Home / Male Adult / SEXY HOT OFFER / 3. Tes Pertama

Share

3. Tes Pertama

Author: Chana Lee
last update publish date: 2026-03-17 12:06:18

Indra membeku.

Tangannya refleks mencengkeram seprai ketika jemari Clara menarik resleting celananya perlahan. Suara kecil dari logam itu terdengar sangat jelas di kamar hotel yang tiba-tiba terasa sunyi.

Clara tidak terburu-buru.

Ia menatap wajah Indra terlebih dahulu, memperhatikan setiap perubahan ekspresi pria itu, seolah sedang membaca pikiran yang berputar di kepala pria di hadapannya.

“Tenang saja,” ucap Clara lembut sambil memiringkan kepala sedikit, nadanya seperti seseorang yang sedang menenangkan anak kecil yang gugup.

Indra menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering.

“Apa ini… serius?” gumamnya dengan suara pelan, matanya masih menatap Clara dengan ragu.

Clara tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Tawanya ringan, tetapi terdengar sangat percaya diri.

“Tentu saja serius,” jawab Clara santai sambil mengangkat alisnya sedikit.

Wanita itu lalu menatap Indra dengan mata yang penuh rasa ingin tahu.

“Bagaimana mungkin aku menjual seseorang tanpa tahu kualitasnya?” tambah Clara dengan nada seolah sedang menjelaskan hal yang sangat logis.

Indra terdiam.

Menjual.

Kata itu terasa kasar di telinganya, tetapi entah kenapa ia tidak membantah.

Bayangan wajah Dina kembali muncul di kepalanya.

“Kamu itu tidak berguna, Indra,” suara istrinya terngiang di kepalanya seperti luka yang baru saja digoreskan.

Disusul suara mertuanya yang penuh hinaan.

“Pria miskin seperti kamu bahkan tidak pantas berdiri di samping anak saya.”

Tangan Indra mengepal kuat di atas kasur.

Clara melihat reaksi itu dengan jelas. Matanya menyipit sedikit, seperti seorang pemburu yang baru saja melihat celah pada mangsanya.

Dan ia tahu, luka seperti itu adalah pintu terbaik untuk membuat seseorang berubah.

“Uang satu miliar per bulan,” lanjut Clara santai sambil menyandarkan satu tangannya di kasur. “Dengan tubuhmu, angka itu bahkan bisa lebih.”

Indra menatapnya.

Matanya masih dipenuhi keraguan, tetapi kini ada sesuatu yang lain di sana.

Kemarahannya.

Clara tersenyum tipis melihat perubahan itu.

“Jadi jangan kaku seperti anak sekolah yang dipanggil guru,” kata Clara sambil menepuk ringan paha Indra dengan telapak tangannya.

Sentuhan itu membuat tubuh Indra kembali tegang.

Clara lalu berdiri dari tempat duduknya.

Langkahnya perlahan mengitari ranjang, seperti seseorang yang sedang menilai barang mahal dari berbagai sisi.

Indra mengikuti gerakannya dengan tatapan bingung.

“Aku punya banyak klien,” kata Clara sambil berjalan santai di sisi ranjang. Suara hak sepatunya kembali terdengar lembut di lantai kamar.

“Wanita-wanita yang bosan dengan suami mereka,” lanjutnya sambil melirik Indra. “Wanita-wanita yang punya uang terlalu banyak tapi tidak punya seseorang yang bisa membuat mereka puas.”

Ia berhenti di sisi lain ranjang.

Tatapannya kembali jatuh pada tubuh Indra.

“Dan pria seperti kamu… sangat langka,” tambah Clara pelan sambil menatap dada bidang Indra.

Indra tidak tahu harus merespons apa.

Ia masih mencoba memahami situasi aneh yang sedang ia hadapi.

Beberapa jam lalu ia masih menjadi suami yang dihina di pesta keluarga.

Sekarang ia berada di kamar hotel dengan seorang wanita cantik yang menawarkan pekerjaan bernilai miliaran rupiah.

Dan pekerjaan itu jelas bukan pekerjaan biasa.

Clara kembali mendekat.

Kali ini ia berdiri tepat di depan Indra yang masih duduk di atas ranjang.

“Sekarang aku akan jujur,” kata Clara pelan sambil menatap mata Indra dalam-dalam.

Indra mengangkat kepala.

“Kalau kamu bekerja denganku, kamu tidak hanya akan tidur dengan satu wanita,” lanjut Clara dengan nada santai, seolah sedang menjelaskan kontrak bisnis.

Clara mengangkat satu alisnya.

