Share

Bab 9 Pingsan

Author: Jiriana
last update publish date: 2026-05-27 22:12:48

Setelah mengangkat Kiran ke atas, Raka membaringkan tubuhnya di lantai, kemudian mengecek pernapasannya dengan cara menempelkan kuping ke mulut dan hidung Kiran, setelah itu memperhatikan gerakan dada Kiran sebentar sebelum memeriksa denyut nadi di lehernya.

"Kiran," panggil Raka.

Namun, tidak ada respon apa pun darinya. Tanpa pikir panjang, Raka memberikan bantuan pernapasan pada Kiran sebanyak lima kali.

Melihat belum ada pergerakan juga dari Kiran, Raka kembali membungkuk dan memberikan napa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 116

    Usai berbicara dengan sang ayah, Raka mengajak Doni untuk pergi ke kantor polisi untuk membuka kasus kecelakaan 4 tahun lalu. Pengacara Raka sendiri sudah tiba lebih dulu di sana. Setelah urusan di sana selesai, Raka mengajak Doni pergi ke mall. "Menurutmu, cincin mana yang cocok untuk istriku?" tanya Raka pada Doni setelah mereka berada di dalam toko perhiasan. "Saya kurang mengerti mengenai cincin yang disukai wanita, Pak," kata Doni dengan jujur. Karena merasa bingung, Raka pun meminta rekomendasi kepada pegawainya. "Ini model cincin yang tidak pasaran dan hanya ada satu di toko kami." Raka menatap cincin berlian di depannya sejenak, kemudian berkata, "Baik. Saya pilih yang ini." Kebetulan ukurannya cocok dengan jari Kiran, jadi Raka mengambil cincin itu. Kenapa Raka bisa tahu ukuran cincin wanita itu, karena sebelumnya dia pernah bertanya sebelum kembali ke Jakarta. Setelah selesai membeli cincin, Raka meminta diantar pulang oleh Doni, dia ingin berbicara dengan sang ibu men

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 115

    "Kak, secepatnya kamu harus mencari pengacara terbaik untuk membebaskan ayahku." "Ya, kamu tenang saja, aku akan menghubungimu lagi nanti." Setelah berpamitan pada Stevi, Raka meninggalkan rumah wanita itu menuju kantornya. Dalam perjalanan, Raka memasukkan memory yang tadi diberikan Stevi ke laptop Doni, lalu memutar video yang tersimpan di dalamnya. Tampak kamera dashbor mobil yang dikendarai Stevi merekam saat Kiran menabrak mobil Mia dari arah kiri di perempatan jalan yang sepi. Mobil Mia bergeser beberapa meter usai ditabrak oleh Kiran. Detik selanjutnya, Kiran tampak keluar dari mobil dan berjalan menuju mobil Mia. Belum sempat mencapainya, mobil Mia sudah lebih dulu ditabrak dari arah belakang dengan kuat hingga terguling ke pinggir jalan. Dalam rekaman itu, Kiran langsung berlari mendekati mobil Mia dan membuka mobil wanita itu. Namun, saat melihat mobil yang menabrak Mia berjalan mundur dan membelokkan stir, Kiran bergegas menuju mobilnya, tapi sayang saat dia akan menja

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 114

    "Kiran, kamu kenapa, Nak? Apa kamu sakit?" tanya Yulia saat melihat wajah putrinya sangat pucat. "Tidak, Ma. Aku baik-baik saja, hanya merasa sedikit pusing." "Kalau begitu, istirahat saja di kamar," usul Yulia. Kiran mengangguk pelan, kemudian pergi ke kamarnya. Dia langsung menjatuhkan diri ke ranjang dengan posisi tengkurap. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya tumpah juga. 'Seharusnya aku tidak percaya saat dia bilang mencintaiku. Akulah yang bodoh sampai bisa jatuh cinta padanya. Sudah jelas sejak awal dia menikahiku hanya ingin balas dendam.' Sebenarnya, waktu Raka bilang sudah memaafkannya dan ingin memulai dari awal lagi, Kiran belum sepenuhnya percaya dengan pria itu. Namun, setelah diyakinkan terus oleh Raka, Kiran mencoba untuk mempercayainya. Tapi sayangnya, dia harus menelan kekecewaan saat mendengar perkataan pria itu hari ini, ternyata Raka hanya mempermainkannya. "Untung saja dia tahu diri," sahut Stevi tiba-tiba setelah panggilan diputus oleh Kiran. Rak

