Share

1. Sex Toys

last update publish date: 28.04.2026 16:04:39

Hola!

Chapter 1

Paris adalah ibu kota Perancis. Terletak di sungai Seine, di utara Perancis, di jantung region Île-de-France. Kota Paris pada batas administratifnya memiliki penduduk 2.167.994 jiwa. Paris terkenal sebagai kiblat fashion dunia. Paris juga terkenal dengan sebutan "city of light" karena keindahannya di malam hari.

Paris, hanya dengan menyebut nama itu orang akan mengingat menara Eiffel. Tempat yang di anggap paling romantis di dunia. Tetapi, kali ini Paris Cassandra Hubert bukanlah nama sebuah ibu kota. Wanita muda berusia dua puluh satu tahun yang telah menyandang nama Hubert di belakang namanya. Arselino Hubert, seorang pengusaha kaya raya, pria itu memiliki beberapa mall kelas atas di Perancis, ia juga memiliki beberapa persen saham di pabrik kendaraan roda empat yang memproduksi mobil termahal di dunia, ia juga miliki saham di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang properti, tak tertinggal ia juga memiliki beberapa hotel bintang lima di negara itu.

Paris, wajahnya seelok namanya. Postur tubuh yang tinggi semampai dengan rahang tegas, dagunya runcing, hidungnya yang lancip sempurna, kelopak matanya besar, bulu matanya seindah sayap kupu-kupu, dan memiliki alis yang sangat lebat. Bibirnya yang sensual melengkapi kecantikan wajahnya, rambutnya berwarna hitam seolah kontras dengan warna kulitnya yang putih. Matanya yang berwarna hijau menambahkan kecantikannya yang luar biasa menjadi semakin sempurna.

Arsen, begitu biasanya Arselino Hubert dipanggil. Pria itu tergila-gila saat pertama kali bertemu Paris di ruang kerjanya, kecantikan Paris membuatnya tidak mampu untuk membiarkan wanita itu lepas dari genggamannya. Ia tidak pernah menyangka jika mendiang istrinya memiliki keponakan secantik Paris. Ya, sepuluh tahun yang lalu istrinya meninggal dunia saat melahirkan putri pertama mereka. Istrinya adalah adik bungsu ibunda Paris, kakak iparnya yang kini menjadi ibu mertuanya.

Paris dan kedua orang tuanya tinggal di Swiss. Tetapi, Paris di kirim oleh ayahnya ke Perancis dalam rangka menjalani hukuman agar belajar hidup mandiri. Ayahnya kewalahan karena tingkah lakunya yang gemar membuat masalah dan menghabiskan uang. Ayahnya angkat tangan karena kenakalan Paris hingga meminta tolong kepada Arsen untuk mendidiknya tetapi faktanya Arsen justru bertekuk lutut dan meleleh di kaki keponakannya.

Di sisi lain Paris, berkali-kali menolak lamaran Arsen karena ia tidak ingin memiliki suami yang terpaut usia dua puluh tahun dengannya. Usianya baru dua puluh satu tahun dan seorang pria berusia empat puluh tahun melamarnya? Tentu saja Paris menolak. Apalagi pria itu memiliki seorang anak berusia sepuluh tahun. Demi Tuhan, Paris tidak ingin menjadi ibu di usia muda. Ia adalah penganut paham hidup bebas tanpa ikatan, ia menyukai hal-hal gila, ia sedikit maniac dan terkadang berfantasi liar bersama pria yang hanya ada di dalam pikirannya.

Setelah Arsen melamarnya untuk yang kelima kalinya akhirnya Paris menyerah. Paris luluh karena materi yang diberikan oleh Arsen, bukan karena cinta. Di samping ia adalah wanita yang sedikit gila dalam artian lain, ia juga penggila materi. Arsen cukup pandai menilai Paris, ia memberikan segalanya dalam bentuk materi. Uang, mobil, berlian, tas bermerek, kartu kredit tanpa limit. Semua dipersembahkan untuk Paris, bahkan sebuah pent house dengan latar belakang mengarah langsung ke menara Eiffel juga berikan untuk Paris. Dan semua yang di berikan Arsen kepadanya adalah atas nama Paris.

