Partager

Bab 30

Auteur: Jiriana
last update Date de publication: 2026-06-05 00:10:23
Setelah ibunya pergi, Raka pergi menutup pintu dan berjalan menuju kamar mandi. Saat melihat Kiran duduk termenung di tepi ranjang, Raka menghentikan langkahnya. "Kenapa belum pergi?" tanyanya. "Masih mau melanjutkan yang tadi?"

Kiran menggeleng dan segera keluar dari sana, tapi karena dia melangkah terburu-buru, kakinya tersandung dan hampir membuatnya terjatuh. Beruntung dia segera berpegangan pada tembok.

"Dasar ceroboh."

Setelah mengatakan itu, Raka berlalu ke kamar mandi dan menutup p
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Jiriana
Terima kasih sudah setia membaca karya Author.
goodnovel comment avatar
Lily Sidharta
aku suka thor ..karya2 mu selalu bikin kejutan2 ..lanjut thor..
goodnovel comment avatar
Jiriana
Iya. Sedih banget loh jadi dia.
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 131

    "Bagaimana jika aku menolak?" "Maka, aku akan membawamu kembali ke Indonesia secara paksa." Kiran terdiam sambil berpikir keras. Setelah menimang selama beberapa saat, Kiran akhirnya setuju. "Baiklah. Sekarang, kembalikan ponselku." "Sebelum kukembalikan ponselmu, aku mau kamu makan dulu." "Aku tidak—" "Jika kamu tidak mau makan, maka kata-kataku yang tadi akan kutarik lagi." "Baiklah. Aku akan makan." "Makan yang banyak," ucap Raka. "Badanmu kurus sekali sekarang." Kiran mengabaikan ucapa Raka dan mulai menyendokkan makanan ke piringnya. Selesai makan, Raka mengembalikan ponsel wanita itu. Kiran langsung memeriksa ponselnya, dan ternyata banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab yang masuk ke ponselnya. Salah satunya dari sang ibunya dan juga Glen. Kiran langsung pergi ke kamar dan menghubungi ke kedua orang tersebut. Namun, hanya Glen yang mengangkat. Nomor sang ibu tidak bisa dihuhungi. Kiran pun memutuskan untuk menghubungi Fabby agar wanita itu tidak cemas

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 130

    "Bagaimana?" tanya Raka ketika melihat Doni menghampirinya di balkon hotel. "Nyonya Kiran tetap tidak mau makan. Makanannya sama sekali tidak disentuh." Raka yang sedang berdiri di balkon dengan posisi menghadap ke jalan seketika menghela napas pelan. Sejak perdebatannya dengan sang istri kemarin malam, Kiran belum pernah keluar dari kamar hingga kini. Makanan yang diletakkan di depan kamarnya tidak ada yang dia ambil. Hanya minuman saja yang dia ambil. Dia hanya berdiam diri di dalam kamar, membuat Raka merasa khawatir dengan kondisi sang istri. "Besok pagi kamu kembali dulu ke Indonesia. Ada tugas khusus untukmu." "Baik, Pak." Setelah Doni pergi, Raka menghubungi ibu Kiran. "Ma, ini Raka." "Ya. Ada apa Raka?" tanya Ibu Kiran diseberang telpon. "Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Papa. Bisa Mama berikan telponnya pada Papa?" "Ya. Tunggu sebentar." Raka berbicara dengan ayah Kiran kurang lebih 15 menit. Selesai menelpon, Raka menemui Doni yang sedang dudu

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 129

    "Kiran masih di kamar?" tanya Raka pada Doni setelah memasuki ruang tamu."Iya, Pak. Nyonya Kiran tidak keluar sejak pagi. Dia juga tidak mau makan dan mengunci kamar dari dalam."Ketika Raka akan melangkah ke dalam, Doni segera menghentikannya. "Pak, ibu Anda baru saja menelpon saya," kata Doni sambil mendekati Raka yang sejak tadi masih duduk di meja makan. "Dia minta Bapak menghubunginya sekarang juga."Seketika itu juga Raka baru teringat oleh sang ibu. Sudah 2 hari ini ibunya terus menghubunginya, tapi tidak pernah diangkat olehnya. Dia hanya mengirimkan pesan kalau dirinya sedang ada urusan penting."Apa saja yang dikatakan ibuku?""Nyonya Hannah marah besar saat tahu Anda masuk rumah sakit lagi karena luka Anda terbuka lagi.""Kamu memberitahu ibuku?"Doni mengangguk lemah. "Saya tidak berani berbohong, Pak."Karena cepat atau lambat ibu Raka pasti akan tahu hal itu, jadi lebih baik dia berkata jujur.Raka menghela napas pelan, kemudian mengambil ponselnya di saku. "Baiklah. Ak

