LOGIN
"Gila, betinanya mulus banget, beda banget sama betina zamanku dulu!" gumam pria itu dengan rahang menganga.
Mengingat pria itu berasal dari masa lalu dan terbangun di masa depan, sesuatu yang hampir mustahil terjadi.
Selama ini, dia hanya melihat betina dari sukunya yang berkulit kusam dan penuh debu. Hitam, kumal, dan mungkin terlalu berotot untuk ukuran betina, sehingga kurang menggairahkan karena betina zaman dulu diharuskan untuk berbulu.
Kini, betina di depannya memiliki kulit putih susu tanpa cacat sedikitpun. Bahkan, tubuh mereka aduhai seksoy, dan yang terpenting, bukan yang perutnya sixpack berotot kayak betina di zamannya.
Ah, baginya sudah sangat aduhai melihat pemandangan ini.
Bahkan, bidadari yang ada di imajinasi manusia purba sepertinya, kalah jauh dengan betina yang ada di hadapannya. Jauh, ini sangat jauh melebihi bidadari!
Tentu saja, traktor ajaib di balik celana pendeknya langsung mengeras dan berdiri tegak menantang langit.
Beberapa saat kemudian, rasa bingung mulai menyerang kepalanya bertubi-tubi karena ingatan masa lalunya menyerang.
Seingatnya, dia baru saja terjatuh di padang rumput kering. Lalu seekor Mammoth raksasa nyaris menginjak kepalanya sampai hancur. Saat maut sudah di depan mata, dia menangis tersedu-sedu dan memohon kepada Dewa dengan suara keras.
"Tolong pindahkan aku ke tempat yang banyak makanan, Dewa! Aku janji akan rajin sembahyang dan terus buat anak, aku akan menggunakan pusakaku sebaik mungkin jika ada betina yang menginginkannya!" doanya saat itu, dengan mata terpejam erat.
Tepat ketika kaki Mammoth itu menghantam wajahnya, pandangannya gelap. Dan saat membuka mata, tahu-tahu sekarang dia terdampar di masa depan.
Yang tersisa dari tubuhnya hanya tiga hal.
Pertama, tubuh gagah dan stamina ekstra yang membuatnya perkasa.
Kedua, insting purba dalam berkelahi dan dominasi.
Dan yang paling penting, hal ketiga, yaitu kejantanan seorang pria purba!
Lamunannya buyar total saat wanita cantik di depannya itu berkacak pinggang dan menatapnya tajam.
"Heh, Arya! Kamu budek ya? Dari tadi aku ngomong panjang lebar tentang stresku, kamu malah melongo lihatin TV nyala!" bentak wanita itu dengan nada tinggi melengking.
Hah?
Purba?
Istilah apa itu Purba?
Seketika pria itu menoleh ke arah kotak hitam besar yang menempel di dinding. Dia melihat ke arah televisi dan hampir saja berteriak.
Iya, TV, sesuatu yang menurutnya sangat menakjubkan.
Kotak itu memunculkan gambar orang bergerak cepat dan mengeluarkan suara keras berdengung. Dia mengira, orang-orang zaman sekarang memiliki penjara di dalam sebuah tabung kotak, lalu di dalamnya, mereka dipaksa menghibur dan joget-joget seperti itu.
Sangat-sangat aneh!
Saat sedang melamun lagi, kepala pria itu terasa pusing berputar-putar.
Jutaan ingatan asing menyusup masuk ke dalam otaknya secara paksa tanpa ampun. Sedetik kemudian, pria itu mengingat banyak hal, termasuk tubuh siapa yang dia tempati.
Ternyata dia kini berada di tahun 2025 yang dipenuhi benda-benda aneh.
Pria itu mengingat bahwa namanya sekarang adalah Arya, si pemilik tubuh. Pekerjaannya adalah seorang gigolo elit yang dibayar mahal untuk memuaskan hasrat wanita berduit.
"Jadi aku sekarang kerja jadi pejantan sewaan? Gila, enak banget zaman ini, dikasih tempat tidur empuk, makanan, dan uang cuma buat kawini betina-betina cantik!" batin Arya kegirangan sampai ingin melompat.
Dan saat melihat ke bawah, dia hanya tersenyum sangat puas. “Oh mantaplah, bentukan pusakaku ikut pindah. Andai masih bentukan si Arya-Arya ini, pasti kecil kali kayak kelingking, untung punyaku kayak Tugu Pancoran!”
"Kamu denger aku ngomong nggak sih? Aku bayar kamu mahal buat nenangin aku, malah diam aja kayak patung kayu!" omel Sonya lagi sambil memukul bantal ke arah Arya.
Senyum di bibir Arya langsung lenyap seketika. Insting purbanya merasa sangat tersinggung dan direndahkan. Sebagai seorang kepala suku yang gagah berani, pantang baginya dibentak oleh seorang betina sembarangan.