Paris menerima lamaran Arsen dengan syarat Arsen tidak boleh melarangnya untuk bergaul dengan siapa pun selama dalam batas wajar. Arsen menyetujui syarat yang diajukan oleh Paris selama Paris bisa menjaga nama baik Hubert yang akan melekat di belakang namanya kelak. Bagi paris itu syarat yang mudah dan ia tanpa pikir panjang menyetujuinya.

Pernikahan yang sama sekali tidak dilandasi dengan cinta, entah apa jadinya. Arsen yang tergila-gila kepada kecantikan Paris dan Paris yang tergila-gila dengan kekayaan Arsen.

Satu tahun berumah tangga ternyata sama sekali tidak membuat Paris bahagia. Kekayaan yang tak ternilai harganya, kebebasan yang ia nikmati, kehormatan, dan kehidupan sosial kelas atas justru mulai terasa membosankan.

Untuk apa memiliki materi yang sempurna? Untuk apa memiliki kehidupan sosial kelas atas? Untuk apa memiliki suami yang memuja bak seorang manusia yang menyembah dewi, jika yang ada hanya hawa dingin di atas tempat tidur?

Seperti saat ini mereka sekarang berada di atas ranjang. Kurang dari lima menit suaminya telah mencapai puncaknya, melepaskan penyatuan mereka dengan napas yang memburu Arsen terkulai lemas di samping tubuh Paris. Sedangkan Paris? Ia sama sekali belum mendapatkan apa pun, suaminya tidak pernah memikirkan kepuasannya di tempat tidur.

"Arsen, bisakah kita memulainya lagi?" erang Paris dengan nada jengkel yang ia samarkan dengan manja.

"Tunggu sebentar aku akan pulihkan tenagaku terlebih dahulu," ucap Arsen sambil mengatur napasnya kemudian lengannya memeluk pinggang Paris.

Semua hanya bualan Arsen karena faktanya pria itu telah mendengkur dengan halus di samping Paris yang tubuhnya kaku sekaku kayu.

Paris hanya mampu menghela napasnya yang terasa menyesakkan dada kemudian ia mengembuskannya perlahan. Meski hati dan jantungnya terasa membengkak di dalam dadanya ia tak mampu berbuat apa-apa. terkadang ia menyesali keputusannya menikahi pria yang tidak diketahui bagaimana permainannya di atas tempat tidur, pada saat itu Paris dan memang belum pernah melakukan hubungan badan dengan Arsen. Saat itu Paris yakin, Arsen adalah pria yang berpengalaman karena statusnya pernah berumah tangga.

Paris sama sekali tidak mengira jika pria yang ia nikahi ternyata tidaklah sempurna selaras dengan materinya, pria yang dinikahinya bisa dikatakan menderita penyakit yang dinamakan ejakulasi dini.

Lima menit kemudian ia perlahan melepaskan lengan suaminya, menurunkan kedua kakinya lalu berjingkat menuju kamar mandi. Paris menarik sebuah laci yang berisi barang-barang keperluannya, ada sebuah botol polos kecil di sana berisi obat. Ia mengambil satu butir dan menelan menggunakan air yang ada di botol air mineral yang selalu di siapkan oleh pelayan di rumahnya khusus untuknya di dalam kamar mandinya. Paris tidak ingin memiliki anak dari Arsen, tidak juga pria lain. Ia tidak ingin tubuh indah dan kecantikannya rusak hanya karena harus mengandung dan melahirkan.

