LOGINMalam itu suasana ruang makan utama cukup ramai.Di salah satu meja besar, Joni sedang makan bersama orang-orang inti kelompoknya. Pak Bram, Putri, Sindy, Deri, Mila, Pak Anton, dan Pak Kusno duduk mengelilingi meja yang penuh dengan berbagai hidangan.Tidak jauh dari sana, tim elit yang baru dibentuk juga sedang makan bersama. Suasana mereka jauh berbeda dibanding beberapa hari lalu. Obrolan terdengar lebih cair, tawa mulai muncul sesekali, dan tidak ada lagi kecanggungan seperti saat pertama direkrut.Pak Bram sempat melirik ke arah mereka lalu tersenyum kecil."Jauh beda dibanding hari pertama."Putri mengangguk."Dulu masih saling jaga jarak.""Kalau sekarang?" tanya Deri sambil menyendok makanannya.Pak Bram tertawa kecil."Sekarang mulai kayak tim."Joni ikut melirik ke arah meja para awakener dan anggota elit itu.Beberapa sedang bercanda dan beberapa lainnya membahas latihan hari ini. Bahkan ada yang sudah saling mengejek dengan santai.Joni mengangguk puas."Nah, gitu lebih e
Mobil yang membawa Charles dan Nada perlahan mendekati kawasan pasar. Namun semakin dekat mereka ke tujuan, laju kendaraan justru semakin melambat hingga akhirnya hampir berhenti total.Di depan, jalan dipenuhi lapak dan orang-orang yang masih beraktivitas meski hari sudah malam. Beberapa gerobak bahkan memakan sebagian badan jalan.Charles mengerutkan kening."Ada apa?""Jalannya penuh, Jenderal."Charles menatap ke depan lalu berkata singkat,"Klakson."Pengemudi langsung membunyikan klakson beberapa kali.TIN! TIN!Beberapa orang menoleh lalu kembali ke urusan masing-masing namun tidak ada yang menyingkir dan Charles mulai tidak senang."Klakson lagi."TIN! TIN!Kali ini seorang pedagang yang sedang duduk santai di depan lapaknya berdiri lalu berteriak ke arah mereka."MAU LEWAT KE MANA LU WOI!!!"Charles membuka jendela."Kasih jalan."Pedagang itu justru terlihat heran."Lah, parkir sana."Charles mengerutkan kening."Kami mau masuk."Pedagang itu menunjuk ke belakang."Ya parkir
Menjelang sore, iring-iringan kendaraan militer akhirnya tiba di kawasan kompleks industri. Begitu memasuki area tersebut, Charles langsung menyadari satu masalah baru.Tempat itu jauh lebih ramai daripada yang ia perkirakan.Jalanan yang dulu sepi kini dipenuhi berbagai kendaraan. Truk, mobil pickup, hingga kendaraan rakitan terlihat terparkir di banyak tempat. Beberapa bangunan pabrik yang masih layak pakai bahkan sudah ditempati kelompok-kelompok survivor lain.Charles memperhatikan keadaan itu dari dalam mobil komando sambil mengerutkan kening."Apa seramai ini sebelumnya?"Nada yang duduk di sampingnya menggeleng."Enggak."Charles kembali melihat ke luar jendela.Di kejauhan terlihat beberapa pos jaga sederhana, lapak perdagangan kecil, bahkan orang-orang yang lalu lalang membawa barang.Tidak sulit menebak penyebabnya yaitu pasar milik Joni.Sejak pasar itu berkembang, kelompok-kelompok kecil mulai berkumpul di sekitarnya untuk mencari keamanan dan akses perdagangan. Akibatnya,
Charles menatap medan perang di luar tembok menatap Rey, menatap para awakener yang baru saja berubah, menatap Zombie King yang masih berdiri diam di belakang semuanya.Untuk sesaat, ia tidak bergerak. Tidak berbicara dan hanya memperhatikan lalu ia mengambil keputusan. Keputusan yang paling tidak ingin ia ambil.BOOM!Charles melompat dan tubuh gorilanya mendarat di atas menara penjagaan tertinggi di dekat tembok. Struktur baja itu bergetar keras di bawah berat tubuhnya.Semua orang langsung menoleh. Prajurit, warga sipil, PPetugas logistik bahkan Nada yang masih berada di atas tembok.Charles menarik napas lalu mengaum sekeras mungkin."SEMUA ORANG DENGERIN GUE!"Suaranya menggema ke seluruh markas sehingga menenggelamkan suara tembakan, menenggelamkan suara zombie dan menenggelamkan semuanya."LARI!"Semua orang membeku."TINGGALKAN MARKAS INI!"Beberapa prajurit membelalakkan mata."SEKARANG!"Charles menunjuk ke arah timur."EVAKUASI TOTAL!""BAWA SEMUA YANG BISA DIBAWA!""TINGG
