INICIAR SESIÓN“Pantau terus semuanya. Aku hanya ingin mendengar kabar baik darimu,” ucap Nathan pada Raka lewat pesan singkat.“Baik, Pak. Sebentar lagi pemberitaan di layar kaca maupun di media akan menggemparkan dunia. Tunggu saja dalam hitungan menit,” jawab Raka lagi. Nathan hanya menarik sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Clara. Dan Nathan tahu kabar apa yang sedang diterima oleh Clara sampai membuatnya syok bukan main.Sementara Clara langsung membungkuk dan menyambar ponselnya di lantai. Tanpa memikirkan penampilannya yang acak-acakan atau melirik Nathan, dia bahkan tidak berpamitan pada Nathan dan memilih untuk berbalik lalu setengah berlari menuju pintu keluar dengan napas tersengal-sengal.Kepanikannya tidak lagi bisa ditutupi. Dia bergegas keluar melewati beberapa staf yang menatapnya heran, lalu langsung masuk ke dalam mobil. Tidak butuh waktu lama sampai mesin menyala dan mobil itu melaju kencang meninggalkan halaman restoran.Sedangkan Nathan tetap berdiri di
“Harusnya kamu sudah tahu kalau dari dulu aku tidak pernah mencintaimu. Kamu ini cantik dan masih muda, harusnya kamu bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang tulus mencintai kamu, bukan sepertiku yang sedikit pun tidak punya perasaan apa pun terhadapmu. Mungkin ucapanku memang menyakitkan, tapi inilah kenyataannya, Clara. Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan. Kalaupun dipaksa dilanjutkan, aku yakin kita ujung-ujungnya akan berpisah dengan cara saling menyakiti satu sama lain,” ucap Nathan.Nathan mencoba menahan diri untuk bicara baik-baik dengan wanita di hadapanmu ini. Yang jelas semua masalah di antara mereka harus berakhir sekarang. Namun suara teriakan dari Clara berhasil membuat rahang Nathan mengeras. Wanita ini benar-benar keras kepala.“Aku tidak mauuu!” teriak Clara penuh emosi. Wanita itu sampai berdiri dari duduknya dan menunjuk ke arah Nathan saking tidak terima dengan ucapan pria itu yang memutuskan hubungan mereka s
“Kenapa? Kenapa kamu harus berbohong sama aku? Kenapa, Nathan? Aaaarrrhhhhhhh!”Bugh! Bugh! Bugh!Pukulan Clara mendarat bertubi-tubi di dada Nathan. Suara pukulan itu beradu dengan napasnya yang memburu, tapi Nathan sama sekali tidak bergeming. Dia berdiri mematung, membiarkan setiap ayunan tangan Clara menghantam tubuhnya tanpa berniat menangkis sedikit pun.Restoran langganan mereka yang buka 24 jam ini terasa sepi dan berbeda di sudut VIP tempat mereka berada. Biasanya, di meja inilah Clara selalu memanggil Nathan jika ada urusan penting yang mendesak. Tapi pagi ini, tempat yang biasanya menyimpan percakapan bisnis dan obrolan sepihak itu seketika berubah jadi ruang eksekusi untuk harga diri Clara.Emosi Clara sudah di puncak kepala. Ulu hatinya terasa sakit seperti diiris senjata tajam, matanya merah menahan panas yang menjalar sampai ke kepala. Senjata utama yang paling menghancurkannya bukan cuma fakta bahwa si kembar itu ada, tapi kenyataan pahit di belakangnya. Clara ingat be
“Ya Tuhan… apa yang bakal terjadi sama Nathan?”Gumam Nyonya Abimanyu menatap nanar ke arah pintu utama. Sendok di tangannya tergeletak di atas piring karena perasaannya sangat tidak enak setelah sang anak pergi. Di meja makan, Salsa yang baru saja bergabung seketika terkejut mendengar ucapan Nyonya Abimanyu. Tadi, dia mengira Nathan sudah berangkat ke kantor lebih awal tanpa menunggu sarapan bersama. Tapi raut cemas di wajah Nyonya Abimanyu membuat perasaannya langsung tidak enak.“Memangnya Papanya anak-anak ke mana, Tante?” tanya Salsa.Nyonya Abimanyu menghela napas berat. Pandangannya beralih menatap Salsa dengan tatapan sendu. “Dia pergi menemui Clara. Katanya perempuan itu sudah tahu soal kamu dan anak-anak, nak. Pasti ada orang yang sengaja bocorin ini ke Clara.”Mata Salsa terbelalak karena terkejut. Ketakutan yang selama ini ia rasakan terjadi juga. Mendengar ada seseorang yang membocorkan tentang keberadaan anak-anaknya membuat Salsa langsung berpikir kalau orang itu adalah
Nathan menghela napas panjang. Teriakan histeris Clara di balik telepon sama sekali tidak membuatnya terkejut. Wajahnya tampak santai jauh dari rasa panik. Sejak awal, dia sudah tahu rahasia tentang keberadaan si kembar tidak akan tersimpan selamanya, pasti ada saja jalan keberadaan kedua anak kembarnya akan diketahui oleh keluarga Darmawan."Berani-beraninya Kamu mengkhianati Aku demi perempuan murahan itu!" seru Clara dari seberang telepon saking tak kuasa menahan amarah. Suaranya bergetar menahan rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, apalagi dia baru saja mendapatkan telepon dari Amelia dan wanita itu menuntut pertanggungjawaban karena Nathan memecatnya. Ditambah informasi yang dibocorkan Aditya benar-benar membuat harga dirinya terasa diinjak-injak. Clara tidak habis pikir bagaimana pria setinggi Nathan bisa terseret hubungan terlarang dengan wanita yang level sosialnya jauh di bawah mereka."Jaga mulutmu. Salsa perempuan baik-baik," potong Nathan. Tidak ada yang
Tak ingin semakin membuat salsa muntah-muntah di pagi hari, pria itu pun membalikkan tubuhnya dan memilih turun ke lantai satu. Para pelayan sudah sibuk membersihkan rumah dan juga ada yang masak. Ahli gizi sebentar lagi akan datang dan dia khusus memasak masakan untuk Salsa. Meskipun Nathan belum mengakui anak dalam kandungan Salsa adalah darah dagingnya, tapi dia akan memberikan yang terbaik untuk Salsa agar perkembangan janinnya sehat."Suster, tolong bangunin anak-anak," ucap Nathan ke Anggun dan Indah yang saat itu baru saja selesai membersihkan kamar si kembar dan juga ruang bermain keduanya."Baik, Pak," jawab mereka kompak, lalu bergegas naik ke lantai dua menuju kamar si kembar.Di saat yang sama, suster yang memang bertugas menjaga Salsa langsung masuk ke kamar. Suara orang muntah-muntah dari arah dalam terdengar cukup jelas, membuat napas Nathan tertahan sejenak.Tidak lama kemudian, Kenzo dan Kenzi turun digendong pengasuhnya masing-masing. Rambut mereka berdua masih acak-
“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding







