Beranda / Male Adult / SEXY HOT OFFER / 5. Malam Pertama

Share

5. Malam Pertama

Penulis: Chana Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-03-17 12:18:26

Malam berikutnya datang lebih cepat dari yang Indra harapkan, seolah waktu sengaja berlari untuk menyeretnya ke titik yang tidak bisa ia hindari. Sejak meninggalkan kamar hotel bersama Clara, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang.

Mobil hitam yang membawanya melaju mulus di jalanan kota. Indra duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun, sementara bayangan hinaan, permintaan cerai, dan tatapan merendahkan terus berputar di kepalanya.

“Kamu tegang,” suara Clara terdengar dari sampingnya sambil melirik sekilas. Ia duduk santai, satu kaki menyilang, seolah ini hanya rutinitas biasa baginya.

Indra tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata pelan, “Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini,” ucapnya jujur, suaranya berat dan sedikit tertahan.

Clara tersenyum tipis mendengar itu. “Semua orang punya pertama kali,” jawab Clara santai, “Tapi tidak semua orang dibayar mahal untuk itu,” lanjutnya sambil menatap ke depan.

Indra mengalihkan pandangannya ke Clara. “Bagaimana kalau aku gagal?” tanyanya dengan nada rendah, keraguan yang sempat hilang kini kembali muncul.

Clara terkekeh pelan. “Kalau kamu gagal, kamu akan kembali jadi pria yang tadi malam dihina,” katanya ringan namun menusuk, “Dan aku tidak suka investasi yang gagal,” tambahnya sambil menatap tajam.

Kalimat itu langsung menampar pikiran Indra. Ia mengencangkan rahangnya, lalu mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa lagi.

Mobil akhirnya memasuki sebuah kawasan elite yang sunyi dan dijaga ketat. Gerbang tinggi terbuka perlahan setelah penjaga memberi hormat, dan mobil itu meluncur masuk menuju sebuah rumah besar yang tampak megah di bawah cahaya lampu taman.

Indra menatap rumah itu dengan napas sedikit tertahan. Ini bukan sekadar rumah, ini seperti dunia yang selama ini hanya bisa ia lihat dari jauh.

“Selamat datang di tempat klienmu,” ujar Clara santai sambil membuka pintu mobil. Ia turun lebih dulu, lalu menoleh ke arah Indra.

Indra ikut turun, langkahnya terasa sedikit berat. Ia berdiri sejenak, menatap bangunan besar di depannya, sebelum akhirnya berjalan mengikuti Clara.

Pintu utama terbuka sebelum mereka mengetuk. Seorang pelayan berdiri di sana dengan sikap hormat.

“Nyonya sudah menunggu,” ujar pelayan itu singkat sambil mempersilakan mereka masuk.

Indra melangkah masuk ke dalam rumah. Interiornya mewah, sunyi, dan terasa dingin, seolah setiap sudutnya menyimpan rahasia.

Clara berjalan tanpa ragu, seolah sudah sangat familiar dengan tempat itu. Indra hanya mengikuti dari belakang, mencoba menjaga ekspresinya tetap tenang meskipun jantungnya berdetak lebih cepat.

Mereka berhenti di depan sebuah pintu besar di lantai dua.

Clara menoleh ke arah Indra.

“Ini dia,” ucap Clara pelan, matanya menatap Indra dalam-dalam.

Indra menatap balik. “Aku masuk sendiri?” tanyanya dengan nada rendah.

Clara tersenyum tipis. “Tentu saja,” jawabnya santai, “Ini ujianmu, bukan milikku,” lanjutnya sambil melipat tangan di dada.

Indra menarik napas panjang. Tangannya perlahan terangkat, lalu mengetuk pintu itu dua kali.

“Masuk,” suara wanita terdengar dari dalam, tenang namun penuh kendali.

Indra membuka pintu perlahan.

Dan saat pintu itu terbuka…

langkahnya langsung terhenti.

Wanita itu berdiri di dalam ruangan dengan gaun elegan, menatapnya dengan senyum tipis yang penuh arti. Wajah itu, tatapan itu, tidak mungkin salah.

Wanita yang sama.

Wanita yang kemarin menatapnya dari layar.

Wanita yang ikut menertawakannya di pesta.

Ia berdiri beberapa langkah dari Indra, lalu menyilangkan tangan dengan santai.

