Teilen

Bukan Keracunan

last update Zuletzt aktualisiert: 20.12.2025 08:33:59

Arlo segera membawa Ayudhia ke rumah sakit karena istrinya terus mual.

Sesampainya di UGD rumah sakit, Ayudhia langsung dibaringkan di ranjang pemeriksaan.

“Apa yang Anda rasakan, Nona?” tanya perawat yang akan memeriksa Ayudhia.

Melihat wajah Ayudhia yang pucat, Arlo segera menjelaskan, “Istri saya tiba-tiba mual dan pusing saat akan menyantap salmon, saya takut istri saya keracunan.”

“Baik, coba saya periksa dulu, Tuan.”

Arlo sedikit mundur untuk memberikan ruang pada perawat agar bisa segera memeriksa Ayudhia.

Perawat itu memeriksa detak jantung Ayudhia, juga bagian yang Ayudhia keluhkan.

“Bagaimana?” tanya Arlo tak sabaran.

Perawat menoleh pada Arlo, lantas membalas, “Tunggu sebentar ya, Tuan. Saya panggil dokter lebih dulu. Tapi menurut pemeriksaan sekilas, istri Anda tidak ada tanda-tanda keracunan.”

Kening Arlo berkerut samar mendengar penjelasan perawat, jelas-jelas Ayudhia tidak baik-baik saja setelah mencoba menyantap ikan pesanannya.

Begitu perawat itu pergi, Arlo mendekat
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (6)
goodnovel comment avatar
~•°Putri Nurril°•~
selamat ayuuu arloooo.... kalian di percaya jadi orang tua lagi...
goodnovel comment avatar
wardah
akhirnya hamil lagi , semoga nanti g bermasalah ya ,,, kan jeda sebulan setelah keguguran
goodnovel comment avatar
eva nindia
selamat yaa ayu Arlo...moga kehamilan skrg gak ad ap2 lgiii....
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Tanda Terima Kasih

    Kakak, terima kasih sudah mengikuti kisah Arlo dan Ayudhia. Dan ... setiap awal pasti ada akhir. Seperti kisah mereka yang harus sampai di sini. Tapi ... kalian jangan cemas, meski kisah mereka berhenti di sini, tapi aku sudah nyiapin cerita baru, cerita El dengan kisah uniknya sendiri. Dan, tentunya akan ada si kecil Leya yang nanti akan ikut menghibur kalian semua. Kapan tayang? Tunggu notifikasi buku baru dariku, ya. Terima kasih banyak, salam hangat dari aku. (⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Akhir

    Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, dan kondisi Leya yang bagus. Ayudhia akhirnya sudah pulang. Di rumah Arlo. Semua keluarga berkumpul bersama, membagi kebahagiaan satu sama lain. “Dia sudah selesai menyusu?” tanya Andreas ketika melihat Ayudhia merapikan pakaiannya. Tatapan Ayudhia tertuju pada Andreas, dia mengangguk pelan ketika berkata, “Sudah, Pa.” Andreas segera menghampiri, dengan gerakan lincah dia mengambil Leya dari gendongan Ayudhia. “Lihat cucuku yang cantik, pipimu sudah lebih berisi dari sebelumnya, hm ….” Andreas mengambil tisu basah, dengan pelan membersihkan sisa susu yang menempel di bibir cucunya ini. “Kalau besar nanti, dia pasti akan sangat cantik dan menggemaskan,” balas William, menatap ke arah Ayudhia dan Arlo, William kembali berucap, “Apa aku bisa tinggal di sini lebih lama? Jika masa visaku habis, aku ingin terus memperpanjangnya agar bisa melihat pertumbuhan Leya?” Ayudhia terkesiap. Dia tidak menyangka William sampai akan melakukan itu d

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Kebahagiaan Untuk Semua

    Di rumah Arlo.William baru saja membaca pesan yang Alina kirimkan. Pria tua ini sangat senang mengetahui Ayudhia mau melahirkan.“Kenapa Andreas malah belum datang, padahal cucunya baru saja lahir.”William mencoba menghubungi Andreas untuk memberitahukan kabar bahagia ini, sayangnya Andreas tidak bisa dihubungi, sampai membuat William kesal.“Dasar, sudahlah. Biarkan saja dia terlambat tahu kalau Ayudhia sudah melahirkan.”William begitu bersemangat. Dia melangkah cepat mencari sopir yang diperintah Arlo untuk mengantar ke mana pun William ingin pergi.“Anda mau ke mana, Tuan?” tanya sopir.“Ke rumah sakit, cucuku akhirnya melahirkan,” jawab William dengan suara penuh semangat.Sopir sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Dia membuka pintu mobil untuk William.William siap masuk ke mobil, tetapi tatapannya lebih dulu tertuju ke mobil yang baru memasuki gerbang.Mobil itu milik Andreas.“Aku pergi dengan mereka saja.” William berubah haluan. Dia melangkah untuk menghadang mobil A

