Share

Bab 498

Author: Si Kecil Tangguh​
Surat itu sangat singkat, tanpa kalimat yang bertele-tele. Dalam pandangan Gita dan Ningsih, itu hanyalah surat biasa.

Mereka pun menyerahkannya kepada Rangga. Rangga menerima dan melihatnya sekilas. Matanya yang suram tidak menunjukkan sedikit pun emosi, hanya berkata dengan tenang, "Antarkan."

"Baik." Gita dan Ningsih segera pergi.

Di sisi lain, tatapan Rangga berubah muram. Dia tahu Andini tidak ingin tinggal di sini. Namun, apa hanya dengan satu surat ini, Andini berpikir bisa meminta seseorang untuk menyelamatkannya? Kenapa dia masih belum mengerti?

Rangga yakin, kini tidak ada seorang pun yang bisa membawa Andini pergi dari sisinya,

Ketika Laras menerima surat itu, dia langsung terpaku. "Ini memang tulisan tangan Nona!" Suaranya bergetar, matanya memerah karena terharu. Beberapa hari ini, air matanya sudah hampir kering karena cemas.

Rama yang membaca isi surat itu pun mengangguk pelan. "Aku nggak mengenali tulisan tangan Nona. Tapi, kalau Nona bilang dia baik-baik saja, berarti
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Dennis Yoseph
sifat manusia seperti rangga itu tidak terima ada orang lain yang tulus mencintai orang yang dulu mencintainya, harga dirinya seperti tercabik, sifat sombong terselubung. Nanti kalau berada di genggamannya lagi, suatu saat tatkala fitnah muncul lagi, ya dia balik kayak gitu lagi kelakuan, menyakiti.
goodnovel comment avatar
Merliana Sitompul
lanjut dong thor
goodnovel comment avatar
Prissa Rara Sugiarto
aku jd sebel sama andini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1353

    Di dalam ruang kerja, Ikhsanun berdiri di dekat jendela. Dia memegang kuas, menorehkan tinta dengan gerakan stabil dan sikap santai. Aroma tinta samar memenuhi ruangan.Ketika mendengar suara langkah kaki, dia tidak menoleh, hanya berkata dengan nada datar, "Andin ya? Duduklah."Suaranya tenang tanpa gelombang, sama sekali tak menunjukkan emosi apa pun.Sorot mata Andini mendingin. Dia tidak berminat berbasa-basi, langsung ke pokok persoalan. "Apa Kakak tahu ke mana Rinun pergi?"Ikhsanun tetap tak menoleh, hanya bertanya dengan nada datar, "Apa yang dikatakan Kepala Keluarga kepadamu?""Kepala Keluarga bilang Rinun pergi ke kuil untuk menunaikan nazar," ujar Andini dengan dingin. "Tapi aku nggak percaya.""Aku tahu." Baru saat itu Ikhsanun meletakkan kuas dan perlahan berbalik.Di wajahnya terpancar wibawa khas Keluarga Gutawa. Senyuman terlukis di sudut bibirnya, tetapi tatapan yang mengarah pada Andini sedingin es, tanpa sedikit pun kehangatan. Tatapan itu membuat dada Andini sesak.

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1352

    Soekarno sama sekali tidak ragu. Dia mengiakan, lalu sosoknya berkelebat dan kembali menyatu ke dalam kegelapan, seolah-olah tak pernah muncul sebelumnya.Entah berapa lama berlalu, Soekarno akhirnya muncul kembali."Kepala Lembah, Rinun nggak pernah meninggalkan kediaman, apalagi pergi ke Kuil Puji." Dia berhenti sejenak, seakan-akan menimbang bagaimana menyampaikan kenyataan yang kejam itu. "Dia ditahan di ... Paviliun Tafakur."Paviliun Tafakur? Andini mengerutkan kening. "Tempat apa itu?""Sepertinya itu tempat Keluarga Gutawa untuk menahan anggota perempuan yang melakukan kesalahan besar. Letaknya di sudut paling terpencil di area belakang kediaman, mirip dengan istana pengasingan."Hati Andini terasa semakin dingin. "Pasti karena Rinun membocorkan rahasia kawasan terlarang, makanya dia ditahan."Terhadap perkataan Andini, Soekarno juga sangat setuju. Hanya saja, alisnya sedikit berkerut. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi terpaksa menahan diri.Melihat sikapnya, Andini