Paris menarik bagian laci yang lain, ia meraih sebuah benda berbentuk alat kelamin pria. Mengolesinya dengan cairan khusus kemudian Paris mulai mempermainkannya di antara kedua pahanya, dengan caranya sendiri yang tampak begitu ahli hingga ia merintih mengerang seraya pikiran nakalnya mengembara, membayangkan bercinta bersama seorang pria yang belum pernah ia temui, pria khayalannya yang hanya ada di dalam pikirannya. Pria yang mampu memuaskannya, pria yang mampu mengerti dirinya yang liar di atas ranjang hingga ia menjerit, mengerang lalu melebur.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SEXY PARIS    14. Karma is a Little Bitch

    Dua bulan telah berlalu sejak Samuel bertemu dengan Paris di Tokyo, selam itu ia lebih sering berselancar di dunia maya, mengobrak abrik dunia maya untuk mencari Paris tetapi hasilnya nol. Ia mencari Paris di jajaran media sosial para gadis kalangan kelas atas di Swiss tetapi satupun foto wanita itu tidak muncul di layarnya, ia belum menyerah, ia masih memiliki tekad untuk mencari wanita itu dan akan merebutnya dari suaminya. Bagimanapun caranya, ia harus mendapatkan Paris.Kini Samuel berada di Paris, bukan untuk mengejar Paris karena ia tidak tahu Paris ada di Paris. Samuel kembali ke negaranya karena ia memang berasal dari Perancis, ia lahir dan besar di sana. Ibunya memanggilnya dan berbohong, wanita itu mengatakan jika ayahnya terkena serangan jantung dan sedang dirawat di rumah sakit tetapi faktanya pria itu sangat sehat, segar dan bugar bahkan Samuel bermain ski board di jalanan bersama ayah tirinya itu tadi pagi. Bahkan pria itu juga sanggup bermain badminton dan mungkin berla

  • SEXY PARIS    13. PARIS

    Paris berdiri di balkon sambil menatap menara Eiffel. Menara Eiffel, orang-orang menyebutnya sebagai lambang keromantisan dan cinta. Meskipun menjadi simbol romantisme, menara ini juga sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kisah cinta atau roman asmara perancangnya seperti Taj Mahal di India dan Mirabell Palace di Austria. Eiffel dibangun untuk sebuah perhelatan pameran dunia bertajuk Exposition Universelle tahun 1889 sekaligus memperingati 100 tahun hancurnya penjara Bastille sebagai simbol bergulirnya Revolusi Perancis.Belum pernah dalam hidup Paris merasakan perasaan yang tidak ia mengerti, perasaan tidak menentu yang terasa begitu menyesakkan dadanya. Perasaan yang membuat suasana hatinya sangat kacau hingga tidak bersemangat melakukan apa pun. Hanya bersama Samuel selama tiga hari tetapi pria itu seolah mengambil alih seluruh hidupnya. Dua Minggu sudah ia berada di Paris tetapi untuk berkumpul bersama teman-temannya melakukan arisan seperti biasa ia sama sekali tidak memiliki

  • SEXY PARIS    12. Am I your Friend?

    Bangun tidur dengan seorang wanita di dalam pelukannya, itu adalah pengalaman pertama kali dalam hidup Samuel. Memang ini bukan pertama kali tidur dengan wanita tetapi tidur memeluk wanita hingga pagi hari, ini adalah pertama kali dalam hidup Samuel. Ia menatap wajah Paris dengan intens, ia memuaskan panca indranya untuk menikmati kecantikan wanita yang masih tidur dengan nyaman di atas bantalnya. Alisnya yang tajam terbentuk sempurna, bulu mata yang tebal dan lenti, bibir yang ranum berwarna merah jambu. Bentuk tulang hidung yang tampak pas dan rahang yang tegas, kulitnya begitu halus seindah poselen. Ia yakin bukan hanya dirinya yang terpesona dengan kecantikan Paris tetapi ada ribuan pria yang memuja kecantikan wanita yang masih merahasiakan namanya itu. Bibir Samuel mengulas senyum tipis, ia dengan perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Paris kemudian menutupi tubuh Paris dengan selimut, memastikan Paris tidur dengan nyaman kemudian ia bergerak untuk meninggalkan ranjang mesk

