Masuk“Ma–maaf, Pak,” ucap mereka gugup. Tatapan tajam Raka justru lebih mengerikan daripada tatapan Nathan.
“Setelah konferensi pers, kalian jangan pergi makan siang. Hari ini Pak Nathan traktir sekalian makan siang di restoran dekat kantor. Nanti setelah live berakhir, kalian bisa langsung menuju ke restoran itu. Bebas memilih menu apapun yang kalian mau tanpa harus melihat harga. Pak Nathan dengan berbagi kebahagiaan dengan kita semua,” ucap Raka.Rasa takut yang tadi mereka ra“Ma–maaf, Pak,” ucap mereka gugup. Tatapan tajam Raka justru lebih mengerikan daripada tatapan Nathan.“Setelah konferensi pers, kalian jangan pergi makan siang. Hari ini Pak Nathan traktir sekalian makan siang di restoran dekat kantor. Nanti setelah live berakhir, kalian bisa langsung menuju ke restoran itu. Bebas memilih menu apapun yang kalian mau tanpa harus melihat harga. Pak Nathan dengan berbagi kebahagiaan dengan kita semua,” ucap Raka.Rasa takut yang tadi mereka rasakan langsung hilang begitu saja, “wah terima kasih sebelumnya, Pak,” sahutnya kompak. “Hmmm.” Raka langsung membalikkan badan kembali ke aula utama.Di sisi lain, Clara berdiri mematung tepat di depan layar televisi berukuran besar. Matanya menatap tajam tayangan siaran langsung yang menampilkan sosok si kembar di podium. Air mata yang tadinya mengalir deras kini kering, berganti dengan kilatan amarah yang membakar hatinya. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya terlipa
“Gila, ini sih benar-benar buatan Pak Nathan,” ucap salah satu awak media yang masih terpesona dengan kedua wajah si kembar. Mereka terlahir sangat sempurna, cantik dan tampan, pewaris Abimanyu group pula. “Kalau aku jadi Pak Nathan juga sudah pasti memilih kembali pada wanita yang dicintai, apalagi sudah melahirkan anak kembar,” timpal yang lain. “Berarti kita selama ini dibohongi dong?” Awak media yang memihak pada Clara merasa ditipu oleh Nathan dan Salsa. “Biar kamu tidak merasa ditipu, makanya Pak Nathan mengundang kita ke sini untuk mengklarifikasi semuanya. Biasakan dengarkan dulu, jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku tahu kamu fansnya Clara!” Seru salah satu awak media yang geram banget mendengar omongan jahat rekan-rekannya tentang Salsa dan Nathan. Fokus mereka kembali dialihkan karena riuh suara tawa dan bisik-bisik di dalam ruangan besar itu langsung lenyap, berganti dengan tatapan mata melotot dari puluhan awak media. Semua orang
“Sayang, sini, nak,” panggil Nathan.Kenzo dan Kenzi noleh ke podium, “Papa, Mama, kita masuk tivi,” ucap mereka kompak. Sambil melihat ke arah kamera itu dan tubuh keduanya udah penuh di layar kamera. Suasana langsung riuh dengan ucapan polos keduanya. “Iya, sini dong biar lebih jelas kelihatannya. Ayo, nak,” panggil Nathan dengan suara lembut.Alea menarik tangan kedua adiknya dan mengajaknya naik ke podium. Sesekali mereka masih menoleh ke belakang. Sampai kesandung dan hampir jatuh gara-gara belum ikhlas menjauh dari kamera besar itu. “Gila, Pak Nathan benar-benar selembut itu sama anak si janda,” wartawan masih gibahin Nathan. Sebagian besar dari awak media itu geram dan merasa Clara adalah orang yang paling tersakiti. Mereka semakin kesal saat melihat Salsa masih bisa tersenyum dan bercanda dengan pria yang berhasil direbutnya. Si kembar duduk diantara mama dan Papanya. Sementara Alea memilih berdiri di dekat Raka, karena setelah adik-adiknya diperkenalkan ke hadapan publik,
“Ternyata Pak Nathan nakal juga ya. Aku pikir dia laki-laki yang baik, bahkan banyak orang menjadikannya sebagai panutan. Selama pacaran dengan Clara mana pernah dia ada kasus perselingkuhan. Eh ternyata borok juga. Siapa sangka asap yang selama ini ditutupi ternyata terpendes juga oleh yang lain,” ujar wartawan itu masih berbicara buruk tentang Nathan dan Salsa. Pokoknya di mata mereka, Salsa ini adalah seorang pelakor yang menjijikkan. “Namanya laki-laki punya banyak uang. Sama seperti pak Darmawan, Padahal dia punya anak cewek. Tapi tanpa sepengetahuan anak dan istrinya, dia sering sekali menghabiskan waktu bersama gadis-gadis belia. Begitulah kalau orang punya banyak uang,” timpal yang lain.“Iya benar, kalau sudah berduit apapun bisa dilakukan.”“Udah diem. Kita nggak pernah tahu kan apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka. Kalian ini sudah melebihi Tuhan saja ngomongnya,” wartawan laki-laki tampak geram mendengar dua rekannya yang terus-terusan menghakimi Nathan dan Salsa.
Malam harinya, tepatnya di rumah sakit tempat Kenzo dirawat, Nathan berhasil meminta kedua orang tuanya untuk tidur di rumah. Dia dan Salsa yang menjaga si kembar. Sementara kedua pengasuh si kembar juga diizinkan pulang dan harus kembali esok pagi. Tentu saja itu sengaja dilakukan oleh Nathan agar dia bebas bermesraan dengan calon istrinya. Terlebih si kembar kalau sudah tidur jarang sekali terbangun tengah malam. Nathan dan Salsa tiduran di sofa yang lebar itu, tangannya udah mulai masuk ke dalam bra calon istrinya. “Sayang,” panggil Salsa berbisik setelah puncak dadanya dimainkan oleh calon suaminya ini.“Kangen banget, sayang,” balas Nathan berbisik karena tak ingin desahan mereka didengar oleh kedua anak mereka. “Hadap sini, sayang. Pingin hisap,” bujuk Nathan. Karena sudah tidak tahan dengan godaan calon suaminya ini, Salsa pun membalikkan badannya dan mereka jadi berhadap-hadapan. Tanpa menunggu lama Nathan langsung menaikkan baju Salsa dan juga bra yang dipakai calon istrin
Ponsel Nyonya Abimanyu yang tergeletak di atas meja tiba-tiba berdering nyaring. Layarnya menyala, menampilkan nama salah satu kerabat dekat keluarga besar Abimanyu. Begitu tombol hijau digeser, belum sempat Nyonya Abimanyu menyapa dengan tenang, suara semprotan emosi langsung terdengar nyaring dari seberang telepon.“Kamu ini gimana sih? Harusnya kamu itu ngasih tahu Nathan! Di saat Clara lagi tertimpa musibah besar kayak gini, jangan malah ditinggalin begitu aja! Belum tentu juga Darmawan itu beneran bersalah. Eh, si Nathan malah udah viral ke mana-mana sama cewek lain yang jelas-jelas nggak lebih baik dari Clara! Di mana sih otakmu? Di mana hati nuranimu sampai nggak bisa ngajarin anakmu sendiri cara berterima kasih?” cecar kerabatnya itu dengan kalimat menyakitkan yang penuh amarah. Keluarga besar Nyonya Abimanyu yang tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya tentu saja langsung menyalahkan Nathan dan menganggap Nathan laki-laki brengsek.Di luar sana, padahal bukti sudah terp
“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding







