Share

Pengakuan Mesya.

"Bangun, Mah … bangun…."

"Sudah, sudah, sebaiknya kita bawa ke rumah sakit," ucap Abah yang di iya, kan. Oleh semuanya.

Sesampainya di rumah sakit, Bu Marlina langsung di bawa ke UGD. Kulihat Mesya terus saja menangis.

"Pah, maafkan Mesya …."

"Sudahlah jangan bahas itu lagi, yang penting sekarang kesehatan Mamahmu."

Lalu paman Aryo, pun mendekatiku.

"Maafkan paman, sudah membuat wajahmu babak belur, sebaiknya sekalian kamu berobat."

Aku bahkan tak ingat rasa sakitku. Namun, Dita menghampiriku.

"Wajahmu memar, Kang. Sebaiknya ayo kamu sekalian saja diobati."

Tanpa menunggu jawabanku Dita menarik tanganku lalu mencari Dokter umum.

"Aku tidak apa-apa, kok."

"Tidak apa-apa gimana, orang wajah Akang memar.

" Terimakasih yah, kamu sudah percaya pada Akang."

Dita hanya mengulas senyum. Aku lega akhirnya masalah ini selesai meskipun kami masih menunggu keadaan Bu Marlina, semoga saja beliau baik-baik saja.

_______

Malamnya Abah dan Emak memilih menginap di rumah kami, sedangkan Mesya
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status