Share

360.

Author: Al_Fazza
last update publish date: 2026-10-13 15:22:22

Mendengar tuduhan mendadak dari Su Yin, Ketua Sekte Lembah Perawan, makin memicingkan matanya tajam. Ia mengalihkan pandangannya dari Fang Zhe yang sedang menuang teh dengan santai menuju Su Yin dan Ling Yin yang napasnya masih menderu.

"Bicara yang jelas, Su Yin. Apa maksudmu ulah Fang Zhe?" tanya ketua sekte dengan nada menuntut, menahan desakan emosi yang membuncah.

Su Yin mengambil napas dalam-dalam, lalu menunjuk Fang Zhe yang sedang menyeruput teh tanpa rasa bersalah. "Guru, pemuda gila
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   360.

    Mendengar tuduhan mendadak dari Su Yin, Ketua Sekte Lembah Perawan, makin memicingkan matanya tajam. Ia mengalihkan pandangannya dari Fang Zhe yang sedang menuang teh dengan santai menuju Su Yin dan Ling Yin yang napasnya masih menderu. "Bicara yang jelas, Su Yin. Apa maksudmu ulah Fang Zhe?" tanya ketua sekte dengan nada menuntut, menahan desakan emosi yang membuncah. Su Yin mengambil napas dalam-dalam, lalu menunjuk Fang Zhe yang sedang menyeruput teh tanpa rasa bersalah. "Guru, pemuda gila ini menyeret kami dalam masalah beruntun sejak melangkah keluar dari penginapan! Pertama, dia dengan santai menghajar Gu Cheng dan mempermalukannya, semua itu hanya karena masalah sepele di jalanan!" Pemimpin Guan menepuk jidatnya, wajahnya mulai memucat. "Klan Gu?! Pemilik bisnis senjata terbaik didaratan timur ini?!" "Belum selesai, Guru!" sela Ling Yin dengan wajah tak kalah dramatis. "Setelah itu, Long She dari Sekte Sayap Api memprovokasinya. Namun bukannya menghindar, Fang Zhe justru me

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   359.

    "Jika puluhan mata tak kasat mata sedang mengawasi seluruh lorong ini," bisik Fang Zhe seraya memiringkan kepalanya, "maka menyelinap secara diam-diam adalah usaha yang sia-sia." Su Yin menatapnya dengan panik. "Lalu kita harus bagaimana? Tekanan Jiwa para Tetua Ranah Raja itu bisa mengunci pergerakan kita dalam sekejap begitu kita melangkah keluar!" Fang Zhe menyunggingkan senyum tengilnya. Mengingat indra spiritual para praktisi tua itu hanya bisa memindai keberadaan energi dan bentuk fisik tanpa mampu mendengar isi hati, sebuah ide absurd mendadak terlintas di kepalanya. "Rencana kita sederhana: berpura-pura menjadi korban yang panik," kekeh Fang Zhe pelan. Sebelum Su Yin dan Ling Yin sempat mencerna perkataannya, Fang Zhe tiba-tiba mengacak-acak rambutnya sendiri hingga berantakan. Tanpa ragu, ia menyobek sedikit jubahnya, mengoleskan sisa abu pembakaran obat dari sakunya ke wajah, lalu mengambil sebuah botol giok kosong yang murah. "Kalian berdua, acak-acak pakaian kalian da

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   358. Ternyata semua pihak menanti Fang Zhe keluar.

    Ungkapan nyeleneh dari Patriark Klan Bao seketika buyar saat guncangan ketiga—yang jauh lebih dahsyat dan beruntun—kembali menggempa dari arah langit di atas Paviliun Obat Agung. Awan hitam yang tadinya sempat menipis, kini mendadak memadat kembali dalam hitungan detik. Cahaya merah darah memancar membakar awan-awan tersebut, melahirkan fenomena Petir Kesengsaraan Darah Ilahi yang meraung bagai ribuan naga murka. "I-itu petir jenis apa lagi?!" jerit seorang praktisi di kerumunan, hampir jatuh berlutut karena tekanan aura yang begitu berat. Di dalam ruangan rahasia, Fang Zhe berdiri di tengah pusaran esensi darah yang berkilau keemasan. Bahan-bahan langka untuk Pil Pemurni Darah telah melebur sempurna. Tanpa menunda satu detik pun, Fang Zhe memukul perut tungku dengan ritme ganda. BAM! BAM! BAM! Cahaya merah kecokelatan yang pekat mengepul keluar, membentuk benang-benang aura esensi kehidupan yang melingkupi Su Yin dan Ling Yin. Su Yin merasakan darah murninya dalam tubuhnya mendi

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   357. Menciptakan kekacauan.

