공유

29. MULUT MERCON

작가: A mum to be
last update 게시일: 2026-02-25 15:39:26

            Kael merasakan jempolnya menekan tombol darurat di smartwatch-nya berkali-kali. Namun, tidak ada getaran balasan. Tidak ada lampu merah yang berkedip. Jam seharga mobil mewah itu mendadak mati total akibat benturan saat ia ditarik keluar tadi.

"Sial," umpat Kael dalam hati. Untuk pertama kalinya, teknologi mengkhianatinya di saat nyawanya berada di ujung tanduk.

     &nb

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Wulan Purnama sari
Koq karl tdk bisa bela diri ngga seru ach
댓글 더 보기

최신 챕터

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   261. PERGI DIAM-DIAM

    Cahaya matahari pagi mulai merayap masuk melalui celah gorden kamar Nyonya Maureen, menyapu lembut wajah Sabrina yang masih terlelap. Di atas ranjang besar dengan seprai sutra itu, Sabrina tampak begitu tenang, wajahnya yang damai membuat siapa pun akan teringat pada sosok putri tidur dalam dongeng lama. Tidak ada sisa kemarahan atau isakan pilu yang tadi malam menghancurkan jiwanya; yang tersisa hanyalah kecantikan yang rapuh di tengah badai yang belum usai. Di sudut ruangan, Nyonya Maureen berdiri memperhatikan cucunya dan gadis itu dengan tatapan sayu."Kasihan sekali. Gadis itu pasti selalu merasa terancam," kata sang nenek, suaranya parau oleh usia dan rasa prihatin. Kael hanya diam. Ia

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   260. KARENA GADIS YANG KUCINTAI

    “Victor, dengar aku baik-baik.” Suara Kael terdengar rendah namun tajam, memotong keheningan di dalam panic room yang dipenuhi deretan monitor keamanan. Ia berdiri di dekat meja kontrol sambil memegang telepon satelit dengan erat.“Tarik semua tim Alpha dari sektor timur,” lanjutnya tegas. “Pindahkan mereka ke jalur utama sekarang juga. Aku tidak ingin ada celah sekecil apa pun di area ini.” Dari seberang sambungan terdengar suara samar sang kepala keamanan. Kael melanjutkan tanpa memberi jeda.“Pantau setiap pergerakan. Jika ada kendaraan atau orang asing yang mendekat, laporkan padaku sebelum mereka melewati pagar kedua.”Ia berhenti sebentar, menatap layar yang menampilkan halaman rumah besar itu.“Dan Victor,” tambahnya dingin. &l

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   259. RAHASIA LAMA

    "Apa maksud Bang Ganda tentang operasi pembersihan itu?" Suara Sabrina memecah keheningan yang menyesakkan, matanya menatap tajam ke arah Kael yang masih menggenggam ponselnya yang sudah gelap. Kael tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang, membiarkan jemarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu ek seolah sedang menimbang beban rahasia yang selama ini ia pikul sendiri."Ada bagian dari sejarah keluarga kita yang sengaja dikubur agar kau bisa tidur dengan nyenyak setiap malam.""Jangan gunakan kalimat klise itu lagi," potong Sabrina cepat, nada suaranya meninggi. "Ayahku tertahan di perbatasan, dan musuhmu menggunakan namanya sebagai senjata. Aku bukan seperti Aliz, anak kecil yang hanya bisa kau beri dongeng sebelum tidur. Katakan yang sebenarnya!"

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   258. LABIRIN RAHASIA

    Kael meletakkan gelas air hangat yang masih mengepul itu ke meja kayu di samping mereka. Suasana hening di dalam panic room membuat suara gesekan gelas dan meja terdengar begitu nyaring. Perlahan, Kael meraih kedua tangan Sabrina, menggenggamnya dengan jemari yang masih terasa dingin. Tatapannya yang tadi sempat melunak kini berubah menjadi sangat serius, mengunci manik mata Sabrina yang masih basah."Aku tidak akan membohongimu dengan kata-kata manis," ucap Kael pelan namun tajam. "Selama nama O'Shea masih melekat pada silsilah ini, ancaman akan selalu mengintai dari bayang-bayang. Aku tidak bisa menjanjikan kedamaian yang kau impikan, tapi aku bisa menjanjikan perlindungan mutlak selama aku masih bernapas." Sabrina merasa dunianya yang selama ini ia susun dengan logika sederhana kini benar-benar hancur berantakan. Ia harus menerima fakta pahit bahwa pria yang ia cintai bukan sekadar CEO sukses, melainkan target permanen dari dendam masa lalu."Ken

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   257. KENAPA KAU JADI PENAKUT?

