共有

Bab 21: Tidak akan Melupakannya

last update 最終更新日: 2025-06-26 16:34:20

Dokter Meli menatap ke arah monitor. "Bapak bisa lihat, di sini ada dua janin yang terlihat sangat jelas. Jadi, kalian akan punya bayi kembar identik."

"Kembar, Dok?" Jasmine memastikan bahwa dia tidak salah dengar. Dia berusaha menahan diri untuk tidak memekik senang saat Dokter Meli menganggukkan kepala.

Sementara Reiner, ia tidak tahu perasaan asing apa yang kembali menyelinap ke dalam hatinya. Ia hanya terdiam, menatap monitor dengan perasaan berkecamuk. Namun, satu hal yang tidak bisa ia pungkiri, jantungnya berdebar-debar saat menatap dua janin tersebut. Matanya seakan tersihir dan enggan terlepas dari monitor.

"Kembar identik itu terjadi saat satu sel sperma membuahi satu sel telur. Lalu, satu sel telur tersebut membelah diri menjadi dua. Sehingga gen dan DNA yang dihasilkan akan sama. Dan bayinya nanti akan memiliki jenis kelamin yang sama juga," jelas Dokter Meli.

Jasmine merasa terharu seraya mengusap sudut matanya yang tiba-tiba menggenang. Dia

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Reiner jadi Kesal Sendiri

    Kening Jasmine berkerut dalam. Dia menoleh pada Feby yang tengah mengelap etalase. "Maksud kamu Leo?""Iya, Bu. Pokoknya yang pernah berantem sama Pak Reiner di ruangan atas waktu itu."Ah ya, Leo. Apa kabar pria itu? Jasmine hampir melupakan Leo karena sibuk dengan diri sendiri dan Reiner."Dia cuma datang ke sini doang?" tanya Jasmine penasaran."Selalu beli kue, sih, Bu. Tapi sepertinya dia mencari Bu Jasmine. Gelagatnya aneh soalnya.""Ooh ...." Jasmine manggut-manggut mengerti. Mungkin Reiner jarang ke sini.Karena kalau sering datang dan tahu bahwa Leo selalu datang kemari, Jasmine bisa memastikan Reiner akan mengusir Leo supaya tidak datang lagi ke toko.Saat Jasmine hendak pergi ke dapur produksi, dia tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Leo. Pria itu tersenyum dan menghampiri Jasmine, tatapannya lalu jatuh pada perut Jasmine yang membesar."Lama tidak bertemu, Jasmine. Gimana kabarmu?"Jasmine masih merasa ter

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Tidak ada Rahasia

    Selagi Reiner sibuk membersihkan dirinya di kamar mandi, pagi itu Jasmine masuk ke ruangan kerja Reiner. Sudah jadi kebiasaan Jasmine menyiapkan segala keperluan suaminya termasuk mengambil tas kerja di ruangan itu.Didorongnya pintu ruangan tersebut dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut. Kening Jasmine berkerut begitu melihat meja kerjanya berantakan.Tidak biasanya Reiner membiarkan ruangan ini berantakan oleh kertas-kertas yang berserakan di atas meja.Reiner orang yang perfeksionis. Dia paling tidak suka keadaan ruangan berantakan dan kotor. Tapi saat ini sepertinya pengecualian.Mungkin, Reiner kerja semalam dan dia tidak sempat merapikannya kembali saking mengantuk. Tapi pagi ini pun Jasmine tidak berani merapikannya, khawatir ada kertas penting yang hilang atau terselip.Jasmine mendekati meja kerja dan mengambil sebuah tas di sana, Tadinya dia akan langsung pergi. Tapi niatnya tertahan saat ekor matanya menangkap sesuatu yang aneh.