“Kita bertemu lagi,” ucap wanita itu pelan, suaranya lembut namun menyimpan sesuatu yang tajam.

Indra tidak langsung menjawab. Matanya menatap lurus ke arah wanita itu, mencoba menahan gejolak yang muncul di dalam dirinya.

Wanita itu melangkah mendekat perlahan.

“Jadi…” katanya sambil berhenti tepat di depan Indra, jarak mereka kini sangat dekat, “ini pekerjaan barumu?” lanjutnya dengan nada yang sulit ditebak, antara mengejek dan penasaran.

Indra mengencangkan rahangnya.

“Kalau iya?” jawab Indra pelan, tatapannya tidak lagi menghindar.

Wanita itu tersenyum tipis. “Aku suka perubahan sikapmu,” ujarnya sambil mengangkat tangan dan menyentuh dagu Indra ringan.

Sentuhan itu terasa seperti ujian lain.

“Tidak seperti kemarin… yang hanya diam saat dihina,” tambahnya pelan.

Indra menahan napas.

Wanita itu berbalik, berjalan menjauh beberapa langkah, lalu duduk santai di sofa besar di tengah ruangan.

Ia menyilangkan kaki, lalu menatap Indra lagi.

“Namaku tidak perlu kamu tahu,” katanya ringan, “Yang penting kamu tahu satu hal,” lanjutnya sambil menunjuk Indra.

Indra mengernyit.

Wanita itu tersenyum.

“Aku yang menyuruh mertuamu menceraikanmu,” ucapnya dengan nada santai, seolah itu hanya hal kecil.

Kalimat itu menghantam Indra lebih keras dari apa pun.

Tangannya mengepal.

Tatapannya langsung berubah dingin.

Wanita itu memperhatikan perubahan itu dengan penuh minat.

“Kenapa?” tanya Indra pelan, suaranya dalam dan tertahan.

Wanita itu tertawa kecil.

“Karena aku tidak suka melihat wanita sepertinya membuang waktu dengan pria sepertimu,” jawabnya santai tanpa rasa bersalah.

Indra melangkah satu langkah maju.

“Sekarang… kamu membayarku untuk datang ke sini?” tanyanya lagi, kali ini nadanya lebih tajam.

Wanita itu tersenyum lebar.

“Bukan,” katanya pelan sambil menatap mata Indra.

“Aku membeli kesempatan… untuk melihat apakah aku salah menilaimu.”

Ruangan itu mendadak terasa lebih sempit.

Ketegangan di antara mereka semakin tebal.

Wanita itu kemudian bersandar santai, masih menatap Indra tanpa berkedip.

“Jadi buktikan,” ucapnya pelan, hampir seperti bisikan.

Indra berdiri diam.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Lalu…

tiba-tiba ponsel wanita itu berdering.

Wanita itu melirik layar, lalu tersenyum tipis.

“Menarik,” gumamnya pelan sebelum mengangkat panggilan itu.

Indra tetap berdiri di tempatnya, memperhatikan dengan waspada.

Wanita itu menempelkan ponsel ke telinganya.

“Ya?” jawabnya singkat.

Beberapa detik ia hanya mendengarkan.

Lalu ekspresinya berubah.

Senyumnya perlahan menghilang.

Matanya menyipit.

“Apa?” ucapnya pelan, nadanya berubah tajam.

Indra langsung merasakan sesuatu yang tidak beres.

Wanita itu berdiri perlahan dari sofa.

Tatapannya kini berbeda.

“Ulangi,” katanya dingin ke arah ponsel.

Beberapa detik hening.

Lalu…

wanita itu menatap langsung ke arah Indra.

Tatapan yang kali ini bukan lagi penasaran.

Melainkan penuh perhitungan.

Panggilan itu berakhir.

Ruangan kembali sunyi.

Wanita itu menurunkan ponselnya perlahan.

Kemudian ia berkata dengan suara pelan namun menghentak,

“Sepertinya… malam ini tidak sesederhana yang kita kira.”

Indra mengernyit.

“Maksudmu?” tanyanya waspada.

Wanita itu tersenyum tipis.

Namun senyum itu kini terasa dingin.

“Seseorang baru saja membayar… sepuluh kali lipat dariku,” ucapnya pelan.

Indra membeku.

Wanita itu melangkah mendekat.

Sangat dekat.

“Untuk satu hal,” lanjutnya sambil menatap mata Indra.

Indra menelan ludah.

