Share

Bab 42 Hasil Penyelidikan

last update publish date: 2025-01-27 20:29:37

Jung Jinsi tidak benar-benar pergi ke lua kantor Departemen Kehakiman, dia malah menyusup masuk ke ruang penyimpanan dokumen yang letaknya tidak jauh dari ruang penyelidikan. Dia masuk dengan sangat hati-hati, meskipun di kantor ini memiliki penjagaan yang ketat. Akan tetapi Jung Jinsi bisa memanfaatkan perpindahan tempat para penjaga untuk menyusup.

“Seharusnya di sini sudah aman,” lirih Jung Jinsi yang kemudian mengangkat tangannya sejajar dengan wajah, lalu meletakkan jari telunjuk dan jari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 117 CAHAYA YANG RETAK

    Ledakan energi biru meletup dari tubuh Ye Xuanqing. Energi dari pedang huoguang miliknya menjalar disekipanjang urat nadi tangan kanannya. Tanah paviliun retak lebih dalam, udara berderak dengan ketegangan yang tak terpecahkan. Semua bayangan yang menguasai tubuh manusia yang menjadi inang Hei Lian Hua seakan tertarik ke arahnya. Hei Lian Hua terdiam sesaat, tidak percaya pada apa yang dia saksikan sendiri. "Teknik ini... kau mempertaruhkan jiwamu sendiri demi mereka?" tanyanya, suaranya me najdi lebih dingin sekaligus heran. Jung Jinsi langsung membeku ditempatnya, sembilan ekor rubah miliknya bergerak-gerak gelisah dibelakang tubuhnya. "Xunqing, hentikan! itu teknik pemanggil inti jiwa, kau bisa mati!" serunya, yang berusaha keras menghentikan aksi nekad sang adipati. Namun pria itu tidak menoleh, dia seolah tuli akan peringatan Jung Jinsi. "Setidaknya harus ada yang keluar dari paviliun ini dengan hidup-hidup." Ye Xuanqing menoleh pada Jung Jinsi, kemudian beralih pada rekan

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 116 Jebakan Seribu Jiwa

    Darah hijau itu belum juga berhenti mengalir. Namun yang membuat semua orang terdiam adalah tawa kecil yang kembali terdengar. “Haha… kau benar-benar berpikir ini sudah berakhir, Ye Xuanqing?” Pertanyaan itu muncul entah dari mana, suaranya jelas bukan milik Putra Mahkota. Suara itu lebih berat, lebih tegas dan memiliki dendam pekat disetiap nadanya. Tubuh Putra Mahkota tiba-tiba bergetar hebat di dalam pelukan Putri Daiyan. Urat-urat hitam yang tadi sempat menghilang, kini muncul kembali dan kali ini lebih pekat, lebih liar. Mata Jung Jinsi membelalak melihatnya. Siluman rubah ekor sembilan itu menggeleng tidak percaya. “Tidak… ini tidak mungkin. Aku sudah mengikat inti rohnya!” Dari dada Putra Mahkota yang tertusuk, perlahan keluar kabut hitam pekat, menggumpal di udara… membentuk sosok samar dengan mata hijau menyala. Hei Lian Hua. Namun kali ini, bentuknya tidak stabil ia retak, berasap, seperti akan hancur… tapi justru memancarkan tekanan yang lebih mengerikan

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 115 Inang Siluman

    Aura pekat itu akhirnya lenyap, menyisakan udara dingin yang berembus lembut di sekitar paviliun Selatan. Para pelayan dan penjaga yang sebelumnya terseok-seok karena tekanan aura, perlahan bisa bernapas lega kembali. Ye Xuanqing maju selangkah, menatap Jung Jinsi dengan sorot mata penuh kekhawatiran. “Jinsi… kau baik-baik saja?” Perempuan rubah berekor sembilan itu hanya tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, Xuanqing. Aura itu terlalu lemah dibandingkan cahaya milikku. Tapi…” ia melirik ke arah paviliun Selatan yang kini sunyi dan pekat.“Hei Lian Hua tidak akan memasang jebakan ini tanpa tujuan. Dia pasti menunggu kita masuk.” Putri Daiyan yang sejak tadi masih berusaha menenangkan napasnya, menatap keduanya dengan wajah pucat. “Kalau begitu… berarti di dalam paviliun ini, ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya?” Fen Rou menggertakkan giginya, matanya tajam penuh kewaspadaan. “Bisa jadi. Hei Lian Hua tak pernah bergerak tanpa rencana. Dia pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk mengg

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 114 Bahaya Paviliun Selatan

