Beranda / Romansa / Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot! / 400. (GD) Nama yang Tak Tersimpan

Share

400. (GD) Nama yang Tak Tersimpan

Penulis: CacaCici
last update Tanggal publikasi: 2026-09-10 22:20:42

"Kok bisa aku tidur selama itu?" monolog Kaina, menoleh ke sana kemari dengan ekspresi wajah yang bingung. Dia datang ke kota ini untuk berbicara dengan Elzeren, dan dia berencana langsung pulang setelah selesai mengatakan tujuannya pada pria dingin yang sangat suka sarkas tersebut. Namun, ini saja sudah malam dan dia baru bangun—sampai sekarang dia belum mengatakan apapun pada Elzeren.

"Siapa yang memasang lilin aromaterapi di sini?" tanya Kaina ketika menemukan lilin aroma terapi yang dinya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   (EP) IgenTa

    Raigen bangkit dari kursinya lalu berjalan mendekat ke arah seorang perempuan yang sepertinya sedang mencari keberadaan seseorang. Cih, memangnya mata yang sudah dinerf oleh Sang Pencipta ini masih bisa menatap jelas, heh? "Eh." Inggita mendongak ke arah seorang pria yang tiba-tiba berdiri di depannya. Sayang sekali, Inggita tak bisa melihat wajah pria itu secara jelas sekalipun jarak pria ini tergolong dekat. Itu karena lampu pada bagian tamu undangan tiba-tiba redup, mungkin supaya para tamu undangan sekaligus penonton fokus memperhatikan seniman di depan yang sedang menjelaskan karyanya. Seandainya Inggita mengenakan kacamata, dia pasti melihat jelas wajah pria ini. Tapi kenyataannya Inggita sedang melepas kacamatanya. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Inggita sopan, masih mendongak dan menatap sosok pria yang menjulang tinggi di depannya. Tuk' Tiba-tiba saja pria itu menyentil kening Inggita, membuat Inggita melebarkan mata sambil menatap horor pada pria itu.

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   (EP) IgenTa

    "HAH?!" Inggita benar-benar cengang mendengar ucapan Raigen. Tubuhnya langsung menegang kaku dan tangannya refleks menyilang di depan dada. "Pak … Mas Raigen kena malaria yah?" gumam Inggita dengan ekspresi kaku, sisa dari rasa shocknya. Ah, tidak mungkin seorang Raigen mengatakan hal seperti tadi. Fix, pria ini memang sedang demam tinggi. Raigen tak mengatakan apa-apa lagi, memilih menghabiskan sarapannya dengan ekspresi wajah yang tampak … biasa. Datar tetapi penuh ketenangan. 'Ya elah. Dikacangin aku!' Inggita melirik muram pada Raigen. 'Udah dikagetin kayak uang kaget, sekarang malah sok … cool. Tapi emang cool sih. Ck, tapi aku masih kaget loh. Tadi itu … Mas Estetik ini kesurupan apa bagaimana?' batin Inggita, tanpa sadar terus menatap Raigen dengan ekspresi yang sungguh konyol. "Habiskan sarapanmu," ucap Raigen pelan, menatap istrinya yang terus mengamatinya—seolah dia ini … makhluk aneh yang baru turun ke bumi. "O-oh." Inggita ber-oh-ria lalu buru-buru menghabisk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part IgenTa

    'Su-sungguhan loh. Pak Raigen benar-benar memanggilku sweetheart.' batin Inggita, membatu beberapa saat karena cengang dan masih shock dipanggil sweetheart oleh Raigen. Tak bisa Inggita pungkiri, dia salah tingkah dan juga senang. "Tidak, Mas," jawab Inggita sambil kembali senyum manis. Selain dipanggil sayang oleh Raigen, pria ini juga tampak perhatian dengan menempelkan tangan di keningnya. "Aku senang kau memasak tapi aku jauh lebih senang jika kau perhatian pada tubuhmu sendiri." Raigen berkata rendah dan berat, nadanya lembut—terasaa merdu serta menenangkan di pendengaran. Bahkan tanpa sadar, Inggita senyum-senyum mendengar suara Raigen, "merasa tidak lelah bukan berarti tidak butuh istirahat.""Oke, Mas." Inggita menjawab cepat sambil menganggukkan kepala. 'Ugh!! Pak Raigen ini kayaknya … benar-benar wujud dari karakter ML novelku deh. Demi apapun! Perfect banget!! Bukan cuma gelarnya saja yang estetik, tapi … emang aslinya se estetik itu orangnya. Sikapnya … Ya Tuhan!! Meme

