مشاركة

Chapter 100

مؤلف: SereiaAlvenna_
last update تاريخ النشر: 2026-07-25 14:57:11

Bahkan, dengan segala dosa yang sudah keluarga Deveraux lakukan, Tuhan masih berbaik hati. Semesta masih memperbolehkan mereka menginjakkan kaki di atasnya.

Dua bulan lamanya Valerie menjalani perawatan di Rumah Sakit. Rasanya, tempat itu sudah menjadi rumahnya, mengingat betapa seringnya gadis itu datang ke sana.

Jika dulu, Evander hanya tinggal memerintahkan dokter menangani putrinya tanpa harus mengkhawatirkan biaya, maka selama dua bulan ini Evander benar-benar banting tulang untuk mencari
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 101

    Valerie benar-benar mendapatkan karmanya. Gadis itu dinyatakan lumpuh setelah kejadian yang dia alami dua bulan lalu. Hatinya terlalu sakit, kepalanya kerap dibuat pening dan di malam hari, dia akan menangis dalam diam meratapi nasib yang rasanya semakin lama semakin buruk.Kadang nafasnya tiba-tiba memburu saat teringat kepingan kejadian yang menimpanya. Gadis itu merasa kotor. Tiga orang pria tak dikenal menodainya, menyakitinya hingga meninggalkan trauma yang cukup dalam. Namun Valerie diam. Dia tak ingin menginjakkan kaki di Rumah Sakit Jiwa lagi.Biarkan dia membawa trauma dan gilanya sendiri tanpa ada yang mengetahui. Meski dia yakin kedua orang tuanya menyadari hal itu.Sejak keluar dari rumah sakit, hampir setiap hari Valerie selalu datang ke makam Roselia dengan bantuan kursi roda dan Valdez yang mengantarnya. Selama itu juga, Valerie sering melihat Maverick datang.Seperti hari ini, dari kejauhan Valerie menatap nanar makam Roselia dan seorang pria yang tengah menangis terse

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 100

    Bahkan, dengan segala dosa yang sudah keluarga Deveraux lakukan, Tuhan masih berbaik hati. Semesta masih memperbolehkan mereka menginjakkan kaki di atasnya.Dua bulan lamanya Valerie menjalani perawatan di Rumah Sakit. Rasanya, tempat itu sudah menjadi rumahnya, mengingat betapa seringnya gadis itu datang ke sana.Jika dulu, Evander hanya tinggal memerintahkan dokter menangani putrinya tanpa harus mengkhawatirkan biaya, maka selama dua bulan ini Evander benar-benar banting tulang untuk mencari sejumlah uang.“Nona Valerie bisa keluar nanti siang. Namun sebelum itu, biayanya selama perawatan satu minggu terakhir harus dilunasi dulu, Pak,” ucap resepsionis. “A-ah, iya akan saya usahakan,” jawab Evander.Dia berbalik, berjalan menuju ruang rawat Valerie. Dari balik jendela, Evander bisa menyaksikan bagaimana Valerie tersenyum pada Viviane yang dia yakini hanya senyuman palsu. Dadanya ikut teriris melihat hal itu. Tangan Evander naik dan meremat dadanya yang terasa begitu nyeri.“Maafk

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 99

    Darah yang berlumuran di sekitar Valerie, kaki dan kepala Valerie yang hampir hancur membuat keluarga Deveraux panik bukan main.Saat itu juga Valerie dilarikan ke rumah sakit dengan harapan semua belum terlambat.Selain luka fisik yang gadis itu dapatkan, ada kemungkinan psikisnya juga kembali terganggu. “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kami menemukan cedera yang cukup berat pada area genital pasien. Tim bedah sudah melakukan tindakan darurat untuk menghentikan pendarahan dan membersihkan luka. Berdasarkan pola yang kami temukan, kami menduga jika korban mengalami kekerasan seksual yang dilakukan secara berulang. Dan untuk luka di kedua kaki pasien, itu tidak hanya mengenai jaringan lunak. Kami menemukan cedera pada saraf yang mengendalikan gerak tungkai. Saat ini dia belum bisa menggerakkan kakinya dengan baik. Kami juga belum bisa memastikan apakah kelumpuhan ini bersifat sementara atau permanen. Kami baru bisa mengevaluasi setelah rehabilitasi nanti.” Dokter Christina menjel

