LOGINDia seorang wanita bisu, hidupnya selalu tidak mujur. Sedari kecil, ia mendapat perlakuan kasar oleh kedua orang tuanya. Dipukuli, dihajar hingga tubuhnya lembam-lembam, dan itu terjadi hampir tiap hari. Sikapnya berubah, kepribadiannya pun berubah, keceriaannya hilang, senyum dan celotehnya pun tak ada lagi di bibir mungilnya. Hingga suatu hari, nasib sial yang tidak pernah lepas darinya itu, datang kembali menimpanya lebih dari siksaan ibu kandung dan ayah tirinya. Malam setelah ia pulang bekerja, Ia harus merasakan betapa getir rasa sakit yang mendera tubuhnya, delapan orang pemuda memperkosanya, menyentubuhi secara paksa dan bergantian. Setelah ia disiksa dan dinikmati tubuhnya, para pelaku tidak hanya sampai di situ saja menyiksanya, salah satu di antara mereka memotong lidah wanita itu agar dia tidak bisa menceritakan kejahatan mereka. Naluri pembunuhnya yang semula sedang tertidur, harus bangkit oleh delapan bajingan itu. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?
View More"BUNUH DIA SEKARANG, BODOH!" bentaknya dengan nada tinggi. "Tidak! Aku tidak mau melakukannya lagi!" Dina menahan tangannya agar tidak mengacungkan pada Dandy. Pemuda itu bingung melihat Dina berbicara pada dirinya sendiri. "Ada apa dengan gadis ini?" pikir Dandy, dia hanya bisa mengamati. "Bodoh ... kenapa aku malah melihat gadis gila itu berbicara sendirian? Bukankah ini kesempatanku untuk kabur?" pikirnya melihat ke arah pintu penjara. Pemuda itu berjalan pelan sambil mengawasi terus ke arah Dina. "Berhenti!" teriak Dina pada Dandy pemuda itu tak berkutik. Diam mematung di tengah-tengah. Lalu .... Dor. Dor. Dua peluru melesat cepat dari moncong senjatanya. Peluru itu meleset ke arah sasaran, tangan kiri Dina menghalangi senjata itu membunuh pemuda gondrong yang mematung. Dandy sangat kaget. Dengar suara tembakan yang begitu keras di telinganya. Dia menoleh, peluruh itu hampir saja mengenai dirinya. "Gila! Untung saja peluru itu meleset. Kalau tidak, bisa mampus," bisik bati
Tubuh Dina penuh luka, tanpa sadar di dalam mobil tahanan tersebut. Bensin keluar dari tangki, tak lama percikan api yang berasal dari kabel yang mengelupas mulai membakar sedikit demi sedikit bagian badan mobil tahanan yang terkena bensin. Sopir mobil tahanan pun tak sadarkan diri. Luka parah. Pecahan beling dari kaca depan memperparah wajah sopir itu. Apipun mulai membesar ... Doar. Ledakan kecil membuat kobaran semakin besar dan cepat menjalar. Warga yang melihat kejadian itu, bergegas menghampiri mobil itu. Jalanan menjadi sangat macet. Tak lama, Dina mengerjapkan netranya. Lambat laun terbuka pelan-pelan. Dia baru menyadari bahwa dirinya terhimpit besi, dan rasanya sangat sakit. Gadis itu mulai menyingkirkan besi itu, di kaki Dina luka itu membekas parah. Membiru. "Sial! Ada apa ini?" Sesaat di dalam tubuhnya tidak ada sosok hitam yang mempengaruhinya. Tubuhnya melemah tak bertenaga. "Semua badanku sakit semua," bisik batinnya lagi. Dia teringat, bahwa sosok hitam mengusain
Dina melakukan pukulan cepat, pemuda itu tidak bisa menghindari pukulan gadis itu. Hidungnya pun meneteskan darah segar yang cukup banyak. Ketiga pemuda lain membiarkannya. "Aaargh ... Sialan!" Pemuda bernama Lalu, dia merebut senjata yang masih digenggam sipir penjara itu dan mengarahkan ke kepala sipir penjaga yang terkena pukulannya. Jari telunjuknya mulai menarik pelatuk senjata itu. "Jatuhkan senjatamu, perempuan iblis!" salah satu polisi muda bangun dari duduk dan menodongkan senjatanya di samping kepala Dina. "Jangan macam-macam, kami berempat tidak ada segan-segan membunuhmu!" katanya lagi, ikut menarik pelatuk agar Dina tidak gegabah mengambil tindakan itu. Dina melirik, tatapan serius polisi di sampingnya tidak sedang main-main dengan ancamannya pada dia. "CEPAT! JATUHKAN SENJATAMU BANGSAT!" teriak polisi itu hilang kesabarannya. Pelan-pelan gadis itu merunduk, meletakan senjata di lantai mobil tahanan. Sekali lagi, matanya melirik ke polisi muda yang tampaknta belum be
Satu pukulan keras melayang dengan cepat. Tetapi bukan dari arah Dina ke sosok hitam itu, melainkan tinju sipir penjara yang waspada akan gerak-gerik Dina hendak memukulnya. Pipi Dina memar, berwarna kebiruan. Dia tersungkur di lantai mobil tahanan. "Sialan! Berani-beraninya kamu mau mukul seorang sipir penjara!" katanya memaki. "Hajar terus, jangan diberi ampun, perempuan gila seperti dia jangan diberi ampun!" Salah satu polisi itu memprovokasinya. Sosok hitam menghampiri gadis malang yang saat ini masih tersungkur. "Lihat, mereka meremehkanmu. Andai saja kamu tidak menciptakanku, mungkin saja kamu mati dengan seluruh rasa penasaranmu itu, Dina!" kata Sosok hitam berbisik. "Kamu benar-benar menyedihkan!" Dina menggeram, bangun sambil mengepal tangannya. Menatap nanar ke arah dua sipir penjara yang kini bersikap arogan dan sok berkuasa. "Kau tidak akan bisa melawannya, hanya aku yang bisa membantunya, Dina! Apa kau mau aku bantu, gadis lemah?" tanya Sosok hitam yang sudah tak saba
Laporan tentang kematian Pasha sudah terdengar ke telinga Letnan Indra dan Aipda Buyung, mereka berdua benar-benar bekerja keras untuk menangani kasus dalam dua bulan terakhir ini. Apalagi bulan ini penuh dengan kasus pembunuhan yang belum bisa mereka ungkap. Banyak hal yang ingin mereka periksa seb
Keduanya saling bertatapan. Menduga-duga pelakunya adalah Dina. Namun, bukti tidak terlalu kuat untuk memenjarakan Dina. Lalu bagaimana nasib Dina? "Apa kita langsung menangkap dia saja, Letnan!" "Jangan! Belum tentu gadis itu yang membunuh Tony. Kau tau, begitu banyak pasien di rumah sakit itu. Jad
Kedua laki-laki itu saling memandang satu sama lain, bulu-bulu halus di sekujur tubuh mereka mulai meremang. "Ma ... ti!" Satu kata yang biasa keluar dari bibir Dina dengan terbata itu, membuat Roy dan Vian bergidik ngeri. Roy memaksa melepaskan tangan Dina yang semakin membuatnya sulit bernapas. Te
Dina tidak bisa melupakan kejadian itu. Dia sedang berusaha menyusun semua kejadian yang terjadi padanya selama ini. Suara asing yang terdengar di rumah sakit itu menjadi hal nyata yang dia dengar. Mempengaruhi dan mengendalikan dirinya untuk membunuh. Tapi apa? Dan siapa pemilik suara itu? Dina bel
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore