempuan itu caper! Setelah mereka pergi dari sana, Nakilla menyuruh bodyguard untuk mengambil barang-barang yang tertinggal di pantai bagian barat. Nakilla juga meminta pada bodyguard untuk memberitahu siapapun yang tertinggal di sana agar segera pulang karena badai akan turun. Bodyguard memang tidak memberikan laporan apapun. Akan tetapi, Nakilla yakin sekali jika memang Gabby masih di sana, bodyguard pasti sudah menyuruh Gabby pulang. "Si tukang caper memang begitu," ujar Ruby, tertawa kecil ke arah Nakilla dan Lily. N

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   322. (G) Tertinggal di Badai

    "Kaina Ghazan Adam. "A-ampun, Kak, ampun," panik Kaina ketika melihat kakaknya menghampirinya. Namun, sejujurnya inilah niat Kaina. Karena insiden di pantai tadi, Kaina jadi tak berani menghadapi kakaknya. Untuk sekedar berbicara pun dia takut. Oleh karena itu dia memancing kakaknya dengan cara ini, supaya kakaknya bersuara dan berbicara padanya. "Coba ulangi sikapmu tadi di hadapan Kakak," dingin Xavier, menatap tajam dan penuh peringatan pada adiknya. Dia mencondongkan tubuh ke arah Kaina, mendekatkan wajahnya ke wajah Kaina. Satu tangannya di pundak sang adik, menekannya supaya Kaina tak kabur kemna-mana. "A-ampun, Kak, ampun. A-aku sudah bertobat. Ta-tadi hanya bercanda," gugup Kaina. Dia mengangkat tangan dengan jari yang membentuk huruf 'V, lalu memperlihatkan cengiran khas pada sang kakak, "cin-cinta damai, Kak," tambah Kaina. "Awas saja jika kau berani mengganggu istri Kakak, Kai," peringat Xavier, kini meletakkan tangan di atas pucuk kepala adiknya. Dia menepuk-nepu

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   321. (G) Menggoda Kakak Ipar

    "Kau suka padaku, Kaina Ghazan Adam?" Suara Elzeren terdengar dingin dan marah secara bersamaan. Deg'Jantung Kaina berdebar kencang, wajahnya pucat, dan dadanya bergemuruh hebat. Dia langsung membuka mata, menatap Elzeren dengan panik campur tegang. "Hah?" Suara meremehkan keluar dari bibir Kaina, satu-satunya pertahanan yang bisa menyelamatkannya dari situasi yang menurutnya menegangkan ini, "ya kali, Kak," tambah Kaina, terkekeh kecil dan bersikap biasa—mencoba menunjukan sikap natural. 'Yah, aku suka. Aku sangat suka pada Kak Elzeren. Aku bukan suka, tapi jatuh cinta. Kakak pria tang diam-diam kusimpan dalam hatiku, kucintai dan kukagumi sepanjang waktu.' batin Kaina, masih senyum jenaka seolah Elzeren sedang bercanda. Dia ingin menunjukkan sikap biasa pada pria agar Elzeren tidak bisa mendeteksi rasa sukanya pada pria ini. Elzeren diam, tak mengatakan apa-apa. Ekspresi wajahnya datar, dan tatapannya tetap sayu tetapi terasa menusuk. Tuk'HP Sera yang ada di tangan Kaina tib

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   320. (G) Suka Padaku, Nona Kai?

    Kaina berbaring di sofa kamarnya sambil mengotak-atik HP Sera yang ada padanya. Tadi, kakaknya langsung membawa Sera dan Sera lupa membawa HP-nya. Awalnya, Kaina hanya ingin meminjam hotspot Sera. Kuota internetnya sedang habis. Namun, saat dia menyalakan data internet Sera, tiba-tiba sebuah pesan masuk. Dari seseorang yang pernah disukai oleh sahabatnya tersebut. --Rangga--[Ra, bagiamana kabarmu sekarang?][Kita bisa bertemu? Ada yang ingin kukatakan padamu.][Ra, tolong balas pesanku. Aku benar-benar merindukanmu.]"Nih, anak masih nyimpan nomor si Bangsat. Kan aku sudah suruh supaya nomornya diblokir?" kesal Kaina saat membaca pesan dari Rangga. Alasan kenapa dia membenci Rangga, karena pria itu dulunya mempermainkan Sera. Saat mereka kuliah, semester tiga, Sera dan Rangga pernah dekat. Rangga salah satu famous di fakultas mereka, pria itu bukan hanya tampan akan tetapi kebanggaan para dosen. Kaina akui, Rangga memang punya visual yang charming. Selain itu juga punya citra yang

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   319. (G) Curhat

    "Kalau begitu cium aku, Darling."Cup' Sera dengan cepat mendaratkan bibirnya di atas bibir Xavier, membuat pria itu terkejut dan mendadak diam. "Sudah, Mas," ucap Sera setelah mencium Xavier.Xavier menaikkan kedua alis. Dia menyunggingkan smirk tipis. Cup' Xavier mencium bibir istrinya. Awalnya cukup lama dan bertenaga karena gemas pada Sera. Lalu setelah itu dia mencium kembali pipi perempuan itu secara tertubi-tubi. Lagi-lagi karena gemas. "Sekarang perasaan Mas sudah jauh lebih baik?" tanya Sera naif, setelah suaminya berhenti mencium pipinya. "Sedikit," jawab Xavier, mengelus pipi Sera dengan lembut dan halus. "Sedikit?" beo Sera, "a-apalagi yang harus kulakukan supaya perasaan Mas jauh lebih baik?""Bercinta denganku," ucap Xavier enteng."Nanti malam saja kalau itu. Setelah kita kembali ke Villa," jawab Sera cepat. Cukup gugup tetapi nadanya masih tegas dan lugas. Xavier menaikkan sebelah alis. Ekspresi wajahnya berseri tetapi tatapan matanya geli pada istrinya. Xavier

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   318. (G) Cium Aku Darling

    "Kalian lihat tadi, bukan? Anak itu begitu lancang menyebut Gabby perempuan gatal. Sebelumnya, dia melukai tangan Gabby.""Licik itu nama tengah Xavier. Tidak mungkin ada yang bisa berbuat licik padanya. Sekalipun ada, pasti mudah tercium olehnya. Dan sikap Sera, menurutku itu fine-fine saja." Darian berkata datar, menatap malas pada Gavin. Di antara mereka semua yang ada di sini, Darian lebih dekat pada Xavier. Jelas! Selain bersahabat, Xavier juga sepupunya, "untuk pernikahan Xavier dan Sera, sebaiknya jangan kita bahas. Itu bukan ranah kita. Yang harus kita bahas di sini adalah sikap Gabby. Gatal? Yah, dia memang terlihat seperti itu. Dia mengajak kita untuk jalan-jalan untuk menghiburnya di saat ada teman-teman perempuan di sini, itu sudah sangat salah.""Sudah kukatakan Gabby sedang bersedih dan para perempuan tidak mau berteman dengannya." Gavin berkata setengah menggeram. "Sudahlah, Kak Gavin. Aku tidak apa-apa. Jangan ribut lagi," ucap Gabby yang masih duduk di atas pasir. Ka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status