Share

Bab 121

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-08-17 15:12:11

"Aku ingin menanyakan tentang Kiran. Siapa tau, mereka sudah mendapatkan informasi keberadaannya."

Hannah mendekati putranya, lalu berdiri di hadapannya. "Kamu sedang demam, wajahmu juga pucat sekali. Lebih baik hari ini istirahat di rumah, nanti saja setelah sehat baru ke sana."

"Tidak bisa, Ma. Aku harus ke sana hari ini."

"Raka, kamu ke sana pun, belum tentu mendapatkan informasi tentang Kiran. Lebih baik telpon saja daripada ke sana."

"Aku ingin bertanya langsung pada mereka."

Melihat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Michellyn
lanjut smp tamat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 121

    "Aku ingin menanyakan tentang Kiran. Siapa tau, mereka sudah mendapatkan informasi keberadaannya." Hannah mendekati putranya, lalu berdiri di hadapannya. "Kamu sedang demam, wajahmu juga pucat sekali. Lebih baik hari ini istirahat di rumah, nanti saja setelah sehat baru ke sana." "Tidak bisa, Ma. Aku harus ke sana hari ini." "Raka, kamu ke sana pun, belum tentu mendapatkan informasi tentang Kiran. Lebih baik telpon saja daripada ke sana." "Aku ingin bertanya langsung pada mereka." Melihat sika keras kepala putranya, Hannah menjadi kesal. "Raka, apa kamu tidak sayang dengan badanmu sendiri? Setidaknya, pikirkan dirimu dulu sebelum memikirkan orang lain." Raka yang baru selesai mengancingkan bajunya, akhirnya menatap sang ibu. "Aku tidak apa-apa, Ma. Hanya sedikit lelah saja." "Lelah katamu," seru Hannah marah. "Kamu pikir, Mama tidak tahu, setelah Kiran pergi, kamu sering minum-minum di bar dan selalu pulang dini hari sampai kamu pernah tidak sadarkan diri karena minuman." "Aku

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 120

    "Akhirnya kamu pulang juga, Sayang," ucap Raka sambil memeluk Sofia. "Aku sangat merindukanmu. Jangan pergi lagi." "Raka, aku bukan Kiran, kamu salah orang," seru Sofia sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan Raka. "Cepat lepaskan aku." "Aku tidak mau," tolak Raka. "Kamu pasti akan pergi lagi jika aku lepaskan," katanya sambil memeluk sofia erat. Merasa kesulitan untuk bernapas, Sofia akhirnya tidak bergerak lagi. "Raka, tolong lepaskan aku." Raka mengabaikan ucapan Sofia dan tetap memeluknya erat. "Kamu cuma salah paham, Sayang. Aku tidak pernah berniat menceraikanmu. Tolong maafkan aku." "Raka, kamu mabuk." Merasa semakin sesak, Sofia akhirnya memberontak. Raka yang takut Kiran pergi lagi, secara tiba-tiba mengubah posisi keduanya hingga dia berada di atas Sofia. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi," kata Raka dengan mata memerah sambil menahan kedua tangan Sofia di sisi kanan dan kiri. "Aku akan membuatmu mengandung anakku agar kau tidak bisa meninggalkanku." Melihat Rak

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 119

    Raka mematikan rokok di tangannya, kemudian menegak minuman berwarna coklat di hadapannya. "Dia hanya salah paham padaku.""Itulah bodohnya kau. Seharusnya kau langsung menjelaskan pada Kiran setelah menelponnya agar dia tidak salah paham padamu.""Aku bermaksud menjelaskannya secara langsung setelah selesai mengurus semuanya, tapi ....""Tapi ternyata dia justru mengambil kesempatan itu untuk meninggalkanmu dan pergi dengan pria lain," potong Gery sambil tersenyum. "Kau terlalu percaya diri Raka. Kau pikir Kiran pasti tidak akan berani meninggalkanmu setelah kau bilang ingin memulai awal lagi dengannya."Raka hanya diam dengan pandangan lurus ke depan sambil memainkan gelas yang ada di tangan kanannya."Kiran pasti berpikir kau hanya mempermainkannya, makanya dia memilih pergi," ujar Gery. "Tapi, aku mendukung keputusan Kiran pergi meninggalkanmu. Lebih baik dia bersama dengan pria itu daripada dengan pria sepertimu."Raka meletakkan gelasnya dengan kasar di meja, lalu menatap Gery d

