Masuk“Nyonya, anak saya dan pak Nathan saling mencintai. Anda tidak boleh seperti ini. Lagian asal kalian tahu kalau-”“Yah,” tegur Salsa. Isakan kecil masih terdengar membuat sang Ayah langsung terdiam. Alea pun masih terlihat sesenggukan karena sesak di dadanya sangat membuatnya sulit bernafas. Dia benar-benar tidak pernah menyangka hubungan antara sahabat terbaiknya dan sang papa sudah berjalan sejauh ini. Rasa percaya di hatinya seketika hancur berkeping-keping. Rasanya tak ada lagi satu pun orang di dunia ini yang bisa ia percaya, bahkan papanya sendiri. Sementara Raka sebenarnya tak pernah berniat membuka rahasia besar itu. Namun, karena Alea terus mendesaknya disusul ancaman pada asisten sama papa, Raka akhirnya menyerah dan membeberkan segalanya yang ia ketahui tentang atasannya dengan Salsa—sebuah rahasia yang selama ini dijaga mati-matian oleh Nathan Abimanyu dari keluarganya."Apa cinta yang anak kamu punya bisa membuat anakku mempertahankan perusahaannya?"Pertanyaan yang san
“A–Alea,” ucap Salsa terbata. Bibirnya bergetar air mata rembes dari kedua sudut matanya saat melihat kedatangan sang sahabat di apartemen ini. Sementara Alea juga matanya bengkak karena terlalu banyak menangis. Tanpa basa-basi ucapan anaknya Nathan seketika membuat hati Salsa hancur.“Kenapa kamu pacari papaku di belakangku? Kenapa kamu mengkhianati persahabatan kita? Kenapaaaa?” Teriak Alea sambil berderai air mata. Tubuhnya bergetar hebat menahan sakit sekaligus kecewa di saat yang bersamaan. Alea datang bersama kedua orang tua Nathan dan Raka. Harusnya Salsa tak perlu bertanya kenapa Alea bisa buka pintu apartemen ini sendiri, pasti Raka yang memberitahukan password apartemen ini.Di tengah keterkejutan yang luar biasa yang Salsa rasakan, wanita yang sedang hamil muda itu pun berusaha untuk menjelaskan pada sahabatnya kenapa dia tidak jujur selama ini.“Aku bisa jelasin semua, Al. Aku-” Salsa tak sanggup bicara lagi dia berjalan mendekat ke arah sahabatnya, berniat untuk memeluk A
“Belum apa-apa kamu sudah mau melukai anakku. Belum sah jadi mantuku kau sudah membuat anakku menangis. Sudah kuduga kau pasti sengaja bersembunyi untuk menghindari anakku,” Ayahnya Salsa masih misuh-misuh gak jelas karena amarahnya sudah mulai tak bisa ditahan lagi. “Kau harus merasakan tamparanku biar ke depan kau berpikir berulang kali sebelum mau menyakiti putriku,” gumamnya lagi. Darahnya benar-benar mendidih. Begitu nanti Nathan keluar dari dalam mobil yang pertama ia lakukan adalah mencengkram kerah baju pria itu lalu menghajarnya habis-habisan. Setidaknya itu yang ada dalam benak ayahnya Salsa.Motor tua itu terus meraung-raung di tengah riuhnya lalu lintas, membelah barisan kendaraan demi terus menempel rapat pada mobil mewah di depannya. Ayahnya Salsa memutar gas sekuat tenaga, tak peduli dengan getaran mesin tua yang makin hebat atau kepulan asap hitam dari knalpotnya. Satu-satunya hal yang ada di pikirannya saat ini hanyalah wajah pria yang sudah menghancurkan hidup put
BRAAAAK!Sebuah tas kain berukuran besar dilempar dengan keras hingga menghantam kaki ayahnya Salsa yang berdiri di samping ranjang. Salsa yang masih terbaring lemah seketika tersentak. Jantungnya berdegup kencang saat matanya menangkap sosok Aditya dan ibu tirinya berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh kebencian. Keduanya akhirnya masuk lebih jauh ke dalam ruang rawat inap Salsa.“Ambil semua baju-bajumu! Kamu gak punya harta benda apa pun lagi di rumahku. Mobilmu sudah kuperbaiki dan sekarang resmi jadi milikku. Tanda tangani surat ini sekarang, aku mau ajukan gugatan cerai atas pernikahan tak berguna ini!” sembur ibunya Zara tanpa basa-basi, melemparkan map berisi dokumen perceraian ke atas bed pasien.Ayahnya Salsa balas menatap penuh kebencian pada istrinya. “Jadi kamu mau menceraikan aku setelah semua borokmu terbongkar? Kita bicara di luar,” seru ayahnya Salsa dengan penuh kekesalan. Pria paruh baya itu mencoba menarik lengan istrinya keluar, sadar betul kondisi Salsa yang
“Kamu tidak sendirian, sayang. Ada Ayah akan selalu menemanimu, nak. Ayah janji akan selalu ada dalam setiap suka dan duka yang kamu lalui. Demi Tuhan, Ayah tidak akan pernah meninggalkanmu apalagi mengabaikanmu lagi. Maafkan Ayahmu ini, nak,” ucap pria paruh baya itu sambil mengusap punggung Salsa.Di satu sisi ia bahagia mendengar ucapan Ayahnya. Tapi di sisi lain yang dia butuh Nathan.Salsa mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangannya. Tangisnya mulai mereda, meski napasnya masih terengah-engah dan ulu hatinya masih terasa sangat sakit. Dia perlahan melepas pelukan sang Ayah, lalu menatap kosong ruang perawatan di rumah sakit itu.Menangis sampai air matanya habis pun ternyata tidak membuat Nathan langsung muncul di ruangan ini. Berbaring di ranjang ini sambil meratapi nasib justru membuat kepalanya semakin semakin sakit dan mau pecah. Tangan Salsa bergerak turun, mengelus perutnya yang mulai membuncit. Di dalam sana, ada dua janin yang ikut merasakan betapa hancurnya kea
Sejak hari itu Salsa benar-benar kesepian. Hanya sesekali dia datang ke rumah kakak tirinya untuk melihat keadaan sang ayah. Namun, wajah Salsa selalu sendu setiap kali berkunjung ke sana. Jika waktu itu dia tidak pingsan di rumah Zara, kemungkinan besar sang ayah tidak akan pernah tahu kalau putri kandungnya sedang mengandung janin kembar.Sementara itu, ponsel Raka dan Nathan sama-sama centang satu. Alea pun sudah tidak bisa lagi dihubungi. Kini hampir tiga minggu berlalu dan sebentar lagi hari ulang tahun Nathan tiba, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pria itu akan segera menemuinya. Berita mengenai musibah yang menimpa Abimanyu Group pun tiba-tiba sudah tidak pernah muncul lagi di media sosial. Kenyataan pahit itu semakin membuat Salsa hancur. Dia bahkan nekat datang langsung ke kantor, tetapi orang-orang di sana dengan tegas mengatakan bahwa Nathan sudah bukan pemilik Abimanyu Group lagi.Stres berat yang dialami Salsa membuatnya sampai dua kali harus dirawat inap di r
Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu
Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya
Di sisi lain, layar ponsel di genggaman Zara mendadak terasa panas saat sebuah unggahan video di media sosial menampilkan sosok Aditya. Di dalam rekaman video itu, Aditya berjalan menunduk dengan tangan terborgol, dikelilingi beberapa petugas kepolisian yang menggiringnya masuk ke mobil tahanan. T
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding







