Beranda / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 9. Peperangan Dimulai

Share

Bab 9. Peperangan Dimulai

Penulis: Mozze Satrio
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 13:05:50

“Porsi bolognese berikutnya sudah siap? Wadahnya hampir kosong!” seorang camiriere–pramusaji–berseru dari balik meja dapur.

“Miri, berapa lama sugo di pomodoro siap?”  teriak Chef Dom kepada bawahannya.

Sang kepala koki melempar pandangan ke setiap anak buahnya yang tampak kalang kabut. Ia geram, sembari mengingatkan setiap orang

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Resep Cinta Miri   Bab 19. Weekend dengan Nenek Aisha

    “Apa kamu memakai setelan jas yang aku sarankan?” suara misterius itu menggelitik telinga Baskara.“Yang warna khaki, kan? Apa menurutmu ini nggak terlalu santai?” balas Baskara.Pria itu mendongak, mengamati pantulan dirinya pada kaca spion di atas dashboard. Ia menyapukan tangan pada rambutnya yang berlapis pomade. Baskara tampak rapi untuk acara di akhir pekan.Ia sedang bersiap di dalam mobil, tiba lebih awal dari waktu janjian dengan Miri. Hari ini, mereka akan mampir ke rumah Nenek Aisha. Sambil menunggu, Baskara bicara dengan Namira di telepon.“Kalau yang warna biru, kamu seperti mau meeting. Kalau warna hitam, seperti berkabung. Warna terang juga bikin kamu terlihat lebih tinggi,” Namira beralasan.

  • Resep Cinta Miri   Bab 18. Perjumpaan Kembali

    “Miri, kenalin. Ini adikku, Arman Arkani. “Arman, ini Miri. Anaknya Sara,” ucap Seno, menunjuk pria di hadapannya.‘Adik? Di mana aku pernah mendengar nama itu?’ Miri bergumam dalam hati.Pria yang duduk di seberang Seno terbatuk-batuk, menutupi mulutnya dengan serbet. Matanya liar menatap ke segala arah menghindari pandangan Miri. Daun telinganya semerah saus pasta.Arman Arkani mengangkat tangan kiri, berpura-pura mengelus pelipis untuk menyembunyikan wajahnya. Kecanggungan yang muncul di antara mereka luput dari mata Seno, yang sibuk oleh euforia karena segelas tiramisu lezat.“Silakan menikmati tiramisunya, Pak. Ini Miri yang buat,” ucap Jihan memecah keheningan.“Oh,

  • Resep Cinta Miri   Bab 17. Perbincangan Dua Laki-laki

    “Lalu, seserius apa hubunganmu dengan pacar yang sekarang? Bener kalian dulu teman SMA?” tanya Arman, setelah meneguk lemon mocktail-nya.“Dulu aku punya pacar sendiri, begitupun Sara. Kami sekedar teman main, nggak pernah lebih dari itu. Aku juga udah menikah ketika aku dengar Sara punya anak,” jawab Seno.Entah karena pencahayaan restoran yang syahdu, Arman menangkap sisi lembut kakak laki-lakinya yang jarang terlihat. Air mukanya melunak, seperti remaja yang sedang jatuh cinta.Seno Narendra, seorang workaholic yang menghabiskan hidupnya berdedikasi pada pekerjaan. Bahkan mantan istrinya cemburu, menyebut pekerjaan Seno sebagai ‘istri pertama’. Di usianya yang hampir 50 tahun, ia justru menemukan cinta pertamanya.“Dibilang &l

