ホーム / Romansa / RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR / Bab 115 Rencana Jahat Dinara

共有

Bab 115 Rencana Jahat Dinara

last update 最終更新日: 2025-12-01 09:36:09

Ruang tengah siang ini terdengar suara pembawa berita gosip. Dinara duduk tanpa melihat siaran televisi, benda itu hanya diputar untuk meramaikan rumahnya yang sepi setelah ayah ibunya berangkat kerja.

Sementara itu dirinya sedang asyik duduk sambil merapikan kuku karena nanti sore pemotretan. Dia begitu tenang seolah dunia baik-baik saja setelah dia mendorong wanita tua tak berdaya dari kursi roda kemarin.

Tak berselang lama Julius datang dari arah pintu, tak perlu mengetuk atau meminta ijin b
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 167 Berdamai Dengan Apa Yang Terjadi ( Tamat )

    Gedung Jayanatra Group dipenuhi mobil yang terparkir di luar. Para pejabat, para selebritis dan pengusaha terkenal sedang menghadiri pesta pernikahan Danastri dan Widipa.Wartawan sudah siap berada di tempat masing-masing melihat para tamu yang berdatangan. Acara ini paling dinanti oleh pencari berita.Begitu memasuki aula yang besar, pemandangan dekorasi terlihat indah hasil rancangan dari EO terkenal dari dalam negeri. Di tengah ruangan tersebut tampak Vero duduk menunggu kedatangan pengantin.["Maaf, kami tidak bisa mengijinkan anda untuk mendampingi putri anda di ruang pengantin."]["Kami ada di sini jadi jangan berani mencoba untuk kabur."]Jika bukan karena kuasa Sailendra yang memohon kepada pihak kepolisian, Vero dan lainnya tidak akan bisa berada di sini sekarang. Pengawalan polisi berdiri di kejauhan, tidak mencolok dan tetap waspada.Di deretan kursi depan, Vero duduk seorang diri tanpa suami. Dia mengenakan kebaya sederhana berwarna cokelat dengan riasan wajah yang tipis.

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 166 Akhir Dari Semua Penderitaan

    Sejak berita penahanan yang menjadi viral tersebut, Danastri belum bisa mengunjungi Vero bukan karena malu melainkan kesiapan hatinya untuk bertemu.Setelah dua minggu akhirnya dia memberanikan diri untuk bicara sekaligus melepaskan beban yang terasa berat dipikulnya seorang diri."Masuklah sendiri. Kalian harus saling bicara. Aku akan menunggu di sini," kata Widipa saat mengantarkan Danastri menemui Vero.Danastri melangkah masuk dengan hati yang berdebar. Napasnya tertahan ketika matanya menangkap sosok Vero di seberang ruangan.Wanita itu tampak lebih tua dari terakhir kali mereka bertemu. Rambutnya diikat sederhana dan wajah yang pucat. Tatapan mata mereka saling bertemu, tetapi Danastri hanya melihat sinar kesedihan di mata Vero.Setelah penjaga memberitahu aturan dan mempersilakan Vero duduk, perlahan Vero mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk dan mencoba tersenyum."Terima kasih sudah mau datang menemuiku, Danastri," kata Vero membuka sapaan setelah beberapa detik ada j

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 165 Selamat Tinggal Masa Lalu

    "Untuk apa kau ingin menemuiku, tuan Andreas?" Danastri menatap pria di depannya tanpa ekspresi simpati."Tidak ada hanya ingin bertemu dan berbicara dengan putri yang pernah aku besarkan," jawab Bagas dengan tenang dan santai di balik jeruji yang memisahkan mereka."Sayang sekali kau tak pernah membesarkan aku. Kau selalu sibuk dengan segala macam urusan. Aku pikir dulu kau bekerja keras hanya untuk diakui oleh kakek, tapi nyatanya kau bekerja hanya demi ambisimu mengeruk keuntungan perusahaan."Malam kemarin Danastri diminta datang ke kantor polisi pasalnya Bagas ingin bertemu sebelum masa persidangan seminggu lagi. Sebenarnya dia enggan untuk bertemu, tetapi mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan pria itu hingga akhirnya dia menyetujuinya."Apa alasan kau melakukan itu pada ayah kandungku? Apa kau merasa iri hati dengan kekayaan yang dimiliki ayahku?" tanya Danastri terdengar pelan."Aku benci masa kecilku yang tak diasuh ibu miskin. Kau pikir hidupku di Belanda itu menyenangk

