Share

Bab 12

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-05-29 01:01:42
Melihat dia akan terjatuh ke bawah, Kiran berusaha menggapai pegangan di pinggir tangga. Namun, gagal karena tangannya licin.

Sebelum Kiran sempat terjungkal di anak tangga pertama, Stevi dengan cepat maju dan menarik tangan Kiran dan menukar posisinya menjadi terbalik.

"Kiran, tolong aku."

Kiran yang berhasil selamat tampak membelalakkan mata dengan tangan terulur ke arah Stevi ketika melihat wanita itu terjungkal ke bawah dengan tubuh menggelinding.

Sementara Vania yang sejak tadi berd
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 36

    "Kiran, kau semakin berani rupanya.""Berani apa?" Kiran yang tidak mengerti maksud dari perkataan Raka tampak menatap pria yang sedang mengurungnya dengan wajah bingung."Semenjak kapan statusku berubah menjadi majikanmu, dan pria itu menjadi orang terdekatmu?" tanya Raka dengan suara berat.Bulu mata Kiran bergetar hebat, merasa gugup ketika ditatap begitu tajam oleh Raka."Apa kau sudah lupa statusmu sekarang?""Bukankah dari awal kamu memang menjadikanku pembantu di sini? Kau sengaja menikahiku hanya agar aku tidak bisa kabur, kan?""Jadi, kau sungguh ingin jadi pembantu di rumah ini?""Jika memang itu yang kau inginkan, aku tidak keberatan dengan itu. Selama kau menepati janjimu akan melepasku setelah satu tahun, aku akan menjalankan tugasku dengan baik selama di sini."Tidak keberatan menjadi pembantu. Luas biasa.Saking dekatnya jarak keduanya, Kiran sampai bisa mendengar ketika Raka sedang mengg

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 35

    "Aku ingin kau memberikan hukuman setimpal untuk Kiran untuk kejadian di rumahmu. Masalah hari ini, aku akan melupakannya karena mereka sama-sama terluka, tapi Kiran sudah jelas mendorong Stevi dan adikmu sendiri sudah mengakuinya. Aku bisa saja tetap melaporkan Kiran, tapi aku akan mengalah kali ini demi hubungan baik keluarga kita."Setelah termenung selama beberapa saat, Raka akhirnya setuju. "Baik."Suasana tegang yang sempat menyelimuti mereka perlahan mencair. "Dan kau harus ingat, kau masih harus bertanggung jawab menjaga Stevi sampai sembuh. Selama kami pergi ke luar kota, kau harus menjaganya dengan baik."Raka kembali teringat mengenai permintaan Stevi yang ingin tinggal di rumahnya ketika ayahnya pergi keluar kota hari ini."Baik. Aku akan menjaganya sampai Om kembali."Setelah selesai membuat kesepakatan, Raka membawa Kiran pergi dari sana. Namun, belum sempat mencapai mobil, seseorang pria tampak berlari menghampiri Kiran. Pr

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 34

    "Lihat ini, tangannya juga terluka." tunjuknya pada pergelangan tangan Kiran. "Dia tidak mungkin menggigit tangannya sendiri hingga berdarah, itu artinya Stevi juga mencelakainya. Jika Om tetap ingin melaporkan Kiran ke polisi, maka aku terpaksa akan melaporkan Stevi juga," kata Raka dengan tegas. Mendengar itu, amarah ayah Stevi seketika naik. "Raka, demi wanita seperti dia, kau berani melawanku?" tunjuknya pada Kiran dengan wajah memerah. "Apa kau tidak ingat, kalau dialah yang menyebabkan Mia meninggal?" Ketika nama 'Mia' disebut, ada emosi yang bergejolak di dalam tubuh Raka. "Masalah Stevi tidak ada hubungannya dengan Mia. Jangan mengaitkan kejadian dulu dengan sekarang. Lagi pula, Stevi hanya terluka ringan di kepala. Dia pingsan karena fobia terhadap darah, bukan karena terluka parah." Merasa Raka terlalu membela Kiran, ayah Stevi semakin tidak terima. "Lalu, bagaimana dengan kecelakaan di tangga? Apa kau juga akan membelanya?" tunjuk Hutomo pada Kiran. "Dia sudah membuat