    “Tidak mungkin Jinsi, kita harus selesaikan masalah dengan Lu Sangyun juga. Kita tak bisa pergi ke istana sekarang.” Jing Qian jelas menolak. “Tapi kak—” “Dengar Jinsi, istana memang tengah dikepung bahaya. Tapi kau juga jangan lupa bahwa Hei Lian Hua dan Lu Sangyun ada di luar istana. Mereka jauh lebih kuat dan berbahaya ketimbang ibu suri yang diasingkan di istana itu,” jelas Jing Qian lagi. Perempuan siluman rubah ekor tujuh itu mendekat pada Jung Jinsi, mengusap pelan pundaknya dan menatap tenang wajah adiknya. “Begini saja, kau pergilah ke istana sekarang. Lalu aku akan pergi ke biro penangkap siluman untuk menemui Lu Sangyun.” Jing Qian akhirnya mengalah dan memberi jalan tengah terbaik. Untuk saat ini hal ini lah yang paling efektif. “Apa kakak yakin?” tanya Jung Jinsi yang jelas sangat khawatir. Jing Qian malah tertawa kecil mendengarnya, dia malah mencubit pelan ujung hidung Jung Jinsi dengan gemas. “Kau ini, apa kau lupa kalau aku siluman rubah ekor tujuh? aku cu

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 113 Menyelamatkan Darah Kaisar

    Ye Xuanqing berjalan merapatkan diri ke sisi tembok ruang bawah tanah begitu mendengar suara kaki mendekat ke arahnya. Sementara Fen Rou bersembunyi dibelakang tumpukan kayu bakar di ruangan itu sambil berjongkok dan mata yang awas.Melalui pandangan saja keduanya saling berkomunikasi, menunggu siapa yang muncul di ruang bawah tanah selain mereka.“Penjaga tidak mungkin turun ke mari sebelum aku keluar, aku sudah memerintahkan mereka untuk tetap berjaga di pintu masuk.” Ye Xuanqing membatin, menerka siapa yang sekiranya akan muncul dihadapannya.Obor di sisi kanan dan kiri pintu masuk ruang bawah tanah bergoyang pelan tertiup angin yang masuk. Fen Rou menyipitkan matanya, tangannya sudah menggengam erat Tombak Qiankun disisi tubuhnya. “Kalian juga mencari petunjuk segel darah disini rupanya.”Suara perempuan terdengar begitu jelas dari pintu masuk, kening Ye Xuanqing berkerut dalam. Sosok yang baru saja masuk masih belum terlihat wujudnya dan sang adipati masih menerka-nerka siapa so

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 112 Kekhawatiran sang Kepala Keluarga Ye

    Jung Jinsi dan Jing Qian berdiri menghadap sang Tuan Besar keluarga Ye, Ye Qingyu. Pria yang tak lagi muda itu berulagkali menghela nafas panjang. Sang Tuan Besar memang tengah duduk dengan the hiaju yang mengepul hangat dicangkirnya.“Jinsi, aku tahu niatmu baik. Tapi aku juga tidak mungkin mengizinkan mu pergi tanpa pengawasan disaat seperti ini.” Ye Qingyu berkata dengan tenang, namun jelas ada nada kekhawatiran yang dai sembunyikan.“Tuan Besar, apa anda lupa jika aku bukan manusia? Aku siluman rubah ekor sembilan, kekuatan ku cukup untuk melindungi diri,” jawab Jung Jinsi yang jelas keras kepala.“Aku tahu bagaimana kekuatan mu sebagai siluman, tapi aku mengatakan ini bukan bermaksud meremehkan kekuatan mu. Aku mengatakan ini karena aku tahu, akan jadi seperti apa putraku jika perempuan yang dia cintai pergi tanpa pengawasan di saat genting seperti in. lagi pula yang akan kau temui adalah siluman mimpi buruk Lu Sangyun.” Ye Qingyu menatap dalam-dalam ke arah Jung Jinsi dan Jing Q

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 98 Perlindungan Tak Terduga

    Ye Xuanqing dan Jung Jinsi duduk bersandar di depan pintu kamar Ye Qingyu. Malam semakin larut, namun mereka tetap berjaga. Udara dingin merayap, tapi kehangatan di antara mereka tak bisa disangkal. Jung Jinsi menyandarkan kepalanya ke bahu Ye Xuanqing. "Aku tak menyangka ini akan seberat ini… Ak

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 96 Menghadapi Bayangan

    Angin malam berhembus kencang ketika Jung Jinsi dan Ye Xuanqing bergegas keluar dari ruang kerja. Aroma aneh yang tersisa dari sosok bayangan tadi masih menggantung di udara—bau logam yang samar dan hawa siluman yang dingin."Dia tidak pergi jauh," ujar Jung Jinsi dengan tatapan tajam. "Aku bisa me

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 95 Malam Penuh Peringatan

    Malam di kediaman Keluarga Ye semakin larut, dan sebagian besar penghuni rumah telah terlelap dalam tidur mereka. Namun, di taman belakang yang diterangi sinar rembulan, Jung Jinsi dan Ye Xuanqing masih terjaga.Angin malam bertiup lembut, membawa aroma bunga melati yang bermekaran di sekitar pavil

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 94 Peringatan Dalam Bayangan

    Malam masih pekat ketika Jung Jinsi dan Ye Xuanqing bersiap untuk pergi. Udara di kediaman Keluarga Ye terasa tegang setelah mereka mendapatkan petunjuk dari mata enam milik Jing Qian. Waktu sangat berharga, dan mereka harus segera mencari keberadaan Hei Lian Hua sebelum siluman itu bergerak lebih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status