Teilen

[191]

last update Veröffentlichungsdatum: 01.07.2026 11:55:40

“Akhirnya ... kita kembali ke rumah, Josh.” Althea tersenyum lebar setelah sekian lama tak kembali ke rumah di mana ia tinggal.

Sejak kasus yang menyeret namanya mencuat, ia diamankan di rumah keluarga besar Miller. Mendapatkan perlindungannya, jaminan keamanan dari calon suaminya, dukungan penuh dari keluarga Miller. Sungguh, itu membuat Althea sangat berterima kasih.

Namun untuk kali ini, Althea membuat keputusan besar. Ia memilih pulang ke rumahnya bersama Josh sesaat setelah tiba di bandara
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
MAIMAI.
senang nya lydia sadar juga.
goodnovel comment avatar
love6002
akhirjya lydia sadar ...............
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 28

    “Apakah kau siap?” suara lembut itu datang dari balik pintu, disertai ketukan pelan.Althea tersenyum kecil. “Masuklah, Lydia.”Lydia membuka pintu dan mendekat, menatap sahabatnya yang berdiri di depan cermin dengan gaun sederhana berwarna gading. “Aku masih tidak percaya hari ini benar-benar terjadi,” katanya, suaranya bergetar antara haru dan bahagia.“Begitu juga aku,” Althea menjawab pelan, menatap bayangannya sendiri. “Aku tidak menyangka akan menikah lagi… apalagi dengan Daven.”“Dia mencintaimu, Thea. Aku melihatnya setiap kali dia menatapmu.”Althea tertawa kecil. “Kau tahu, dulu aku tak pernah melihat tatapan itu. Tapi sekarang… aku mengerti apa artinya cinta yang tumbuh setelah luka.”Lydia meraih tangannya. “Kau pantas mendapatkannya.”Pintu terbuka lagi. Kate muncul di ambang pintu bersama Riana Miller. “Say

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 27

    “Jadi… kau benar-benar serius kali ini?” suara Kate Callister terdengar pelan tapi sarat emosi.Daven mengangguk. “Aku tidak pernah seyakini ini sebelumnya, Mom.”Felicia menatapnya tak percaya. “Lamaran? Kau mau melamar Althea? Sekarang?”“Dua hari lagi,” jawab Daven mantap. “Aku ingin melakukannya dengan cara yang sederhana, tapi bermakna.”Kalina menepuk pundaknya dengan senyum kecil. “Kau sadar, ini pertama kalinya kau bicara soal perasaan tanpa keraguan?”Daven tersenyum tipis. “Mungkin karena kali ini bukan tentang aku. Ini tentang dia—dan dua anak kecil yang memanggilku Papa setiap pagi.”Kate terdiam sejenak. “Daven, aku tahu aku bukan orang yang sering menyanjung, tapi aku bangga. Althea wanita baik. Dan anak-anak itu… mereka sudah jadi bagian darimu.”“Terima kasih, Mom,” jawab Daven lembut. “

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 26

    “Mereka tidur cepat malam ini,” gumam Althea sambil menutup pintu kamar anak-anak pelan.Daven yang duduk di sofa ruang tamu mengangguk. “Josh tadi bilang dia mau kasih gambar bunga ke Daddy Chase besok. Aku bantu warnain.”Althea tersenyum kecil. “Kau sekarang ahli mewarnai juga rupanya.”“Kalau bersaing dengan anak lima tahun, aku masih bisa menang tipis,” jawabnya sambil terkekeh.“Tapi Grace lebih jago,” balas Althea. “Dia suka pakai semua warna dalam satu gambar.”“Itu kreatif namanya,” sahut Daven ringan. “Kau juga begitu dulu waktu pertama kali masak. Semua bumbu masuk.”Althea menatapnya dengan tawa tertahan. “Kau masih ingat itu?”“Bagaimana mungkin aku lupa? Aku makan ayam panggang rasa kecap manis, cabai, dan madu sekaligus. Tapi aku tetap habiskan.”“Karena kau takut aku marah,” tuduh A

