Share

Bab 33

Penulis: D.N.A
last update Tanggal publikasi: 2026-05-01 15:00:27

Sorot tajam masih suami istri itu layangkan, bahkan saat keduanya sudah terduduk diam di kursi meja makan. Beberapa hidangan sudah terjadi, dengan berbagai menu beraroma menggugah selera.

"Duduklah," perintah Agnira pada Kenan dan Nayara.

Kenan dengan cepat menarik kursi, sementara Nayara masih diam tidak bergeming sedikitpun. Alis Agnira mengeryit bingung, keduanya lantas saling berpandangan singkat. Namun tak lama, perhatian Nayara beralih pada Sambara yang masih diam, seo
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 268

    Tujuh bulan berlalu membawa kedamaian yang belum pernah dirasakan oleh keluarga Lakeswara sebelumnya. Vila megah di atas tebing bukit selatan itu kini tak lagi sekedar tempat singgah sementara, melainkan rumah tetap yang dipenuhi gelak tawa, aroma kue hangat buatan Agnira, dan suara langkah-langkah kaki kecil yang riuh.​Pagi itu, sinar matahari bersinar cerah di ruang keluarga berkarpet bulu tebal yang luas. Pintu kaca geser terbuka lebar, membiarkan semilir angin laut yang sejuk berpadu dengan suara debur ombak di kejauhan.​"Papa ... pa ... ba!"​Kalandra, yang kini sudah tumbuh menjadi bayi gembil berpipi merah dengan mata bulat sehitam obsidian persis seperti ayahnya, tengah asyik merangkak dengan sangat lincah melintasi karpet. Kedua lutut kecilnya bergerak cepat, mengincar sepasang pantofel hitam mengkilat milik Sambara yang baru saja melangkah masuk ke ruangan.​"Kalandra, pelan-pelan, Sayang!" seru Agnira dari sofa seraya tertawa kecil, meletakkan cangkir teh hangatnya.​Samb

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 267

    Di halaman belakang, Leonard terlihat duduk diam di atas dahan pohon yang cukup rindang. Iris biru itu menatap tajam pada debur ombak yang ia lihat jelas dari atas sana.Rambut pirang gelapnya sedikit berkibar tertiup angin laut yang membawa aroma garam pekat. Di pangkuannya, sebuah senapan runduk laras panjang tergeletak tenang, siap digunakan kapan saja meski situasi tebing selatan tampak sunyi dan tenteram.​Suara gemerisik ranting kering di bawah pohon memecah lamunannya. ​"Kau berniat menjadi burung hantu selamanya di atas sana?"​Leonard tidak perlu menoleh ke bawah untuk mengenali pemilik suara datar itu. "Pemandangan dari sini jauh lebih luas, Nayara. Sensor inframerah di gerbang barat sempat berkedip tadi pagi."​Nayara berdiri di bawah pohon dengan kedua tangan terlipat di depan dada, mengenakan kaus hitam taktis dan celana kargo yang ringkas. "Hanya kawanan kera liar. Tim patroli Robi sudah menyisir radius dua kilometer ke arah hutan. Area ini sepenuhnya bersih."​Leonard m

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 266

    Sambara tidak menunggu esok hari untuk menepati ucapannya. Malam itu juga, dengan bantuan dua pengawal pribadi di bawah arahan Nayara, boks bayi kayu jati berukir dipindahkan ke sisi kanan ranjang utama, tepat di samping jangkauan tangan Agnira.​Malam merambat tenang di tebing bukit selatan. Deru ombak yang menghantam karang di kejauhan terdengar bagai senandung alami, menggantikan suara bising perkotaan yang selama ini akrab di telinga mereka. Di luar kamar, patroli malam Robi berjalan senyap tanpa celah di sepanjang perimeter tebing.​Pukul dua dini hari, rengekan halus memecah keheningan kamar. Tangis bayi itu perlahan membangunkan kedua orang tuanya.​Agnira yang masih terlelap sontak tersentak dan hendak mendudukkan tubuhnya. Namun sebelum bekas jahitan di perutnya tertarik, sebuah tangan kekar menahan pundaknya dengan sangat lembut.​"Tetap berbaring, Agnira. Biar saya," bisik Sambara pelan.​Pria itu sudah terjaga sepenuhnya. Tanpa canggung, Sambara bangkit dari sisi ranjang d