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 33

    "Ada apa?" Raka menatap Doni yang baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan langkah tergesa-gesa."Nona Kiran dibawa Tuan Hutomo, Pak."Informasi itu Doni dapat dari perawat yang diminta oleh Raka untuk mengawasi Kiran dan juga Stevi. Raka khawatir Kiran akan membuat masalah, itu sebabnya dia meminta salah satu perawat untuk mengawasi keduanya dan segera mengabari asistennya jika terjadi sesuatu."Dibawa ke mana?""Kantor polisi."Raka langsung menutup dokumen yang ada di tangannya dengan kasar. "Kenapa Kiran dibawa ke sana?""Nona Kiran mendorong Nona Stevi hingga pingsan."Ketika mendengar itu, amarah dalam diri Raka seketika naik. Baru saja dia berpesan pada Kiran untuk menahan diri dan tidak membuat masalah dengan Stevi, tapi dia justru mendorongnya untuk yang kedua kali."Antar aku ke sana."Raka meraih ponselnya, kemudian pergi berjalan menuju pintu dengan langkah tergesa-gesa. Ekspresi wajahnya tampak suram, dengan otot rahang yang mengencang.Sementara itu, Kiran yang baru sa

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 32

    "Aku masih ada pekerjaan," jawab Raka. "Dokter bilang, kamu sudah bisa pulang besok, kan?""Iya, tapi orang tuaku akan pergi ke luar kota. Bolehkah aku menginap sementara di rumahmu?"Tiba-tiba saja pagi tadi orang tuanya bilang harus pergi keluar kota karena ada urusan mendesak. Mereka bilang akan kembali dalam beberapa hari."Tidak bisa. Aku akan meminta perawat yang biasanya untuk menjagamu di rumah.""Kak, kamu sudah berjanji pada ayahku akan merawatku sampai sembuh. Apa kamu mau mengingkari janjimu?"Salah satu alasan orang tua Stevi berani meninggalkan Stevi ke luar kota besok, karena Raka sudah berjanji akan menjaga putri mereka sampai sembuh. Selain itu, kondisi Stevi sudah mulai pulih, hanya kakinya saja yang belum bisa digunakan untuk berjalan."Stevi, kita tidak memiliki ikatan. Tidak baik kalau kamu tinggal di rumahku."Apalagi, saat ini dia sudah menikah. Tidak pantas rasanya kalau dia membiarkan wanita lain tinggal di rumahnya."Aku akan mengajak Vania untuk menemaniku j

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 31

    Raka berjalan mondar-mandir di ruangan kantornya dengan gelisah setelah mengecek ponselnya. Sudah dua jam lamanya Kiran berada di rumah orang tuanya, tapi dia belum mendapat kabar apa-apa dari sang ibu. Setengah jam lalu, ibunya hanya mengatakan kalau Kiran sedang berada di ruangan kerja bersama ayahnya. Sang ibu tidak diizinkan untuk masuk ke dalam, jadi ibunya juga tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana. Ya. Raka akhirnya setuju ibunya membawa Kiran setelah berdebat panas selama beberapa menit. Ibunya berjanji akan menemani Kiran selama berbicara dengan sang suami, tapi nyatanya dia tidak diizinkan untuk masuk ke dalam. Karena merasa tidak tenang, Raka kembali meraih ponselnya di meja, kemudian menghubungi ibunya. Tiga kali dia melalukan panggilan, tapi tidak juga dijawab oleh sang ibu. Saat dia akan meletakkan ponselnya di meja, ada bunyi panggilan masuk dari ibunya. Buru-buru Raka mengangkat panggilan itu dan bertanya, apakah Kiran sudah keluar dari ruangan sang ayah. "Kira

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status