Share

Chapter 192

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-08-27 21:43:18

Nathan terus mencium setiap inci tubuh polos Salsa. Keringat dingin mulai bercucuran hingga membuat badan mereka menjadi sembab. Desahan demi desahan semakin membuat Nathan ingin segera melakukan penyatuan.

Pria itu kembali menghisap bagian menyembul yang menjadi bagian paling favoritnya, membelai puncaknya dengan lidah dan sesekali menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Pria itu benar-benar berhasil membuat Salsa tak pernah bisa menolak sentuhan Nathan.

Salsa akhirnya matanya terbuka dan b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
elma
dah gak sabar nonton peperangan Nathan vs Darmawan,,paman dan ponakan,mana yg unggul
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 195

    “Dasar bodoh!” Umpet pak Darmawan dengan penuh emosi setelah mendapatkan telepon dari anak buahnya. Dia pun mematikan sambungan telepon secara sepihak. “Kenapa, Bos?” tanya Adit.“Anak buahku mobilnya ditabrak dari belakang sampai harus berurusan dengan polisi. Tadinya aku menyuruh mereka untuk membuntuti Nathan. Tapi mungkin Nathan menyadari itu sehingga meminta anak buahnya untuk menabrak mobil mereka dari belakang. Memang dasar bodoh, disuruh membuntuti malah sampai ketahuan,” ujarnya marah. “Kenapa mereka sangat ceroboh?” Tanya Adit.Pak Darmawan kembali menghisap cerutunya lalu membuang asapnya ke atas, “mereka orang baru,” sahutnya. Barulah Adit paham Karena orang itu belum punya pengalaman.Aditya pun akhirnya pamit untuk pulang karena kebetulan hari ini tidak ada pengiriman barang haram. Dia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bisa segera menemukan sang mantan.Aditya tidak mau membuang waktu. Begitu keluar dari tempat Pak Darmawan, ia langsung mencari keberadaan S

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 194

    Nathan tahu dia gak boleh kepancing dengan tuntutan sang Mommy. Dia gak mau rencananya membongkar kebusukan Pak Darmawan jadi gagal. Dirinya harus mengikuti drama ini sampai semua bukti berhasil dikumpulkan. “Mom, bahkan aku sudah menyiapkan pernikahan yang istimewa dua bulan lagi. Please, jangan biarkan aku jadi suami bodoh yang harus menyerahkan semua urusan pernikahan kami pada keluarga. Aku tahu kalian wajib membantuku, tapi hanya sekedar membantu bukan mengambil alih semuanya,” ujar Nathan dengan suara lembut agar tidak menimbulkan kecurigaan pada sang mommy. Dia lantas duduk diantara Mommy dan Daddy-nya dan kembali berkata, “aku akan mengadakan pesta pernikahan yang megah. Aku hanya mau kalian mendukungku. Bersabarlah, Mom, Dad, dua bulan itu bukan waktu yang panjang,” ujar Nathan lagi seakan yang dia ucapkan benar-benar semua.“Tolong jangan main-main dengan ucapanmu ya, sayang. Mommy jauh-jauh datang ke sini karena Clara. Mommy tahu rasanya jadi dia yang cintanya digantung ga

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 193

    Benturan keras itu berhasil membuat semua pengguna jalan yang berada di sekitarnya seketika berhenti dan menoleh ke sumber suara. Dari kaca spion, Nathan sempat melirik sebentar ke arah belakang. Ternyata anak buahnya bertindak sangat cepat dan cermat setelah dia menghubungi lewat pesan singkat. Mobil yang sejak tadi membuntutinya dari belakang kini ringsek parah di bagian belakang akibat dihantam kendaraan tim pengaman Nathan. Yakin anak buahnya bisa membereskan kekacauan di jalanan itu tanpa sisa, Nathan langsung menekan pedal gasnya dalam-dalam, meluncur membelah jalanan menuju kantor Abimanyu Group.Setibanya di gedung pencakar langit miliknya, Nathan tidak membuang waktu. Ia melangkah cepat menuju ruang rapat utama. Pagi ini ada agenda rapat penting yang harus dipimpin langsung oleh sang CEO. Di bawah kendalinya, omzet perusahaan meroket tajam, bahkan perkembangannya tumbuh jauh lebih dahsyat dari bayangan siapa pun—melampaui kejayaan masa lalu sebelum tragedi kebakaran gudang t