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 98

    Sejak dulu, Valerie bukan orang yang akan percaya pada sebuah hukum karma. Karena yang dia rasakan semasa hidupnya hanya kebahagiaan dengan bergelimang harta. Meski penyakit jantung pernah diidapnya, tapi menurutnya itu bukan apa-apa karena dia masih memiliki uang dan juga orang tua yang utuh, yang tentu saja bisa mengusahakan apapun untuknya.Salah satunya, dia tak segan memfitnah, menyakiti Rosélia karena dia melihat Ayahnya melakukan hal yang sama. Dia merasa apapun yang dirinya lakukan, orang tuanya akan selalu berada di sisinya.Hingga akhirnya skandal tentangnya mulai tersebar, Maverick meninggalkannya, kemudian dia masuk Rumah Sakit Jiwa dan sekarang seluruh harta mereka terkuras habis, bahkan mereka harus menumpang tinggal di rumah sepetak milik mantan sopir mereka.Memalukan. Tapi, saat ini Valerie tidak dalam keadaan yang mengharuskannya merasa malu ataupun gengsi. Masih memiliki tempat untuk bernaung merupakan berkah yang saat ini terasa begitu besar untuknya."Ibu, aku per

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 97

    Minggu-minggu pertama Valerie berada di tempat baru, dia sering kali menangis. Selain karena merasa sepi, tidak ada yang dia kenal, tak jarang pasien lain di sana mengganggunya dengan celotehan-celotehan yang sama sekali tak Valerie mengerti."Pergi! Pergi!" Hanya satu kata itu yang bisa keluar dari ranum Valerie saat banyak yang mengganggunya. Sebelum petugas berdatangan, Valerie hanya bisa menangis di pojok ruangan sambil memeluk dirinya sendiri.Jika pikirannya sedang sedikit senggang, gadis itu akan keluar untuk merenung di sebuah bangku taman. Namun, kehadiran sosok Rosélia sering kali mengganggu ketenangannya hingga akhirnya gadis itu berubah berteriak histeris dan berakhir harus diberikan obat penenang oleh petugas.Selama sekitar sepuluh bulan lamanya Valerie harus menghabiskan waktu di tempat yang baginya sudah bagai neraka itu.Namun ketika gadis itu bisa keluar dari sana, dia sedikit bersyukur, dia bisa sedikit tenang dan banyak merenung tentang perbuatannya di masa lalu.

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 96

    Valerie benar-benar kehilangan akal sehatnya. Meski Viviane dan Evander sudah melarang dan berusaha berbicara dengan gadis itu, nyatanya Valerie masih terus merancau tidak jelas, terus memukuli kepalanya dan sesekali menjambak rambutnya hingga beberapa helai rambut tercabut begitu saja."Valerie, Ibu bilang sudah!" Bahkan Viviane sudah kehilangan kelembutannya. Wanita itu benar-benar berusaha membuat Valerie sadar."Sayang, kita harus bagaimana?" Viviane yang sudah kebingungan akhirnya bertanya pada Evander yang sama paniknya hanya saja tidak begitu diperlihatkan."Aku sudah meminta Dokter Lucky datang. Setidaknya mungkin dia bisa membuat Valerie tenang untuk beberapa saat," jawab suaminya.Cukup lama mereka menunggu Dokter Lucky dan masih berusaha menahan tangan Valerie agar tak menyakiti dirinya sendiri.Hingga akhirnya Dokter Lucky datang lengkap dengan peralatan yang dia perlukan."Permisi, Tuan," ucapnya meminta agar kedua orang tua Valerie itu memberikan jarak untuknya memeriksa

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 05

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 04

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status