Share

SELESAI.

"Teh Evita!"

"Iya, ini aku Dit? Apa kabar?" ucapku sambil mengulurkan tangan.

"Kabar baik," Ia pun menatap Amir juga Bapak.

"Oh, iya. Dit. Kenalkan ini suamiku, Amir dan ini Bapakku."

Dita pun menangkupkan kedua tangannya, lalu mempersilahkan kami masuk.

"Mari masuk, Teh. Pak … eh Aa apa kabar?"

"Kabar baik, Umi Dita, Aa kemari karena kangen sama Kinara, Aa yang paksa Bunda untuk datang kemari, di mana Kinara, Umi?"

"Kinara ada di dalam, mari masuk…."

"Ada siapa, Um?" tanya Kang Andi dari dalam. Bukan menjawab Dita malah agak salah tingkah, sepertinya dia memang terkejut dengan kehadiranku.

"Ayo mari masuk," Lagi-lagi Dita menawari kami untuk masuk ke dalam rumahnya. Baru juga kakiku melangkah tiba-tiba saja Kang Andi muncul dari balik pintu. Seketika mata kami beradu, Kang Andi terlihat lebih kaget melihatku, entah mengapa ada perasaan aneh yang kembali menjalar di hatiku.

"Kang, apa kabar?" tanyaku berbasa-basi.

"Ba-baik," Jawabnya, melihat Bapak ia pun segera mencium tangan Ba
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status