"Heh betina, berani banget kamu teriak-teriak dan lempar barang ke kepala suku! Sini kamu, biar aku kasih pelajaran!" balas Arya dengan suara berat dan menggelegar lantang.
Tanpa pikir panjang, Arya langsung melompat dari atas kasur empuk itu dengan lincah. Hanya butuh waktu satu detik bagi Arya untuk menerkam tubuh Sonya. Wanita itu terkejut setengah mati dan langsung berteriak panik ketakutan.
Arya membanting tubuh mungil Sonya ke atas kasur dengan tenaga kasarnya yang luar biasa.
"Lepasin aku, Arya! Kamu gila ya! Berani kamu kasar sama aku, aku laporin manajer klab ini biar kamu dipecat malam ini juga!" ancam Sonya sambil meronta-ronta memukul dada Arya sekuat tenaga.
Tentu saja pukulan wanita itu sama sekali tidak ada rasanya bagi dada bidang seorang pria purba. Arya malah menyeringai lebar menatap wajah panik aktris tersebut. Pria itu menahan kedua pergelangan tangan Sonya di atas kepala wanita itu hanya dengan satu genggaman tangan kanannya yang kekar.
"Laporin aja sana ke kepala suku kamu! Hari ini aku bakal ajarin kamu cara menghormati kepala suku!" sahut Arya dengan napas memburu dan tatapan liar.
"Kamu mau ngapain? Tolong, jangan macam-macam, Arya! Mmph, tapi, tubuh kamu, kenapa tiba-tiba sekeras batu begini?" pekik Sonya yang mulai menyadari ada yang berbeda dari tubuh gigolo sewaannya itu.
Sesaat kemudian, Arya merobek pakaian dalam hitam yang dipakai Sonya dengan tangan kirinya. Kain tipis seharga jutaan rupiah itu langsung robek berkeping-keping layaknya daun kering.
Sonya membelalakkan matanya melihat kelakuan beringas gigolo tersebut.
Belum sempat Sonya memaki lagi, Arya sudah menurunkan celana pendeknya sendiri dengan cepat. Aktris cantik itu menelan ludah dengan susah payah melihat pemandangan di depannya.
"Astaga! Kamu... itu punya kamu kenapa jadi segede itu, Arya? Ke-kenapa bisa berbeda dari yang dirumorin? Tu-tu-tunggu, jangan langsung… ahhh!" teriak Sonya saat Arya mulai melakukan ritual ala kepala suku.
Dua bodyguard bule raksasa itu sontak maju selangkah memasang badan tegap menghalangi jalur jalannya."Minggir!" Arya mendesis tajam memberikan peringatan mematikan untuk kedua pria asing tersebut."Kalian berdua pejantan bule kelebihan lemak mending minggir dari hadapanku sekarang juga sebelum terlambat! Jangan sampai aku mematahkan leher besar kalian persis seperti matahin ranting kering di dalam hutan sana!"Tentu saja kedua bule sombong itu tidak paham bahasa Arya dan malah balik mendorong dada bidang sang kepala suku. Hanya bermodalkan satu sapuan punggung tangan kosongnya, Arya membalas dorongan pelan itu. Kedua bodyguard berbadan terlatih tersebut seketika terpental jauh mundur belasan langkah ke arah belakang.Punggung raksasa kedua bule itu menabrak tembok ruangan marmer sampai berbunyi retakan luar biasa kencang.Karina langsung membelalakkan matanya lebar-lebar saking shock berat melihat pemandangan ajaib barusan. Jarak antara sang ratu es dan sang kepala suku kini tersisa
Sisca sontak mendongakkan kepalanya ke atas dan tertawa terbahak-bahak tanpa canggung. Wanita bergaun merah marun itu menggeser posisi duduknya menempel sangat rapat ke paha berotot Arya."Ya ampun, Arya! Kita ini lagi asyik baca komentar netijen-netijen di internet tentang kamu. Coba deh kamu lihat medsos sekarang juga, biar kamu liat sendiri. Video pas kamu berantem sama preman-preman tadi udah ditonton dua juta orang se-Indonesia, kamu viral banget loh!"Bola mata Arya terbelalak hingga nyaris keluar tepat ketika dia melihat layar ponsel tersebut. Jantung sang kepala suku berdegup super kencang berdebar-debar merasakan ketakutan luar biasa."Sihir!" Arya refleks melompat jauh ke belakang menabrak dinding marmer dengan bantingan keras."Gila, kalian semua, betina kota emang suka main ilmu hitam, ya! Benda sihir mematikan apa yang kalian pegang? Kenapa wajah dan seluruh tubuhku bisa ditarik masuk ke dalam kotak kecil bercahaya itu dengan gampang? Cepetan hancurin batunya! Keluarin ji