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 265

    Cahaya matahari pagi perlahan menembus tirai kaca kamar Presidential Suite, membiaskan kehangatan lembut yang menyapu sisa-sisa teror semalam. Ruangan itu kini beraroma lili segar berpadu dengan wangi khas minyak telon dan susu bayi.​Agnira duduk bersandar pada tumpukan bantal empuk, wajahnya tampak jauh lebih segar walau lingkaran samar di bawah matanya masih menyisakan jejak kelelahan. Di samping ranjang, Nana berdiri jinjit dengan kedua tangan terkatup di depan dada, matanya berbinar menatap keponakan barunya yang baru saja selesai disusui.​"Kak, boleh aku gendong Kalandra sekarang?" bisik Nana nyaris tanpa suara, takut mengejutkan sang bayi. "Aku sudah mencuci tangan pakai sabun antiseptik tiga kali!"​Agnira tertawa renyah. "Boleh, Sayang. Tapi duduk di sofa, ya. Pelan-pelan sekali, lehernya masih sangat lentur."​Dengan bimbingan hati-hati dari Agnira dan Nayara, tubuh mungil berbalut selimut katun biru itu berpindah ke pangkuan Nana. Gadis itu menahan napas haru saat jari mu

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 264

    Langkah kaki Sambara menggema di koridor lantai VIP Rumah Sakit Medika. Bau anyir darah dan karat yang sempat melekat di indra penciumannya perlahan sirna, digantikan aroma khas antiseptik yang menenangkan. ​Di depan pintu kamar rawat inap berlabel Presidential Suite, Leonard, Arsen dan Nayara berdiri tegak. Begitu melihat kedatangan Sambara, Nayara langsung menundukkan kepala penuh hormat. ​"Semua aman, Tuan. Tidak ada pergerakan mencurigakan di sekitar rumah sakit," lapor Nayara dengan suara rendah. ​Sambara mengangguk pelan. Sebelum menyentuh gagang pintu, ia memeriksa pakaiannya dan membersihkan tangannya menggunakan cairan pembersih steril di dinding. Semua aura kegelapan dan kekejaman yang baru saja ia tumpahkan di bunker timur seolah ia tanggalkan di luar ambang pintu. ​Pintu dibuka perlahan tanpa menimbulkan suara. ​Ruangan itu temaram, hanya diterangi lampu tidur bernuansa hangat di sudut ranjang. Di atas tempat t

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 263

    Bunker timur terletak jauh di bawah tanah bekas pabrik pengolahan baja di pinggiran kota. Udara di ruangan itu dingin, lembap, dan berbau karat bercampur anyir darah.​Satu-satunya sumber penerangan berasal dari sebuah lampu gantung tungsten yang berayun pelan, menyorot langsung ke tubuh Arman yang terikat rantai besi pada kursi beton di tengah ruangan.​Wajah Arman babak belur. Salah satu matanya membengkak ungu pekat, dan napasnya berbunyi serak tiap kali ia bernapas. Namun ketika derap langkah sepatu kulit terdengar menuruni tangga beton, kepala pria tua itu perlahan terangkat.​Pintu besi bunker berderit terbuka. ​Sambara masuk tanpa pengawalan di sampingnya. Pria itu telah mengganti kemejanya yang berlumur darah dengan kemeja hitam polos, mantel panjangnya dibiarkan terbuka. Tatapan matanya tidak lagi memancarkan amarah yang meledak-ledak, melainkan ketenangan mutlak yang jauh lebih mematikan.​Di belakangnya, Robi dan dua anak buah bersenjat

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 05

    "Buka matamu, Agnira. Tatap saya," perintah Sambara rendah.Agnira membuka mata perlahan dan satu-satunya objek yang ia lihat adalah suaminya. Orang yang selama tiga tahun ini membersamai dirinya dalam hening, orang yang bahkan selalu tampak acuh dan tidak perduli akan hadirnya.Tangan Agnira menge

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 04

    Malam merambat perlahan, membawa keheningan lembut yang terasa tidak nyaman. Di balik pintu kamar, Agnira terdiam menatap dirinya sendiri di depan cermin besar. "Ayo, Agnira ... ini tidak akan lama," bisik Agnira, pelan, nyaris tidak terdengar.Kaki jenjang yang terbalut sandal bulu itu bergerak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 03

    Keesokan paginya. Ruang makan yang selalu di isi keheningan mendadak terasa lebih berat dari sebelumnya. Agnira terus menerus melirik kecil pada Sambara yang berjarak cukup jauh dengannya, sudah biasa dan memang itu aturan awalnya.Wangi aroma masakan menguar. Namun di antara mereka belum ada yang

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 01

    "Batas waktu kita berakhir lusa. Saya sudah menyiapkan dokumen perceraian,"Agnira menatapnya sekali di tengah memotong daging saat pria itu meraih gelas air. Tarikan napas berat terdengar, membuat suasana ruang makan yang sunyi terasa semakin menekan. "Taruh saja di atas meja kerja. Nanti saya b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status