Home / Urban / Pewaris Yang Teraniaya / Bab 19. AURA KUAT

Share

Bab 19. AURA KUAT

Author: MN Rohmadi
last update publish date: 2026-05-19 22:09:58

Bab 19. AURA KUAT

Bukannya menghadap ke arah Aisyah, Dewa malah menatap gadis kecil itu yang tampak bahagia melihat dirinya ikut bersamanya.

Selama perjalanan, Dewa banyak diam, dia akan menjawab jika di tanya atau di ajak bicara Aisyah dan anaknya.

Akhirnya sampai juga mereka di kota Ciamis, Dewa terus mengikuti ibu dan anak itu laksana seorang pengawal. Bahkan saat naik angkudes menuju desa tempat orang tua Aisyah tinggal, Dewa hanya diam sambil memperhatikan pemandangan sela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 78. KOMANDAN PASUKAN KEAMANAN KOTA

    Bab 78. KOMANDAN PASUKAN KEAMANAN KOTA Suasana di warung makan tampak hening, setelah terjadinya pembantaian yang dilakukan Jaka Tole. Pengunjung warung makan hanya berani mencuri pandang ke arah Jaka Tole, mereka saling berbisik membicarakan sosok Jaka Tole. “Saya sama sekali tidak menyangka, ada ras manusia yang begitu Sakti dan berani membunuh jagoan Kota para Dewa ini.” “Sepertinya masalah ini akan ramai, sebaiknya kita tidak ikut campur.” “Betul, kita cukup jadi penonton saja.” Dari tempat duduknya, Jaka Tole bisa mendengar obrolan para pengunjung warung makan, meskipun mereka berbicara dengan suara yang sangat pelan. Bagi Jaka Tole yang berasal dari alam Maya Pada ribuan bahkan ratusan tahun yang lalu, tidaklah merasa gentar dengan para Dewa atau Demit di dunia Arcapada ini. Dunia Mayapada adalah dunia para Dewa di atas dunia Arcapada yang dihuni para Dewa atau Demit di lapisan ini. Sementara dunia manusia adalah dunia kasar atau dunia

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 77. KEPALA HANCUR DALAM SEKALI TEPUK

    Bab 77. KEPALA HANCUR DALAM SEKALI TEPUK Seorang Dwarapala melayangkan tinjunya yang sebesar roda truk, menderu ke kepala Jaka Tole. Tentu saja Jaka Tole tidak rela kepalanya dijadikan samsak gratis. Dengan sangat mudah, Jaka Tole menghindari pukulan Dwarapala itu. Kemudian secara reflek tangan kanannya melakukan serangan balasan ke kepala Dwarapala itu. Wusss…. Plak…! Prok… Terdengar suara nyaring, membuat semua pengunjung warung makan tertegketika telapak tangan Jaka Tole, terlebih dahulu mengenai kepala raksasa itu. Darah berwarna kehijauan berhamburan membasahi warung makan Pendopo Jawa, butiran-butoran darah memercik kesegala penjuru membasahi tubuh para pengunjung warung makan. Meskipun sebagian besar pengunjung warung makan adalah seorang pendekar yang sakti, akan tetapi kecepatan darah dari kepala Dwarapala yang dihancurkan telapak tangan Jaka Tole terlalu cepat dan mengerikan. Hanya satu orang yang tidak terkena percika

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 76. KERIBUTAN DENGAN TIGA DWARAPALA

    Bab 76. KERIBUTAN DENGAN TIGA DWARAPALA Begitu memasuki kota Para Dewa, mata Jaka Tole semakin kagum. Ternyata kota ini sangatlah megah, seisi kota berisi bangunan-bangunan besar lagi mewah. Bangunan berbentuk Joglo Jawa serta menara-menara setinggi sembilan tingkat ada di beberapa tempat. Menara-menara ini satu lantainya setinggi sepuluh meter, sehingga sembilan tingkat sama dengan sembilan puluh meter sampai seratus meter. Menara-menara ini ada yang terbuat dari batu hitam penuh aura spiritual dan ada juga yang terbuat dari kayu pohon Jati, kayu asli tanah Jawa dwipa yang mashur. Jaka Tole seakan menjadi seekor semut yang hidup diantara belalang, sejak tadi dia belum bertemu dengan ras manusia, hal ini tentu saja tidak aneh, karena tempat ini adalah dunia para Dewa atau Dedemit dan Siluman. “Sebaiknya aku merubah bentuk tubuhku, agar tidak terlalu mencolok.” Dalam hati, Jaka Tole segera menemukan ide, agar kehadirannya tidak terlalu direndahkan dan ter