    Denging panjang memekakkan telinga setelah dentuman itu meledak. Sabrina mematung. Selama beberapa saat, dunianya kehilangan warna dan suara. Ia hanya menatap nanar pada sosok yang terkapar di lantai, sementara getaran hebat mulai menjalar dari ujung jari hingga ke seluruh tubuhnya. Asap mesiu masih mengepul, mengaburkan pandangan sejenak. Namun, begitu kabut itu menipis, Sabrina jatuh terduduk. Di depannya, sosok pria yang mengenakan jaket yang sangat mirip dengan milik kakaknya tergeletak bersimbah darah. Wajahnya hancur terkena peluru, namun postur dan pakaian itu benar-benar menyerupai Ganda."T-tidak... Bang Ganda..." bisik Sabrina dengan bibir gemetar. Air mata langsung luruh membasahi pipinya. Ia merangkak mendekat, hendak menyentuh tubuh yang sudah tak bernyawa itu, merasa dunianya runtuh seketika. Namun, sebelum jemarinya menyentuh kain jaket tersebut, langkah kaki yang tegas dan berat bergema di lorong marmer. Sabrina mendongak dan menemuk

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   256. SUARA YANG FAMILIAR

    Nyonya Maureen bergerak dengan ketenangan yang ganjil. Ia tidak tampak panik, melainkan sangat terukur setelah kondisi yang membuat wanita tua itu terkejut beberapa saat lalu. Dengan satu sentuhan pada ukiran kayu ek di rak buku yang menjulang tinggi, sebuah panel rahasia terbuka dengan suara desis halus. Sabrina, yang jantungnya masih berpacu karena suara tembakan di luar, segera ditarik masuk ke dalam kegelapan yang kemudian disinari oleh cahaya lampu neon otomatis. Panel itu tertutup rapat, mengunci mereka di dalam sebuah panic room yang dilapisi baja tahan ledakan. Di tengah ruangan, deretan monitor menampilkan setiap sudut kediaman O’Shea melalui kamera infra merah."Duduklah, Sabrina. Kita aman di sini untuk sementara," ucap Nyonya Maureen lembut, meski matanya tetap tertuju pada layar monitor. Sabrina duduk dengan lemas, matanya terpaku pada layar yang menunjukkan Kael bergerak taktis di balik pilar marmer teras utama. "Nyonya, ke

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   34. SIAPA ITU?

    Suara desis dari lubang ventilasi di langit-langit ruang kerja itu mendadak berubah nada. Bukan lagi hembusan udara sejuk yang keluar, melainkan bunyi sedotan mekanis yang berat dan konstan.&n

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   33. KENAPA TANGAN TUAN GEMETAR?

    Bunyi klik kunci yang diputar Kael terasa seperti dentuman palu hakim di telinga Sabrina. Gadis itu mematung, kapas beralkohol masih menempel di lehernya, sementara matanya membelalak menatap punggung lebar Kael yang kini bersanda

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   31. BUAT SAYA

    "Kalian lama sekali," desis Kael dengan suara rendah yang mengiris udara. Matanya yang keabuan menatap tajam ke arah komandan tim keamanan yang baru saja melompat turun dari mobil taktis. "Satu menit lebih lambat, dan kalian hanya akan menemukan tumpukan abu di gedung ini."

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   30. DASAR MATA DUITAN!!

    "Pastikan sopirku selamat terlebih dahulu. Cari dia di sekitar parit jalur belakang," ucap Kael dengan nada otoritas yang tak terbantah. Ia berbicara pada pergelangan tangannya, di mana smartwatch miliknya akhirnya menunjukkan tanda kehidupan setelah sempat mati suri. "Aku sedang bersemb

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status