แชร์

Bab 59

ผู้เขียน: Dwi Cheng
Gilga berlari masuk ke kamar perawatan. Keringat memenuhi dahinya. Namun, yang dilihatnya adalah Nisya yang sedang asyik makan apel.

Gilga langsung menghela napas lega. Dia berjalan ke hadapan Lorraine dan berulang kali mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Bu Lorraine. Hari ini sebenarnya kami bawa Nyonya Besar untuk pemeriksaan. Aku hanya pergi sebentar untuk mengambilkan segelas air, tahu-tahu dia sudah menghilang."

Lorraine menggeleng. "Nggak apa-apa. Kebetulan saja aku ketemu. Tapi terus
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 65

    Lorraine masuk ke dalam mobil dan mengirim pesan kepada Rosabel. Dia mengatakan bahwa urusannya sudah selesai dan Rosabel tidak perlu datang lagi. Setelah meletakkan ponselnya, Lorraine menatap bayangannya sendiri yang terpantul di kaca spion.Matanya merah. Wajahnya pucat pasi. Dia langsung mengangkat lengan bajunya dan mengusap air mata dengan kasar.'Jangan menangis. Delvin tidak pantas mendapatkannya.'....Delvin sedang duduk di sofa sambil menangani dokumen. Vanessa mengenakan celemek dan sibuk memasak di dapur. Keduanya hidup bersama layaknya pasangan suami istri.Vanessa menghidangkan makanan ke meja. Dengan gembira dia memanggil Delvin, "Pak Delvin, makanannya sudah siap."Delvin meletakkan laptopnya, lalu berjalan menuju ruang makan. Dia langsung merangkul pinggang Vanessa dan menarik tubuh wanita itu hingga menempel ke perutnya. Sebelum duduk makan, mereka terlebih dahulu bertukar ciuman yang panjang dan mesra."Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini."Wajah Vanessa memer

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 64

    Setelah berkata demikian, Lorraine mengulurkan tangannya. Tandi langsung menggenggam tangan Lorraine. Selama tiga detik penuh, dia tidak melepaskannya. Lorraine menarik tangannya dengan kuat."Pak Tandi, mari duduk dulu. Sebentar lagi teman saya juga akan datang."Tandi langsung duduk. Tubuhnya bersandar santai pada kursi, sementara tatapannya menyapu tubuh Lorraine tanpa sedikit pun rasa sungkan."Sampai-sampai bawa teman juga? Takut aku ngapa-ngapain kamu? Anggap aku bukan orang baik?"Lorraine tersenyum sopan sambil menggeleng. "Tentu bukan begitu. Pak Tandi pintar bercanda ya."Tandi mendengus ringan. "Aku tahu, kamu ingin bertanya kenapa proposal tender dari studiomu ditolak, bukan?"Tanpa memberi kesempatan Lorraine berbicara, Tandi langsung melanjutkan, "Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan stasiun televisi daerah untuk acara sebesar ini. Mana mungkin mereka memercayakannya sama studio yang hanya punya empat karyawan? Kudengar kalian bahkan nggak punya pabrik kemb

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 63

    Lorraine hampir tersedak oleh ludahnya sendiri. "Jangan bicara sembarangan! Nanti aku marah!"Nisya langsung menjepit bibirnya sendiri dengan kedua tangan.Setelah makan malam, Rosabel datang. Dengan wajah tergesa-gesa, dia menarik Lorraine masuk ke kamar."Ada apa?""Jujur sama aku, kenapa kamu mencari tahu tentang orang yang bertanggung jawab meninjau proposal tender di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?"Lorraine menjelaskan, "Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan stasiun televisi daerah dan sedang membuka tender untuk studio atau perusahaan kembang api yang akan menangani pertunjukan kembang api malam pergantian tahun.""Proposal tender dari studio kami baru dikirim kurang dari satu jam, tetapi langsung dikembalikan dengan alasan nggak memenuhi syarat. Aku ingin tahu sebenarnya bagian mana yang nggak memenuhi syarat."Ekspresi Rosabel tampak agak buruk. Dia ragu-ragu cukup lama. Akhirnya dia berkata dengan suara pelan, "Hari ini aku makan bersama teman-teman di kelab, d