Wanita itu membungkuk sedikit, lalu berbisik tepat di telinganya ...

“Untuk menghancurkanmu… malam ini juga

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SEXY HOT OFFER    Bab 137

    Gelombang kejut dari benturan antara tinju Indra dan tongkat logam pria berjubah hitam masih menyapu area pelabuhan ketika suara dentuman keras terus menggema ke segala arah, sementara kontainer-kontainer raksasa berderit seperti akan roboh akibat tekanan yang baru saja menghantam seluruh kawasan, dan ombak laut di sisi dermaga naik tinggi sebelum menghantam tiang-tiang pelabuhan tua dengan suara bergemuruh yang membuat suasana malam terasa semakin mencekam.DUUUUMMM!Retakan panjang mulai menyebar di bawah kaki kedua monster tersebut.Beton pelabuhan perlahan hancur.Percikan listrik dari kabel-kabel putus menari liar di udara bercampur debu dan asap panas yang memenuhi area sekitar benturan.Ayu yang berdiri tidak jauh dari sana sampai harus menahan tubuhnya menggunakan sisi kendaraan rusak agar tidak terjatuh akibat tekanan angin yang begitu besar, sementara napasnya terasa semakin sesak ketika melihat bagaimana udara di sekitar Indra dan pria berjubah hitam itu seperti bergetar ti

  • SEXY HOT OFFER    Bab 136

    Tubuh Harun Naga masih berguling di atas beton pelabuhan ketika suara dentuman logam dari kontainer-kontainer yang runtuh terus menggema ke segala arah, sementara percikan api dan kabel listrik yang putus menari liar di udara malam bercampur aroma mesiu yang semakin pekat hingga seluruh area terasa seperti neraka perang yang baru saja dibuka paksa oleh amukan monster yang selama ini ditahan dalam bayangan.BRAKKK!Satu kontainer besar akhirnya roboh sepenuhnya tepat beberapa meter dari tubuh Harun Naga hingga debu dan serpihan besi beterbangan menutupi area sekitarnya, sementara pria itu terbatuk keras sambil memuntahkan darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya ke permukaan beton retak.Napasnya mulai kacau.Dadanya terasa seperti dihantam palu raksasa.Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun hidup di dunia perang bawah tanah…Harun Naga benar-benar menyadari satu kenyataan yang selama ini tidak mau ia akui.Indra Birawa sekarang…berada di level yang bahkan tidak lagi bis

  • SEXY HOT OFFER    Bab 135

    DUUUUMMMM!Gelombang tekanan besar langsung meledak dari tubuh Indra tepat setelah kalimat terakhirnya jatuh di udara malam pelabuhan, sementara angin laut yang sebelumnya hanya berembus keras kini berubah seperti badai yang menyapu seluruh area kontainer hingga mantel hitam panjangnya berkibar liar di tengah cahaya lampu sorot kendaraan tempur, dan tekanan mengerikan itu membuat beberapa anggota Pasukan Abyss refleks mundur dengan wajah pucat karena insting bertahan hidup mereka menangkap sesuatu yang jauh lebih berbahaya dibanding seluruh kekacauan sebelumnya.Beton di bawah kaki Indra mulai retak perlahan.KRAKK… KRAKKK…Retakan panjang menyebar seperti jaring laba-laba ke segala arah.Ayu yang berdiri tepat di dekatnya langsung membelalakkan mata ketika merasakan udara di sekitar tubuh Indra berubah jauh lebih berat dibanding sebelumnya, seolah pria itu benar-benar berhenti menahan sesuatu yang selama ini dikunci rapat di dalam dirinya.Sementara itu…di atas kontainer-kontainer t

  • SEXY HOT OFFER    Bab 134

    Selamat datang di permainan yang sebenarnya, Dewa Perang.”Kalimat terakhir dari pria berjubah hitam itu masih menggema dingin di seluruh area pelabuhan ketika angin laut kembali berembus keras melewati deretan kontainer raksasa, membawa aroma asin bercampur darah, mesiu, dan karat besi yang memenuhi udara malam hingga membuat suasana terasa semakin berat menekan dada siapa pun yang berdiri di sana, sementara puluhan sosok berpakaian putih keabu-abuan di atas kontainer tetap mengarahkan senjata panjang aneh mereka ke bawah tanpa bergerak sedikit pun seperti pasukan eksekutor yang sudah siap menghabisi seluruh area dalam satu perintah.Cahaya lampu sorot kendaraan tempur memantul samar di permukaan senjata-senjata aneh tersebut.Dan pantulan itu…membuat lambang mata hitam berlatar lingkaran perak di dada mereka terlihat semakin jelas.Pria berwajah luka dari Unit Naga Hitam langsung menegang lebih dalam ketika melihat simbol itu dari dekat, karena meskipun selama bertahun-tahun ia han