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 128

    Setelah selesai, Raka keluar kamar mandi. Dia sedikit terkejut ketika melihat Kiran sudah berdiri di depannya dengan raut wajah dingin."Ada apa?" tanya Raka lembut."Mana ponselku?""Masalah ponsel, kita bicarakan nanti. Kita sarapan dulu.""Aku mau sekarang.""Aku janji akan mengembalikannya nanti, Sayang," ujar Raka, masih dengan nada bicara yang lembut. Raka terulur mengusap lembut kepala Kiran. Namun, segera ditepis oleh wanita itu, membuat iris mata Raka seketika mengecil. "Tunggu aku di meja makan, aku mau ganti baju dulu."Kiran tidak menjawab, dan segera berlalu dari sana dengan wajah kesal. Raka yang melihat itu, tampak menatap sang istri dengan sendu, kemudian berjalan menuju kamarnya. Pukul 7 pagi, mereka bertiga sarapan bersama dengan suasana hening. Tidak ada yang membuka suara sampai mereka selesai sarapan."Aku juga sudah selesai sarapan," kata Kiran setengah meneguk air minum. "Sekarang, kembalikan ponselku.""Ikut aku pulang ke Indonesia dulu, baru aku kembalikan pon

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 127

    "Mau ke mana?" tanya Raka sambil menahan pergelangan tangan Kiran."Bukan urusanmu!" seru Kiran sambil menoleh. "Lepas!""Kamu tidak boleh pergi." Usai mengatakan itu, Raka mengangkat tubuh Kiran, lalu membopongnya menuju kamar. Dia mengernyit ketika merasakan perutnya kembali terasa sakit."Raka, lepaskan aku!" pinta Kiran sambil memukul-mukul punggung Raka. "Aku tidak mau menginap di sini.""Maaf, Sayang. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi."Meski nyeri hebat kembali menyerang bagian perutnya yang terluka, Raka tetap membawa Kiran kembali ke kamar. Doni yang sejak tadi berdiri di dekat sofa hanya bisa mematung di tempat ketika melihat adegan itu.Setibanya di kamar, Raka langsung menurunkan Kiran di dekat ranjang. "Lepaskan tanganku.""Kamu tidak boleh ke mana-mana. Benci aku sesukamu, tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi lagi.""Raka, apa sebenarnya maumu?" tanya Kiran dengan suara tinggi."Aku tidak mau bercerai. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kita. Aku tahu, ak

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 126

    "Raka, buka!" Kiran berteriak sambil menggedor pintu kamarnya berkali-kali. "Aku mau keluar. Cepat buka pintunya!" Setelah menunggu beberapa menit tidak dibuka juga, Kiran akhirnya menghentikan gerakan tangannya, lalu bersandar di pintu. Sudah lebih dari setengah jam dia berteriak dan menggedor pintu, tapi tidak dibuka juga oleh Raka. "Raka, buka!" Merasa kesal karena teriakannya tidak digubris, Kiran akhirnya berseru, "Raka, jika kamu tidak membuka pintunya sekarang, aku akan menghancurkan semua barang-barang di kamar ini," ancam Kiran. Tidak lama berselang, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Tampak Doni berdiri tegak si depan pintu. "Di mana Raka?" "Pak Raka sedang pergi." "Ke mana?" "Saya tidak tahu, Nyonya. Pak Raka hanya bilang ada urusan penting." Urusan penting? Urusan penting yang dilakukan Raka pada pukul 11 malam? "Kapan dia kembali?" "Mungkin malam ini tidak bisa kembali." 'Tidak bisa kembali? Memangnya, apa yang sedang dia lakukan sampai tidak bisa kemba

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 2 Menebus Kesalahan

    “Kiran Avriyadi, beritahu aku, bagaimana kehidupanmu selama di penjara?” Pria bernama Raka itu meraih dagu Kiran, lalu berkata penuh penekanan, “Baik atau buruk?”Ketika melihat seringai jahat pria itu, kaki Kiran mendadak gemetar dan lemas. Saking lemasnya sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 1 Mencari Pekerjaan

    "Maaf, kami tidak bisa mempekerjakan mantan napi di sini," ucap Pria berumur 55 tahun yang sedang duduk di depan Kiran. “Saya bisa melakukan pekerjaan apa saja, Pak. Cleaning service juga boleh,” balas Kiran meyakinkan. Pria itu menggeleng dengan pelan. "Kami tetap tidak bisa menerimamu. Catatan

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 7 Demam

    Kiran langsung bangun dari tidurnya begitu air membasahi wajahnya. Dia mengusap wajahnya dengan cepat, lalu menatap Raka yang sedang berdiri di samping ranjangnya. "Sudah saatnya bangun. Kamu bukan lagi tuan putri sekarang. Cepat bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang makan." Setelah Raka pergi,

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 6 Tinggal Serumah

    "Ini rumah siapa?"Kiran menatap rumah besar di depannya dengan heran setelah turun dari mobil Raka."Rumahku." Tanpa melirik pada Kiran, Raka berjalan melewatinya dengan acuh tak acuh.Kiran yang tidak tahu alasan Raka membawanya ke sana, akhirnya bertanya, "Kenapa aku dibawa ke sini?"Raka menghe

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status