LOGINTiga hari kemudian.Pagi di Aethelgard I—sekolah Lena—berjalan seperti biasa.Suara bel pertama baru saja berhenti ketika para siswa mulai memenuhi koridor utama. Beberapa berlari menuju kelas, sebagian lagi masih mengobrol santai sebelum pelajaran dimulai.Namun suasana itu tidak bertahan lama.Karena lima menit kemudian—seluruh layar informasi akademi menyala bersamaan."Hah?""Ada apa?"Para siswa langsung menoleh.Biasanya layar-layar itu hanya digunakan untuk jadwal ujian atau pengumuman penting akademi.Tapi kali ini yang muncul adalah lambang resmi Otoritas Kota Aethelgard.Ruangan kelas Lena langsung menjadi ramai.Bahkan guru yang baru masuk pun menghentikan langkahnya.Layar besar di depan kelas menampilkan seorang wanita berpakaian formal."Pengumuman resmi dari Dewan Otoritas Kota."Suasana kelas mendadak hening."Sebagai bagian dari perayaan Hari Persatuan Kota, Otoritas Aethelgard akan menyelenggarakan Gala Persatuan tahunan di Grand Hall Pusat."Beberapa siswa langsung
Hujan turun pelan membasahi jendela kantor investigasi.Langit Aethelgard tampak lebih gelap dibanding biasanya, sementara cahaya lampu gedung memantul samar di jalanan basah kota. Suasana kantor juga tidak jauh berbeda—sunyi, berat, dan dipenuhi rasa lelah setelah hampir semalaman menyelidiki kasus auditor.Sesekali kilat tipis menyambar di balik gedung-gedung tinggi kota, memantulkan cahaya pucat ke ruangan investigasi yang hampir kosong. Beberapa petugas lain sudah pulang sejak satu jam lalu, meninggalkan meja-meja kerja yang masih dipenuhi dokumen dan layar data yang belum dimatikan.Arthur masih duduk di depan layar hologram utama.Puluhan data melayang di hadapannya. Nama siswa. Log akses. Waktu kematian. Rekaman kamera yang sempat mati tujuh menit.Dan semakin lama dia melihat semuanya—semakin jelas ada sesuatu yang tidak masuk akal.Tatapan Arthur perlahan berubah tajam.Suara hujan di luar terdengar makin berat, memenuhi keheningan ruangan bersama dengung mesin hologram yang
Pagi di kantor investigasi terasa lebih sunyi dari biasanya. Suara ketikan keyboard dan dengung layar hologram memenuhi ruangan redup yang masih dipenuhi aroma kopi pahit sejak beberapa jam lalu. Beberapa petugas terlihat sibuk memeriksa ulang data kasus auditor, sementara sebagian lain memeriksa kasus yang berbeda. Arthur berdiri di depan layar utama tanpa bergerak. Tatapannya tertuju pada satu nama besar yang terus muncul sejak tadi. AKADEMI AETHELGARD II. Luke mendekat sambil membawa tablet data baru. "Aku sudah coba akses riwayat database sekolah itu." Dia menghela napas pelan. "Dan hasilnya aneh." Arthur melirik sekilas. "Seberapa aneh?" "Beberapa file siswa hilang." "Hilang?" "Bukan terhapus biasa..." Luke memperbesar tampilan layar. "Seolah identitas mereka tidak pernah ada sejak awal." Arthur terdiam. Data digital di kota Aethelgard hampir mustahil hilang total. Semua aktivitas tersimpan otomatis di server pusat kota. Bahkan catatan pelanggaran kecil pun bisa berta
Nyra menatap Lena beberapa detik sebelum akhirnya menyandarkan tubuh ke sofa."Aku serius," katanya sambil menunjuk layar ponsel Lena dengan kaleng minumannya. "Kasus seperti ini mulai terlalu sering muncul."Lena tidak langsung menjawab.Tatapannya justru tertuju ke jendela kamar yang memperlihatkan langit pagi Aethelgard. Cerah. Tenang. "Orang yang bekerja bersih seperti ini biasanya bukan amatir," ucap Lena pelan.Nyra menaikkan alis. "Kau terdengar seperti mengenal mereka.""Tidak." Lena tersenyum kecil. "Tapi pola tetaplah pola."Suasana hening beberapa saat. Hanya suara kendaraan samar dari luar apartemen dan bunyi pendingin ruangan yang terdengar pelan memenuhi kamar.Lalu—Bzzt.Ponsel Nyra tiba-tiba bergetar cukup keras di atas meja.Dia melirik layar sebentar, lalu ekspresinya langsung berubah."…Hm?""Apa?" tanya Lena malas.Nyra tidak langsung menjawab. Dia membaca pesan itu sekali lagi seolah memastikan dirinya tidak salah baca."Markas mengirim update."Lena kini mulai
Pagi di Aethelgard terasa sibuk seperti biasa. Suara kendaraan memenuhi jalan utama kota, sementara gedung-gedung tinggi mulai dipenuhi aktivitas para pekerja sejak matahari belum sepenuhnya naik. Di sisi lain kota, Arthur sudah berada di ruang investigasi sekolah Akademi sejak setengah jam lalu. Seorang pria berambut coklat masuk sambil membawa tablet data di tangannya. Luke—partner kerja yang sudah cukup lama bekerja dengannya. Beberapa guru terlihat tegang berdiri di dekat pintu, sedangkan seorang siswa duduk gelisah di depan Arthur sambil menundukkan kepala. "Jadi kau melihat seseorang masuk ke ruang arsip sekolah semalam?" tanya Arthur tenang. Siswa itu mengangguk cepat. "A-aku tidak melihat wajahnya jelas…" "Namun?" "Dia memakai seragam staf sekolah." Arthur diam beberapa detik sambil mencatat sesuatu di tabletnya. Kasus hilangnya data siswa sebenarnya terdengar kecil dibanding kasus besar lain yang biasa dia tangani. Namun beberapa file yang dicuri ternyata berisi ca
Malam sebelumnya Arthur hampir tidak tidur sama sekali.Lampu ruang kerjanya masih menyala bahkan saat langit Aethelgard perlahan berubah terang. Beberapa cangkir kopi kosong memenuhi meja, sementara layar hologram di depannya terus menampilkan data kasus yang sama berulang kali.Namun fokus Arthur tidak benar-benar berada di sana.Tatapannya kosong.Sudah beberapa minggu terakhir tidurnya selalu berantakan. Kadang hanya satu jam, kadang bahkan tidak sama sekali. Setiap kali memejamkan mata, bayangan masa kecil itu selalu muncul kembali.Suara pecahan kaca.Langkah kaki tergesa.Dan darah di lantai.Arthur langsung membuka matanya kasar.Napasnya terdengar berat sebelum dia meremas pelipisnya pelan. Lagi.Mimpi buruk yang sama.Tok.Tok.Pintu ruangannya diketuk pelan."Arthur?"Suara itu langsung membuat ekspresinya sedikit berubah. Victor masuk sambil membawa dua gelas kopi hangat di tangannya."Kau belum tidur lagi?" tanya Victor.Arthur diam beberapa detik sebelum menerima kopi it