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Melahirkan Lancar

    Bola mata Arlo membulat lebar mendengar apa yang Ayudhia katakan. Saat pintu lift terbuka di lobby, Arlo segera menggendong istrinya. Dia melangkah cepat menuju mobil yang sudah menunggu di depan. “Ke rumah sakit, cepat!” perintah Arlo pada sopir yang baru saja membukakan pintu untuknya. Begitu Arlo masuk ke dalam mobil bersama Ayudhia, sopir langsung memacu mobil meninggalkan Atelier, menuju rumah sakit yang untungnya tidak jauh dari perusahaan. Arlo merasakan cengkraman tangan Ayudhia begitu kuat di lengannya. Ditatapnya wajah Ayudhia yang meringis menahan sakit. “Bertahan, kita hampir sampai di rumah sakit,” lirih Arlo dengan suara tertahan. Tidak tega melihat Ayudhia kesakitan seperti ini. Ayudhia meringis dengan mata terpejam saat merasakan kontraksi yang terus menerus terjadi. Bahkan dia berulang kali mengambil napas dan mengembuskan perlahan seperti yang diajarkan saat di kelas senam ibu hamil. Wajah Arlo ikut memucat. Dia benar-benar panik karena cairan bening t

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Kontraksi, Lagi?

    “Ayu, ada apa?” tanya Maya langsung meletakkan cangkir di meja, dia melangkah memutari meja untuk mencapai di sisi Ayudhia.Memegangi lengan Ayudhia, Maya menatap panik karena Ayudhia tidak menjawab.Sedangkan Ayudhia, dia kembali duduk sambil mencoba mengatur napasnya.Dengan wajah panik, Maya mencoba memastikan. “Ayu, kamu belum mau melahirkan, ‘kan? Usia kandunganmu baru tujuh bulan, ‘kan?” “Ada apa, May?” Maya masih menatap panik saat melihat Della datang bertanya.“Ayudhia tiba-tiba merintih sambil pegang perut,” jawab Maya.Della membulatkan bola mata lebar. “Ayu, kamu baik-baik saja? Apa mau ke rumah sakit buat periksa?” tanya Della.Maya mengangguk-angguk mengiyakan.Ayudhia masih tak membalas. Dia mencoba mengatur napasnya, saat merasakan mulas di perutnya perlahan menghilang, barulah Ayudhia menatap ke Maya dan Della.“Sepertinya hanya kontraksi palsu,” jawab Ayudhia masih dengan wajah lesu.“Kamu yakin? Bukan benar-benar mau melahirkan?” tanya Maya memastikan.Ayudhia men

  • Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan   Tetap Bekerja

    Ayudhia duduk di ruang keluarga sambil meluruskan kedua kakinya. Mereka sudah pulang ke rumah sejak beberapa hari lalu, setelah mengurus masalah panti hingga selesai.Ayahnya akan menjadi donatur tetap panti bahkan merencanakan pembangunan panti yang lebih layak dan besar untuk anak-anak.“Kenapa? Kakimu pegal?”Suara Arlo membuat Ayudhia menoleh, bibirnya terulas senyum tipis menatap kedatangan suaminya.“Agak pegal, tapi tidak apa-apa, kok,” balas Ayudia.Duduk di dekat kaki Ayudhia. Arlo sedikit mengangkat kedua kaki Ayudhia sebelum diletakkan ke atas pangkuannya.“Ar, mau apa?” tanya Ayudhia terkejut dengan yang dilakukan suaminya.“Memijat kakimu,” balas Arlo.Ayudhia sangat terkejut, dia ingin mencegah tetapi suaminya sudah memijat kakinya lebih dulu.Menatap suaminya yang menekan-nekan kakinya dengan lembut, Ayudhia mengembuskan napas pelan dengan senyum bahagia karena Arlo selalu memberikan yang terbaik untuknya. “Aku baik-baik saja, Ar.”“Kamu bilang baik, tapi kedua kakimu a

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status