Home / Urban / Pusaka Warisan Semut Rangrang / Bab 84: Madun Bertobat

Share

Bab 84: Madun Bertobat

Author: Ibrahiman
last update publish date: 2026-05-23 15:02:15

“Aduh, Mas Madun... kok muka kamu tiba-tiba pucat kayak mayat pasar gitu? Sini merapat lagi, paha mulus Maya masih gatel minta disengat pusaka semut rangrang kamu itu,” rajuk Maya sambil menggeliat di atas karung beras.

Tank top pink ketatnya robek di dada, memperlihatkan gundukan buah dadanya yang putih padat naik turun. Pahanya putih mulus terbuka lebar, berkilau karena sisa pelumas dan keringat.

Sari si pelayan toko ikut merangkak mendekat. Dada montoknya bergoyang di depan Madun. Kaos v
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 443: Madun Memuntahkan Kalimat Gombal

    ​Pukul 07.30 pagi, Jumat, 7 November 2026. Suasana dapur Istana RM Jagoan Rasa mendadak riuh rendah layaknya panggung audisi pelawak tunggal. Madun berdiri di depan cermin kecil sambil merapikan rambutnya yang kelimis berkat pomade murah, mempraktikkan berbagai macam ekspresi wajah penuh percaya diri.​"Hari ini jurus gombalan maut jalanan andalan abang dijamin bakal bikin si imut Keysha klepek-klepek sampai pingsan!" ucap Madun penuh keyakinan tinggi sambil mengepalkan tangan ke udara.​Dari balik meja kasir, Vanesha mengamati kelakuan konyol suaminya sambil menyeruput teh hangat dengan senyuman penuh antisipasi yang amat menyenangkan.​"Silakan muntahkan gombalan garingmu sepuasnya, Om, paling nanti kamu dibalas pelototan tajam setajam sembilan naga," ledek Vanesha santai.​Madun hanya nyengir kuda mendengar ledekan permaisurinya, merasa bahwa cinta sucinya kali ini akan menembus tembok es pertahanan sang gadis pujaan.​Pukul 11.45 siang menjelang jam makan siang berdentang. Suasana

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 442: Vanesha Mengamati dari Jauh

    ​Pukul 08.00 pagi, Kamis, 6 November 2026. Suasana di dalam area Istana RM Jagoan Rasa berjalan sangat tertib dan teratur. Vanesha duduk dengan anggun di singgasana kasirnya, mengawasi seluruh aktivitas operasional kedai dengan tatapan penuh wibawa tanpa celah.​"Pagi ini operasional kedai harus berjalan presisi tinggi tanpa ada gangguan sekecil apa pun," perintah Vanesha tegas kepada staf manajerial.​Di dapur utama, Madun bekerja dengan semangat membara dan penuh energi, menyiapkan tusukan sate khusus yang dirancang untuk memikat hati sang gadis pujaan.​"Hari ini taktik baru harus sukses meluluhkan hati si imut Keysha yang jutek itu!" gumam Madun penuh percaya diri di depan panggangan.​Mata tajam Vanesha dari meja kasir tidak pernah lepas dari setiap tingkah konyol suaminya yang sedang kasmaran berat setengah mati.​"Dasar preman tua, ada-ada saja kelakuannya kalau sudah naksir anak gadis orang sampai lupa umur," batin Vanesha menyeringai tipis penuh misteri.​Vanesha merenungkan

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 441: Keysha Menolak Pemberian Madun

    ​Pukul 06.30 pagi, Rabu, 5 November 2026. Suasana dapur Istana RM Jagoan Rasa mendadak sibuk bukan main. Madun sudah berdandan rapi mengenakan apron bersih tanpa noda arang, siap menyambut hari pertempuran cinta babak baru melawan sang gadis pujaannya yang terkenal paling jutek se-Jakarta Pusat.​"Hari ini taktik suap sate gratis dijamin bikin si cantik Keysha luluh bertekuk lutut! Gak ada kata gagal buat jagoan Menteng!" kata Madun optimis sambil melempar-lemparkan tusuk sate ke udara ala atraksi sirkus keliling.​Dari balik meja kasir, Vanesha menyeruput kopi hitam panasnya dengan anggun sambil menatap kelakuan konyol sang suami dengan senyuman miring penuh ejekan.​"Silakan coba terus sampai botak, Om! Paling nanti satenya dibuang ke tempat sampah sama tuh anak gadis," ledek Vanesha tajam menusuk ulu hati.​Madun hanya mendengus kecil menanggapi ledekan permaisurinya. Ia tahu betul risiko perjuangan cinta butuh pengorbanan mental yang luar biasa kuat. Pukul 12.00 siang lewat sediki

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 440: Madun Mulai Melancarkan Rayuan

