LOGIN“Sekolah di rumah aja ya, Pa,” bujuk si kembar.“No, sayang. Kalian harus sekolah formal,” jawab Nathan.“Tapi nanti kalau ngantuk di sekolah gimana, Pa?” Gadis kecilnya merengek pada sang papa.“Tahan dong sayang. Saat belajar nggak ada yang boleh tidur ya. Kalau sampai ada yang tidur, tidak nurut apa kata Papa Mama, dan nakal di sekolah maka Papa tidak akan pernah belikan mainan lagi!” Ancaman Nathan membuat kedua anaknya memberengut tanpa berkata apapun sebagai balasan.Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di sekolah baru si kembar. Untung tubuhnya bongsor, jadi orang tidak akan tahu kalau usia mereka kurang dari 6 tahun. Untung juga kekuatan sang Papa sangat luar biasa sehingga bisa membuat si kembar diterima di sekolah terbaik di negeri ini. Bayarannya tidak main-main, bahkan Nathan langsung mendaftarkan diri sebagai donatur tetap yayasan ini. “Selamat pagi dan selamat datang, Kenzi dan Kenzo,” sapa Miss Ratna, wali kelas mereka menyambut kedatangan anak didiknya.“Se
“Apa kamu benar-benar sudah ikhlas melihat Nathan berbahagia dengan Salsa, Aunty enggak mau kamu nanti berbuat yang bukan-bukan terhadap mereka. Tolong untuk ke depan, segala sesuatu yang kamu lakukan adalah yang terbaik. Nathan dan Salsa begitu tulus ingin melihatmu bangkit dan tidak tenggelam dalam keterpurukan yang tak bertepi,” ucap Nyonya Abimanyu memberikan nasihat pada Clara.Mereka masih berada di dalam pesawat menuju ke London. Saat ini, pramugari menyajikan hidangan utama untuk Clara dan kedua orang tua Nathan.Mendengar ucapan Nyonya Abimanyu membuat Clara menghentikan niatnya untuk makan, lalu menatap wanita paruh baya di depannya ini.“Demi apa pun, aku sudah tidak punya perasaan jahat lagi pada Salsa maupun Nathan. Aku sudah ikhlas, Aunty. Aku sudah ikhlas menerima takdir ini. Bahkan, aku sendiri bingung ke mana rasa cinta yang dulu aku rasakan buat Nathan, sekarang benar-benar tidak tersisa sedikit pun,” ungkapnya jujur.Nyonya dan Tuan Abimanyu bisa menghela napas lega
Nathan mengajak yang lainnya untuk ke ruang keluarga setelah makan malam mereka berakhir. Si kembar sibuk makan buah sambil nonton kartun kesayangannya di layar besar yang ada di sana. Sementara Alea, duduk diantara Mama dan Papanya. Raka mengawasi si kembar, sesekali memberi minum saat bocah itu tersedak. “Pa, harusnya papa nggak perlu kirim uang sebanyak itu buat Alea. Tolong jangan bikin Raka jadi laki-laki yang tidak berguna dong, Pa. Alea juga udah punya hasil sendiri untuk biaya pernikahan kami,” ucapnya. Bukan berniat menolak pemberian sang papa, tapi siapa yang nggak kaget tiba-tiba ada transaksi sebesar 10 miliar masuk ke dalam rekeningnya. Awalnya dia ada Raka mau makan malam di luar, tapi gara-gara transferan itu membuatnya memilih untuk makan malam bersama Papa dan Mama angkatnya. “Nanti setelah menikah biar jadi urusan suamimu atas dirimu dan anak-anak kalian kelak, sayang. Lagian itu Mama yang transfer,” ucap Nathan. “Ma,” panggil Alea merengek.“Stop ya, Al. Muak kal
“Capek gak, sayang?” Tanya Salsa saat menyambut kepulangan sang suami dari kantor. Tadi sebelum Nathan pulang dia juga sudah memberi kabar pada istrinya bahwa pertemuan hari ini dengan klien bisnisnya berjalan dengan lancar, bahkan kerjasama jangka panjang itu sudah mereka tanda tangan. Mendengar rezeki suaminya yang tiada henti membuat Salsa terus bersyukur dan berharap suaminya selalu diberi kesehatan. Mendengar pertanyaan dari istrinya Nathan memicingkan mata menatap ke arah istrinya, mereka sudah tiba di kamar. “Tumben tanya-tanya capek, sayang? Mau berapa ronde lagi?” bisiknya.BugSalsa memukul gemas lengan suaminya membuat pria itu terkekeh. Dia membantu Nathan membuka jas kerjanya, lalu mengambilkan air putih untuk sang suami. Mereka duduk di sofa yang ada di kamar itu sembari Nathan membuka sepatunya.“Jangan lupa utamakan kesehatan ya, sayang. Aku nggak mau kamu mati-matian kerja kalau ujung-ujungnya nanti malah ngedrop,” ucap Salsa sambil menatap bola mata abu milik sang s
“Kita eksekusi sekarang saja, Bos, kebetulan Nathan Abimanyu tidak membawa anak buahnya,” ucap salah satu orang suruhan Aditya di dalam mobil Jeep itu yang Sudah beberapa hari ini membuntuti Nathan dan Salsa.“Jangan bertindak gegabah, kita ikuti saja dulu ke mana mereka pergi. Dari sana kita akan bisa mendapatkan celah untuk melaksanakan rencana yang sudah kita susun. Lebih baik terlambat tapi berhasil daripada kita tergesa-gesa tapi hasilnya nol. Pekerjaan ini resikonya sangat berat, yang kita hadapi bukan orang sembarangan. Kita nggak bisa asal-asalan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk eksekusi,” sahut pimpinan preman itu.Bayangan mendapatkan bonus fantastis dari Aditya Sudah ada di depan mata mereka. Tapi mereka tetap harus menahan diri dan mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan tugasnya itu. Setiap kali Nathan berbelok ke perumahan elit itu, mobil Jeep yang selalu membuntutinya mengambil arah yang berlawanan agar tidak membuat Nathan curiga. Tapi targetnya sudah jelas,
Nathan dengan terburu-buru membuka seluruh pakaiannya begitu dia dan Salsa tiba-tiba di kamar hotel yang disewanya siang ini. “Sayang, kamu kayak orang yang sudah lama gak berhubungan badan saja,” omel Salsa melihat reaksi suaminya yang berlebihan.“Di rumah gak pernah puas, sayang. Baru masuk Kenzo dan Kenzi udah teriak. Ma, Pa ngapain di kamar mandi lama banget,” sahut Nathan menirukan ucapan si kembar tadi pagi saat dia menyentuh istrinya di toilet pagi-pagi buta. Salsa terkekeh mendengarnya. Ternyata memiliki anak seusia si kembar membuat mereka kewalahan saat ingin berhubungan badan. Apalagi si kembar tidak ingin jauh-jauh sedikitpun dari sang Mama saat tidur malam. Mereka benar-benar menolak diminta tidur di kamar masing-masing. Bahkan dengan lantang mereka malah mengusir Nathan dan meminta Papanya Itu untuk tidur di kamarnya, lalu membiarkan mereka tidur bersama sang mama.“Anak kita sudah ketempelan sama kamu, sayang. Susah nyari puas di rumah,” bisiknya lagi sambil mencium
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding
Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu