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 164 Keputusan Yang Tepat

    ["Berita viral hari ini! Semua keluarga Wirajaya ditetapkan sebagai tersangka atas percobaan pembunuhan terhadap pewaris utama dari Daru Wirajaya."]Saat pembawa berita membacakan liputan mereka pagi ini, hati Danastri mencelos. Dia tahu hal tersebut adalah jalan terbaik untuk semuanya.Di layar televisi dia melihat ibunya Vero, Dinara, Julius dan pelaku utama Bagas ditangkap karena perbuatan mereka satu setengah tahun lalu kepada dirinya.Sedangkan Genta lebih dulu diadili di luar negeri dan memilih berada di sana sampai masa hukumannya berakhir. Sementara dirinya merasa kesedihan berbeda dengan Arumi. Inilah hari yang dinanti setelah bertahun-tahun atas kematian sang putra."Kau baik-baik saja, Nak?" tanya Sailendra melihat kesedihan di wajah Danastri."Iya Yah. Aku baik-baik saja," jawabnya menyunggingkan senyum, tapi senyum itu tidak pernah benar-benar sampai ke matanya. Bibirnya terangkat tipis seolah ingin meyakinkan semua orang bahwa dia baik-baik saja."Ayah tahu kau pasti sed

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 163 Akhir Dari Segalanya

    "Mas, yakin baik-baik saja? Tidak perlu di operasi?"Pertanyaan beruntun dari Danastri membuat Sagara meminta Widipa membawa pulang perempuan tersebut karena dia tak bisa beristirahat dengan tenang.Wajar Danastri terus bertanya karena dia sempat kena sasaran tembak Bagas, tetapi Sagara melindunginya meski harus terkena di bagian perut dan hanya perlu mengeluarkan timah lalu dijahit. "Aku baik-baik saja, Nas. Sudahlah ya sekarang kau pulanglah bersama Widipa. Luka ini tidak berbahaya," pintanya memohon seperti anak kecil."Tapi kata dokter kau harus dijaga agar lukamu itu tidak tambah parah," ujar Danastri merasa bersalah."Kalau kau terus banyak bicara bukannya tambah sembuh aku akan stres karena kau ada di sini bukannya pulang lalu beristirahat," sahut Sagara menggelengkan kepalanya."Dipa, apa bisa kau mengajaknya atau menyeret tunanganmu ini pulang?" Widipa yang sedari tadi memerhatikan tak banyak bicara. Dia saja kena omelan Danastri karena ulahnya yang mengejar Bagas dan hampi

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 162 Serahkan Dirimu, Bagas!

    Dua mobil melaju kencang di jalanan yang sepi tepat tengah malam. Mobil mereka layaknya sedang beradu balap, tapi sayangnya mereka bukan di arena balap.Saat ini Widipa sedang mengejar mobil Bagas yang memacu dengan kecepatan tinggi sementara itu di depan mobil Bagas meraung keras, melesat di jalanan gelap yang nyaris tanpa penerangan. Aspal sepi itu menjadi saksi kejar-kejaran berbahaya. Widipa menekan pedal gas dalam-dalam, matanya tak lepas dari lampu belakang mobil di depannya. Jarak mereka semakin dekat, tetapi Bagas jelas tak berniat berhenti."Berhentilah sekarang! Kau tidak bisa lari kemanapun sekarang, Bagas!" Danastri berseru dengan tangan terikat di belakang mobil."Jika aku tak bisa kabur maka jalan satu-satunya adalah mati bersama. Bukankah itu lebih baik, Anak manis?" Bagas tertawa pendek sembari melihat ke arah belakang."Sekarang kita mau ke mana, Tuan?" tanya anak buah Bagas yang sedang menyetir."Ke tebing bukit Purnama."Anak buah itu mengangguk sambil memutar seti

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status