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 113

    "Ayahku bilang tidak ada yang boleh tahu kalau akulah yang sudah menabrak Kak Mia. Aku harus menyembunyikan kejadian itu dan berpura-pura tidak tahu apa-apa." Sejak mengetahui kalau Stevi terlibat dalam kecelakaan itu, Raka sebenarnya sudah menduga kalau Hutomo pasti mengetahui hal itu dan berusaha melindungi sang putri. "Kalau begitu, bisakah kamu memberikan rekaman kecelakaan waktu itu?" tanya Raka hati-hati. Ekspresi Stevi seketika berubah. "Untuk apa? Kakak mau menjebloskanku ke penjara?" Raka segera menggeleng, kemudian menenangkan Stevi agar dia tidak berpikir macam-macam. "Tidak. Aku hanya ingin melihatnya." "Bohong!" seru Stevi marah, kemudian dia segera menjauhkan tubuhnya dari Raka. "Kamu pasti mau memasukkanku penjara, kan?" "Tidak. Kamu adik Mia, mana mungkin menjebloskanmu ke penjara." "Bisa saja kamu ingin membersihkan nama Kiran dengan mengorbankanku," tuduh Stevi. "Tidak," sanggah Raka. "Untuk apa aku membersihkan namanya? Aku justru sangat membencinya.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 112

    Saat membuka matanya di pagi hari, Stevi langsung meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Setelah memijatnya beberapa kali, dia akhirnya bangun dari tidur, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh kamar. Dia sedikit terkejut ketika menyadari sedang berada di kamar, seingatnya semalam dia sedang mengobrol dengan Raka di ruangan santai setelah makan malam sambil menikmati alkohol yang diberikan oleh pria itu. Saat sedang larut dalam pikirannya, pintu kamar diketuk. Terdengar suara Raka memanggil namanya dari luar. Sebelum menyahut, Stevi dengan cepat membenahi rambut serta penampilannya agar terlihat sedikit rapi. "Masuk, Kak." Tidak lama berselang, pintu kamar terbuka dan muncullah Raka dari balik pintu. "Apa aku mengganggumu?" "Tidak, Kak," jawab Stevi sembari tersenyum. "Ada apa?" "Ada yang mau aku bicarakan denganmu." "Apa?" "Kamu mandi saja dulu, setelah itu sarapan, baru kita bicara." "Baik, Kak," kata Stevi cepat. Setelah Raka pergi, Stevi segera turun dari r

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 111

    “Siapa?” Tiba-tiba saja Stevi tersenyum lebar, kemudian mendekatkan diri pada Raka yang duduk di sebelahnya. “Aku yang sudah menabrak Kak Mia hingga tewas,” bisik Stevi, kemudian dia menaruh jari telunjuknya di bibir, dan terdengarlah suara desisan dari mulutnya. “Jangan bilang siapa-siapa. Ini rahasia. Papa bilang, tidak ada yang boleh tahu soal ini,” racaunya. Usai mendengar itu, raut wajah langsung berubah menjadi suram. ”Kalau benar kamu yang sudah melenyapkan nyawa Mia, lalu bagaimana bisa Kiran menjadi tersangka dalam kecelakaan 4 tahun lalu?” Stevi memejamkan mata sejenak, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian berkata, “Karena memang Kiran yang pertama kali menabrak Kak Mia,” jawab Stevi lirih sambil tersenyum seperti orang bodoh. “Maksudmu?” Dalam kondisi setengah sadar, Stevi menjawab, “Kiran menabrak mobil Kak Mia dari belakang hingga bergeser beberapa meter, kemudian aku yang menabrak mobilnya hingga terpental jauh di pinggir jalan.” “Jadi, maksudmu, Mia masi

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 5 Dibawa Pergi

    "Mau ke mana?" Gery menahan lengan Raka ketika melihat pria itu melangkah."Masuk ke dalam.""Eh, tunggu dulu." Baru sempat melangkah, Raka kembali ditahan oleh Gery. "Kau mau melakukan apa di dalam, menghampiri Kiran?""Menurutmu?" tanya Raka dengan malas."Jangan membuat keributan di rumah sakit.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 4 Mengalami Cidera

    "Raka, kau yakin akan meninggalkannya sendirian di sana?" tanya Gery sesaat setelah mobil melaju.Raka tidak menjawab dan hanya menatap jalanan di depannya."Raka, aku tahu kau masih membencinya, tapi saat ini dia sedang membutuhkan pertolongan. Tidak bisakah mengesampingkan dendammu dulu dan menol

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 3 Bertemu Preman

    WARNING ....!!!!!Adegan kekerasan di bab ini TIDAK PATUT DICONTOH dan TIDAK BOLEH DITIRU. Khusus untuk usia 21+, usia di bawah itu, harap SKIP. Terima kasih.==================================="Kenapa saya harus pindah, Pak?" protes Kiran pada pria berumur sekitar 50 tahun yang sedang berada di h

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 2 Menebus Kesalahan

    “Kiran Avriyadi, beritahu aku, bagaimana kehidupanmu selama di penjara?” Pria bernama Raka itu meraih dagu Kiran, lalu berkata penuh penekanan, “Baik atau buruk?”Ketika melihat seringai jahat pria itu, kaki Kiran mendadak gemetar dan lemas. Saking lemasnya sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status