  • Resep Cinta Miri   Bab 16. Jihan vs. Arman

    “Jika ini pertama kalinya bapak-bapak sekalian datang ke Nero&Bianco, saya bisa merekomendasikan beberapa menu favorit pengunjung kami,” ucap Jihan ramah.“Saya sendiri sudah beberapa kali ke restoran ini. Oh iya, minggu lalu kami juga baru kerja sama dengan koki di sini. Kami dari Arkate. Saya Seno Narendra,” balas Seno, melengkungkan senyum.Mendengar nama sang pemilik Arkate, Jihan pun sumringah. Ia belum melupakan pengalamannya menyajikan makanan kepada para tamu undangan malam itu.Dari balik buku menu, Arman menggeleng-gelengkan kepala. Terkadang, ia tak tahan dengan tingkah sang kakak yang tak melewatkan kesempatan untuk mempromosikan kantornya kemanapun ia pergi.“Maaf jika saya tidak mengenali Anda, Pak. Malam itu pestanya meria

  • Resep Cinta Miri   Bab 15. Nama yang Telah Lama Tak Disebut

    “Namira Apsari, ya? Udah lama banget nggak dengar nama itu,” ucap Jihan ketus, sambil mengelap tumpukan peralatan makan bersama Miri.‘Sepertinya terlalu cepat membicarakan hal ini dengan mereka di pagi hari. Apalagi Jihan,’ gumam Miri dalam hati.Ia dan Kemal saling melempar pandangan, namun sahabat prianya segera membuang muka. Kemal tak ingin banyak bicara jika menyangkut Namira, teman lama mereka. Ia lanjut mengupas bawang bombai.Namun, Miri tak mampu menyembunyikan pembicaraan antara dirinya dan Baskara kemarin. Persahabatan mereka tak pernah menyimpan rahasia. Semenjak di bangku SMA, kuliah, hingga akhirnya bekerja di restoran Italia Nero&Bianco.“Mir, maaf ya aku ngomong gini soal Baskara. Apa dia nggak tahu kalau kamu dan Namira

  • Resep Cinta Miri   Bab 14. Miri Menginap di Tempat Baskara

    “Mir … gordennya …” keluh Baskara dalam suara parau, menyembunyikan wajah dalam telapak tangan.“Maaf. Silau, ya?” tanya Miri dalam bisikan.Baskara tidak menjawab. Ia membalikkan badan, memunggui Miri yang sedang membuka gorden kamar. Tubuhnya naik turun, bernapas teratur. Miri menarik tangannya dan melangkah mundur dari jendela.Pagi ini, tubuhnya luluh lantak. Bekerja keras semalaman di acara katering hari jadi Arkate ternyata lebih melelahkan dari yang ia bayangkan. Miri memijat bahunya yang pegal. Ia menyesal karena hampir menuruti gairah untuk bermesraan dengan Baskara tadi malam.“Ow,” erangnya sambil memegangi pinggul yang kaku.Setiap kali mereka bersitegang, Baskara

  • Resep Cinta Miri   Bab 2. Kita Usahakan Restu Itu

    “Terus? Kamu ambil amplopnya?”Pertanyaan dari Jihan, sahabatnya, membuat Miri meradang. Bisa-bisanya ia berpikir Miri akan menerima uang suap untuk meninggalkan Baskara?“Ya nggak, lah! Gila kali!” teriak Miri.“Ssst–”Jihan meletakkan jari di depan bibir, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan dengan

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 4. Makan Siang Keluarga

    “Kamu tahu nggak kalau arrabbiata artinya ‘marah’?” Kemal membeberkan fakta, sambil mengaduk saus kental di dalam panci.Aroma pedas yang membubung bersama uap tipis menggelitik hidung Miri. Matanya terasa panas. Kemal tak mengizinkan Miri meninggalkannya barang sedetik agar ia merekam setiap langk

  • Resep Cinta Miri   Bab 3. Kedatangan Kemal sang Koki

    “Jadi, restu masih belum di tangan, nih?” tanya Jihan, selepas Miri menceritakan acara makan malam terakhirnya bersama orang tua Baskara.“Dari reaksi Baskara, menurutku belum. Ayahnya oke-oke aja. Tapi si serigala betina …,” bisik Miri, menggelengkan kepala.Terakhir kali Miri melihat kekasihnya s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status