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 62

    Nisya mengangguk sambil tersenyum lebar. "Baik, kamu memang baik sekali."Nora berbalik dan terus mengomel, "Besok kamu harus pergi. Mana ada nenek tua yang terus menumpang di rumah orang dan nggak mau pergi? Sudah setua ini, nggak bisa melakukan apa-apa lagi, masih ingin mencari tempat untuk menghabiskan masa tua. Di dunia ini mana ada hal seenak itu?"Nisya tetap tersenyum sepanjang waktu. Lorraine menuntunnya masuk ke kamar sebelah."Nenek Nisya, malam ini Nenek tidur di sini. Tapi besok waktu Pak Gilga datang menjemput, Nenek harus patuh dan ikut dengannya."Nisya menarik tangan Lorraine. "Tapi aku ...."Lorraine pura-pura marah. "Nenek Nisya, kalau Nenek patuh, kita tetap berteman. Kalau Nenek nggak patuh ... aku nggak mau berteman sama nenek yang nakal."Nisya mengatupkan bibir. Dengan wajah penuh keluhan, dia mengangguk. "Baik."Setelah Lorraine kembali ke kamar utama, dia lembur semalaman. Akhirnya proposal tender itu berhasil diselesaikannya.Pagi-pagi sekali, Gilga sudah data

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 61

    Nora hendak membukakan pintu sendiri dengan bersemangat. "Sudah pasti Delvin yang datang, cepat ke dapur dan panaskan lagi makanannya."Lorraine hanya bisa mengikuti di belakang Nora sambil menopang tubuhnya dengan hati-hati. Nora membuka pintu. Dia langsung tercengang.Ternyata nenek menyebalkan yang ditemuinya siang tadi lagi. Hanya saja, pria muda yang berdiri di samping nenek itu benar-benar tampan.Nisya menunjuk ke arah Nora. "Itu dia.""Nek, kenapa belum masuk?" Lorraine keluar dari dapur. Saat melihat Derby, dahinya langsung dipenuhi tanda tanya.Lima menit kemudian, keempat orang itu duduk di ruang tamu. Nora juga sudah tahu bahwa Derby adalah paman Roman, sehingga sikapnya menjadi jauh lebih ramah. Derby menyampaikan permintaan maaf singkat."Maaf mengganggu kalian selarut ini. Nenekku menangis dan bersikeras ingin datang mencari kalian. Kami sempat pergi ke rumah sakit dulu, baru tahu ternyata Bu Nora sudah keluar dari rumah sakit."Nora menundukkan kepala. Dia tak bisa mena

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 60

    Lorraine mengangguk terus terang. Dia memberi peringatan kepada neneknya terlebih dulu agar tidak terlalu terkejut."Benar. Tapi tetap karena masalah Vanessa. Sekarang Vanessa menjadi asisten Delvin dan aku kesal setiap kali melihatnya."Nora berkata dengan nada tidak setuju, "Kamu nggak suka sama dia, Nenek juga nggak suka. Tapi, urusan itu dan urusan ini berbeda. Kalau memang dia mendapatkan posisi asisten karena kemampuannya sendiri, masa kita harus memaksa Delvin memecatnya?"Lorraine tersenyum mengejek dirinya sendiri. "Bukankah memang seharusnya begitu? Nek, dia itu suamiku, bukan orang lain. Aku berhak meminta dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.""Kalau aku harus menggunakan standar yang sama seperti terhadap orang asing untuk menilai suamiku sendiri, bukankah itu terlalu konyol?"Setelah mendengar itu, Nora mengangguk setuju. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi.Setelah pengasuh yang dipekerjakan Lorraine tiba, Lorraine memberi beberapa instruksi sebelum bersiap pergi.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status