“Mungkin lima,” katanya sambil mengangkat lima jarinya di depan Indra.

“Sepuluh,” tambahnya lagi dengan senyum tipis.

“Atau lebih dalam satu bulan,” lanjut Clara dengan nada yang hampir terdengar menggoda.

Indra mengerjap.

Kata-kata itu membuat dadanya terasa panas.

Clara memperhatikan reaksinya dengan puas.

“Dan mereka semua kaya,” lanjut Clara sambil menyilangkan tangannya di dada. “Mereka tidak akan pelit kalau puas.”

Indra terdiam beberapa detik.

Lalu ia bertanya pelan,

“Kenapa… kamu memilihku?” tanya Indra dengan suara rendah, matanya menatap Clara dengan penuh tanda tanya.

Clara tertawa kecil mendengar pertanyaan itu.

“Aku tidak memilih sembarang pria,” jawab Clara sambil kembali mendekat.

Tangannya kembali menyentuh dada Indra.

“Tubuhmu kuat,” kata Clara sambil meraba otot dada Indra perlahan.

Lalu jemarinya turun ke perut Indra.

“Bentuknya bagus,” lanjutnya sambil menelusuri garis otot perut Indra.

Kemudian tangannya berhenti di pinggang Indra.

“Dan yang paling penting…” Clara berhenti sejenak.

Ia menatap mata Indra dalam-dalam.

“Aku bisa melihat dari matamu bahwa kamu sedang marah pada dunia,” kata Clara pelan.

Indra terdiam.

Clara tersenyum.

“Pria yang marah biasanya memiliki tenaga yang luar biasa di ranjang,” tambah Clara dengan nada setengah bercanda.

Kalimat itu membuat Indra tidak bisa berkata apa-apa.

Beberapa detik kemudian Clara melangkah mundur sedikit.

Lalu ia membuka kancing atas blazernya.

Gerakan itu membuat Indra tertegun.

Blazer itu perlahan dilepas Clara, lalu ia meletakkannya di kursi dekat ranjang dengan gerakan santai.

Kini yang tersisa hanya gaun tipis yang membentuk tubuhnya dengan sangat jelas.

Indra menelan ludah lagi.

Clara memperhatikan reaksinya dengan ekspresi puas.

“Tesnya sederhana,” kata Clara santai sambil kembali duduk di ranjang tepat di depan Indra.

Ia menyilangkan kakinya perlahan.

“Anggap saja ini wawancara kerja,” lanjut Clara dengan senyum kecil.

Indra masih diam.

Clara kemudian mendekatkan wajahnya.

Napas hangat wanita itu menyentuh wajah Indra.

“Kalau kamu bisa memuaskanku,” bisiknya pelan di dekat telinga Indra, “aku akan menjadikanmu pria paling mahal di daftar klienku.”

Jantung Indra berdetak lebih cepat.

Clara tersenyum kecil melihat reaksinya.

Lalu ia mengambil ponselnya dari meja samping ranjang.

Indra mengernyit.

Clara membuka layar ponselnya dengan santai.

Kemudian ia berkata,

“Ngomong-ngomong, ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu,” ujar Clara sambil memainkan ponselnya.

Indra menatapnya.

Clara memutar layar ponselnya ke arah Indra.

“Tes ini sebenarnya tidak hanya untukku,” kata Clara dengan nada ringan.

Indra mengerutkan dahi.

“Apa maksudmu?” tanya Indra bingung.

Clara tersenyum tipis.

“Klien pertamamu… sedang menonton,” jawab Clara santai.

Indra langsung menegang.

“Apa?” ucapnya kaget.

Clara mengangkat ponselnya sedikit lebih tinggi.

Di layar itu terlihat seorang wanita yang sedang melakukan panggilan video.

Seorang wanita cantik berusia sekitar tiga puluhan dengan senyum yang sangat percaya diri.

Wanita itu menatap Indra dari layar.

Lalu dengan suara pelan namun jelas ia berkata,

“Jadi… ini pria yang kamu rekomendasikan, Clara?” tanya wanita itu sambil menyilangkan tangannya.

Clara tersenyum santai.

“Ya,” jawab Clara pendek.

Lalu ia menoleh ke arah Indra.

“Perkenalkan,” kata Clara sambil menunjuk layar ponsel itu.

Indra menatap wajah wanita di layar.

Dan detik berikutnya tubuhnya langsung membeku.

Karena ia mengenali wajah itu.

Wanita itu adalah salah satu teman dekat ibu mertuanya.

Wanita yang tadi malam berdiri di pesta… ikut menertawakannya.