  • SEXY PARIS    11. Be Mine

    11. Be Mine "Bagaimana? Indah, bukan?" tanya Samuel sambil mengarahkan kameranya ke arah Paris yang duduk di bagian depan perahu.Paris menganggukkan kepalanya. Tatapan matanya tampak berbinar dengan indah."Kau pasti ingin kembali ke sini untuk menikmati hanami lagi tahun depan," kata Samuel dengan nada meyakinkan."Sepertinya.""Aku akan menemanimu," kata Samuel sambil terus mengarahkan kameranya kepada Paris."Aku tidak ingin lagi bertemu denganmu," ucap Paris tetapi bibirnya tersenyum manis."Astaga," gerutu Samuel.Paris tidak menanggapi Samuel yang menggerutu, ia benar-benar menikmati sensasi menaiki perhu kecil di atas sungai yang tidak pernah ia rasakan seumur hudupnya. Ia kembali mengarahkan kameranya ke arsh Paris, ia merasa bunga Sakura sungguh serasi dengan kecantikan Paris. Untuk pertama kalinya ia merasa mendaptkan kepuasan yang luar biasa dari jepretan kameranya. "Kenapa kau sangat cantik?" tanya Samuel tiba-tiba.Mendengar pujian Samuel membuat wajah Paris tanpa ter

  • SEXY PARIS    10. Hanami

    10. HanamiKetika Paris hendak memasuki restoran tiba-tiba telapak tangan Samuel meraih pergelangan tangan Paris kembali lalu sebelah tangannya meraih pinggang Paris dengan cara yang sangat posesif. Membuat jarak mereka sangat dekat, nyaris hanya dipisahkan kain yang melekat pada tubuh mereka. Paris tampak menahan napasnya, membelalakkan matanya menatap Samuel dengan tatapan permusuhan yang selalu ditunjukkan oleh Paris sejak ia bertemu Samuel hari itu.Samuel menatap wajah Paris langsung dengan tatapan datar. "Jika berani membatalkan pemotretan ini, aku akan menelanjangimu di sini," ucapnya dengan nada sarat ancaman.Lalu menyeret paksa Paris ke sudut teras agar tidak menghalangi orang yang akan melewati pintu.Paris mengangkat dagunya dengan angkuh. "Kau pikir aku takut? Telanjangi saja!"Samuel tersenyum miring. "Oh, rupanya kau pemberani sekali, ya? Kau tidak sabar ingin bercinta denganku, bahkan kau ingin bercinta di tempat umum seperti ini," katanya.Paris membalas senyum miring

  • SEXY PARIS    9. I'm Not a Gigolo

    Apa yang Paris dengar dari Rachel pastinya sangat mencengangkan baginya tetapi ia tidak mungkin mengatakan kepada sahabatnya bahwa ia telah tidur bersama pria yang entah dari mana datangnya, itu melukai harga dirinya. Untunglah Rachel berbicara lebih cepat sehingga ia tidak perlu mempermalukan dirinya sendiri."Aku tidak memerlukannya malam ini," ucap Paris dengan nada yang ia buat senatural mungkin. Setelah berbasa-basi sedikit Paris menutup panggilannya kemudian ia menekan pelipisnya menggunakan sebelah tangannya.Akan aku cabik-cabik jika aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pria itu.Memeriksa jam yang berada di ponselnya Paris memutuskan untuk turun dari tempat tidur kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah membersihkan tubuhnya Paris memanggil ketiga pelayan yang ia bawa dari Perancis untuk mengurus dirinya karena hari ini ia memiliki jadwal untuk berkeliling di beberapa tempat di Tokyo untuk mengabadikan kunjungannya dengan berfoto.**

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status