LOGINSetelah ujian masuk perguruan tinggi selesai, keempat teman masa kecilku mengajakku bermain permainan “Berani Tidak Berani”. Ketika tiba giliranku, putri kandung yang baru saja kembali ke keluarganya, bertanya kepada semua orang apakah mereka berani mengungkapkan pilihan pertama universitas mereka. Satu per satu, mereka menunjukkan pilihan mereka adalah Universitas Sajajaran. Rendy Kailon menyodorkan formulir pilihanku ke hadapanku, lalu mengetuk-ngetuk nilai 712 yang tertera di sana sambil tersenyum. “Berani tidak melepaskan Jagakarta dan ke Sajajaran sana bersama-sama? Siapa yang berubah pikiran, dia pengkhianat.” Malam itu, di hadapan mereka semua, aku menandatangani perjanjian penerimaan jalur khusus. Sementara itu, di tengah sorakan semuanya, Rendy juga menerima pernyataan cintaku. Hingga surat penerimaan universitas datang, aku hendak menemui mereka. Namun, tanpa sengaja aku melihat proyektor di ruang tamu masih menyala. Di layar terpampang sebuah grup percakapan bernama “Geng Penjaga Bunga Ibukota”. [Dia sudah tanda tangan?] [Sudah. Empat formulir pilihan universitas palsu berhasil membuatnya memilih Sajajaran atas kemauannya sendiri. Kita sukses besar.] [Zenna memang hebat. Hanya dengan satu permainan, dia berhasil menyingkirkan si pengikut ini.] [Rendy yang paling banyak berkorban. Dia bahkan harus pura-pura berpacaran dengannya sampai masa kuliah dimulai.] Aku berdiri terpaku di depan layar. Dari belakangku terdengar suara pintu terbuka. Keempat teman masa kecilku dan Zenna Wijaya berdiri kaku di ambang pintu, masing-masing membawa sampanye untuk merayakan keberhasilan mereka diterima di Universitas Jagakarta.
View MoreSehari setelah acara publikasi, orang tuaku mengadakan jamuan keluarga untukku.Mereka tidak mengundang Rendy dan yang lainnya.Ibu memelukku cukup lama.Sementara itu, Ayah menghanguskan tiga masakan di dapur. Pada akhirnya, kami hanya bisa memesan makanan dari luar.Di meja makan, Ibu tiba-tiba bertanya, “Setelah ini, kamu akan kembali ke Ibukota?”Aku menggeleng.“Tahap kedua proyek masih berlangsung di Jatinara.”“Lima tahun lagi?”“Mungkin lebih lama.”Tangan Ayah yang sedang mengambil makanan terhenti sejenak.Pada akhirnya, dia hanya berkata, “Kalau itu yang ingin kamu lakukan, lakukanlah.”“Rumah akan selalu terbuka untukmu.”Hidungku terasa perih.“Baik.”Sebelum pergi, aku kembali ke kompleks keluarga.Pohon pir itu masih ada.Lubang tempat kapsul waktu dikubur sudah ditimbun kembali.Di atasnya, ada sebuah kotak besi baru.Pada tutupnya tertempel selembar kertas.[Untuk dibuka sendiri oleh Joanna Kelangi.]Aku tidak membukanya.Aku hanya berjalan memutar melewatinya.Rendy k
Tahun kelima, proyek memasuki tahap akhir.Usiaku 23 tahun.Dari anggota magang termuda, aku telah menjadi penanggung jawab modul inti.Sebelum hasil penelitian dipublikasikan, markas mengizinkan kami memulihkan komunikasi dengan dunia luar untuk satu kali.Begitu ponsel dinyalakan, pesan-pesan langsung membanjiri notifikasiku.Rendy mengirim lebih dari dua ribu pesan.Pesan pertamanya berisi:[Joanna, jangan bertingkah lagi.]Pesan terakhirnya dikirim kemarin.[Aku tidak menunggumu memaafkanku.][Aku hanya ingin tahu apakah kamu baik-baik saja.]Setiap kali Calvin memenangkan penghargaan, dia selalu memotret dan mengirimkannya kepadaku.Bara mengunggah video-video yang berhasil dipulihkannya, satu demi satu.Haidar kembali menyunting sebuah film dokumenter tentang masa pertumbuhan.Judulnya Area Kosong.Sampulnya menampilkan lubang di bawah pohon pir yang tak pernah ditimbun kembali.Aku menonton semuanya sampai selesai.Lalu menghapusnya sekaligus.Bukan karena benci.Hanya saja, tid
Kehidupan di markas penelitian Jatinara ternyata jauh lebih sibuk daripada yang kubayangkan.Pada minggu pertama setelah bergabung dalam proyek, aku sudah mengikuti pembimbingku ke lokasi uji coba di tengah padang pasir.Siang hari, suhunya mencapai 40 derajat.Malam hari, suhu hampir menyentuh titik nol.Angin dipenuhi pasir.Seorang kakak tingkat perempuan dalam tim menyerahkan sehelai kain penutup wajah kepadaku.“Menyesal?”Aku menggeleng.“Tidak.”“Rindu rumah?”Aku berpikir sejenak.“Aku rindu Ayah dan Ibu.”“Kalau yang lain?”“Tidak ada.”Kakak tingkat itu tidak bertanya lagi.Memasuki bulan ketiga proyek, model yang menjadi tanggung jawabku akhirnya berhasil dijalankan untuk pertama kalinya.Seluruh anggota tim memberi tepuk tangan tepat pada pukul tiga dini hari.Pembimbingku mengeluarkan sekaleng minuman bersoda yang separuhnya tertimbun pasir.“Maklum, fasilitas kami terbatas.”“Ini sampanye untuk orang dewasa.”Aku menyesapnya.Sodanya sudah lama hilang.Namun, rasanya just
Keesokan harinya, kabar tentang keberangkatanku lebih awal untuk bergabung dalam proyek tersebar di sekolah.Kepala sekolah sendiri yang mengumumkannya.Joanna Kelangi, dengan nilai tertinggi se-provinsi dalam bidang sains, telah diterima dalam proyek penelitian khusus tingkat nasional.Perjanjian penerimaan jalur khusus itu bukanlah penerimaan universitas biasa.Itu adalah hasil seleksi.Di seluruh Kota Jagakarta, hanya aku seorang yang terpilih.Beberapa siswi yang kemarin menghadang dan menertawakanku langsung berubah ekspresi.Salah satunya bahkan pergi menemui Rendy.“Kami hanya bercanda.”“Siapa sangka dia begitu picik dan benar-benar pergi.”Rendy meliriknya.“Siapa yang menabrak ember air?”Senyum siswi itu membeku.“Tanganku terpeleset.”“Lalu kameranya?”“Itu juga tidak sengaja.”Rendy mengulurkan tangan, merebut ponsel dari tangannya, lalu langsung melemparkannya ke air mancur.Siswi itu menjerit.“Kamu gila, ya!”“Tanganku terpeleset.”Dia mengembalikan perkataan itu dengan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.