Share

Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku
Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku
Author: Lezra

Bab 1

Author: Lezra
Manajer umum menatap surat pengunduran diriku dengan ekspresi penuh penyesalan. "Sheila, kamu benar-benar nggak mau mempertimbangkannya lagi? Soal promosi kali ini, aku masih bisa bantu memperjuangkannya ke Pak Adam ... posisi wakil direktur. Belum tentu nggak ada kemungkinan."

Aku hanya menggelengkan pelan. "Pak Joko, nggak perlu lagi., aku berhenti bukan karena masalah ini."

Atau lebih tepatnya lagi, bukan hanya karena masalah ini.

Tahun ini adalah tahun kesepuluh aku masuk ke Grup Sulaiman sekaligus tahun ketujuh pernikahanku dengan Adam. Aku telah memenangkan satu per satu proyek dan menutup satu per satu lubang masalah. Setelah menikah, sumber daya yang aku bawa dari Keluarga Nugroho bahkan berhasil membuat Keluarga Sulaiman yang sudah berada di ambang kehancuran bangkit kembali.

Di perusahaan, aku adalah bawahan Adam yang paling setia. Di rumah, aku adalah pembantunya yang paling kompeten. Di depan orang lain, dia tidak pernah aku adalah istrinya. Setelah tujuh tahun pernikahan, aku tetap tidak pernah bisa membuka pintu hatinya.

Aku kira sifat asli Adam memang dingin. Jika begitu, aku akan mengandalkan pengalaman dan prestasiku untuk menjadi partner yang berdampingan dengannya. Menemaninya seperti ini seumur hidup juga termasuk menua bersama. Namun, saat Rani yang merupakan cinta pertamanya muncul, semuanya menjadi pengecualian.

Saat sedang bersama dengan Rani, Adam baru menunjukkan kelembutan dan ketenangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dia memberikan semua sumber daya pada Rani, bahkan posisi direktur yang seharusnya menjadi milikku pun diserahkan pada Rani. Ternyata dia juga tahu bagaimana mencintai seseorang, hanya saja orang yang berada di hatinya bukan aku.

Saat tahu orang yang menjadi direktur itu adalah Rani, aku memang sempat merasa sedih untuk sesaat. Namun, yang lebih banyak adalah rasa patah hati. Kekecewaan yang sudah menumpuk selama berhari-hari membuatku benar-benar kelelahan.

Joko terdiam sejenak, lalu menghela napas pelan dan menandatangani surat pengunduran diri itu. "Sheila, kamu adalah karyawan yang baik ...."

Aku tidak menanggapinya. Karyawan yang baik, istri yang baik, dan ibu yang baik. Aku sudah menjalani semua peran itu dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga, tetapi Adam selalu saja menyangkal semua usahaku dengan santai.

Saat mengambil formulir pengunduran diri itu dan keluar, aku kebetulan berpapasan dengan Adam. Saat menatapku, ekspresinya datar.

Pada akhirnya, kata-kata yang tersangkut di tenggorokanku tetap tidak bisa terucap. Tidak naik jabatan juga tidak apa-apa. Aku tidak perlu persetujuannya saat mengundurkan diri dengan jabatanku yang sekarang, sehingga menghindari lebih banyak masalah.

Saat aku hendak melewatinya, Adam tiba-tiba memanggilku untuk yang pertama kalinya, "Bu Sheila, bersiaplah, malam ini kita makan bersama."

Mengapa Adam tiba-tiba mengundangku? Apa Adam ingat hari ini adalah hari jadi pernikahan kami yang ketujuh? Memikirkan itu, tiba-tiba muncul sedikit rasa haru yang menyedihkan di hatiku.

Namun pada detik berikutnya, Adam berkata dengan nada yang sopan dan berjarak, "Bu Rani baru masuk kerja, jadi malam ini ada jamuan penyambutan. Karyawan divisi nggak boleh absen."

Kata-kata yang dingin itu langsung memadamkan getaran hatiku yang terakhir. Aku tertawa kecil dan sudut bibirku berkedut. "Nggak sempat."

Adam sudah memberikan posisi direktur yang seharusnya menjadi milikku pada Rani, sekarang dia masih ingin aku menghadiri jamuan penyambutan Rani. Kebersamaan selama tujuh tahun ini akhirnya tetap kalah dari cinta pertamanya.

Mendengar jawaban itu, wajah Adam langsung menjadi muram. "Kalau kamu nggak pergi, apa anak buahmu akan datang?"

Ternyata Adam tidak peduli apa aku akan datang atau tidak. Dia hanya takut jika aku tidak datang, pesta penyambutan Rani malam ini akan terasa canggung. Dia takut fondasi Rani sebagai orang baru yang tiba-tiba naik jabatan ini masih belum stabil, sehingga karyawan dalam timku akan meremehkan Rani karena aku tidak hadir.

Semua yang dilakukan Adam ini hanya untuk membuka jalan bagi Rani. Memanfaatkan anak buahku dan aku untuk membuka jalan bagi Rani.