Wanita di layar itu tersenyum tipis.

Tatapannya penuh rasa penasaran.

“kamu tampan,sih. tapi, aku penasaran,” katanya pelan sambil menatap Indra dari layar.

“Seberapa hebat kamu di atas ranjang sebenarnya, Indra.”

Dan tepat saat itu Clara menoleh ke arah Indra sambil berkata dengan nada santai namun tajam,

“Sekarang… buktikan!” Ucap Clara sambil membuka bajunya sendiri di hadapan Indra.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SEXY HOT OFFER    Bab 137

    Gelombang kejut dari benturan antara tinju Indra dan tongkat logam pria berjubah hitam masih menyapu area pelabuhan ketika suara dentuman keras terus menggema ke segala arah, sementara kontainer-kontainer raksasa berderit seperti akan roboh akibat tekanan yang baru saja menghantam seluruh kawasan, dan ombak laut di sisi dermaga naik tinggi sebelum menghantam tiang-tiang pelabuhan tua dengan suara bergemuruh yang membuat suasana malam terasa semakin mencekam.DUUUUMMM!Retakan panjang mulai menyebar di bawah kaki kedua monster tersebut.Beton pelabuhan perlahan hancur.Percikan listrik dari kabel-kabel putus menari liar di udara bercampur debu dan asap panas yang memenuhi area sekitar benturan.Ayu yang berdiri tidak jauh dari sana sampai harus menahan tubuhnya menggunakan sisi kendaraan rusak agar tidak terjatuh akibat tekanan angin yang begitu besar, sementara napasnya terasa semakin sesak ketika melihat bagaimana udara di sekitar Indra dan pria berjubah hitam itu seperti bergetar ti

  • SEXY HOT OFFER    Bab 136

    Tubuh Harun Naga masih berguling di atas beton pelabuhan ketika suara dentuman logam dari kontainer-kontainer yang runtuh terus menggema ke segala arah, sementara percikan api dan kabel listrik yang putus menari liar di udara malam bercampur aroma mesiu yang semakin pekat hingga seluruh area terasa seperti neraka perang yang baru saja dibuka paksa oleh amukan monster yang selama ini ditahan dalam bayangan.BRAKKK!Satu kontainer besar akhirnya roboh sepenuhnya tepat beberapa meter dari tubuh Harun Naga hingga debu dan serpihan besi beterbangan menutupi area sekitarnya, sementara pria itu terbatuk keras sambil memuntahkan darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya ke permukaan beton retak.Napasnya mulai kacau.Dadanya terasa seperti dihantam palu raksasa.Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun hidup di dunia perang bawah tanah…Harun Naga benar-benar menyadari satu kenyataan yang selama ini tidak mau ia akui.Indra Birawa sekarang…berada di level yang bahkan tidak lagi bis

  • SEXY HOT OFFER    Bab 135

    DUUUUMMMM!Gelombang tekanan besar langsung meledak dari tubuh Indra tepat setelah kalimat terakhirnya jatuh di udara malam pelabuhan, sementara angin laut yang sebelumnya hanya berembus keras kini berubah seperti badai yang menyapu seluruh area kontainer hingga mantel hitam panjangnya berkibar liar di tengah cahaya lampu sorot kendaraan tempur, dan tekanan mengerikan itu membuat beberapa anggota Pasukan Abyss refleks mundur dengan wajah pucat karena insting bertahan hidup mereka menangkap sesuatu yang jauh lebih berbahaya dibanding seluruh kekacauan sebelumnya.Beton di bawah kaki Indra mulai retak perlahan.KRAKK… KRAKKK…Retakan panjang menyebar seperti jaring laba-laba ke segala arah.Ayu yang berdiri tepat di dekatnya langsung membelalakkan mata ketika merasakan udara di sekitar tubuh Indra berubah jauh lebih berat dibanding sebelumnya, seolah pria itu benar-benar berhenti menahan sesuatu yang selama ini dikunci rapat di dalam dirinya.Sementara itu…di atas kontainer-kontainer t