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Tidak Mau Mengulang Tiga Bulan yang Lalu

    "Memangnya kamu di mana, Van? Tidak ada di rumah ya?" Jasmine sempat melirik Reiner yang tengah bersedekap dada, memperhatikannya."Iya, Jasmine Sudah satu bulan aku tinggal di apartemen. Dan akhir-akhir ini jadwalku cukup padat di rumah sakit." Terdengar helaan napas berat di sana. "Kamu dan kandunganmu baik-baik saja?""Kami baik-baik saja. Dua mingguan lagi mereka akan lahir, Van.""Syukurlah. Aku harap persalinannya lancar."Di sisi lain Evano tengah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang ada di apartemennya. Bibirnya mengulas senyum tipis ketika mendengar suara Jasmine.Tanpa satu orang pun yang tahu, bahwa sebenarnya Evano sedang menghindari perasaannya yang tumbuh untuk istri sepupunya itu.Saat Jasmine pergi, Evano pun merasa tersiksa. Meski tidak sebesar yang dirasakan Reiner. Maka dari itu Evano menyibukkan dirinya dan pindah ke apartemen untuk sementara waktu.Dan ketika mendengar kabar bahwa Jasmine telah kembali,

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Perlukan Diganti?

    "Jasmine ….""Aku akan memanaskan sayur untuk makan malam kamu."Reiner tersenyum. Ternyata meski Jasmine marah, dia masih peduli padanya. "Hati-hati di dapur. Aku akan mandi dulu."Pada akhirnya Reiner tidak ingin mendesak Jasmine untuk memaafkannya. Reiner perlu bertindak, bukan mengedepankan kata-kata.Reiner masuk ke kamarnya sambil melemparkan tas kerja ke atas sofa. Kemudian melepas kancing kemejanya satu persatu.Lagi-lagi Reiner dibuat tertegun oleh Jasmine saat tatapannya jatuh ke atas kasur. Di sana sudah ada pakaian tidur Reiner yang terlipat rapi, lengkap dengan pakaian dalamnya dan handuk.Reiner kembali tersenyum dan merasa terenyuh atas perhatian Jasmine padanya. Dia lantas meraih handuk tersebut dan masuk ke kamar mandi.Dua puluh menit kemudian Reiner kembali turun ke lantai bawah untuk makan malam. Reiner memang sengaja tidak makan di luar, karena dia tahu Jasmine pasti sudah menyiapkannya.Makan malam

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Pantas saja Pulang Malam

    ["Jasmine hari ini aku akan pulang terlambat.")Reiner menekuri layar ponselnya yang menampilkan chat room dirinya dengan Jasmine. Bibirnya mengulas senyum tatkala centangnya berubah biru pada pesan yang baru saja dia kirimkan.Tapi senyuman itu perlahan meredup lantaran Jasmine tak kunjung membalas pesannya. Reiner menghela napas berat.Wanitanya itu masih mengaktifkan mode marah meski tadi pagi Reiner sudah mati-matian menjelaskan lagi terkait Alisa.Pagi-pagi tadi Reiner dan Jasmine pulang dari rumah orang tuanya. Sedangkan situasi orang tuanya pun masih perang dingin akibat ulah Reiner semalam.["Aku akan ada di rumah sebelum jam sepuluh," Reiner meralat pesannya meski akhirnya Jasmine tetap tidak membalas, dan hanya membacanya saja."Pak, kita sudah sampai."Ucapan Bayu membuat Reiner mendongak. Reiner melihat keluar, matanya langsung disuguhi area perkampungan."Kamu yakin ini tempatnya?" Reiner memastikan."Yakin,

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Obrolan Para Lelaki

    Reiner sempat terhenyak. Dia ragu apakah harus jujur pada Jasmine atau tidak. Tapi pada akhirnya Reiner memilih jujur dan menceritakan tentang Alisa. Bahwa Alisa sebenarnya pernah menjadi teman tidur Reiner saat di Bali.Reiner berharap Jasmine tidak marah lagi setelah mendengar penjelasannya. Tapi lagi-lagi Reiner kecele. Wajah Jasmine semakin memerah seperti menahan amarah.Arrgh! Sial! Reiner jadi serba salah sekarang.Reiner ingin mengacak rambutnya sendiri. Tapi sayang, saat ini dia sedang di pesta. Dan tidak mungkin mengacak-acak penampilannya.Mereka kembali ke ballroom. Jasmine tidak bicara lagi pada Reiner setelah itu. Meski Reiner nyerocos panjang lebar agar Jasmine mau buka mulut, tapi Jasmine tetap tidak menghiraukan Reiner dan mulutnya tetap bungkam.Jasmine lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Ka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status