مشاركة

Bab 35

مؤلف: Mochi
last update تاريخ النشر: 2026-08-10 10:21:30

Lagi itu, ruang latihan terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Sosok bercahaya pendiri kuil sudah menunggu di tengah formasi, kali ini dengan dua titik cahaya terpisah yang menandai posisi berdiri bagi Suliwa dan Alicia.

"Hari ini kita akan mencoba sesuatu yang baru," ucap sosok itu begitu keduanya tiba. "Berdirilah berhadapan, saling menggenggam tangan."

Suliwa dan Alicia saling menatap sejenak sebelum menuruti instruksi itu, berdiri di titik cahaya masing-masing dengan tangan bertautan di
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 35

    Lagi itu, ruang latihan terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Sosok bercahaya pendiri kuil sudah menunggu di tengah formasi, kali ini dengan dua titik cahaya terpisah yang menandai posisi berdiri bagi Suliwa dan Alicia."Hari ini kita akan mencoba sesuatu yang baru," ucap sosok itu begitu keduanya tiba. "Berdirilah berhadapan, saling menggenggam tangan."Suliwa dan Alicia saling menatap sejenak sebelum menuruti instruksi itu, berdiri di titik cahaya masing-masing dengan tangan bertautan di tengah formasi. Energi dari lantai berukir itu mulai merambat naik, terasa hangat di sekitar kaki mereka."Alicia, coba salurkan energi spiritualmu perlahan melalui genggaman tangan kalian," instruksi sosok itu. "Suliwa, rasakan energi itu masuk, jangan menahannya, biarkan bercampur dengan alirannmu sendiri."Alicia memejamkan mata, memusatkan konsentrasinya untuk menyalurkan energi yang selama ini ia latih. Suliwa merasakan sensasi baru mengalir dari genggaman tangan mereka, sebuah energi ya

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 34

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan ritme yang jauh lebih padat dari sebelumnya. Suliwa berlatih dari pagi hingga larut malam, hanya berhenti sejenak untuk makan dan istirahat singkat sebelum kembali melanjutkan penguasaan Teknik Aliran Tujuh Elemen di bawah bimbingan sosok pendiri kuil."Fokuskan energi pada elemen kedua," instruksi sosok itu, mengamati Suliwa yang berdiri di tengah formasi lantai bercahaya. "Rasakan perbedaannya dengan elemen pertama yang sudah kau kuasai."Suliwa memejamkan mata, mencoba merasakan aliran energi dalam tubuhnya yang kini mulai lebih mudah ia kendalikan. Cahaya keemasan mulai memancar dari tangannya, membentuk pola yang berbeda dari latihan hari sebelumnya."Bagus," puji sosok itu. "Kau belajar jauh lebih cepat dari perkiraanku."Alicia duduk di sudut ruangan seperti biasa, mencatat setiap perkembangan dengan teliti. Namun kali ini, ia juga mulai ikut berlatih sendiri, mempraktikkan teknik penyaluran energi spiritual yang diajarkan sosok bercahaya

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 33

    Hari ketiga latihan dimulai dengan semangat yang sama seperti hari-hari sebelumnya, namun kali ini diselingi oleh kejutan yang tidak terduga. Ketika Suliwa dan Alicia baru saja memasuki ruang latihan, sosok bercahaya pendiri kuil muncul dengan raut wajah yang tampak sedikit berbeda dari biasanya, lebih serius dan waspada."Ada sesuatu yang perlu kusampaikan," ucap sosok itu, sebelum mereka sempat memulai latihan hari itu. "Formasi pelindung di batas wilayah kuil mendeteksi kehadiran seseorang di gerbang terluar, seseorang yang membawa tanda perlindungan suku pengembara.""Rakai?" tanya Suliwa terkejut, mengingat kalung pemberian pemandu mereka yang masih tersimpan aman di dalam ranselnya."Kemungkinan besar," jawab sosok itu. "Ia tampak ingin menyampaikan sesuatu yang mendesak, namun formasi ujian tidak mengizinkan siapa pun tanpa tujuan murni untuk melewatinya sepenuhnya.""Bisakah kita menemuinya?" tanya Alicia, khawatir dengan kemungkinan berita buruk yang dibawa Rakai.Sosok itu

