Revenge of the Vegetative Billionaire's Ex-wife

Revenge of the Vegetative Billionaire's Ex-wife

last updateآخر تحديث : 2026-02-28
بواسطة:  Kim's مستمر
لغة: Filipino
goodnovel18goodnovel
10
1 تصنيف. 1 review
150فصول
2.4Kوجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Jacob Fortejo, ang pinakamayamang tao, ay nasa vegetatibong estado sa loob ng tatlong taon, at ang kanyang asawang si Audrielle Eliza Corpuz ay nag-alaga sa kanya sa parehong tagal ng panahon. Gayunpaman, matapos siyang gumising, natuklasan ni Audrielle ang isang mensahe ng dalagang koleheyo sa kanyang telepono na nagpapakita ng kanyang pagtataksil ang kanyang unang pag-ibig, ang kanyang "puting liwanag ng buwan." ay bumalik na sa bansa. Ang kanyang mga kaibigan, na hindi pinapahalagahan siya, ay lahat ay tumatawa at nagsasabing, "Ang dalaga ay bumalik na oras na para."

عرض المزيد

الفصل الأول

chapter 1

BEEP!

Kristal uji di aula Akademi Cahaya Jiwa menyala sebentar lalu meredup. Cahaya kuning pucat berkedip pelan, seolah malu untuk bersinar.

“Tier 1. Bunga Layu,” ucap pengawas datar.

Suasana langsung pecah oleh tawa.

“HAHAHA! Tiga tahun berturut-turut!” seru salah satu murid.

“Dasar pecundang abadi!” tambah yang lain.

Namun di antara ejekan itu, seorang remaja berdiri santai.

Wajahnya tenang. Senyumnya bahkan terlihat tulus, seperti tidak ada yang salah dengan hasil ujiannya.

Dialah Bara, siswa paling aneh di seluruh Akademi Cahaya Jiwa.

Di dunia ini, kekuatan seseorang ditentukan oleh tingkat Chi energi spiritual yang mengalir di tubuh. Semakin tinggi Tier nya, semakin tinggi status sosialnya.

Dan Bara? Tiga tahun di Akademi, tetap Tier 1. Di atas kertas, ia hanyalah sampah sistem.

Tapi tidak bagi dirinya sendiri.

“Lihat dia,” bisik seorang gadis di barisan. “Senyumnya kayak orang yang gak sadar hidupnya hancur.”

“Bukan,” balas temannya. “Dia tahu, tapi gak peduli.”

Gerry, siswa berbakat Tier 5, melangkah mendekat sambil tersenyum sinis.

Tangannya bergetar dengan aura listrik biru. “Bara,” katanya sambil menepuk pundak, “kau tahu gak? Dunia ini bukan tempat untuk orang seperti kau.”

Bara memandangnya dengan tenang. “Mungkin memang bukan,” katanya lembut. “Tapi aku juga gak butuh dunia yang diukur dari amarah.”

“Amarah itu bahan bakar kekuatan!” bentak Gerry. “Tanpa itu, kau gak akan pernah naik level!”

Bara tersenyum kecil. “Lucu juga. Katanya kau jenius, tapi kau masih butuh marah buat merasa kuat?”

Gerry terdiam sejenak, tak tahu harus menjawab apa.

Tawa di sekitar mereka pelan-pelan mereda. Semua mata kini tertuju pada dua orang itu, si petir dan si damai.

Setelah ujian berakhir, Bara berjalan ke kelasnya. Meja belajarnya sudah dicorat-coret:

“Bara = Pecundang Abadi.”

Ia hanya menghela napas. Tanpa kata, ia mengambil kain basah dari tasnya dan mulai menghapus tulisan itu. Perlahan. Tenang.

Setiap gerakan seolah jadi meditasi.

Seorang teman, Dika, menghampiri. “Bro, kau gak capek? Kenapa gak lapor aja ke guru?”

Bara tersenyum tanpa menoleh. “Melapor butuh waktu satu jam buat drama dan emosi. Bersihin butuh dua menit. Aku pilih dua menit.”

Dika melongo. “Kau... aneh.”

“Bukan aneh,” Bara menjawab pelan. “Aku cuma hemat energi emosional.”

Pelajaran berikutnya dimulai. Instruktur utama, Tuan Raka, menatap seluruh kelas.

“Hari ini kalian akan buat strategi pertahanan mental dari serangan Chi negatif,” katanya. “Kelompokkan diri kalian.”

Tak ada yang mendekati Bara. Tapi seseorang tiba-tiba melangkah ke arahnya.

Risa, gadis Tier 3 dengan wajah selalu cemas, berdiri kikuk di sampingnya.

“Bara,” katanya lirih, “aku tahu kau aneh, tapi... boleh aku sekelompok denganmu? Aku... gak bisa kendalikan Chi-ku kalau gugup.”

Bara menatapnya dan tersenyum. “Tentu. Aku senang kau jujur.”

Mereka duduk di sudut kelas. Bara menatap Risa sebentar sebelum berkata,

“Masalahmu bukan Chi mu, tapi pikiranmu. Kau memakai 70% energimu untuk melawan ketakutan sendiri.”

Risa menunduk. “Aku... memang sering takut gagal.”

“Tidak apa-apa,” kata Bara lembut. “Yang harus kau pelajari bukan cara melawan rasa takut, tapi cara duduk bersama rasa takut tanpa kehilangan dirimu sendiri.”

Sore itu, mereka bekerja di perpustakaan. Untuk pertama kalinya, Risa tidak merasa sesak.

Bara tak memintanya bermeditasi, hanya memintanya fokus pada setiap kata dalam buku, mengabaikan bisikan di kepalanya.

Di luar, langit berubah abu-abu. Hembusan angin membawa hawa dingin aneh.

Risa menggigil. “Bara... ada sesuatu di luar sana. Energi... gelap.”

Bara menatap ke arah jendela.

Udara bergetar halus.

Ia bisa merasakannya, sebuah kehadiran yang dingin, seperti bayangan yang sedang menunggu seseorang kehilangan kendali.

“Tenanglah,” katanya pada Risa. “Jangan takut. Kegelapan hanya bisa tumbuh di hati yang gelisah.”

Ia menarik napas panjang dan menatap langit yang berawan.

“Sepertinya,” gumamnya pelan, “ujian sebenarnya baru akan dimulai.”

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


المراجعات

Rhodora Molit
Rhodora Molit
ang ganda ng story muh update naman please ... ... ... ...
2026-03-28 04:38:22
0
0
150 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status