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1351

    Andini menurunkan pandangan. Bulu mata panjangnya menutupi gelombang hawa dingin yang bergejolak di dasar matanya.Braja melihat jelas keheningan Andini. Dia tahu hubungan antara Surya dan Andini, maka demi menenangkannya, dia berkata, "Nggak perlu cemas. Nanti akan kusuruh paman ketujuhmu mencarinya."Paman ketujuh itu adalah Kenon, orang Keluarga Gutawa yang bertanggung jawab atas penggalian informasi.Andini tahu Braja sengaja menyebut Kenon hanya agar dia bisa merasa tenang dan tetap tinggal di Kediaman Gutawa. Jadi, dia mengikuti kemauan Braja, mengangguk, lalu tersenyum. "Terima kasih, Kepala Keluarga."Braja memasang ekspresi seolah-olah tak menganggapnya masalah besar. "Hanya urusan sepele. Oh ya, selama beberapa hari ini kamu tinggal di Kediaman Pangeran Kedua, apa terjadi sesuatu? Terus, bagaimana kondisi tubuh Pangeran Kedua?"Andini tak bisa memastikan apakah orang-orang Kenon sudah menyusup jauh ke Kediaman Pangeran Kedua atau belum. Karena itu, dia tidak berbohong pada Br

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1350

    Ucapan Bahlil membuat Andini terkejut. Bahkan Ganendra pun tak kuasa menampakkan sedikit raut keterkejutan.Hanya Bahlil yang tetap tersenyum tipis. "Larut malam begini sangat sunyi. Aku mendengar semua pembicaraan kalian berdua tadi."Bahlil bermaksud memberi tahu bahwa dia tidak sengaja menguping. Soal itu, Andini tentu saja tak meragukannya. Namun di hati Ganendra, justru timbul sedikit kewaspadaan.Suara percakapannya dengan Andini barusan jelas tidak keras. Sekalipun suasana sunyi di tengah malam, mustahil bisa terdengar sejauh itu. Apalagi, dia sama sekali tidak menyadari ada orang di sekitar mereka.Artinya, tingkat tenaga dalam Bahlil jauh di atasnya! Jika orang seperti itu memilih untuk tinggal ....Saat Ganendra masih memikirkan hal itu, Bahlil tiba-tiba tersenyum ke arahnya. "Kenapa ekspresi Pangeran begitu? Jangan-jangan nggak menyambut kehadiranku?"Baru setelah diingatkan seperti itu, Andini menyadari kejanggalan di wajah Ganendra. Hatinya langsung tergerak. Ganendra ...

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1349

    Pandangan Andini sama sekali tidak teralih.Entah sudah berapa lama berlalu, sudut bibir Ganendra akhirnya perlahan terangkat, menampakkan sedikit ketertarikan."Heh ...." Tawa rendah keluar dari mulutnya, terdengar sangat jelas dalam keheningan menjelang fajar."Andini." Untuk pertama kalinya, Ganendra memanggil namanya secara langsung. Suaranya rendah dan dalam, terasa seperti ujung lidah ular yang menjilat kulit. "Kamu memang selalu ... bisa memberi orang kejutan."Ganendra membawa lampu kaca itu dan maju satu langkah. Cahaya dari lampu kaca hampir menyentuh pipi Andini."Boleh." Suara rendah Ganendra terdengar lagi.Hati Andini akhirnya sedikit mengendur. Namun, sebelum sempat merasa senang, kalimat berikutnya dari Ganendra seperti pisau es beracun, menghujam tepat ke dalam secercah harapan yang baru saja muncul di hatinya."Tapi ...." Ganendra sengaja menarik panjang nada bicaranya, menikmati cahaya harapan di mata Andini yang seketika membeku.Ujung jarinya perlahan mengusap tula

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1348

    Keadaan sudah sampai sejauh ini. Bersembunyi pun tidak ada gunanya.Andini berdiri tegak, menatap Ganendra. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang menyindir."Sekarang sudah larut malam. Pangeran bukannya tidur di kamar, malah sengaja datang ke sini untuk mengadangku. Apa maksudnya?"Sorot mata Ganendra sedikit meredup. Senyuman di wajahnya yang tampak agak lemah justru terlihat semakin mengerikan. "Bagaimanapun, aku baru saja mengalami percobaan pembunuhan. Sudah sewajarnya aku lebih berhati-hati.""Oh?" Andini mengangkat alis. "Jangan-jangan Pangeran mencurigai aku terlibat dalam urusan ini?""Kamu salah paham." Ganendra terkekeh pelan. "Aku hanya mengkhawatirkan keselamatanmu."Andini menatap balik pandangan menyelidiknya. Lengkungan di sudut bibirnya semakin dalam. Di bawah cahaya lampu yang bergoyang, senyuman itu tampak memikat, tetapi tatapannya setajam mata pisau."Pangeran nggak perlu khawatir. Aku hanya pergi memastikan beberapa hal yang berkaitan dengan kawas

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status