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 118

    "Bagaimana?" tanya Raka setelah melihat Doni memasuki ruangan kerjanya. "Sudah tahu ke negara mana istriku pergi?""Belum, Pak."Wajah Raka yang memang sudah lesu, semakin lesu setelah mendengar itu. Bagaimana tidak lesu, semenjak sang istri menghilang 5 hari yang lalu, Raka tidak pernah bisa tidur nyenyak. Setiap hari dia hanya tidur selama kurang lebih 3 jam. Pikirannya terus tertuju pada sang istri.Selama 5 hari itu, Raka memang tetap bekerja setiap hari, tapi tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dia kerjakan dengan benar sampai dimarahi oleh sang ayah. Pada akhirnya, karena tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya, Raka meminta sekretarisnya untuk membantunya memeriksa pekerjaannya."Pak, sepertinya Bu Kiran sudah mengganti nomor ponselnya, makanya tidak bisa dilacak lagi."Raka terdiam dengan alis mengerut. Matanya yang setajam elang menatap lurus ke depan seperti sedang mengintai mangsanya. "Mungkin dia tidak mau ditemukan olehku."Bukan mungkin lagi, tapi Kiran memang tid

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 117

    Tubuh Raka mendadak lemas. Jantungnya yang semula berdebar kencang, seolah berhenti saat itu juga. Dia langsung berpegangan pada tempok ketika tubuhnya hampir saja kehilangan keseimbangan. "Ma, Kiran mau pergi ke mana?" tanya Raka setelah berhasil menghilangkan keterkejutannya "Maaf, Mama tidak bisa memberitahumu," jawab Yulia lirih. "Kiran bilang kamu tidak perlu mencarinya lagi untuk masalah perceraian. Semuanya dia serahkan padamu. Dia juga tidak akan datang saat persidangan nanti. Kamu bisa menghubungi Mama setelah akta cerainya keluar." Kedua tangan Raka mengepal kuat hingga urat-urat di lengannya tampak menonjol. "Ma, aku tidak pernah berniat menceraikan Kiran. Dia hanya salah paham. Aku akan menjelaskan langsung padanya, jadi tolong beritahu aku ke mana dia pergi." Yulia terdiam dengan wajah bingung. Dia meremas kedua tangannya sembari berpikir, apakah dia akan memberitahu Raka atau tidak. Di satu sisi, dia ingin memberitahu di mana keberadaan putrinya agar keduanya bisa m

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 116

    Usai berbicara dengan sang ayah, Raka mengajak Doni untuk pergi ke kantor polisi untuk membuka kasus kecelakaan 4 tahun lalu. Pengacara Raka sendiri sudah tiba lebih dulu di sana. Setelah urusan di sana selesai, Raka mengajak Doni pergi ke mall. "Menurutmu, cincin mana yang cocok untuk istriku?" tanya Raka pada Doni setelah mereka berada di dalam toko perhiasan. "Saya kurang mengerti mengenai cincin yang disukai wanita, Pak," kata Doni dengan jujur. Karena merasa bingung, Raka pun meminta rekomendasi kepada pegawainya. "Ini model cincin yang tidak pasaran dan hanya ada satu di toko kami." Raka menatap cincin berlian di depannya sejenak, kemudian berkata, "Baik. Saya pilih yang ini." Kebetulan ukurannya cocok dengan jari Kiran, jadi Raka mengambil cincin itu. Kenapa Raka bisa tahu ukuran cincin wanita itu, karena sebelumnya dia pernah bertanya sebelum kembali ke Jakarta. Setelah selesai membeli cincin, Raka meminta diantar pulang oleh Doni, dia ingin berbicara dengan sang ibu men

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 4 Mengalami Cidera

    "Raka, kau yakin akan meninggalkannya sendirian di sana?" tanya Gery sesaat setelah mobil melaju.Raka tidak menjawab dan hanya menatap jalanan di depannya."Raka, aku tahu kau masih membencinya, tapi saat ini dia sedang membutuhkan pertolongan. Tidak bisakah mengesampingkan dendammu dulu dan menol

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 3 Bertemu Preman

    WARNING ....!!!!!Adegan kekerasan di bab ini TIDAK PATUT DICONTOH dan TIDAK BOLEH DITIRU. Khusus untuk usia 21+, usia di bawah itu, harap SKIP. Terima kasih.==================================="Kenapa saya harus pindah, Pak?" protes Kiran pada pria berumur sekitar 50 tahun yang sedang berada di h

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 2 Menebus Kesalahan

    “Kiran Avriyadi, beritahu aku, bagaimana kehidupanmu selama di penjara?” Pria bernama Raka itu meraih dagu Kiran, lalu berkata penuh penekanan, “Baik atau buruk?”Ketika melihat seringai jahat pria itu, kaki Kiran mendadak gemetar dan lemas. Saking lemasnya sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 1 Mencari Pekerjaan

    "Maaf, kami tidak bisa mempekerjakan mantan napi di sini," ucap Pria berumur 55 tahun yang sedang duduk di depan Kiran. “Saya bisa melakukan pekerjaan apa saja, Pak. Cleaning service juga boleh,” balas Kiran meyakinkan. Pria itu menggeleng dengan pelan. "Kami tetap tidak bisa menerimamu. Catatan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status