Share

Bab 39

last update publish date: 2026-06-11 06:37:53

Wajah Erlita berubah pucat karena rasa sakit yang datang tiba-tiba. “Sial! Kenapa jadi begini?”

Liora menoleh dengan ekspresi polos. “Eh?”

Dia menunduk. “Lita, sori ya. Gue kira kayu, ternyata kaki lo yang di tengah jalan, halangin gue.”

Beberapa murid langsung menutup mulut. Bahu mereka bergetar menahan tawa. Mereka melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Kavita bahkan sampai memalingkan wajah ke jendela karena takut tertawa terlalu keras.

Sementara itu, Okka menundukkan kepala sambi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    bab 65

    Genzio berdecak sinis. Seperti Diego, bagi Genzio ini memang aneh. Sangat aneh!Biasanya data siswa di sekolah elite memang dilindungi. Tapi perlindungan semacam ini untuk seorang murid kasta tiga, apakah tidak terlalu mencurigakan?Ini berlebihan, bukan?Genzio terdiam beberapa detik.Pikirannya langsung bergerak cepat. “Lo… bener. Waktu dia masih jadi anak kesayangan keluarga Santoso, nggak kayak gini. Gue udah lama selidiki dia. Dan, datanya nggak pernah dikunci.”“Tapi sekarang? Pas dia jadi anak dari keluarga Anggara, kenapa datanya malah dikunci?”Liora Anggara?Nama itulah yang disebut-sebut di sekolah. Sebetulnya, tidak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadinya. Sampai akhirnya, video asal-usul Liora beredar luas di grup-grup sekolah. Di sekolah, Liora dikenal hanya sebagai murid kasta tiga yang cerdas dan aktif di club robotics. Wajah cantiknya membuat Liora disebut-sebut sebagai primadona sekolah. Status sosialnya? Biasa saja.Latar belakangnya? Biasa saja.Setidaknya

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 64

    Ucapan Dokter Rowan membuat suasana koridor kembali hening. Tidak ada satu pun yang membantah perkataannya.Aluna yang lembut menahan perasaan bersalahnya. Sementara Sagara mengusap wajahnya pelan. Dia berusaha meredam gejolak emosi dan kekecewaan di dalam dada. Setelah beberapa detik berpikir, dia akhirnya membuka suara. “Mulai hari ini, semua aktivitas Lio yang nggak penting di-stop.”Semua orang menoleh ke arah Sagara. Wajahnya suram dan sorot matanya tajam.Tatapan Sagara dingin, tetapi nadanya mutlak tidak ingin terbantahkan. “Nggak ada sekolah. Nggak ada baca jurnal dan Nggak ada kerja part time. Semua perangkat elektronik yang berhubungan sama jurnal disita sementara.”Mata Nuna melebar. “Tuan… termasuk tablet dan laptop Nona?”“Semuanya,” jawab Sagara, singkat. Nada suara Sagara tegas tanpa adanya ruang negosiasi atau celah kelemahannya. Aluna terdiam. Dia paham keputusan suaminya terdengar keras. Namun untuk kali ini, dia setuju.Dokter Rowan justru mengangguk setuju. “Tu

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 63

    Dokter Rowan keluar bersama dua dokter spesialis. Wajahnya jauh lebih serius dari sebelumnya.Sagara langsung melangkah maju. “Gimana kondisi Lio?”Koridor mendadak sunyi. Semua orang menunggu jawaban Dokter Rowan.Dokter Rowan menatap Sagara dan Aluna bergantian.“Hasil lengkapnya belum keluar. Tapi dari pemeriksaan neurologis, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai.”Mendengar keterangan Dokter Rowan, reaksi anggota keluarga Kivandra beragam. Jantung Aluna serasa berhenti. Tatapan Sagara berubah tajam. Sementara Edward menekan perasaan ingin memukul dinding untuk melampiaskan emosinya.Tatapan Sagara berubah tajam. “Maksudmu?” Dokter Rowan menarik napas pendek.“Dari hasil pemeriksaan awal, saya curiga ini bukan sekadar efek kelelahan biasa atau stres pasca trauma.”Kalimat itu membuat udara di sekitar mereka terasa membeku.Sagara menatap Dokter Rowan dengan sorot mata tegas.“Rowan,” suaranya rendah dan berat, “jelasin semuanya.”Reaksinya itu adalah pertanda Sagara sedang be