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 32

    Pagi berikutnya, Suliwa terbangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Alicia sudah lebih dulu bangun, duduk di dekat pintu ruangan sambil memeriksa beberapa catatan medis yang ia bawa sepanjang perjalanan."Kau tidur nyenyak?" tanya Alicia begitu melihat Suliwa mulai bergerak."Sangat nyenyak," jawab Suliwa, meregangkan tubuhnya yang terasa jauh lebih ringan. "Rasanya seperti energi baruku sudah mulai menyatu sepenuhnya dengan tubuhku.""Syukurlah," ucap Alicia lega, menutup catatannya. "Sosok pendiri kuil bilang akan mulai mengajarkanmu teknik pengendalian hari ini."Tidak lama kemudian, sosok bercahaya keemasan itu muncul di ambang pintu, wujudnya kali ini terlihat lebih jelas dan stabil dibandingkan sebelumnya. "Selamat pagi, Pewaris. Aku harap kau sudah siap untuk memulai latihan yang sesungguhnya.""Aku siap," jawab Suliwa mantap, bangkit berdiri dengan penuh semangat.Mereka mengikuti sosok itu menuju sebuah ruangan latihan terpisah di

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 31

    Sementara Suliwa dan Alicia menjalani masa pemulihan di dalam Kuil Awan Beku, jauh di Sekte Gunung Hitam, suasana semakin tegang seiring berlalunya hari tanpa hasil dari pencarian yang dilakukan Kanaka. Ia berdiri di balkon kediamannya, menatap ke arah pegunungan yang membentang jauh di utara, pikirannya dipenuhi kegelisahan yang terus membesar."Komandan," suara salah satu bawahannya memecah lamunannya, "para pelacak yang dikirim minggu lalu belum juga kembali membawa kabar.""Sudah berapa lama mereka pergi?" tanya Kanaka, tanpa menoleh dari pemandangan pegunungan di kejauhan."Hampir sepuluh hari, Komandan," jawab bawahannya. "Biasanya mereka melapor setiap tiga hari sekali."Kanaka mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras menahan amarah yang mulai membara. "Kirim kelompok pencari lain untuk mencari tahu apa yang terjadi pada mereka. Aku tidak suka ketidakpastian seperti ini.""Baik, Komandan," bawahan itu membungkuk sebelum bergegas pergi melaksanakan perintah.Kanaka kembali men

  • Pewaris yang Tak Diinginkan.   Bab 30

    Kuil kuno itu menyediakan sebuah ruangan kecil namun nyaman bagi Suliwa dan Alicia untuk beristirahat, tersembunyi di salah satu sudut aula utama yang dilindungi formasi kuno dari gangguan luar. Cahaya lembut menembus dari celah dinding batu, memberikan penerangan alami yang menenangkan sepanjang hari.Suliwa terbaring di atas alas sederhana yang disediakan, tubuhnya masih terasa lemas setelah proses pembukaan segel yang menguras banyak energi. Alicia duduk di sampingnya, memeriksa kondisinya dengan seksama menggunakan kemampuan tabibnya."Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Alicia, tangannya lembut memeriksa denyut nadi Suliwa."Lebih baik," jawab Suliwa, mencoba duduk meski tubuhnya masih terasa berat. "Rasanya seperti baru saja berlari sejauh puluhan kilometer tanpa henti.""Itu wajar, mengingat energi yang baru saja kau serap," ucap Alicia, membantu menyangga punggungnya agar bisa duduk lebih nyaman. "Beristirahatlah dengan baik. Tubuhmu butuh waktu untuk sepenuhnya beradaptasi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status