Share

Bab 150

Author: Chana Lee
last update publish date: 2026-05-17 16:52:00

Langit desa mulai berubah semakin gelap ketika awan mendung perlahan menutupi cahaya sore, sementara suasana di halaman rumah keluarga Ayu masih dipenuhi tekanan yang belum juga mereda sejak layar hologram milik Jenderal Mahesa memperlihatkan pergerakan para pemburu internasional. Warga yang tadi hanya penasaran kini mulai benar-benar ketakutan karena mereka sadar bahwa desa kecil yang selama ini damai mendadak menjadi pusat perhatian orang-orang berbahaya dari luar. Bahkan beberapa ibu mulai m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 152

    Hujan deras terus mengguyur desa kecil itu tanpa ampun setelah pertanyaan Fabian menggema pelan di tengah jalan berlumpur, sementara seluruh suasana mendadak terasa jauh lebih dingin ketika tatapan pria asing tersebut berhenti tepat pada Ayu. Kilatan petir sesekali menyambar langit gelap di atas mereka hingga wajah Fabian terlihat semakin menyeramkan di bawah cahaya putih singkat yang muncul lalu menghilang kembali.Ayu refleks menegang.Karena cara Fabian menatapnya sama sekali bukan seperti manusia normal memandang orang lain.Tatapan itu terasa seperti seseorang sedang menilai barang buruan.Maya yang berdiri di dekat Ayu langsung memegang lengan gadis desa itu erat-erat sambil menelan ludah gugup, sebab meskipun ia tidak benar-benar memahami dunia bawah tanah internasional, instingnya mengatakan pria bernama Fabian Keller tersebut jauh lebih berbahaya dibanding preman atau kriminal biasa.Sementara itu, Indra tetap berdiri tenang di depan Ayu tanpa bergeser sedikit pun.Namun Reno

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 151

    Hujan langsung turun semakin deras setelah perintah Indra menggema di halaman rumah keluarga Ayu, sementara suara mesin kendaraan dari ujung jalan desa kini terdengar jauh lebih jelas bercampur dentuman petir yang terus menyambar langit gelap di atas perkampungan kecil tersebut. Lampu-lampu rumah warga memantul samar di genangan air yang mulai memenuhi jalan tanah desa, sedangkan suasana di sekitar berubah begitu tegang hingga bahkan suara napas orang-orang terasa berat.Reno refleks bergerak cepat mendekati Ayu setelah mendengar perintah itu, meskipun sorot matanya masih terus mengawasi jalan masuk desa dengan penuh kewaspadaan. “Nona Ayu, kita masuk sekarang,” ucap Reno tegas sambil sedikit merentangkan tangan seperti siap melindungi gadis itu kapan saja jika sesuatu tiba-tiba menyerang.Namun Ayu justru tidak langsung bergerak.Tatapannya tertuju penuh pada punggung Indra yang berdiri sendirian di tengah hujan, sementara mantel hitam pria itu perlahan basah diterpa air hujan yang t

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 150

    Langit desa mulai berubah semakin gelap ketika awan mendung perlahan menutupi cahaya sore, sementara suasana di halaman rumah keluarga Ayu masih dipenuhi tekanan yang belum juga mereda sejak layar hologram milik Jenderal Mahesa memperlihatkan pergerakan para pemburu internasional. Warga yang tadi hanya penasaran kini mulai benar-benar ketakutan karena mereka sadar bahwa desa kecil yang selama ini damai mendadak menjadi pusat perhatian orang-orang berbahaya dari luar. Bahkan beberapa ibu mulai menarik anak-anak mereka masuk ke rumah masing-masing sambil terus melirik cemas ke arah mobil-mobil hitam militer yang berjajar di pinggir jalan.Ayu berdiri tidak jauh dari Indra sambil terus memperhatikan wajah pria tersebut yang sejak tadi semakin sulit dibaca, karena untuk pertama kalinya ia melihat ketenangan Indra terasa seperti sesuatu yang jauh lebih menyeramkan dibanding kemarahan biasa. Sorot mata pria itu terlihat sangat dingin ketika memandangi titik-titik merah di layar hologram, se

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 149

    Suasana halaman rumah keluarga Ayu berubah semakin menekan setelah laporan dari pengawal militer tadi terdengar jelas di telinga semua orang, sementara angin sore yang berembus melewati pepohonan desa terasa jauh lebih dingin dibanding sebelumnya. Warga yang sejak tadi hanya bingung kini mulai merasakan ketakutan aneh yang perlahan menyusup ke dalam dada mereka, terutama ketika melihat perubahan ekspresi para tentara bersenjata yang berdiri di sekitar mobil hitam tersebut. Bahkan kepala desa yang sudah puluhan tahun hidup tenang di tempat kecil itu mulai sadar bahwa masalah yang datang bersama Indra jauh lebih besar dibanding sekadar urusan kriminal biasa.Reno perlahan mengembuskan napas berat sambil menatap simbol pada mantel hitam di dalam peti besi tersebut, karena ia tahu hanya ada satu kemungkinan jika tanda Erebos kembali muncul di markas Black Vulture. Organisasi pembunuh internasional itu bukan kelompok kecil yang bisa dihancurkan sembarang orang, sebab bahkan pasukan elite b

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 148

    KLIK.Suara peti besi yang terbuka itu terdengar pelan.Namun entah kenapa…gema kecilnya terasa jauh lebih berat dibanding dentuman senjata tadi pagi.Angin sore berembus melewati halaman rumah Ayu.Debu tipis beterbangan.Sedangkan seluruh warga desa kini hanya bisa berdiri mematung menatap isi peti hitam tersebut.Sebuah mantel panjang berwarna hitam pekat terbentang rapi di dalamnya.Di bagian dadanya…terdapat simbol emas retak menyerupai sayap patah.Simbol yang tampak asing bagi warga desa.Namun tidak bagi Reno.Tidak bagi Jenderal Mahesa.Dan terutama…tidak bagi orang-orang yang pernah hidup di dunia perang.Maya menelan ludah pelan.“Itu… apaan?” bisiknya lirih.Reno tidak langsung menjawab.Tatapannya masih tertuju pada mantel tersebut dengan wajah tegang.Karena benda itu bukan sekadar pakaian biasa.Mantel itu adalah simbol.Lambang kematian.Lambang monster perang yang membuat banyak organisasi dunia bawah memilih menyerah sebelum bertarung.Sedangkan di sisi lain…Dama

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 147

    Suara mesin mobil-mobil hitam itu terus menggema di sepanjang jalan desa yang sempit hingga debu beterbangan tipis di udara sore, sementara seluruh warga hanya bisa berdiri mematung melihat iring-iringan kendaraan mewah tersebut berhenti tepat di depan rumah sederhana keluarga Ayu.Suasana desa langsung berubah aneh.Sunyi.Menekan.Bahkan beberapa anak kecil yang tadi bermain di pinggir sawah kini buru-buru bersembunyi di belakang orang tua mereka sambil menatap takut ke arah rombongan tersebut.Damar perlahan menelan ludah.Karena bahkan ia yang selama ini merasa paling berpengaruh di desa… belum pernah melihat kendaraan dengan plat khusus seperti itu datang ke tempat mereka.Pintu mobil hitam paling depan terbuka penuh.Dan seorang pria tua berambut perak perlahan turun dengan seragam gelap penuh lambang militer di dadanya.Langkahnya tenang.Namun aura tekanan yang keluar dari pria itu langsung membuat suasana sekitar berubah jauh lebih berat.Mata kepala desa langsung membelalak.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status