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 62

    Mobil keluarga Kivandra memasuki area VIP Medica Global Hospital. Begitu mobil berhenti, pintu otomatis langsung terbuka dan tim medis sudah menunggu di depan. Dokter Rowan turun lebih dulu. Sorot matanya tajam.“Bawa Nona ke ruang pemeriksaan utama. Jalur steril. Jangan ada orang luar yang masuk tanpa izin saya.”“Baik, Dokter.”Mereka bergerak cepat tanpa membuang waktu sedikit pun. Deyan dan Nuna mengawal Liora turun dari mobil dengan tatapan penuh waspada. Nuna berjalan di sisi kanan sambil memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Liora.Wajah Liora terlihat pucat, tetapi ekspresinya tetap tenang. Justru itu yang membuat Nuna semakin tidak nyaman. Liora terlalu terbiasa menyembunyikan rasa sakit.Begitu masuk ke ruang pemeriksaan utama, suasana langsung berubah serius. Beberapa dokter spesialis sudah menunggu di dalam. Dokter saraf, radiologi, patologi klinik, semuanya hadir. Di tengah ruangan, Dokter Rowan berdiri dengan aura yang langsung mengambil alih seluruh situas

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 61

    “Nona, kamu mimisan lumayan banyak.”Nuna segera meraih ponsel dan menghubungi seseorang.Panggilan tersambung cepat.“Dokter Rowan? Tolong datang ke kamar Nona Liora sekarang.”Suara Nuna terdengar tegang. “Nona Liora tiba-tiba mimisan. Aku khawatir ini ada hubungannya sama luka penyerangan kemarin.”Liora terdiam. Dia juga memiliki pemikiran seperti itu. Pikiran Liora berkecamuk. ‘Bu Nuna telepon Dokter Rowan? Kalo Bu Nuna sampai manggil dia, berarti Bu Nuna bener-bener menganggap situasi gue serius.’Setelah panggilan berakhir, Bu Nuna menoleh ke sekitar. Tatapannya jatuh pada seorang penjaga yang berdiri tidak jauh dari area kolam renang.“Kamu!”Penjaga itu langsung mendekat. “Ya, Bu Nuna? Ada perintah apa?”“Bawa Nona Liora ke kamarnya sekarang.”Penjaga itu mengangguk cepat. “Baik.”Bu Nuna kembali menatap Liora. “Nona, kita masuk dulu. Jangan di sini.”Liora sebenarnya ingin bilang dia baik-baik saja. Tapi saat hendak berdiri, pandangannya mendadak berkunang-kunang selama sa

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 60

    “Fabulous! You did it, girl!”Di layar ponsel, Liora berteriak bahagia. Lalu, terdengar suara tepuk tangannya. Dia adalah orang pertama yang bereaksi. Ms. Donna ikut bertepuk tangan dengan air mata penuh haru. Kemudian, disusul oleh suara tepuk tangan kepala sekolah. “Kavita, kamu berhasil,” kata Ms. Donna. “Aku tau, kamu pasti berhasil. Kamu melakukannya dengan baik.”Ms. Donna memeluk muridnya. Dia mengusap punggung Kavita dengan kasih. Sebagai kepala sekolah, Mr. Arnold terkagum-kagum dengan performa piano Kavita. Dia belum berhenti tepuk tangan. “Luar biasa! Kavita, kamu membuat Bapak terkejut,” puji Mr. Arnold sambil berdiri.Lalu, Mr. Arnold menoleh pada Pak Mochtar. “Selamat Pak Mochtar. Putri Anda sangat luar biasa,” kata kepala sekolah. Kepala sekolah menghampiri Kavita. “Sebelumnya, hanya ada satu murid yang pandai memainkan La Campanella tanpa cacat. Dia adalah Liora, siswi berprestasi di bidang matematika dan seni musik.”Tatapan Kepala sekolah mengarah pada layar p

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 3

    Liora dan Ella keluar dari rumah besar keluarga Santoso saat hari sudah berubah gelap. Sesuai perkataan Rian, Liora tidak membawa barang berharga apapun. Dia hanya membawa tas sekolah, laptop dan buku-buku pelajaran. Begitu mereka sampai di persimpangan jalan, tiga mobil mewah berwarna hitam berba

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 54

    Di kamar Liora. Ketika hari hampir siang, Liora menunjukkan tanda-tanda bangun. “Ahhhh, kepalaku…”Bulu mata Liora bergetar dua kali sebelum matanya terbuka. Dia menatap langit-langit kamarnya. Liora memegangi kepalanya. Terdapat kasa kecil yang direkatkan dengan medical tape menutupi luka di da

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 2

    “Cukup!” bentak Rian. Rian membakar rokok mahal. Dia memandangi Liora lekat-lekat. Rian berkata, “Keluarga Santoso sudah membesarkanmu selama belasan tahun. Karena melihat hubungan ini, saya…”Rian sengaja menggantung kata-katanya demi menekan psikologis Liora. Rian dan istrinya sudah membesarka

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 1

    “Mama, Papa!”Sore hari di teras rumah besar bergaya Victoria.Tuan dan nyonya Santoso menunggu putri kesayangan mereka pulang liburan musim panas. Begitu mendengar suaranya, mereka menoleh sambil tersenyum sumringah. “Lita, kamu udah pulang, nak? Gimana liburannya? Seru, nggak?”Nyonya Gita berdi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status