Share

BAB 394

Author: Jw Hasya
last update publish date: 2026-08-29 16:45:14

"Sudah makan?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Angga ketika mobil yang mereka tumpangi perlahan melintasi deretan warung kaki lima di pinggir jalan. Malam belum terlalu larut, tetapi beberapa warung sudah tampak ramai oleh para pengunjung. Aroma nasi goreng, sate, dan berbagai masakan yang mengepul dari wajan panas bahkan sempat menyusup ke dalam kabin mobil melalui celah jendela yang sedikit terbuka.

Evelyn yang sejak tadi lebih banyak diam langsung menoleh sekilas ke arah Angga.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 450

    Di tengah kesibukan staf yang mulai membersihkan sisa-sisa dekorasi di area halaman belakang, Angga berdiri tak jauh dari panggung utama. Matanya dari tadi menyapu sekeliling, sampai akhirnya menemukan sosok yang dicarinya sedang berdiri di dekat kolam renang—Evelyn. Wanita itu tampak anggun dengan gaun nuansa pastel yang simpel, memandangi pantulan cahaya lampu taman di atas permukaan air. Evelyn, teman dekat Angga sesama staf kepercayaan di Wiratama Group yang selama ini selalu bahu-membahu mengurus berbagai operasional perusahaan, terlihat baru saja menyelesaikan tugasnya membantu kelancaran seluruh rangkaian acara tasyakuran hari ini. Angga merapikan jas mewahnya, menghela napas panjang untuk menetralkan rasa gugup yang jarang sekali hinggap di dadanya, lalu melangkah mendekat. "Evelyn," sapa Angga halus, berdiri di samping wanita itu. Evelyn menoleh, mengulas senyum tipis yang selalu sanggup membuat jantung Angga berdesir tak karuan. "Angga. Puji Tuhan acaranya berjalan lanca

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 449

    Waktu berlalu begitu cepat membelah bulan demi bulan di Jakarta. Kandungan Arumi kini sudah memasuki usia tujuh bulan, membesar dengan begitu indah hingga perutnya tampak membulat sempurna. Seiring bertambah besarnya perut Arumi, kadar keposesifan Garendra justru melonjak makin gila-gilaan. Pria itu resmi memberlakukan sistem work from home tiga hari dalam seminggu. Kalaupun terpaksa harus ke markas besar Wiratama Group, jam tiga sore ia dipastikan sudah berdiri di pintu rumah. Segala urusan luar kota dibatalkan tanpa kompromi, dan setiap sudut kediaman utama kini dijaga super ketat bak istana kepresidenan. Pagi itu, suasana kediaman keluarga Wiratama sibuk bukan main. Halaman belakang bernuansa tropis yang amat luas disulap menjadi tempat prosesi adat Jawa untuk acara Mitoni—momen syukuran tujuh bulanan kehamilan Arumi. Dekorasi ronce bunga melati segar, mawar merah, dan ornamen ukiran kayu jati mewah membingkai panggung utama. Ratusan papan bunga dari deretan pebisnis konglomerat

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 448

    Irama roda mobil yang bergulir mulus di atas aspal tol Jakarta mendadak melambat saat kendaraan mewah itu berbelok memasuki kawasan perumahan eksklusif di Jakarta Selatan. Gerbang besi tempa yang menjulang tinggi terbuka secara otomatis, menyambut kedatangan mobil mereka menuju kediaman utama keluarga Wiratama. Saat pintu Alphard digeser terbuka oleh pengawal, pemandangan hangat langsung menyapa. Puluhan asisten rumah tangga dan staf kediaman sudah berjejer rapi di pelataran utama dengan senyum merekah lebar. Begitu Garendra melangkah keluar sambil menggendong Arabella yang terbangun dan masih mengucek matanya, disusul Arumi di sampingnya, bungkukan hormat yang tulus menggema ramah. "Selamat datang kembali, Tuan, Nyonya... dan Non Arabella," sapa Bi Yeyem, kepala pelayan yang sudah bekerja puluhan tahun di rumah itu, matanya berkaca-kaca menatap Arumi. "Selamat atas kehamilannya, Nyonya. Kami semua di sini menangis haru saat mendengar kabar mukjizat ini dari Tuan Angga minggu lalu."

