Share

Bab 6

Author: Chana Lee
last update publish date: 2026-03-18 14:52:23

“Untuk menghancurkanmu… malam ini juga,” bisik wanita itu pelan di telinga Indra sambil mencondongkan tubuhnya sedikit, napas hangatnya menyentuh leher Indra yang langsung menegang. Indra tidak bergerak, matanya lurus ke depan, tetapi rahangnya perlahan mengeras seolah ada sesuatu yang terusik jauh di dalam dirinya. Dadanya naik turun lebih berat dari sebelumnya, menandakan pikirannya tidak lagi tenang.

Indra berbalik setengah badan, menatap wanita itu dengan sorot mata yang mulai berubah tajam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SEXY HOT OFFER    Bab9

    Suasana di dalam bank itu berubah dalam hitungan detik setelah kalimat itu diucapkan. Semua orang yang tadi hanya melirik kini benar-benar menoleh, bahkan beberapa nasabah yang sedang mengantre mulai berdiri untuk memastikan apa yang mereka dengar. Nama Indra Birawa yang baru saja disebut dengan penuh hormat terasa asing bagi mereka, tetapi cara manager itu mengucapkannya membuat suasana menjadi tegang. Indra sendiri masih berdiri di tempatnya, memegang tas lusuhnya, seolah semua itu bukan tentang dirinya.Manager itu masih sedikit membungkuk, napasnya tertahan, sementara tangannya memegang kartu hitam itu dengan sangat hati-hati. “Maafkan kami atas perlakuan yang Anda terima tadi,” ucapnya dengan suara yang kini jauh lebih rendah dan penuh hormat. Ia melirik sekilas ke arah satpam dan customer service yang berdiri kaku, wajah mereka mulai pucat. Perubahan sikap itu terlalu cepat, tetapi jelas menunjukkan sesuatu yang besar.Customer service wanita itu langsung panik. Ia buru-buru ber

  • SEXY HOT OFFER    Bab 8

    Setelah telepon itu terputus, Indra tidak langsung bergerak. Ia masih berdiri di tempatnya, menatap layar ponsel yang kini sudah gelap, seolah berharap Clara akan menelepon lagi dan mengatakan semuanya hanya lelucon. Namun tidak ada apa-apa selain keheningan yang menekan. Napasnya terasa berat, sementara kartu hitam di tangannya seperti berdenyut pelan, mengingatkannya pada sesuatu yang belum ia pahami.Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap ujung lorong yang kosong. Di kepalanya, wajah Dina muncul begitu jelas, bersama semua kenangan yang pernah mereka lalui. Ada tawa, ada harapan, dan ada janji yang kini terasa seperti milik orang lain. Meski sudah dihina dan diusir, bagian kecil di dalam dirinya tetap ingin kembali.“Aku harus pulang,” gumam Indra pelan, suaranya terdengar lelah tapi penuh keputusan. Ia menggenggam kartu itu lebih erat sebelum akhirnya melangkah pergi. Dalam langkahnya, ada harapan yang tidak masuk akal, tetapi tetap ia pertahankan. Ia ingin percaya bahwa semua b

  • SEXY HOT OFFER    Bab 7

    Suara langkah kaki para pria berjas itu perlahan menghilang dari lorong yang panjang. Indra masih berdiri di tempatnya, tubuhnya kaku seolah belum sepenuhnya sadar dengan apa yang baru saja terjadi. Di tangannya, sebuah kartu hitam dengan pinggiran emas mengkilap terasa asing namun juga berat, seakan menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar benda biasa. Matanya menatap kartu itu lama, mencoba memahami makna di baliknya.Salah satu pria tadi kembali menoleh sebelum benar-benar pergi. Ia menatap Indra dengan pandangan serius, lalu berkata, “Itu hanya sebagian kecil dari apa yang seharusnya menjadi milik Anda,” ucapnya dengan nada tenang namun penuh arti. Kalimat itu tidak terdengar seperti basa-basi, justru seperti sebuah fakta yang selama ini tersembunyi.Indra mengernyit, kebingungan jelas terlihat di wajahnya. “Sebagian kecil?” ulangnya pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri. Ia mengangkat kartu itu sedikit lebih tinggi, mencoba melihat lebih jelas, tetapi te

  • SEXY HOT OFFER    Bab 6

    “Untuk menghancurkanmu… malam ini juga,” bisik wanita itu pelan di telinga Indra sambil mencondongkan tubuhnya sedikit, napas hangatnya menyentuh leher Indra yang langsung menegang. Indra tidak bergerak, matanya lurus ke depan, tetapi rahangnya perlahan mengeras seolah ada sesuatu yang terusik jauh di dalam dirinya. Dadanya naik turun lebih berat dari sebelumnya, menandakan pikirannya tidak lagi tenang.Indra berbalik setengah badan, menatap wanita itu dengan sorot mata yang mulai berubah tajam. “Siapa?” tanya Indra rendah sambil mengepalkan tangan di samping tubuhnya, suaranya tertahan namun jelas mengandung tekanan. Ia mencoba tetap rasional, meskipun situasi mulai terasa tidak masuk akal.Wanita itu berjalan santai menjauh dua langkah, lalu menyilangkan tangan di dada sambil menatap Indra dengan senyum tipis. “Kalau aku tahu, aku tidak akan setenang ini,” jawabnya ringan sambil mengangkat alis, tetapi matanya tetap serius mengamati setiap perubahan ekspresi Indra. Ia lalu berbalik

  • SEXY HOT OFFER    5. Malam Pertama

    Malam berikutnya datang lebih cepat dari yang Indra harapkan, seolah waktu sengaja berlari untuk menyeretnya ke titik yang tidak bisa ia hindari. Sejak meninggalkan kamar hotel bersama Clara, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang.Mobil hitam yang membawanya melaju mulus di jalanan kota. Indra duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun, sementara bayangan hinaan, permintaan cerai, dan tatapan merendahkan terus berputar di kepalanya.“Kamu tegang,” suara Clara terdengar dari sampingnya sambil melirik sekilas. Ia duduk santai, satu kaki menyilang, seolah ini hanya rutinitas biasa baginya.Indra tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata pelan, “Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini,” ucapnya jujur, suaranya berat dan sedikit tertahan.Clara tersenyum tipis mendengar itu. “Semua orang punya pertama kali,” jawab Clara santai, “Tapi tidak semua orang dibayar mahal untuk itu,” lanjutnya sambil menatap ke

  • SEXY HOT OFFER    4. Pembuktian

    Sekarang… buktikan,” ucap Clara dengan nada santai namun tegas, matanya menatap Indra tanpa berkedip. Kalimat itu seperti palu yang menghantam dada Indra dan memaksanya menghadapi kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.Indra tidak langsung bergerak. Ia masih menatap layar ponsel di tangan Clara, tepat pada wajah wanita yang sangat ia kenal, salah satu lingkaran sosial mertuanya yang tadi malam menertawakannya tanpa ampun.Rasa panas langsung menjalar di dada Indra, bukan karena situasi di kamar itu, tetapi karena harga dirinya yang diinjak-injak. Bayangan hinaan, tawa, dan permintaan cerai dari Dina kembali berputar di kepalanya, membuat rahangnya mengeras.“Kenapa diam?” suara wanita di layar terdengar lagi dengan nada meremehkan, ia menyandarkan dagunya di tangan sambil menatap Indra seperti menilai barang murah. “Atau kamu memang hanya terlihat bagus saja?” lanjutnya dengan senyum tipis yang menusuk.Indra mengepalkan tangan di atas kasur. Tatapannya berubah perlahan,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status