Short
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya

Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya

بواسطة:  Gastonمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10فصول
7وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Seketika, Michael langsung terdiam.

“Apa yang kamu bilang?”

Aku menutup rekam medis itu, lalu menggesernya kembali ke hadapannya.

“Aku nggak menerima pasien ini.”

Ruang praktek langsung menjadi hening.

Michael menatapku dengan tajam, keningnya mengerut.

Meskipun raut wajah Shelia yang duduk di kursi roda tampak agak pucat, terlihat jelas kalau energinya masih cukup baik.

Sudah dua puluh tahun berlalu.

Hidup mereka benar-benar indah.

Michael menjadi putra mahkota Grup Shafron, sementara Shelia menjadi anak kesayangan yang selalu dimanja seluruh keluarga.

Dan mereka mungkin tak akan pernah menyangka, dokter spesialis penyakit dalam berkacamata di hadapan mereka ini adalah putri kandung yang dulu pernah mereka halangi di luar pintu rumah.

“Aku tahu kamu adalah dokter spesialis paling berpengalaman di kota ini dan nggak mudah untuk dapat antrian konsultasimu.”

“Tapi tenang saja, uang bukanlah masalah. Asalkan kamu bisa menyembuhkan Adikku, sebut saja berapa harganya.”

Sebuah kartu hitam dijepit di antara dua jari Michael, lalu diletakkan di atas mejaku.

Aku menunduk meliriknya sebentar.

Kemudian mendongak menatap Michael.

“Rumah sakit punya aturan. Lagipula, aku nggak menerimanya karena kondisinya nggak masuk dalam lingkup penangananku.”

“Apa maksudmu?”

Michael kembali terdiam.

“Aku sudah cari tahu, kasus gagal jantung stadium akhir pun bisa kamu selamatkan.”

“Adikku hanya ada bising jantung dan sesekali nyeri dada, kamu malah bilang nggak bisa diobati?”

Shelia berbatuk dua kali, lalu menarik pelan ujung baju Michael.

“Kak, sudahlah… aku nggak mau kamu merendahkan diri demiku…”

Sikapnya ini persis seperti saat kehidupan sebelumnya, saat dia memfitnahku mendorongnya hingga terjatuh dari tangga.

Michael merasa kasihan setengah mati, langsung menggenggam erat tangannya.

Saat beralih menatapku lagi, sorot matanya sangat tajam seperti pisau tajam.

“Dokter Vivian, kamu merasa uangnya kurang? Kalau begitu, aku pakai cara lain.”

“Asalkan kamu mau merawat adikku hari ini, Grup Shafron akan menyumbang peralatan medis senilai 60 miliar untuk departemen jantung kalian.”

“Tawaran ini sudah cukup?”

Beberapa dokter magang di sampingku terdengar menarik napas karena terkejut.

Namun, aku bahkan tak mengedipkan mata.

“Pak Michael, aku memilih pasien berdasarkan penyakitnya, bukan uangnya.”

“Aku nggak akan menangani penyakit adikmu. Ambil kartunya dan silakan keluar.”

Michael tertawa dingin, sorot matanya tampak penuh penghinaan.

“Bilang saja kalau kamu nggak sanggup menyembuhkan adikku, ‘kan? Ahli hebat macam apa? Kurasa hanya omong kosong saja!”

“Kak, sudahlah, jangan bicara lagi, dadaku sakit…”

Shelia memegangi dadanya, napasnya terengah-engah.

“Shelia!”

Michael panik dan buru-buru memanggil pengawal untuk mendorong kursi roda.

Saat sampai di pintu, Michael berbalik dan menatapku dengan tajam.

Setelah mereka pergi, aku meraba liontin giok yang dingin di dalam saku.

Keesokan harinya.

Baru saja aku selesai memeriksa kamar pasien, direktur rumah sakit yang biasanya selalu tersenyum ramah tiba-tiba masuk ke ruanganku dengan wajah muram.

“Vivian, kamu dipecat.”

Aku menghentikan gerakan menulisku, lalu mendongak menatapnya.

“Alasannya?”

“Alasan?” Direktur mendengus dingin.

“Bagaimana sikapmu pada Pak Michael kemarin? Mana etika profesimu sebagai dokter? Bisa-bisanya kamu menolak pasien kritis?!”

Pandanganku turun, menatap jam tangan baru yang melingkar di pergelangan tangannya.

Jam tangan itu belum ada kemarin.

Aku pun paham.

“Berapa banyak yang dia suap untukmu?” tanyaku dengan datar.

Raut wajah direktur langsung berubah, kemudian berganti menjadi malu dan marah.

“Asal bicara apa kamu?! Ini keputusan dewan direksi rumah sakit! Cepat kemas barang-barangmu dan pergi dari sini!”

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
10 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status