Tanpa menunggu balasan Arya, Sonya segera menarik kencang tangan pria yang masih menjilati sisa saus di jarinya itu. Mereka berdua bergegas lari kabur menuju mobil dan meninggalkan restoran sebelum polisi datang.Sesampainya di area depan klab milik Sisca, suasana mendadak riuh menyambut kedatangan mereka.Rumor tentang keperkasaan Arya melempar pengusaha dan staminanya di kamar VVIP sudah menyebar luas. Banyak LC elit dan tamu kaya raya sengaja berkumpul padat di depan pintu masuk."Wah, itu dia si Arya yang lagi viral diomongin! Katanya tenaganya brutal banget dan staminanya nggak ada matinya, ya?" goda seorang LC muda sambil mengedipkan matanya genit ke arah Arya."Minggir kalian semua, kalian ini LC murha, beda sama kita. Minggir, cepat, dasar pelayan klab! Arya, mending temenin tante malam ini di hotel paling mewah. Tante bakal langsung beliin kamu mobil sport baru asalkan kamu bisa bikin tante puas sampai pagi!" sahut wanita paruh baya berdandan menor dari barisan depan.Mendapa
Melihat kelakuan barbar itu, Sonya langsung menjerit histeris. Aktris itu buru-buru merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi laju tubuh besar Arya."Berhenti, Arya! Ini tuh mobil buat jalan-jalan di kota, benda ini aman dan nggak bakal gigit kamu sama sekali!" omel Sonya sambil memelototi wajah Arya kesal. "Kalau kamu pukul mobil ini, kepalamu yang ganti aku pukul pakai hak sepatu!""Mobil itu fungsinya mirip kuda raksasa yang bisa lari cepat. Emang ya, dasar orang Purba! Kamu duduk tenang aja di kursi, nanti monster ini bakal bawa kita ke tempat makanan. Udah, jangan banyak tingkah, atau kamu ga jadi makan daging!"Setelah mendengar omelan panjang itu, perlahan Arya menurunkan kepalan tangannya dengan ragu-ragu. Pria itu masih menyempatkan diri mengendus-endus bagian pintu mobil untuk mencari tahu apakah ada bahaya."Kuda raksasa apaan ini? Badannya keras banget dan dingin pas aku pegang," ucap Arya sambil duduk pelan-pelan di kursi penumpang. "Oke, aku naik ke perut monster in
Tanpa menunggu persetujuan, tangan kekar Arya langsung melingkar kuat di pinggang ramping Sisca. Wanita pemilik klab itu menjerit kaget saat tubuhnya ditarik paksa. Tubuh Sisca langsung menempel rapat pada dada bidang Arya yang penuh keringat."Lepaskan aku, Arya! Kamu benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu ya! Berani-beraninya kamu menyentuh bosmu sendiri di depan semua orang!" ronta Sisca sambil berusaha memukul pundak raksasa pria itu sekuat tenaga."Lepaskan tangan kotor ini dari tubuhku sekarang juga! Aku janji akan memecatmu dan membuat hidupmu menderita selamanya!"Arya mengabaikan pukulan lemah Sisca sama sekali. Pria purba itu langsung membopong tubuh montok wanita itu di atas bahu kanannya dengan sangat mudah."Tunjukkan di mana sarangmu, Betina! Kita selesaikan urusan aroma gairah ini di ruang kerjamu saja. Sebagai kepala suku yang baik, aku harus memastikan betinaku mendapat kepuasan batin, bahkan kalau perlu, sampai kamu pingsan!!""Turunkan aku, dasar cowok gila! Kali
Seketika suasana lorong VVIP itu berubah menjadi sangat kacau balau. Beberapa wanita berpakaian ketat langsung menjerit keras sambil menutup mata mereka rapat-rapat."Mau pamer kalau punya dia gede kali ya, mentang-mentang lorong VVIP isi cewek cakep semua!" teriak seorang wanita gemuk dengan riasan menor sambil menutup mulutnya, tak percaya.Tentu saja mereka kaget melihat Arya berjalan sangat percaya diri, tanpa pakaian, dengan cacing besar alaska miliknya yang menyapa para pengunjung.Meskipun begitu, ada juga wanita hidung belang yang justru sengaja membuka celah jarinya lebar-lebar. Mereka malah mengintip Arya sambil menelan ludah berkali-kali, melihat betapa bagusnya bentukan traktor Arya.Padahal, selama ini Arya dirumorkan traktornya ga bisa nyala. Atau ya, kalau nyala, palingan cepat lowbet karena dua menit saja sudah keluar.Berbeda dengan si pria Purba dalam diri Arya, dia sama sekali tidak peduli traktornya yang sangat besar dan menyita perhatian. Purba satu ini malah teru