Share

372. (G) Piknik

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-09-02 23:56:44

"Uang yang Kakak dan Daddy transfer itu jumlahnya sama. Jadi batal," ucap Kaina santai, kembali makan ambil senyum-senyum tak jelas entah pada siapa.

Xavier menghela napas lega, melirik daddynya sekilas lalu memilih diam sambil makan dengan tenang. Kaizen yang merasa sangat dirugikan hanya bisa menunjukkan ekspresi wajah dingin.

'Astaga, padahal aku sudah sangat penasaran.' batin Sera, diam-diam melirik ke arah Kaina yang sudah fokus makan.

***

Hari ini Sera, Kaina, dan Nakilla pergi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   375. (G) Disuapi?

    'Loh, ini … Kak Elzeren sungguhan. Bu-bukan halusinasiku.' batin Kaina, segera menggeser kepala yang ternyata jatuh tepat di atas pantofel pria ini. Setelah itu, Kaina segera bangun. Dia mengambil selada yang Sera lempar padanya kemudian dengan santai melempar balik pada Sera. Sejujurnya Kaina sedang menutupi rasa gugupnya, dia bersikap enjoy seolah kehadiran Elzeren bukan suatu hal yang istimewa untuknya. Padahal hatinya menjerit …- 'Duduk di sampingku, Kak. Pliss … duduk di sebelahku yah!' Lalu ketika Elzeren duduk sungguhan di sebelahnya, Kaina senyum tipis dan senyuman malu-malu itu ia tutupi dengan tawa renyah. Orang-orang akan berpikir Kaina tertawa karena selada yang ia lempar mendarat di wajah Sera—menutupi wajah sahabatnya tersebut, bak sebuah masker. Namun, tawanya hanya samaran agar salah tingkahnya tak terdeteksi. "Kaina nyebelin!" kesal Sera, mengembungkan pipi lalu setelahnya mengunyah selada yang menutupi wajahnya tersebut dengan sebal. "Ahahaha … kamu dulua

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   374. (G) Bersitatap dengan Crush

    "Aku gantungin di ring basket!" ucap Kaina dengan nada ngegas, "waktu itu aku berusia 8 tahun dan dia 16 tahun lah. Aku lagi main kereta api di teras samping, lagi asyik pokoknya. Trus si Lucifer ini datang. Awalnya dia duduk sambil nonton aku yang lagi main. Habis itu dia tiba-tiba bilang, 'Kai, kau ingin bisa melihat ikan di langit tidak?' Trus aku jawab, ikan itu di sungai dan laut. Di jawab sama dia 'ouh, berarti Kakak punya kekuatan super bisa melihat ikan terbang. Nah, sebagai bocah polos, aku terpancing kan. Aku bilang 'kekuaran super?' Kak Xavier menganggukkan kepala lalu tiba-tiba mengengendongku di atas pundaknya. 'Kakak bisa melihat ikan terbang dan duani ajaib di langit. Kalau ingin, Kakak akan tunjukkan caranya padamu. Trus dengan semangat, aku bilang iya. Habis itu, aku ditaruh di atas ring basket, Cok." "Loh, kok bisa?" Nakilla dan Sera sama-sama menatap heran campur penasaran pada Kaina. "Di atas ring sudah dikasih papan sama Kak Xavier. Dia kan dari dulu udah tingg

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   373. (G) Saat Kaina dibully Lucifer

    "Ada apa, Eiren?" tanya Nakilla setelah mengangkat telepon dari adiknya tersebut—adik yang jaraknya hanya beberapa menit darinya. 'Besok aku akan pulang dari kota ini. Kau ingin jalan-jalan denganku hari ini? Sebelum aku pulang.' ucap Elzeren dari seberang sana. Pria itu memang ada di sini karena Aleza King Fashion&Diamond memiliki cabang di kota ini, masih baru (jalan satu tahun ini). Oleh karena itu Elzeren ditugaskan oleh daddynya untuk rutin memantau langsung—minimal 3 bulan sekali. Namun, diluar urusan perusahaan cabang, Elzeren juga memang cukup sering ke kota ini karena urusan bisnis lainnya. Seperti proyek kolaborasi, menghadiri undangan pertemuan elit, dan lainnya. Bukan hanya ke kota, juga berlaku ke kota lain yang melibatkan pekerjaan. Elzeren memang banyak tuntutan, dia ahli waris keluarga Smith dan dia harus banyak belajar. Tak henti! "Yah, terlambat. Sekarang aku lagi piknik. Atau kamu ke sini saja?" ucap Nakilla, wajahnya biasa saja karena dia takut Elzeren past