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 447

    Sejak kabar kehamilan itu mengudara, sikap posesif Garendra makin menjadi-jadi dan benar-benar tidak masuk akal. CEO dingin yang biasanya hanya pusing memikirkan angka triliunan itu berubah drastis jadi suami yang protektifnya berada di tingkat siaga satu. Garendra langsung mendatangkan dokter pribadi dan perawat senior untuk standby 24 jam di rumah tepi kanal. Bukan cuma itu, sudut-sudut furniture kayu di rumah langsung dipasang pelindung empuk. Bahkan pelataran batu di dekat kanal ditutupi karpet tebal anti-selip hanya gara-gara dia takut Arumi terpeleset. "Ren, aku ini cuma hamil, bukan barang pecah belah yang tersenggol sedikit langsung retak," protes Arumi sambil tertawa kecil waktu Garendra melarangnya turun tangga sendirian. Garendra tidak membalas argumen itu dengan kata-kata. Tanpa bicarapun, pria itu langsung menggendong Arumi dalam dekapannya, membawanya turun tangga dengan sangat hati-hati, lalu mendudukkannya pelan-pelan di sofa empuk. "Buatku, kau memang barang palin

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 446

    Keheningan yang mencekam di dalam ruang pemeriksaan privat itu mendadak luluh oleh ketidakpercayaan yang membuncah. Titik terang di layar monitor terus berdenyut konstan—sebuah detak kehidupan yang ritmis, kuat, dan begitu nyata di tengah ruang hampa logis yang selama ini membelenggu pikiran mereka. Garendra membatu. Jemari tangannya yang besar dan kokoh, yang biasanya begitu tenang saat mengeksekusi keputusan bisnis triliunan rupiah, kini bergetar halus saat mencengkeram jemari Arumi. Manik matanya yang tajam menatap layar monitor tanpa berkedip, seolah takut jika ia mengalihkan pandangan walau sedetik, bayangan denyut itu akan lenyap bagai ilusi. "Dokter Nath..." suara Arumi keluar berupa bisikan parau yang bergetar hebat. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini mendesak keluar, meluncur deras membasahi pipinya yang pucat. "Apa... apa maksud Anda? Bagaimana mungkin? Bukankah keadaan perutku..." Arumi tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Dulu, usulan prosedur cangkok rahim sekal

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 445

    Malam harinya, kehangatan perapian di ruang keluarga masih menyala lembut, memantulkan bayangan jingga di dinding kayu. Arabella sudah tertidur lelap di kamar atas, terlelap bersama boneka kelinci kesayangannya setelah seharian penuh dengan keceriaan. Arumi menyandarkan punggungnya di sofa, mengusap lehernya yang terasa agak kaku. Namun, beberapa detik kemudian, raut wajahnya mendadak berubah keruh. Rasa mual yang teramat hebat secara mengejutkan bergejolak dari dasar perutnya, melesat naik hingga ke tenggorokan. Arumi membelalakkan mata, membekap mulutnya rapat-rapat, lalu beranjak secara mendadak dari sofa dan berlari cepat menuju kamar mandi terdekat. Garendra yang sedang menutup rapat pintu balkon seketika menoleh kaget. Mangkuk keramik kecil berisi potongan buah yang baru diambilnya dari dapur hampir saja terlepas dari genggamannya. Tanpa membuang waktu, langkah kaki tegapnya langsung menyusul ke dalam kamar mandi. "Arumi?" suara Garendra terdengar begitu cemas. "Kau kenapa?"

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 2

    Suara detak jam dinding di kediaman besar keluarga Wiratama terasa seperti ketukan palu yang menghakimi. Bagi Arumi, rumah megah itu bukanlah istana, melainkan sebuah museum sunyi di mana setiap langkah kaki harus diperhitungkan volumenya. Tiga hari telah berlalu sejak janji suci diucapkan, tapi

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 1

    "Saya tidak mempermasalahkan status kamu, biarlah itu jadi masa lalu. Tapi yang perlu kamu tahu, saya akan tetap menafkahimu meski tidak akan mengatur urusan pribadimu nantinya." Garendra mengatakannya tanpa nada merendahkan. Suaranya datar, sedingin ubin marmer di rumah megah itu. Kalimat itu te

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 5

    Malam semakin larut, dan atmosfer di dalam ballroom mewah itu berubah menjadi lebih liar. Dentum musik orkestra berganti dengan irama jazz yang lebih progresif, sementara botol-botol sampanye terus dibuka. Gelak tawa para pria pemegang saham yang mulai mabuk berbaur dengan aroma cerutu mahal.Di su

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 4

    Arumi tersentak. Kalimat Garendra barusan bukan sebuah sanjungan, melainkan serangan telak yang menghujam tepat ke ulu hatinya. Seolah ada penekanan yang kuat, jika di antara mereka ada jurang pemisah. “Benarkah? Bukankah kita berdua tahu alasannya kenapa kamu memilihnya?” Suara Bianca bergetar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status