    ​Pukul 07.00 pagi, Selasa, 4 November 2026. Suasana dapur Istana RM Jagoan Rasa mendadak berubah riuh rendah bagaikan panggung srimulat. Madun melompat-lompat kecil sambil memegang spatula bak seorang koki bintang lima yang baru saja memenangi ajang memasak internasional. Semangatnya membara membela panji-panji cinta suci kepada sang gadis pujaan hati.​"Hari ini taktik gombalan maut tingkat tinggi bakal bikin si imut Keysha bertekuk lutut dan jatuh ke pelukan abang!" tekad Madun dengan suara menggelegar sampai piring-piring di rak bergetar hebat.​Tanpa membuang waktu, Madun langsung meracik sate jando dengan bumbu super spesial edisi khusus yang dikhususkan untuk meluluhkan hati sang gadis pujaan. Ia mencampurkan cabai rawit ekstra pedas dan rempah rahasia warisan leluhur preman Menteng.​"Bumbu rahasia ini dijamin bikin lidahnya lumer, tapi hatinya harus lumer juga kayak agar-agar disiram air panas!" gumam Madun heboh sambil menuangkan kecap manis selebar lautan.​Dari balik meja k

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 439: Kemunculan Gadis Anggun di Kedai

    ​Pukul 10.00 pagi, Senin, 3 November 2026. Suasana di dalam area Istana RM Jagoan Rasa di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, mulai dipadati oleh gelombang pengunjung yang ingin menikmati makan siang lebih awal. Kesibukan staf berjalan sangat dinamis dan teratur di bawah kendali penuh sang permaisuri.​"Pastikan semua pesanan pelanggan dilayani dengan cepat, teliti, dan rapi tanpa ada kesalahan sedikit pun," instruksi Vanesha tegas kepada kepala staf.​Di dapur utama, Madun sibuk memutar tusuk sate di atas bara api arang yang menyala stabil, menjaga kualitas aroma khas buatannya agar tetap konsisten.​"Aroma sate jando hari ini benar-benar harum sempurna dan menggugah selera," gumam Madun fokus sambil mengibaskan kipas bambu.​Di tengah kesibukan operasional tersebut, sesosok gadis anggun tiba-tiba melangkah masuk melalui pintu utama kedai. Keysha berjalan dengan sangat elegan, memancarkan pesona kecantikan alami dan anggun yang langsung menarik perhatian semua mata pengunjung.​"Sia

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 438: Penutup Grand Arc: Penguasa Abadi Menteng

    ​Pukul 07.00 pagi, Minggu, 2 November 2026. Matahari bersinar terang di atas kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, menandai babak akhir grand arc epik bagi pasutri penguasa yang imperium kulinernya telah menjadi legenda abadi di seluruh penjuru ibu kota. Suasana di dalam area Istana RM Jagoan Rasa terasa begitu megah dan penuh kemenangan.​"Hari Minggu yang sempurna untuk merayakan puncak kejayaan dan kemenangan imperium kita tercinta," sapa Madun riang sambil merapikan apron dapurnya.​Vanesha berdiri dengan anggun di balkon utama lantai dua, memandangi kawasan kedai dan jalanan Menteng dengan senyuman kemenangan penuh wibawa sebagai permaisuri agung.​"Semua fondasi kejayaan ini telah berdiri kokoh di tempat yang semestinya tanpa ada celah sedikit pun," ucap Vanesha tegas.​Madun dengan cekatan menyiapkan sarapan penutup grand arc yang istimewa bagi sang permaisuri tercinta di dapur utama istana yang bersih dan tertib.​"Segala hidangan terbaik dan kopi pilihan siap disajikan untuk R

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 3: Malam Terdahsyat

    ​"Madun! Cepat masuk! Jangan celingak-celinguk begitu, nanti dikira maling!" bisik Siska dari balik pintu klinik yang terbuka sedikit. Suaranya serak, matanya yang dilapisi riasan tipis tampak berkilat-kilat di bawah lampu remang koridor. Siska malam itu mengenakan seragam bidan yang sengaja dilep

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 2: Lastri sang Penggoda

    ​"Gimana, Dun? Lancar urusan di klinik Bidan Siska?" tanya Pak Bos sambil nyedot rokok klobotnya di teras rumah. ​Madun yang baru datang langsung duduk di lantai, mukanya masih agak pucat tapi ada sisa-sisa senyum aneh. "Lancar, Pak Bos. Cuma ya itu, Bu Bidan sempat kaget luar biasa pas liat senj

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 1 : Pusaka di Balik Celana Kuli

    ​"Madun! Ngaca, Dun! Muka pas-pasan, kerja cuma kuli panggul pasar, kok ya masih berani ngarep dapet cewek cantik nan bening? Mimpi ketinggian kamu!" Tawa keras pelayan toko kelontong itu pecah seketika, menggelegar menghina Madun tepat di depan kerumunan orang yang sedang lalu lalang. Beberapa o

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 5 : Rivalitas Dua Bidan Cantik

    Sore menjelang malam Jum'at, Madun mau tak mau kembali ke rumah Siska sesuai jadwal periksa yang ditetapkan Siska.Sebenarnya Madun merasa aneh karena diminta ke rumah bukan ke klinik. Tapi, karena tidak tahan ingin berduaan dengan Bidan Siska yang cantik, Madun menurut saja. "Madun, sebelum kita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status