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   372. (G) Piknik

    "Uang yang Kakak dan Daddy transfer itu jumlahnya sama. Jadi batal," ucap Kaina santai, kembali makan ambil senyum-senyum tak jelas entah pada siapa. Xavier menghela napas lega, melirik daddynya sekilas lalu memilih diam sambil makan dengan tenang. Kaizen yang merasa sangat dirugikan hanya bisa menunjukkan ekspresi wajah dingin. 'Astaga, padahal aku sudah sangat penasaran.' batin Sera, diam-diam melirik ke arah Kaina yang sudah fokus makan. *** Hari ini Sera, Kaina, dan Nakilla pergi piknik bersama di sebuah taman cantik yang dilengkapi dengan danau kecil. Sedikit jauh dari perkotaan, udara segar, dan tempat yang hijau karena masih banyak pepohonan serta bunga. Mereka tentunya tak pergi bertiga saja. Ada 10 bodyguard yang ikut lalu 5 maid untuk membantu mereka. Sekalipun ini weekend, akan tetapi Xavier tidak ikut. Pria itu banyak pekerjaan jadi memilih mengurung di ruang kerja dengan tumpukan pekerjaan. Begitupun dengan Aiden yang otomatis sibuk jika Xavier sibuk.

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   371. (G) Meja Makan dan Rahasia Xavier

    Sedangkan Sera, dia juga lahap tetapi lahap yang masih sewajarnya. Sedangkan Kaina, dia memang luar biasa. "Apa di tempat kuliahmu kau tidak makan, Humm?" tanya Kaizen, menatap putrinya yang meraih ayam—tiga ayam di piring Kaina sudah habis. Kaina mendongak pada daddynya lalu menganggukkan kepala secara santai. "Lidahku masih beradaptasi dengan makanan di sana, Dad.""Sudah enam bulan lebih masih beradaptasi?" Kaizen menaikkan sebelah alis. Kaina lagi-lagi menganggukkan kepala. "Susah cari makanan yang rasanya mirip buatan Mommy. Hampir nggak ada sih, Dad.""Bukankah kau memilih kuliah di sana karena makanan di negara tersebut enak, Nak?" ucap Kaizen lagi. "Hehehe … makanannya enak pas liburan doang. Entah kenapa setelah tinggal di sana, kayak ada yang kurang," ujar Kaina, kembali mengambil ayam goreng karena yang tadi sudah habis. "Humm." Kaizen berdehem singkat. Dia paham! Bukan makanannya yang tak enak, tetapi momennya yang tak sama. Di sana, mungkin putrinya sering makan sen

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   370. (G) Serba Ayam

    "Serba ayam," ucap Aluna penuh semangat dan ceria. Sera hanya bisa memandangi mommy mertuanya dengan mata berkaca-kaca. Ada banyak ungkapan cinta dan kekaguman di hatinya, namun rasa haru dan rindu entah pada siapa membungkap bibirnya. Sungguh! Di mata Sera, mommy mertuanya adalah ciptaan Tuhan yang sangat indah. Baik rupanya maupun hatinya, benar-benar indah luar dalam! "Ouh, Sera," sapa Kaizen, cukup kaget sekaligus senang melihat menantunya sudah di meja makan. Beberapa hari ini Sera tak keluar, tidak ikut makan malam ataupun sarapan. Kaizen memaklumi karena duka menantunya ini terlalu besar. Tak ada anak yang tetap berdiri kokoh setelah kehilangan orang tuanya. Kaizen yang pernah kehilangan Kakek nenek sejak di usianya yang sudah benar-benar matang, kehilangan arah selama beberapa hari. Untung ada istrinya yang memahami dan setantiasa di sisinya. "Daddy," sapa Sera pelan, di mana Daddy mertuanya yang super dingin itu hanya mengangguk pelan. Andai saja orang yang baru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   90. Terdengar Luka

    "Elleh." Sza menatap Aluna dengan mata berang, "katanya mau cerai?" ucapnya. Saat ini Aluna dan Sza berada di kursi tunggu rumah sakit. Kaizen sedang menemui dokter yang memeriksa Aluna untuk menanyakan kondisi Aluna agar lebih pasti dan meyakinkan. "Syuut! Pelan-pelan! Ada Pak Alan," bisik Aluna

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status