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 75. HYANG MAHA TUNGGAL

    Bab 75. HYANG MAHA TUNGGAL Penampilan mereka seperti bangsawan Jawa Kuno, sang pria memakai pakaian tradisional Jawa yaitu Bestak Jawa berwarna biru, dengan celana panjang biru dan yang menjadi ciri khasnya adalah ada kain batik yang melilit di pinggangnya. Kain batik ini bisa dipendekkan jika digunakan untuk berperang atau bertarung, sementara untuk kegiatan sehari-hari kain batiknya dipanjangkan hingga diatas mata kaki. Di kepalanya ada penutup kepala berupa Blankon Mangkubumen, dengan kain memanjang di bagian belakangnya. Sementara di bagian depan Blangkon Jawa itu ada Bros atau hiasan berbentuk matahari yang terbuat dari emas murni. Sementara sang wanita memakai pakaian tradisional Jawa yang sangat indah dan menawan, tubuhnya ditutupi kain batik dengan kemben yang terbuat dari benang emas melilit bagian dadanya. Selain kain batik dan kemben yang menutupi tubuhnya,wanita ini juga memakai pakaian kebaya Jawa yang terbuat dari beludru berwarna biru.

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 74. KOTA PARA DEWA

    Bab 74. KOTA PARA DEWA “Sepertinya mereka memang harus di musnahkan,” gumam Jaka Tole dalam hatinya sambil menatap kearah ribuan Demit Pohon yang sudah mulai bersiap dengan busurnya. “Jangan salahkan aku, jika bertindak keterlaluan,” kemudian Dewa segera mengibaskan tangannya kearah hutan di bawahnya yang dipenuhi ribuan Demit Pohon. Wusss…. Seberkas cahaya merah tiba-tiba saja muncul dari kibasan tangannya, cahaya merah itu membentuk sabit raksasa yang luasnya mencapi ratusan meter. Hutan tempat Demit pohon itu berada, seketika menjadi terang dan wajah-wajah panik mulai terlihat dari para demit Pohon di bawah yang sedang memegang busur. Rasa terkejut itu membuat para Demit Pohon seakan lupa untuk menghindar, sebelum kesadaran mereka pulih, sabit raksasa itu sudah jatuh menimpa hutan tempat tinggal mereka. Blarrr….!!! Api seketika membakar hutan kuno itu, beserta ribuan Demit pohon. Mereka berusaha lari menyelamatkan diri, akan tetapi semua

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 73. DEMIT ATAU DEWA POHON

    Bab 72. DEMIT ATAU DEWA POHON Kecepatan gerakan Jaka Tole melebihi kecepatan anak panah yang terbang ke arahnya, bahkan dia bisa terbang diantara ratusan anak panah yang tertuju pada dirinya. Mata spiritual Jaka Tole segera bekerja untuk mencari sumber anak panah ini. “Itu dia,” gumam Jaka Tole sambil mengatupkan gigi gerahamnya sambil menahan amarah. Dengan mata spiritualnya, Jaka Tole langsung melihat sosok-sosok makhluk yang tubuhnya menyerupai kayu. Manusia-manusia ini menempel di batang dan dahan pohon, Jaka Tole belum bisa ma memastikan makhluk apakah yang menyerang dirinya. Akan tetapi jika dilihat dari bentuk tubuhnya, dapat dipastikan kalau sosok itu adalah dari Demit Ras pohon. Setelah mengunci target, dalam sekejap Jaka Tole sudah berada di samping sosok Dewa atau Demit dari ras pohon setinggi lima meter yang membawa gendewa dan anak panah. Yang membuat takjub adalah gendewa itu berasal dari salah satu tangan yang membentuk busur

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 2. MANUSIA ANEH

    Bab 2. MANUSIA ANEHDewa membuka mata. Di luar gubuk, kicau burung mulai terdengar. Hujan badai semalam telah berlalu, menyisakan udara hutan yang bersih dan lembap. Ia menggerakkan bahunya. Rasa kaku perlahan memudar.Pikirannya langsung terhubung ke ruang penyimpanan spiritual yang tertanam dalam

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 1. BANGKIT DARI KUBUR

    Bab 1. BANGKIT DARI KUBURBlar…!!!Kilat menyambar, membelah langit malam di atas Gunung Salak. Suara guruh yang menyusul terdengar seperti raungan binatang buas yang terluka. Hujan badai turun tanpa ampun, menghantam pepohonan dan menyapu permukaan tanah lereng gunung yang curam. Di area datar de

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 6 MENGURUNG DIRI

    Bab 6. MENGURUNG DIRI“Tolong Kartu identitas Anda,” kata resepsionis cantik yang melayani Dewa dengan sopan serta senyum mengembang di sudut bibirnya.Dewa tampak bingung saat dimintai untuk menyerahkan kartu identitas, maklumlah dia baru saja memasuki dunia fana yang energi spiritualnya sangat le

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 5. MILIARDER MUDA

    Bab 5. MILIARDER MUDADewa melangkah santai menyusuri trotoar Kota Sukabumi. Matahari mulai meninggi, menyengat kulit. Di matanya, dunia modern ini sangat bising dan kacau, namun terstruktur dengan cara yang unik. Ia melihat deretan toko yang menjajakan pakaian jadi, alat elektronik, dan makanan. I

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status