  • SEXY HOT OFFER    Bab 133

    Suara ombak yang menghantam tiang-tiang dermaga tua terus bergema pelan di tengah area pelabuhan yang kini berubah menjadi medan perang penuh darah, sementara angin malam membawa aroma mesiu dan besi karatan yang semakin pekat hingga membuat suasana terasa begitu berat menekan dada siapa pun yang masih berdiri di sana, dan di bawah cahaya lampu sorot kendaraan tempur yang berkedip samar, seluruh mata perlahan tertuju pada sosok pria tinggi berjubah hitam yang baru saja keluar dari dalam gudang utama.Langkah pria itu tenang.Stabil.Namun justru ketenangan itulah yang membuat seluruh area mendadak sunyi.Bahkan anggota Pasukan Abyss yang sebelumnya masih memegang senjata dengan tegang kini ikut menurunkan pandangan secara refleks, karena aura yang keluar dari pria tersebut berbeda dari Harun Naga ataupun komandan lain yang pernah mereka lihat sebelumnya.Aura itu…terasa seperti tekanan mutlak.Tongkat logam berukir simbol aneh di tangan pria tersebut memantulkan cahaya samar ketika i

  • SEXY HOT OFFER    Bab 132

    Angin laut malam terus berembus keras di area pelabuhan tua sambil membawa aroma asin bercampur darah, mesiu, dan karat besi yang memenuhi udara hingga membuat seluruh kawasan terasa semakin menyesakkan, sementara cahaya lampu sorot kendaraan tempur memantul di permukaan kontainer-kontainer besar yang tersusun tinggi seperti labirin raksasa, menciptakan bayangan panjang yang bergerak liar di atas beton retak bekas pertarungan brutal sebelumnya.Tubuh-tubuh Pasukan Abyss masih tergeletak di berbagai sisi area pelabuhan dengan kondisi mengenaskan setelah dihantam amukan Indra, dan pemandangan itu perlahan menghancurkan keberanian pasukan lain yang sebelumnya masih percaya diri dengan jumlah serta persenjataan mereka, karena kini mereka benar-benar memahami bahwa pria yang berdiri di tengah medan perang tersebut bukan lagi manusia biasa yang bisa dijatuhkan menggunakan metode normal.Di sisi lain…Ayu berdiri di depan gudang utama dengan kedua tangan masih terikat kuat, sementara beberap

  • SEXY HOT OFFER    Bab 17

    Ruangan itu membeku setelah kalimat terakhir Indra jatuh dengan tenang namun berat. Tidak ada suara yang langsung menyusul, tetapi ketegangan di udara terasa semakin padat, seolah setiap orang sedang mencoba memahami perubahan yang terjadi di depan mata mereka. Indra berdiri tegak dengan ekspresi d

  • SEXY HOT OFFER    Bab 30

    Mobil itu melaju pelan di antara padatnya lalu lintas kota yang mulai hidup sepenuhnya. Suara klakson bersahutan, lampu merah silih berganti, dan orang-orang bergerak dengan ritme yang terburu-buru. Namun di dalam mobil, suasananya justru terasa tenang, seolah dunia luar tidak sepenuhnya masuk ke d

  • SEXY HOT OFFER    Bab 28

    Ruangan itu kembali hening setelah kalimat Indra menggantung di udara. Tidak ada suara tambahan, tidak ada gerakan yang terburu-buru, tetapi tekanan di dalamnya terasa berubah arah. Jika sebelumnya wanita itu berdiri sebagai pihak yang mengendalikan, kini keseimbangan itu mulai goyah. Udara yang ta

  • SEXY HOT OFFER    Bab 40

    Pagi itu datang perlahan, menyapu rumah besar Dina dengan cahaya hangat yang lembut. Indra membuka mata, namun tubuhnya terasa tegang, seakan malam sebelumnya masih menempel di kulitnya—bayangan, tawa seram, dan ancaman yang menyelusup hingga ke tulang. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status