ํ™ˆ / Romansa / Rengkuhan Hangat Adik Ipar / ๐‘ฃฒโ‹† 115

๊ณต์œ 

๐‘ฃฒโ‹† 115

์ž‘๊ฐ€: Aphrodite
last update ๊ฒŒ์‹œ์ผ: 2026-08-04 05:42:29

"Mas Adrian, tolong kunci pintu depan," panggil Alina khawatir.

Alina mengusap dahi Arka yang mulai berkeringat di atas karpet ruang keluarga.

Adrian yang baru saja mengantar empat personel pengawal ke pelataran depan langsung berbalik melangkah cepat menghampiri sang istri seraya tersenyum menenangkan.

"Pintu depan sudah terkunci sangat rapat, Sayang," pangkas Adrian lembut.

"Terima kasih banyak, Mas Adrian," pangkas Alina lega.

Adrian berlutut di samping Alina, lalu menggenggam erat telap
์ด ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์œผ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์—ฌ ์•ฑ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜์„ธ์š”
์ž ๊ธด ์ฑ•ํ„ฐ

์ตœ์‹  ์ฑ•ํ„ฐ

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†155

    "Apakah kamu sudah memeriksa kembali seluruh dokumen proposal yayasan sosial untuk minggu ini, Sayang?" tanya Adrian lembut.Adrian mendudukkan badannya di tepi kasur empuk kamar utama seraya merapikan kemeja kerjanya. Alina membalikkan badannya dari meja rias, lalu menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat tenang."Semua dokumen proposal sudah aku periksa secara teliti semalam, Mas," pangkas Alina jujur."Bagus sekali, kamu memang selalu cekatan dalam menyelesaikan tugas yayasan," puji Adrian bangga.Alina melangkah menghampiri suaminya, lalu mendudukkan diri di sisi ranjang seraya merapikan dasi kerja Adrian. Binar kebahagiaan terpancar sangat jelas dari kedua mata cantik wanita tersebut tanpa ada keraguan.Pak Bramanta berjalan melintasi koridor lantai dua seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer. Pria tua itu menghentikan langkah di depan pintu kamar utama yang terbuka sangat lebar."Apakah kalian sudah siap turun untuk menikmati sarapan pagi bersama?" tany

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†144

    "Apakah kamu sudah memeriksa kembali seluruh dokumen proposal yayasan sosial untuk minggu ini, Sayang?" tanya Adrian lembut.Adrian mendudukkan badannya di tepi kasur empuk kamar utama seraya merapikan kemeja kerjanya. Alina membalikkan badannya dari meja rias, lalu menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat tenang."Semua dokumen proposal sudah aku periksa secara teliti semalam, Mas," pangkas Alina jujur."Bagus sekali, kamu memang selalu cekatan dalam menyelesaikan tugas yayasan," puji Adrian bangga.Alina melangkah menghampiri suaminya, lalu mendudukkan diri di sisi ranjang seraya merapikan dasi kerja Adrian. Binar kebahagiaan terpancar sangat jelas dari kedua mata cantik wanita tersebut tanpa ada keraguan.Pak Bramanta berjalan melintasi koridor lantai dua seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer. Pria tua itu menghentikan langkah di depan pintu kamar utama yang terbuka sangat lebar."Apakah kalian sudah siap turun untuk menikmati sarapan pagi bersama?" tany

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†143

    "Apakah kamu sudah menyiapkan berkas laporan yayasan untuk rapat besok pagi, Sayang?" tanya Adrian lembut.Adrian mendudukkan badannya di tepi kasur empuk kamar utama seraya merapikan dokumen kantor. Alina membalikkan badannya dari meja rias, lalu menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat tenang."Semua berkas laporan sudah aku susun rapi di dalam tas kerja, Mas," pangkas Alina jujur."Bagus sekali, kamu memang selalu cekatan dalam mengurus pekerjaan yayasan," puji Adrian bangga.Alina melangkah menghampiri suaminya, lalu mendudukkan diri di sisi ranjang seraya merapikan kerah kemeja Adrian. Binar kebahagiaan terpancar sangat jelas dari kedua mata cantik wanita tersebut tanpa ada keraguan.Pak Bramanta berjalan melintasi koridor lantai dua seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer. Pria tua itu menghentikan langkah di depan pintu kamar utama yang terbuka sangat lebar."Apakah kalian sudah siap turun untuk menikmati makan malam bersama?" tanya Pak Bramanta ramah.