Aku bahkan belum sempat berbicara, Rani sudah mendekat dengan mengenakan sepatu hak tinggi dan setelan krem serta riasan yang elegan. Dia merangkul lengan Adam dengan alami. "Adam, jangan mempersulit Bu Sheila. Kali ini dia gagal naik jabatan, jadi hatinya pasti merasa agak nggak nyaman. Kalau dia datang, bukannya situasinya jadi canggung?"

Setelah itu, Rani menoleh ke arahku dan tersenyum lembut. "Sheila, aku dengar kamu ini juga seorang ibu tunggal. Kalau ada waktu, kita bisa ajak anak-anak untuk main bersama-sama. Biar mereka punya teman baru."

Aku tidak mengatakan apa-apa, melainkan langsung berbalik dan pergi. Baru saja berjalan sampai di depan pintu kantor, aku mendengar suara Rani dari belakang. Kali ini, hanya tersisa kami berdua.

Rani tersenyum sinis. "Miranda yang cukup dekat denganmu itu, ibunya sedang sakit dan butuh uang, kan? Kalau aku memberi performanya nilai D, kamu rasa dia masih bisa dapat bonus akhir tahun?"

Aku berbalik dan menatap Rani. "Kamu mengancamku?"

"Aku hanya mau mengundangmu menghadiri jamuan penyambutanku sebagai direktur saja, Bu Sheila," kata Rani dengan ekspresi polos, tetapi sikapnya meremehkan.

Melihat Rani pamer dan menghina dengan begitu terang-terangan, aku tanpa sadar mengepalkan tanganku yang terkulai di sisi tubuh dengan kuat.

Reaksiku sepertinya membuat Rani merasa sangat puas, sehingga dia sama sekali tidak menyembunyikan ejekan ti tatapannya lagi. "Kamu ... akan datang, 'kan?"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 9

    Adam yang begitu sombong itu, pada akhirnya tidak datang lagi untuk memohon dan mengejar.Kemudian, terdengar kabar bahwa dia menggugat Rani ke pengadilan. Pencurian rahasia bisnis, kebocoran data inti perusahaan, dengan bukti yang kuat, sehingga tidak ada ruang untuk membela diri.Mantan kekasih saling berhadapan di pengadilan, merobek habis sisa perasaan yang terakhir.Sebenarnya sejak awal, semua yang dikatakan Rani adalah kebohongan. Mantan suami selingkuh, diusir tanpa harta, semuanya palsu. Yang berselingkuh sejak awal adalah dia sendiri, karena itulah dia dipaksa pergi tanpa membawa apa-apa.Setelah bercerai, pesaing Grup Sulaiman entah dari mana mengetahui masa lalunya dengan Adam, lalu berinisiatif mendekatinya. Dengan uang berjumlah besar dan keuntungan di depan mata, Rani pun tergoda.Akhirnya, Rani dijatuhi hukuman tiga tahun. Semua ini diberitahukan oleh Joko kepadaku. Dia menghela napas dan berkata, "Grup Sulaiman terpukul berat, ke depannya akan sulit."Aku hanya menjawa

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 8

    Sudut pandang Sheila:Karena memiliki sepuluh tahun pengalaman kerja di Grup Sulaiman, aku segera mendapatkan tawaran dari perusahaan besar lain. Gaji tahunannya tiga kali lipat dari Grup Sulaiman dan posisinya adalah direktur divisi pemasaran yang sudah lama kuimpikan.Keesokan hari setelah meninggalkan Keluarga Sulaiman, Adam mengirim pesan.[ Kenapa hari ini nggak masuk kerja? ]Aku menatap kalimat itu sejenak dalam diam, lalu akhirnya tersenyum pahit. Mana mungkin dia benar-benar peduli aku masuk kerja atau tidak. Dia hanya khawatir pekerjaan Rani akan jadi sulit tanpa aku.Aku tidak membalasnya dan langsung memblokir semua kontaknya. Sekarang perusahaan dan hidupku sangat baik. Di sini, aku tidak perlu lagi mengharap pengakuan Adam, tidak perlu peduli dengan emosinya.Dalam bekerja, aku jadi jauh lebih leluasa, lebih tegas, lebih cepat, dan lebih bersemangat dari sebelumnya. Dalam waktu singkat satu minggu, aku sudah berdiri kokoh di perusahaan baru.Soal kebocoran data riset Grup

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 7

    Hari kedua setelah Sheila pergi, seluruh divisi pemasaran langsung kacau.Para karyawan lama yang sudah mengikutinya selama tujuh sampai delapan tahun memang sejak awal tidak menyukai Rani. Direktur yang tiba-tiba ditunjuk itu tidak mengerti bisnis sama sekali, bahkan saat rapat tidak bisa menjelaskan PPT dengan jelas.Sekarang Sheila sudah pergi, mereka pun tidak perlu bertahan lagi. Surat pengunduran diri diajukan satu demi satu. Yang tidak mengundurkan diri karena keluarga pun mulai bekerja asal-asalan.Tidak ada yang memimpin rapat rutin, tidak ada yang mengejar proposal, progres proyek pun tidak ada yang menindaklanjuti.Saat Joko membuka pintu dan masuk ke kantor Adam, dia sedang berdiri di dekat jendela dengan pusing.Setelah mendengar laporan, dia mengerutkan kening dan bertanya kepada Joko, "Soal pengunduran diri Sheila, kenapa nggak minta persetujuan dariku?"Joko adalah karyawan lama di perusahaan. Dulu saat Sheila masuk, dia yang mewawancarainya. Dia juga yang membimbingnya