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 192

    Nathan terus mencium setiap inci tubuh polos Salsa. Keringat dingin mulai bercucuran hingga membuat badan mereka menjadi sembab. Desahan demi desahan semakin membuat Nathan ingin segera melakukan penyatuan. Pria itu kembali menghisap bagian menyembul yang menjadi bagian paling favoritnya, membelai puncaknya dengan lidah dan sesekali menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Pria itu benar-benar berhasil membuat Salsa tak pernah bisa menolak sentuhan Nathan. Salsa akhirnya matanya terbuka dan baru menyadari kalau dirinya sudah pindah ke kamar sang anak. Nathan langsung menyambar bibir wanita itu yang langsung dibalas juga oleh Salsa membuat ciuman mereka semakin panas dan ganas. “Hisap punyaku ya, sayang,” bisik Nathan. Tanpa memberi jawaban soal langsung menegakkan tubuhnya lalu mengambil posisi berlutut di depan tubuh Nathan. Bohong kalau Salsa tidak tergoda oleh Junior ayah dari anak-anaknya ini. Tidak ingin membuang-buang waktu wanita itu pun langsung menghisap milik Nathan dan

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 191

    Malam itu mereka benar-benar menikmati momen bahagia bersama. Nathan dan Salsa bahkan meminta dua pengasuh si kembar, Indah dan Anggun, untuk ikut duduk satu meja dan menikmati hidangan BBQ. Awalnya kedua pengasuh itu menolak karena merasa sungkan. Namun, Salsa terus meyakinkan bahwa tidak ada perbedaan status sosial di antara mereka. Meski akhirnya mau bergabung, Indah dan Anggun tetap merasa agak canggung duduk di dekat Nathan. "Enak enggak, Ndut?" tanya Kenzo sambil bersandar di kursi taman. Kedua kaki kecil Kenzo diangkat ke atas kursi, persis seperti gaya santai orang dewasa. Mulutnya masih sibuk mengunyah sosis, sementara matanya sudah mulai sayu karena mengantuk. Setelah seharian berenang bersama sang papa dan lanjut menunggu sampai malam demi makan BBQ, energi mereka jelas mulai habis. "Enak," jawab Kenzi pelan dengan suara gumam karena mulutnya penuh makanan. "Yang hitam itu apa, Kak Al?" tanya Kenzo lagi, menunjuk ke bagian sosis yang agak gosong di piring. "Oh, itu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 190

    "Papa sih, oke," jawab Nathan mantap. Pria itu benar-benar berniat menahan Salsa agar tidak lagi meminum pil KB. Mau sampai punya anak selusin pun, Nathan siap merawat dan membahagiakan mereka semua. Tabungan dan asetnya sudah lebih dari cukup untuk menopang hidup tujuh turunan, bahkan jika suatu saat ada musuh yang mencoba merobohkan bisnisnya lagi dia tidak akan pernah tumbang untuk yang kedua kalinya. Anak buahnya pun saat ini sedang menguliti keterlibatan Pak Darmawan dalam kehancuran perusahaannya lima tahun lalu—tragedi yang memaksa Salsa berjuang sendirian saat mengandung si kembar. Nathan bersumpah, siapa pun yang terlibat harus membayar mahal setiap tetes air mata Salsa. Namun, di tengah benaknya yang membayangkan masa depan, jawaban santai Nathan barusan justru memicu emosi Salsa. Wanita itu benar-benar tidak habis pikir dengan jawaban santai dari Nathan. "Kamu pikir hamil itu gampang?!" semprot Salsa dengan suara melengking. Wajahnya memerah, menanggapi serius ucapan N

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status