BOOOM!Rey menghantam seorang Tanker tepat di bagian dada.Tubuh mutan raksasa itu terangkat dari tanah sebelum terlempar menghantam gerombolan zombie di belakangnya.Puluhan zombie langsung hancur tertimpa tubuh Tanker tersebut."Hahaha!" Rey tertawa keras. Tubuhnya yang telah bermutasi bergerak tanpa sedikit pun tanda kelelahan.Setiap pukulannya menghancurkan apa pun yang berada di jalurnya.Di sisi lain, salah satu awakener mutan menerjang ke tengah kerumunan, lengannya yang berubah menjadi bilah tulang berputar liar.Dalam hitungan detik, belasan zombie terpotong menjadi beberapa bagian, darah dan potongan tubuh berhamburan ke segala arah.Mutan lain yang tubuhnya membesar seperti Tanker justru menggunakan tubuhnya sebagai pendobrak.BRAK!Ia menerjang langsung ke barisan zombie dan puluhan makhluk itu terlempar seperti boneka. Gerombolan yang tadinya tampak tidak berujung mulai menunjukkan celah.Namun jumlah mereka tetap mengerikan. Ribuan zombie masih memenuhi medan di depan t
Dengan kemunculan Rey, situasi di dalam markas perlahan mulai berubah. Bukan menjadi aman tapi setidaknya tidak lagi berada di ambang kehancuran.Brak!Rey menghantam seorang Screamer hingga tubuhnya terpelanting menembus dinding gudang lalu ia berbalik dan menangkap Speedster yang mencoba menerjang dari samping.Krak!Leher mutan itu dipatahkan begitu saja.Di sekitar area itu, para prajurit mulai bisa bernapas sedikit lebih lega.Charles yang sebelumnya harus berlari dari satu titik ke titik lain kini akhirnya mampu memusatkan pasukannya kembali.Formasi mulai dibentuk, garis pertahanan darurat mulai berdiri dan jumlah zombie yang berhasil masuk mulai berkurang."Hahaha!"Rey masih tertawa sambil menghancurkan zombie berikutnya."Lihat?! Aku bilang aku benar!"Charles mendengus kesal kalau bukan karena situasi saat ini, ia sudah menyuruh orang menembak Rey dari tadi lalu Rey tiba-tiba menoleh ke arah salah satu kelompok awakener miliknya yang sedang membantu membersihkan zombie.Mat
Charles langsung menyadari satu hal. Kalau mereka panik jumlah korban akan berlipat ganda."Tim satu, blok jalur ke area sipil! Tim dua, bentuk garis tembak! Tim tiga, evakuasi semua warga dari sektor ini!"Perintah keluar satu demi satu tanpa jeda. Tidak ada teriakan panik dan tidak ada kebingunga
Hari-hari berikutnya di kelompok Charles berjalan dengan pola yang hampir sama.Dan bagi Nada, semuanya terasa semakin menjengkelkan.Setiap pagi ia datang ke laboratorium khusus. Setiap pagi pula ia menanyakan hal yang sama.“Progres?”Awalnya para staf terlihat optimis.Mereka berhasil mendapatka
Pagi hari di markas kelompok Charles.Di dalam laboratorium khusus, suasana jauh dari kata santai. Beberapa staf terlihat kelelahan, gelas kopi kosong berserakan di meja, dan layar-layar analisis masih menampilkan data yang sama seperti semalam.Nada berdiri di depan salah satu monitor dengan tanga
Malam mulai turun, tapi area dalam base justru kembali ramai.Pak Bram berjalan bersama Putri menuju area berkumpul para rekrutan. Mereka yang sejak pagi menunggu kini duduk berkelompok, wajah lelah tapi penuh harap.Begitu Pak Bram datang, suasana langsung sedikit tenang. Ia berdiri di depan merek