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†142

    "Apakah kamu sudah bersiap untuk menemani aku mengunjungi panti asuhan siang ini, Mas?" tanya Alina ramah.Alina berdiri di depan cermin besar kamar utama seraya merapikan jilbab abu-abunya dengan telaten. Adrian melangkah mendekati sang istri, lalu menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat antusias."Mas sudah siap sejak tadi, mari kita berangkat sekarang," pangkas Adrian mantap."Tunggu sebentar, aku ambil tas perlengkapan Arka di atas meja," pangkas Alina cepat.Adrian merangkul pinggang Alina seraya melangkah bersama menuju lantai dasar kediaman. Pak Bramanta duduk tegap di sofa ruang keluarga seraya membaca lembaran surat kabar pagi.Arka berlari kecil menghampiri kedua orang tuanya seraya membawa mobil mainan plastik. Bocah balita itu mendongakkan kepalanya ke atas dengan raut wajah sangat ceria."Arka mau ikut Papa dan Mama ke panti asuhan!" teriak Arka gembira."Ayo jagoan kecil Papa ikut bersama kami," pangkas Adrian tertawa.Pak Anton melangkah masuk dari arah p

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†141

    "Apakah laporan anggaran bulanan yayasan sudah kamu periksa dengan teliti, Sayang?" tanya Adrian lembut.Adrian merapikan letak dokumen di atas meja kerja kamar utama dengan gerakan cepat. Alina membalikkan badannya dari lemari pakaian, lalu menyunggingkan senyuman tipis dengan raut wajah tenang."Semua berkas laporan sudah aku periksa secara cermat kemarin sore, Mas," pangkas Alina jujur."Bagus sekali, kamu memang selalu teliti dalam mengurus yayasan sosial," puji Adrian bangga.Alina memasukkan sisa pakaian ke dalam lemari kayu jati tanpa ragu. Adrian melangkah mendekati sang istri, lalu merangkul pinggang Alina secara mesra.Pak Bramanta berjalan melintasi koridor lantai dua seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer. Pria tua itu menghentikan langkah di depan pintu kamar utama yang terbuka lebar."Apakah kalian sudah siap turun untuk menikmati makan malam bersama?" tanya Pak Bramanta ramah."Kami sudah siap, Papa, mari kita turun ke ruang makan sekarang," pangkas Alina a

  • Rengkuhan Hangat Adik Iparย ย ย ๐‘ฃฒโ‹†140

    Pagi yang Penuh Harapan"Apakah semua perlengkapan kantormu sudah siap di dalam tas, Mas?" tanya Alina ramah.Alina berdiri di dekat meja rias kamar utama seraya merapikan dasi kerja suaminya dengan gerakan telaten. Adrian menatap wajah sang istri dengan binar mata penuh cinta dan senyuman hangat di bibirnya."Semua berkas dan laptop sudah tersusun rapi di dalam tas kerja," pangkas Adrian jujur."Baguslah kalau begitu, mari kita turun sarapan bersama Arka," pangkas Alina antusias.Adrian merangkul pinggang Alina seraya melangkah keluar kamar menuju anak tangga utama. Pak Bramanta sudah duduk tegap di kursi utama meja makan membaca lembaran surat kabar pagi.Arka melambaikan tangan kecilnya dari kursi khusus anak saat melihat orang tuanya datang. Bocah balita itu memegang gelas susu hangatnya dengan raut wajah sangat ceria."Selamat pagi Papa dan Mama!" teriak Arka gembira."Pagi juga jagoan kecil Papa," balas Adrian tertawa.Adrian dan Alina mendudukkan diri di kursi makan berdampinga

๋”๋ณด๊ธฐ
์ข‹์€ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฐพ์•„ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
GoodNovel ์•ฑ์—์„œ ์ˆ˜๋งŽ์€ ์ธ๊ธฐ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฆ๊ธฐ์„ธ์š”! ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š” ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜๊ณ , ์–ธ์ œ ์–ด๋””์„œ๋‚˜ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
์•ฑ์—์„œ ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
์•ฑ์—์„œ ์ฝ์œผ๋ ค๋ฉด QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์„ธ์š”.
DMCA.com Protection Status