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 6

    Sudut pandang orang ketiga:Keesokan harinya, Adam pergi ke perusahaan, tetapi tidak melihat Sheila.Selama sepuluh tahun, Sheila tidak pernah terlambat atau mengambil cuti.Dia mengirim pesan kepada Sheila:[ Kenapa hari ini nggak masuk kerja? ]Dulu setiap pesannya selalu dibalas dalam hitungan detik, tetapi kali ini sampai siang pun tidak ada balasan.Adam mulai merasa gelisah sampai tidak bisa fokus bekerja.Hatinya terasa hampa, seolah-olah akan kehilangan sesuatu.Dia melihat kotak percakapan berkali-kali, tetapi Sheila tetap tidak membalas.Apa dia sakit? Di dalam hatinya, muncul sedikit kekhawatiran.Saat itu, Joko tiba-tiba mengirim pesan.[ Pak Adam, Bu Sheila sudah mengundurkan diri. Menurut Bapak, pekerjaannya paling cocok diberikan kepada siapa? ]'Mengundurkan diri?! Sheila mengundurkan diri?' Setelah ragu-ragu untuk beberapa lama, dia bersiap menelepon untuk bertanya.Pada saat itu, dia baru ingat kalau nomor telepon Sheila masih diblokir olehnya. Melihat ratusan panggil

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 5

    Saat mendapat kabar tentang Jacob, langit sudah benar-benar gelap. Aku mencari dari siang sampai malam, sementara Adam tidak memberi kabar lagi setelah mengirim pesan itu.Saat melihat Jacob, kakiku langsung lemas. Aku harus bersandar ke dinding agar bisa berdiri. Dia meringkuk ketakutan di sudut. Begitu melihatku, dia langsung berlari dan memelukku. Air matanya membasahi bajuku. "Mama!"Rasa bersalah dan penyesalan hampir menenggelamkanku. Aku memeluk Jacob erat-erat. Petugas pencarian di samping menghela napas pelan, tetapi justru membuatku sangat malu."Kalau hari ini nggak direbut dari tangan penculik, entah di mana anakmu berada sekarang."Mendengar itu, kepalaku berdengung, seluruh tubuhku gemetar. Tanganku pun bergetar saat memeriksa Jacob dari kepala sampai kaki."Kenapa nggak telepon Mama? Kamu tahu Mama khawatir sekali?"Dia menjawab sambil menangis, air matanya jatuh deras, "Aku ingin Papa yang jemput aku sekali saja .... Aku sudah telepon dia berkali-kali, tapi dia nggak an

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 4

    Ternyata Adam datang bukan demi Jacob, melainkan demi anaknya Rani.Jacob tidak tahu liku-liku sulitnya kehidupan orang dewasa, yang dia lihat hanya papanya datang. Matanya langsung berbinar, lalu melepaskan tanganku dan berlari ke arah papanya. "Papa, aku sudah menunggu Papa lama sekali. Kok Papa baru datang?"Jacob berlari dengan begitu cepat dan gembira, seperti seekor rusa kecil yang berlari di hutan. Namun, sebelum dia sempat mendekat, gadis kecil itu sudah berdiri di depan Adam."Kamu siapa? Ini papaku," kata gadis kecil itu dengan suara nyaring.Karena mendengar ucapan itu, semua orang tua dan anak-anak di sekitar menoleh ke arah kami secara serentak.Jacob juga membeku di tempat dengan wajah yang memerah dan mata yang berkaca-kaca. Dia mengangkat kepala dan menatap Adam dengan keras kepala, lalu berkata dengan suara bergetar, "Papa ... kamu kan papaku .... Iya, 'kan? Papa bicara dong ...."Dia mengulurkan tangannya dan hendak menarik Adam.Adam malah mundur setengah langkah, la

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 2

    Pada akhirnya, aku tetap menghadiri jamuan itu. Ini hanya sebuah jamuan penyambutan, tetapi acara yang disiapkan Adam untuk Rani ternyata lebih megah daripada acara pernikahan kami dulu. Bagaimanapun juga, yang duduk di bawah panggung pada hari pernikahan itu hanya keluarga terdekat dari kedua belah

  • Pernikahan Suci Bagiku, Aib Bagi Suamiku   Bab 3

    Rani menatap Adam dengan malu-malu, sedangkan Adam merapikan anak rambut di wajahnya dengan lembut."Hubungan Pak Adam dan Bu Rani benar-benar baik. Kapan kami bisa menghadiri pesta pernikahan kalian?"Para karyawan itu memang sangat pandai membaca situasinya. Mereka langsung memecah suasana yang ta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status