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part--IgenTa

    "Aku habis dari dapur, Pak," jawab Inggita setelah mengenakan kembali kacamatanya. Dia menjawab seperlunya saja lalu setelah itu kembali mengetik naskah. Raigen menatap lekat ke arah Inggita. Bukankah dia baru memperingati perempuan ini supaya berhenti bersikap seolah dia adalah tuan Inggita? Sepertinya Inggita tidak mengindahkan ucapannya. Raigen tiba-tiba berdiri dari sofa, dia melempar pelan majalah bisnisnya lalu segara berjalan ke arah istrinya. "Untuk apa kau di dapur?" tanya Raigen setelah berada di sebelah Inggita. "Untuk …- aaaa--" Inggita spontan menjerit kaget ketika menoleh ke belakang dan ternyata Raigen sudah di sebelahnya. Ya ampun! Kapan pria ini pindah? Raigen tak menunjukan ekspresi apapun. Dia dengan santai mengambil kursi dan memposisikannya di sebelah kursi Inggita. Di kamar ini memang ada meja yang sering Raigen gunakan untuk meletakkan dokumen ataupun bendak lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun, setelah menikah ke dua kalinya, meja ini lebih se

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part--IgenTa

    "Kenapa kau melepas kacamatamu?" tanya Raigen tiba-tiba, menatap sejenak pada istrinya lalu kembali fokus pada jalanan. Inggita menatap Raigen yang sudah buram di matanya lalu langsung senyum percaya diri. Jika begini, Inggita sedikit tidak takut pada Raigen. Wajah galak pria ini tak lagi terlihat olehnya. "Biar buram saja, Pak," jawab Inggita sambil senyum-senyum. Raigen kembali menatap ke arah istrinya. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa, hanya geleng-geleng kepala karena … perempuan di sebelahnya ini tingkahnya lebih aneh dari si tengil Aluna. Ini anehnya … aneh yang sungguh aneh. Kacamata dilepas supaya buram? Hell! Ini sungguh aneh! *** Bug' "Aduh," gumam Inggita pelan, di mana dia tersandung dan hampir terjatuh saat naik ke anakan tangga pertama. Untung Raigen berjalan di belakangnya dan pria itu dengan sigap menariknya yang ingin jatuh—pada akhirnya Inggita jatuh dalam dekapan Raigen. "Aaa … maaf, Pak," ucap Inggita, buru-buru melepas pelukan Raigen lalu denga

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part–IgenTa

    --Ekstra Part-- "Cieee … yang dijemput suami." Inggita Larasati senyum malu-malu pada bosnya yang tak lain adalah adik iparnya sendiri—Aluna. Ini sudah seminggu semenjak Inggita menikah dengan kakak bosnya dan siklus hidupnya masih seperti sebelumnya, bekerja lalu pulang. Namun, hari ini ada yang berbeda, Raigen Harl Adam, si CEO yang dijuluki manusia indah tersebut datang menjemputnya. "Aku duluan yah, Bu," ucap Inggita sopan pada Aluna. Sekalipun sekarang Aluna sudah menjadi adik iparnya, tetapi di tempat kerja Inggita tetap memanggilnya 'bu. "Oke, Kak." Aluna mengacungkan jempol pada Inggita sambil senyum cerah. Aluna sendiri juga dijemput oleh suaminya. Namun, Aluna masih menunggu. Inggita berlari kecil ke mobil Raigen, dan ketika akan masuk ke mobil, Inggita lebih dulu menoleh ke sana kemari—seolah takut ada yang melihatnya masuk ke mobil mewah tersebut. Di dalam mobil, Raigen menghela napas pelan sambil geleng-geleng kepala ketika melihat istrinya menole

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status