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 25

    “Papa, ini tempat Daddy tidur, kan?”Suara Josh terdengar pelan di antara desir angin sore. Tangannya menggenggam erat bunga lili putih yang tadi ia pilih sendiri.“Iya, Sayang,” jawab Daven lembut. “Ini tempat Daddy beristirahat.”Grace yang digendong Althea menunjuk ke nisan di depan mereka. “Flower… for Daddy?”Althea mengangguk dengan senyum kecil. “Iya, Sayang. Untuk Daddy Chase.”Daven ikut berlutut, meletakkan bunga di atas pusara. “Kita datang untuk bilang kalau kita semua baik-baik saja.”Josh ikut menunduk. “Aku rindu Daddy,” ucapnya lirih. “Tapi Papa bilang, Daddy selalu lihat kita dari langit, kan?”“Iya,” jawab Daven sambil tersenyum tipis. “Daddy selalu melihat kita, dan dia pasti bangga denganmu.”Althea menatap mereka berdua dengan mata berkaca. “Kau anak yang luar biasa, Josh.&rdq

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 24

    “Bisa tolong ambilkan yang kemasan biru, bukan yang hijau?”“Yang biru harganya lebih mahal, tahu?”“Itu sebabnya aku minta kau yang ambil, agar tidak terlihat aku yang boros.”Daven tertawa pelan, menuruti permintaan Althea dan meletakkan tisu dapur ke dalam troli.“Jika setiap bulan kau mengajakku berbelanja seperti ini, aku akan hafal semua merek di toko ini.”“Memang itu tujuannya,” jawab Althea sambil tersenyum kecil. “Supaya bulan depan kau bisa datang sendiri.”“Dan melewatkan kesempatan untuk berjalan bersamamu? Tidak mungkin.”Ia menuntun troli di samping Althea, langkah mereka perlahan menyusuri lorong yang tenang. Sesekali Daven memperhatikan wajahnya dari samping—terang, sederhana, dan menenangkan.“Aku baru sadar,” katanya pelan, “dulu, saat masih menjadi suamimu, aku tidak pernah ikut kegiatan seperti ini.”

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [SS] 23

    “Papa, cepat! Grace mau jalan sendiri!”Suara Josh bergema dari ruang tamu, diikuti tawa renyah kecil perempuan dua tahun yang sedang berusaha berdiri dengan tangan menggenggam sofa.Daven berlari kecil dari dapur. “Wah, ini benar-benar langkah pertama, ya?”Josh mengangguk bersemangat. “Iya! Lihat, Papa, dia bisa!”Daven jongkok di depan Grace, membuka kedua tangannya. “Ayo, Princess. Coba ke sini. Papa tunggu.”Grace terkikik, melepaskan pegangan, melangkah dengan kaki gemetar—satu langkah, dua langkah—lalu jatuh tepat ke pelukan Daven.Althea yang berdiri di ambang pintu hanya bisa menatap, senyum kecil terbit di wajahnya. “Kau bahkan berhasil membuatnya berjalan duluan sebelum aku sempat merekamnya.”Daven menoleh, matanya hangat. “Aku akan ulang adegannya kalau perlu.”Josh tertawa. “Papa bisa bikin Grace jalan dua kali!”

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [65]

    “Apa maksudmu?” tanya Vanessa, suaranya meninggi dan matanya menyorot tajam. “Kau bicara seolah aku melakukan sesuatu yang buruk?”Daven tak langsung menjawab. Ia hanya menoleh sedikit, lalu menyunggingkan senyum tipis yang lebih mirip ejekan. Tanpa berkata apa pun, ia berdiri dan berjalan ke sisi

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [63]

    “Sejak tadi, aku perhatikan kau tak meminum tehmu?” tanya Ruth dengan nada santai. Ia menyesap teh yang baru saja dituang ke cangkir porselen berukiran bunga kecil yang indah. “Sayang sekali jika kau tak bisa menikmati teh seenak ini.”Althea tersenyum kikuk, tangannya meraih cangkir yang sejak tad

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [62]

    My Wife :Jadwalku selama sebulan ini sudah kuberitahu Arsen. Kenapa kau tak memberitahuku mengenai jadwalmu? Aku ingin bicara padamu. Apa sulit sekali bicara dengan suami sendiri? Apa kesibukanmu setara dengan presiden?Daven hanya menatap layar ponselnya tanpa minat. Hanya satu hal yang ia lakuka

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [61]

    Berulang kali Althea menghela panjang, berulang kali juga ia memastikan penampilannya sempurna. Dress yang ia gunakan, senada dengan polo shirt yang Chase dan Josh kenakan. Di meja ruang tamu juga sudah Althea persiapkan buah tangan yang akan ia bawa ke rumah Chase. Meski pria itu mengatakan tak pe

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status