LOGINPasca operasi ginjal dari seseorang yang tidak dikenal, Rara mulai mengalami perasaan dan pengalaman yang aneh. Dia kerapkali melihat penampakan tak kasat mata serta merasakan perasaan spiritual yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan olehnya. Bersama teman-temannya yang bersedia membantunya. Rara memulai mengungkap beragam misteri aneh disekitarnya.
View MorePada saat jam istirahat, Rara yang sedang berbicara dengan Adi tiba-tiba dihampiri oleh Fajar yang nampak tergesa-gesa untuk menemui Rara dan Adi yang masih asyik ngobrol.Hari ini Fajar berniat memberikan suatu informasi yang sangat berharga. Dan sebagaimana dugaan Fajar, informasi tersebut ternyata membuat Rara dan Adi terkejut bukan main seputar peristiwa pembunuhan anak kecil yang bernama Didit yang sangat misterius. “Tadi pagi sebelum aku berangkat ke Sekolah, aku bertanya apakah ada peristiwa pembunuhan pada beberapa tahun silam dibelakang Sekolah kita dan Ayahku mengangguk karena teringat sewaktu masih duduk dibangku SMP dan menjawab bahwa memang pernah ada pembunuhan terhadap seorang bocah cilik oleh seorang Penjaga gedung yang berada dibelakang Sekolah,” ungkap Fajar menceritakan fakta unik seputar Didit yang kemudian menjadikan Rara dan Adi berpikir tentang banyak hal.“Jadi sosok Didit memang benar-benar pernah ada,” bisik Adi pelan sambil menatap ke arah wajah Rara yang t
Rara melirik ke ponselnya, hari ini pukul 20.50 menit, sebentar lagi tugas pekerjaan rumahnya akan selesai, hanya tinggal tiga pertanyaan lagi. Nanti setelah itu dia segera bersiap untuk tidur malam, matanya pun sudah mulai mengantuk.Dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar, Rara melihat adegan pembunuhan Didit lagi. Pembunuhan itu terlihat sangat nyata di depan matanya.Kursi menghantam tubuh kecil Didit yang kemudian terhuyung kesakitan, rasa sakit yang dirasakan oleh Didit turut dirasakan oleh Rara.“Aargh!” Didit berteriak histeris.Rara ikut merasakan kesakitan, ia meringis sembari menahan air matanya. Sakit dan pedih rasanya, anak sekecil itu diperlakukan sebrutal itu. “Serahkan kalung itu!” kata si pembunuh sebelum akhirnya membunuh Didit. Tubuh Rara semakin lemas bukan karena menyaksikan adegan pembunuhan itu saja karena melihat adegan pembunuhan Didit pernah ia lihat sebelumnya tapi yang membuat sebagian besar energi tubuhnya menjadi hilang dan loyo disebabkan oleh ketid
Didit memang misterius. Keberadaan anak kecil itu sangat membekas di ingatan Rara sehingga saat mata pelajaran berlangsung sekali pun pikiran Rara tertuju pada Didit. Begitu jam istirahat tiba Rara bergegas ke belakang sekolah untuk sekedar memastikan apakah di belakang pagar sekolah masih ada Didit yang mungkin saja masih ada di bangunan gedung kosong belakang sekolah seperti halnya kemarin sore.Rara harus memberanikan diri melewati beberapa anak-anak cowok yang bersembunyi di halaman belakang sekolah, beruntung mereka hanya sekedar menggoda Rara saja, Rara melirikan sudut matanya melihat teman-teman cowok dari kelas yang lain sedang asyik merokok. Rara tidak peduli dengan kegiatan mereka karena Rara ingin melihat Didit tapi ternyata Didit tidak ada.Lalu sepulang jam sekolah Rara masih menyempatkan diri melihat ke halaman belakang sekolahnya yang sekarang kosong tidak ada lagi anak-anak cowok yang sedang merokok, melalui balik pagar sekolah yang bolong, tatapan mata R
Hari ini Rara terbangun di dalam kamarnya, sudah siuman dari pingsannya dan kondisi tubuhnya jauh lebih bugar dari hari kemarin.Benak Rara teringat pada peristiwa semalam saat Rara jatuh pingsan, entah bagaimana caranya teman-temannya berhasil membawanya kembali ke rumah. Rara benar-benar tidak ingat sama sekali.Tak lama kemudian Ibu Rara datang membawa secangkir teh hangat untuk Rara setelah tadi Rara sudah menghabiskan semangkuk bubur ayam hangat.“Terima kasih Bu, aku sudah bisa mengambil minumanku sendiri kok,” kata Rara tidak mau merepotkan Ibunya lagi karena sewaktu operasi di Rumah Sakit tempo hari yang lalu Ibunya sangat sibuk mengurus dirinya sehingga Ibunya meminta izin dari kantor tempatnya bekerja untuk beberapa hari dan hari ini pun Ibunya melakukan hal yang sama untuk Rara.Ibu Rara adalah seorang single parents. Ayah Rara telah wafat tiga tahun yang lalu sewaktu Rara masih SMP. Kakak pertamanya sudah bekerja dan kakak ke
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews