Ruins of a Sinner

Ruins of a Sinner

last updateLast Updated : 2022-08-08
By:  Lennon LeiaCompleted
Language: Filipino
goodnovel16goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
59Chapters
10.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

When love is a sin, Ava Peony Lazarte is the sinner. Ava is a nineteen-year-old college student who is known for her beauty, wit, and respectable reputation. She is every guy's dream girl and every girl's insecurity. However, behind her alluring and almost perfect facade, no one knows about her scandalous secret; she is the billionaire's mistress. She knows her relationship with the CEO of Valderama corporation, Zachary Wolf Valderama, is wrong for so many reasons. He is twice her age, about to get married for the second time, and he is her friend's father. However, Ava has no plans of quitting her relationship with Zach because she loves him. She depends on him. And he's everything she got. Ava is a warrior of the painful tragedy most people call love. She is a true warrior; a wounded one. Read her story and discover how is it like to be the billionaire's illicit affair.

View More

Chapter 1

She Who Cheats

"Aku mau nikah lagi," kata Dimas. "Aku nggak akan mengulangi kataku, apalagi minta persetujuan darimu."

Dia meletakkan cangkir kopinya dengan tiba-tiba dan mengakhiri sarapan yang bahkan tidak disentuhnya sama sekali.

Anisa berdiri terpaku di samping meja makan panjang dari marmer putih, tangannya yang masih memegang spatula mulai gemetar. Dari luar, dia berusaha membuat wajahnya tetap terlihat tenang. Namun, saat menundukkan kepalanya sedikit, dia membiarkan kata-kata Dimas barusan meresap ke dalam dirinya seperti racun yang diam-diam membunuh dari dalam.

"Dengan Vera?" Suaranya nyaris seperti bisikan.

Dimas tidak melihat ke arahnya, hanya menghela napas pendek sebelum menjawab dengan dingin, "Ya. Sama siapa lagi?"

Suaminya, Dimas Cokro, tidak pernah mencintainya. Di hatinya, cuma ada satu wanita, Vera Baskara. Pada kenyataannya, pernikahan mereka hanya dipandang sebagai hambatan dalam kisah cinta Dimas. Namun, kalau yang merancang pernikahan mereka adalah orang yang paling baik padanya, Anisa bisa apa?

Evelin Cokro, neneknya Dimas.

Anisa pun tidak menginginkan pernikahan ini. Yang dia inginkan hanyalah agar almarhumah ibunya bisa mendapatkan penguburan yang layak. Semua yang terjadi setelahnya? Dia menerimanya sebagai takdir. Dia hanya bisa pasrah, meski kesedihan karena kehilangan ibunya masih menghantuinya.

Namun, Evelin menolak untuk membiarkan semuanya selesai sampai di situ saja. Maka dari itu, dia meminta cucu tersayangnya, Dimas, orang yang bertanggung jawab atas kematian ibunya Anisa, untuk menikahi Anisa sebagai bentuk penebusan dosa. Di mata Evelin, Anisa hanyalah seorang gadis kesepian yang tidak memiliki siapa pun di dunia ini.

Dimas pun terpaksa setuju dengan keinginan neneknya itu. Dia tidak punya pilihan selain menurut. Sekarang, setelah neneknya meninggal karena sakit dua minggu yang lalu, Dimas akhirnya menemukan kesempatan untuk meninggalkan pernikahan yang tidak pernah diinginkannya ini.

Sudah tak ada lagi alasan untuk bertahan. Sama sekali tak ada.

Senyum yang amat samar muncul di wajah Anisa, bukan karena dia merasa bahagia, melainkan karena dia sudah benar-benar pasrah. Dia mematikan kompor dan menaruh spatula di tangannya dengan pelan. Dia menutup rapat matanya sekali lagi dan mencoba menenangkan badai yang bergemuruh di dadanya.

Pada akhirnya, dia berkata, "Baiklah. Kalau begitu, aku nggak akan menahanmu." Suaranya begitu lembut, saking lembutnya sampai nyaris tak terdengar jelas. "Kita berdua tahu kalau aku nggak pernah punya tempat di hatimu."

Dimas tetap diam. Dia tidak membantah, juga tidak mengoreksinya. Saat Anisa perlahan menghampirinya, dari mata Dimas terlihat secuil kegundahan. Untuk sesaat, dia mengira Anisa akan menangis, memohon, atau menunjukkan kesedihan yang cukup membuatnya merasa bersalah.

Namun, dia salah.

Anisa berdiri tegap dalam balutan gaun sederhananya, tangannya terkepal kuat di sisinya.

Rambut hitam panjangnya terkulai bebas di punggungnya, menimbulkan kontras yang hampir tak disadari terhadap sikap tubuhnya yang penuh keteguhan tanpa riak. Mata cokelatnya yang terang dan hangat kini menatapnya, pria yang baginya terasa seperti orang asing di bawah atap yang sama, dengan mata kosong, ekspresinya tak terbaca.

Anisa itu cantik dengan caranya sendiri. Namun, kecantikannya itu tidak pernah memicu apa pun yang ada di dalam diri Dimas. Baginya, Anisa cuma gangguan, orang luar yang dipaksa masuk ke kehidupannya. Sekarang, kesempatannya untuk menyingkirkan orang luar ini telah tiba, dan Dimas tidak akan menyia-nyiakannya.

"Beri aku waktu satu bulan," kata Anisa dengan tenang. "Satu bulan saja .... Biarkan aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi istrimu ...."

Dimas menyipitkan mata. "Maksudmu?"

