Se connecter"Aduh, matur suwun Gusti... berhubung jala kawat baja dan belut listrik gaib tadi mendadak ambyar kena sabetan arit pemotong padi milik Pekak Wayan, saya akhirnya bisa lolos untuk bercengkrama dengan warga desa lokal sambil ikut membantu memanen padi di hamparan subak yang damai ini, cyiiinnn!" gumam Madun bersyukur setengah mati sambil menyeka keringat jantannya yang mengucur deras di dahi tampannya, mencoba menikmati suasana hidup normal sebagai kuli panggul serabutan paruh waktu demi melupakan sejenak takdir pengantin siber yang terus-menerus mengincar pusaka semut rangrang setelan pabrik miliknya fajar ini.Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung berdiri tegap memanggul sekarung padi hasil panen perdana warga adat. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak berkilau gagah berani di bawah terik matahari, hanya berbalut sisa kain celana pantai kamboja yang sengaja dilipat hingga ke lutut. S
Madun yang memiliki wajah tampan langsung tersenyum jantan saat embusan angin perdesaan menerpa kemeja pantai longgarnya yang sengaja dibuka setengah kancing, mengekspos dada bidang sawo matangnya yang tinggi kekar dengan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan. Sambil menggenggam sebutir tanaman padi, Madun mencoba menghirup udara segar demi menenangkan pikiran jantannya yang sempat ambyar. "Nah, kalau suasananya tenang begini kan pasak bumi lelaki sejati Mas Madun bisa istirahat dengan damai tanpa perlu tegang ketakutan menantang maut akibat kepungan gorden kuning ruko desa!" Tiba-tiba, dari balik gubuk penyimpanan pupuk warga, Miss Catherine yang bikini merah mudanya kini tertutup kain sarung Bali transparan super ketat langsung melompat manja menghadang langkah kaki jantan Madun dengan gaya interaktif yang luar biasa sensual. Visual Catherine di atas pematang sawah yang hijau pagi itu bener-bener menjelma menjadi pemandangan maut yang sanggup merobek paksa seluruh saraf
"Waduh, mumpung sangkar kaca samudra pecah akibat hantaman ombak dan mengubur cerita jangkar nuklir mistis, ini kesempatan jantan terbaik buat saya lari sekencang-kencangnya menyusuri pasir Pantai Kuta demi selamatkan pusaka semut rangrang setelan pabrik dari kejaran Miss Catherine yang matanya udah ijo kelaparan lihat ketampanan kuli pasar, cyiiinnn!" jerit Madun panik sambil betulkan ikatan kain celananya yang melorot, lari beringas membelah deretan pohon kelapa tanpa menengok lagi fajar itu. Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, menggeram panik saat derap langkah jenjang di belakang makin dekat. Tubuh sawo matang tinggi kekar berot kotak-kotak penuh urat basah kuyup penuh peluh jantan, memancar pesona juragan pasar yang diburu waktu. "Nggak bisa dibiarin! Bule ini punya daya tahan fisik militer luar negeri, masa dari tepi pantai sampai masuk semak ruko penginapan dia tetep konsisten mengejar pasak bumi lelaki sejati saya tanpa kenal lelah!" Tiba-tiba, dari balik batan
"Waduh, demi piring terbang yang ditarik odong-odong gaib... taktik pura-pura alim baca doa makan di dalam sangkar kaca tsunami kenapa malah bikin bule seksi Catherine makin penasaran mau jebol pertahanan iman, cyiiinnn! Sumpah ya, saya merem melek sambil pegang tasbih kayu di dasar samudra bukan mau sok suci di depan gurita purba, tapi demi selamatkan pusaka semut rangrang setelan pabrik kuli pasar dari hukum gilir massal bidadari gatel Pantai Kuta fajar ini!" jerit Madun panik sambil silangkan kedua tangan kekar di atas dada di tengah guncangan dinding kaca.Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, putar otak demi tahan kepungan hawa birahi laut selatan. Tubuh sawo matang tinggi kekar berot kotak-kotak penuh urat gemetar dibalut kemeja pantai basah kuyup, memancar pesona juragan pasar sejati yang berjuang menolak maksiat. "Nggak bisa dibiarin! Misi pura-pura jadi ustadz palsu pelarian harus dipertahankan sampai tetes darah terakhir! Jangan ada yang sentuh pinggang berot saya
"Waduh, mumpung gerombolan wanita gatel se-alam gaib dan dunia nyata lagi baku hantam memperebutkan pusaka semut rangrang raksasa, ini kesempatan jantan terbaik buat saya kabur ke Pulau Bali seorang diri demi cari kedamaian hidup normal tanpa terkunci di lubang rahim siapa pun, cyiiinnn!" jerit Madun berbisik panik sambil menyelinap keluar dari kepulan asap ledakan kapsul magma, lari sekencang angin topan meninggalkan area pertempuran demi selamatkan martabat kuli panggul setelan pabrik fajar itu.Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, mengendap di balik pasir putih Pantai Kuta setelah naik kapal feri kelas ekonomi tanpa ketahuan wanita mana pun. Tubuh sawo matang tinggi kekar berot kotak-kotak penuh urat dibungkus kemeja pantai longgar motif kamboja, coba baur dengan turis domestik demi sembuhkan trauma kejaran janda. "Nggak bisa dibiarin! Di Bali ini saya sebatang kara, bebas merdeka tanpa kawan, tanpa musuh, dan yang penting tanpa bayangan perempuan ruko pasar kelontong y
"Waduh, demi bumi berguncang... nasib orang ganteng setelan pabrik kenapa malah apes kuadrat dikepung ratusan perawan pedalaman, cyiiinnn! Sumpah ya, saya nekat menjebol sangkar bambu nuklir gaib dari inti bumi bukan mau mendarat di ruko kampung suku terasing isinya wanita muda montok telanjang dada begini, tapi mau tobat jadi kuli panggul pasar kelontong!" jerit Madun panik sambil menutupi pusaka semut rangrang pakai daun jati raksasa di tengah kepungan tombak bambu runcing pagi itu.Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, menggeram pasrah saat tubuh sawo matang tinggi kekar berot kotak-kotak penuh urat diikat kencang di tiang pancang kayu jati oleh kepala suku wanita seksi. Sambil menahan hawa dingin hutan, Madun sentakkan badannya demi jaga kesucian iman dari ritual giliran pejantan tangguh desa adat. "Aduh, Gusti! Siasat hukum adat macam apa ini, masa pusaka lelaki sejati saya mau dijadikan mesin gempur lubang rahim massal keliling kampung! Susiadi! Bambang! Joko! Bawa su