    Guncangan hebat terasa merayap halus di bawah pijakan kaki mereka, tetapi Formasi Penyegel Surga Tingkat 9 di sekeliling ruangan memancarkan jaring-jaring rune keemasan yang teramat kokoh. Dinding giok merah yang melapisi puncak paviliun itu bergetar lembut, menyerap dan menetralkan setiap benturan gelombang petir yang berusaha menghantam dari luar. Tidak ada satu pun retakan pada bangunan, bahkan debu pun tak jatuh dari langit-langit. Fang Zhe menghentikan sapuan lengannya seraya menyebarkan indra spiritualnya ke arah luar. Melihat betapa tenangnya interior ruangan rahasia itu di tengah amukan Petir Kesengsaraan Alkimia yang membelah langit, sebuah senyum penuh decak kagum terukir di bibirnya. "Cukup mengesankan..." gumam Fang Zhe seraya mendongak menatap kubah ruangan. "Formasi Penyegel Surga ini benar-benar tidak main-main. Petir Kesengsaraan sebesar itu tertahan tanpa menyisakan sedikit pun kerusakan pada struktur bangunan." Dengan satu kibasan tangan santai, Fang Zhe menarik

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   356.

    Mendengar penegasan Fang Zhe, sepasang mata Ling Yin melotot lebar hingga mulutnya sedikit terbuka. "Seratus butir per jenis?! Itu artinya... tiga ratus Pil Tingkat Dewa berkemurnian sempurna dalam sekali proses?!" Su Yin menyentuh pelipisnya yang mendadak terasa pening. "Fang Zhe, logika alkimia mana yang kau pakai? Bahkan alkemis paling terkemuka di daratan ini butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk mengisolasi bahan dari satu Pil Tingkat Dewa! Bagaimana bisa kau merencanakan tiga ratus butir pil berbeda jenis sekaligus? Waktu kita sangat terbatas, kita harus segera kembali bertemu Ketua Sekte di penginapan yang sudah dipesan!" Fang Zhe terkekeh pelan, melangkah mendekati titik pusat Formasi Nyala Giok Ilahi. Binar matanya berkilat penuh percaya diri yang begitu dominan. "Tenanglah. Bagi orang lain, pemurnian skala besar ini adalah perkara mustahil yang memakan waktu bertahun-tahun. Tapi bagiku, teknik pemurnian biasa itu terlalu lambat dan tidak efisien," ujar Fang Zhe seraya me

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   355. Pill Sribu racun, Pill Pemulih, Pill Pemurni Darah.

    Mendengar sanjungan Gu Nan, Fang Zhe hanya tertawa pelan. Ia melangkah mendekati pintu perunggu raksasa itu, lalu berbalik menatap Gu Nan dengan pandangan tajam yang memancarkan ketenangan mutlak. "Tempat ini memang luar biasa, Tetua Gu," ujar Fang Zhe seraya menyunggingkan senyum tengil khasnya. "Kalau begitu, tidak perlu buang-buang waktu lagi. Kau cukup menunggu di luar saja selama beberapa jam." Gu Nan mendadak tertegun, matanya terbelalak heran. "B-beberapa jam? Tuan Muda Fang... memurnikan herba spiritual sebanyak ini dalam daftar tadi, bahkan seorang Grandmaster Alkimia tingkat atas biasanya membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu!" "Itu kalau Grandmaster Alkimia biasa," potong Fang Zhe santai, mengibaskan tangannya tanpa beban. "Untukku, beberapa jam saja sudah lebih dari cukup. Tapi ada satu syarat mutlak yang harus kau pegang teguh, Tetua Gu." Raut wajah Fang Zhe mendadak berubah menjadi teramat serius, menatap lurus ke dalam manik mata pengurus pavi

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   3. Erina.

    DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   2.Misi pertama dari system.

    Fang Zhe terdiam sesaat.Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.Desa Mati. Nama itu terasa tidak

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   1. Lahirnya dendam Fang Zhe.

    “Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arog

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   6.

    Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status