"Aku akan pergi. Seperti yang kamu minta. Setelah kamu mengucapkan janji pernikahanmu kepada wanita yang kamu cintai ...." Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa menusuk, seperti sayatan yang menggores lubuk hatinya.

"Setelah itu, kamu boleh menceraikanku. Aku berjanji aku akan menghilang dari hidupmu sepenuhnya. Tapi sebelum itu, izinkan aku untuk merasakan seperti apa rasanya menjadi seorang istri, bukan orang asing di atap yang sama."

Ruangan seketika hening.

Dimas tertawa sinis, cukup lama sampai dia harus menyeka sudut matanya, merasa geli dengan permintaan konyol Anisa. Sebenarnya apa yang ada di otak perempuan ini?

Satu bulan? Sungguh permintaan yang konyol.

Dimas bergerak maju, memperkecil jarak di antara mereka. Dia menatap wajah Anisa lekat-lekat, mencoba membaca maksud terselubungnya. Mungkin ibunya selama ini benar. Anisa menikah dengannya hanya demi harta.

Siapa yang tidak mengenal Dimas Cokro, Presdir Grup Cokro sekaligus salah satu pebisnis berpengaruh di Kota Mega? Semua orang berebutan ingin dekat dengannya, terutama para wanita yang mati-matian mendambakan perhatiannya. Namun, di hati Dimas hanya ada satu nama, dan itu bukan istrinya.

Yang dicintainya adalah Vera Baskara, seorang model papan atas yang namanya memenuhi dunia fesyen.

"Kamu serius?" tanyanya dengan tak percaya, suaranya dingin. "Ini bukan hal yang bisa kamu mainkan sesuka hati, Anisa."

Anisa mengangguk pelan. "Aku nggak minta cinta darimu. Lagian, aku siapa, sampai berani memintanya darimu?" katanya, lalu tertawa getir. "Kamu cukup perlakukan aku dengan baik, sebagai seorang istri, itu saja. Makan malam bersama. Mengobrol sedikit denganku setiap hari. Memberikan sedikit kasih sayang walaupun itu cuma ... palsu."

Dia menelan ludah, kedua tangannya mengepal kuat untuk menjaga dirinya agar tetap tegar. "Setelahnya, aku akan pergi dengan tenang dan kamu bisa bebas menikahi siapa pun yang kamu mau."

Dimas menyipitkan mata, tak tahu harus tertawa lebih kencang atau merasa kesal. Namun, di balik itu ketidakpercayaannya, ada sesuatu dari perkataan yang mengena di hatinya. Sebuah permintaan sederhana .... Saking sederhananya sampai memicu rasa penasaran Dimas.

Apa tujuan Anisa yang sebenarnya?

"Kenapa nggak minta yang lebih masuk akal saja?"

Anisa terdiam. Mata hitam Dimas yang pekat bagai malam itu menatapnya tajam, membuatnya tak sanggup berpaling. Dia tahu, Dimas tidak akan membiarkannya memutuskan kontak mata sebelum semua kata yang ingin dia ucapkan terdengar.

"Kalau yang kamu mau adalah uang, bilang saja, aku akan kasih."

"Aku nggak mau itu," balas Anisa dengan tegas dan tanpa ragu. Tekadnya sudah bulat. Tak ada jalan untuk mundur sekarang.

"Kamu benar-benar nggak tahu caranya menyerah ya?" cibir Dimas.

"Aku sudah menyerah, Dimas," sahut Anisa lembut. "Aku cuma mau satu kenangan untuk kusimpan seumur hidup. Sebelum aku benar-benar meninggalkanmu."

Setelah itu, keduanya terdiam.

Kali ini, tatapan Dimas tidak setajam sebelumnya. Dia menatap wanita di depannya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Apakah dia bingung? Kesal? Atau ... penasaran?

"Aku nggak janji bisa bersikap baik padamu," katanya, memecahkan keheningan.

"Aku nggak pernah mengharapkanmu untuk berubah," jawab Anisa, ketenangannya terasa lebih mengguncang daripada air mata.

Begitulah, sebuah kesepakatan tak terucap pun terbentuk.

Satu bulan. Tiga puluh hari bagi Anisa untuk hidup sebagai istri dari Dimas Cokro, sebuah kenyataan yang seharusnya ada sejak hari pernikahan mereka setahun lalu. Namun, sepanjang waktu itu, dia tak pernah berarti apa-apa di mata Dimas, hanya seorang penyusup yang masuk ke dalam hidupnya.

Sekarang, sebelum segalanya benar-benar berakhir, Anisa masih bisa sedikit bersyukur. Dimas tidak menolak permintaannya.

"Satu bulan saja, Anisa," kata Dimas mengingatkannya. "Setelah itu, enyah dari pandanganku."

"Kamu nggak perlu khawatir, Dimas. Aku tahu betul apa yang aku minta."

Dimas mendengus, lalu menyunggingkan senyum tipis penuh penghinaan. "Kalau kamu berharap lebih dari apa yang bisa kukasih, aku nggak akan ragu untuk menyingkirkanmu."

Anisa mengangguk dengan patuh.

"Jangan coba-coba ingkari janjimu, Anisa." Tatapan Dimas kembali menajam, menusuk. "Kalau kamu sampai berani mengingkarinya, aku nggak akan segan-segan untuk mengancurkan hidupmu."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


reviews

Lennon Leia
Lennon Leia
exciting ang bawat chapters. nakakagigil si Ava pero at the same time nakakaawa. Ah basta! Predators are everywhere and young girls are becoming their victims without them knowing it....🥲
2022-07-11 20:11:20
0
0
maydolero8
maydolero8
shock ako sa story.
2023-05-06 21:06:48
0
0
59 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status