  • SEXY HOT OFFER    Bab 134

    Selamat datang di permainan yang sebenarnya, Dewa Perang.”Kalimat terakhir dari pria berjubah hitam itu masih menggema dingin di seluruh area pelabuhan ketika angin laut kembali berembus keras melewati deretan kontainer raksasa, membawa aroma asin bercampur darah, mesiu, dan karat besi yang memenuhi udara malam hingga membuat suasana terasa semakin berat menekan dada siapa pun yang berdiri di sana, sementara puluhan sosok berpakaian putih keabu-abuan di atas kontainer tetap mengarahkan senjata panjang aneh mereka ke bawah tanpa bergerak sedikit pun seperti pasukan eksekutor yang sudah siap menghabisi seluruh area dalam satu perintah.Cahaya lampu sorot kendaraan tempur memantul samar di permukaan senjata-senjata aneh tersebut.Dan pantulan itu…membuat lambang mata hitam berlatar lingkaran perak di dada mereka terlihat semakin jelas.Pria berwajah luka dari Unit Naga Hitam langsung menegang lebih dalam ketika melihat simbol itu dari dekat, karena meskipun selama bertahun-tahun ia han

  • SEXY HOT OFFER    Bab 133

    Suara ombak yang menghantam tiang-tiang dermaga tua terus bergema pelan di tengah area pelabuhan yang kini berubah menjadi medan perang penuh darah, sementara angin malam membawa aroma mesiu dan besi karatan yang semakin pekat hingga membuat suasana terasa begitu berat menekan dada siapa pun yang masih berdiri di sana, dan di bawah cahaya lampu sorot kendaraan tempur yang berkedip samar, seluruh mata perlahan tertuju pada sosok pria tinggi berjubah hitam yang baru saja keluar dari dalam gudang utama.Langkah pria itu tenang.Stabil.Namun justru ketenangan itulah yang membuat seluruh area mendadak sunyi.Bahkan anggota Pasukan Abyss yang sebelumnya masih memegang senjata dengan tegang kini ikut menurunkan pandangan secara refleks, karena aura yang keluar dari pria tersebut berbeda dari Harun Naga ataupun komandan lain yang pernah mereka lihat sebelumnya.Aura itu…terasa seperti tekanan mutlak.Tongkat logam berukir simbol aneh di tangan pria tersebut memantulkan cahaya samar ketika i

  • SEXY HOT OFFER    Bab 132

    Angin laut malam terus berembus keras di area pelabuhan tua sambil membawa aroma asin bercampur darah, mesiu, dan karat besi yang memenuhi udara hingga membuat seluruh kawasan terasa semakin menyesakkan, sementara cahaya lampu sorot kendaraan tempur memantul di permukaan kontainer-kontainer besar yang tersusun tinggi seperti labirin raksasa, menciptakan bayangan panjang yang bergerak liar di atas beton retak bekas pertarungan brutal sebelumnya.Tubuh-tubuh Pasukan Abyss masih tergeletak di berbagai sisi area pelabuhan dengan kondisi mengenaskan setelah dihantam amukan Indra, dan pemandangan itu perlahan menghancurkan keberanian pasukan lain yang sebelumnya masih percaya diri dengan jumlah serta persenjataan mereka, karena kini mereka benar-benar memahami bahwa pria yang berdiri di tengah medan perang tersebut bukan lagi manusia biasa yang bisa dijatuhkan menggunakan metode normal.Di sisi lain…Ayu berdiri di depan gudang utama dengan kedua tangan masih terikat kuat, sementara beberap

  • SEXY HOT OFFER    Bab 17

    Ruangan itu membeku setelah kalimat terakhir Indra jatuh dengan tenang namun berat. Tidak ada suara yang langsung menyusul, tetapi ketegangan di udara terasa semakin padat, seolah setiap orang sedang mencoba memahami perubahan yang terjadi di depan mata mereka. Indra berdiri tegak dengan ekspresi d

  • SEXY HOT OFFER    Bab 30

    Mobil itu melaju pelan di antara padatnya lalu lintas kota yang mulai hidup sepenuhnya. Suara klakson bersahutan, lampu merah silih berganti, dan orang-orang bergerak dengan ritme yang terburu-buru. Namun di dalam mobil, suasananya justru terasa tenang, seolah dunia luar tidak sepenuhnya masuk ke d

  • SEXY HOT OFFER    Bab 28

    Ruangan itu kembali hening setelah kalimat Indra menggantung di udara. Tidak ada suara tambahan, tidak ada gerakan yang terburu-buru, tetapi tekanan di dalamnya terasa berubah arah. Jika sebelumnya wanita itu berdiri sebagai pihak yang mengendalikan, kini keseimbangan itu mulai goyah. Udara yang ta

  • SEXY HOT OFFER    Bab 40

    Pagi itu datang perlahan, menyapu rumah besar Dina dengan cahaya hangat yang lembut. Indra membuka mata, namun tubuhnya terasa tegang, seakan malam sebelumnya masih menempel di kulitnya—bayangan, tawa seram, dan ancaman yang menyelusup hingga ke tulang. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status